DAY OF THUNDER WITH TEAM AP SPEED JAKARTA – QTT DAY

2190

team AP SPEED Jakarta QTT (55)

Alhamdullilah. Itu lah kata pertama yang harus saya ucapkan dan ketik, ketika mengawali artikel ini. Karena setelah sekian lama penantian panjang saya untuk bisa liputan di home of motorsport Indonesia, Sentul Circuit, bisa terwujud. Dan kali ini saya memenuhi undangan dari teman saya, Rian Myb AP Speed Surabaya untuk meliput EG6nya yang bernama Tomahawk di event D2 Drag race di Sirkuit Sentul, Bogor, 13-14 April yang lalu. Like I said before, it’s day of thunder with the most hardcore  and full heavy metal N/A EG6 squad in Indonesia, team AP Speed Jakarta.

team AP SPEED Jakarta QTT (2)

Saya berangkat dari Surabaya menuju J-Town atau Big Durian, pada Jum’at malam, and it’s last flight. So, akhirnya kami baru sampai di Jakarta sekitar jam 11:30 malam. Dan siapa bilang Jakarta macet?

team AP SPEED Jakarta QTT (3)

Dan saya pun disambut lambaian oleh sepasang sejoli atau kekasih yang sedang kasmaran dengan keramahan nya sangat tinggi sekali, karena selalu menyapa orang yang melewati bundaran HI (Hotel Indonesia), all day long semenjak tahun 1962. Mereka adalah monumen selamat datang, yang menjadi core atau pusat Indonesia.

team AP SPEED Jakarta QTT (4)

Mungkin karena sedang kelelahan setelah bekerja dan juga effect last flight, sepanjang perjalanan dari bandara hingga rumahnya, Rian pun tertidur pulas.

team AP SPEED Jakarta QTT (82)

Setelah tidur sekitar 7 jam, saya pun bersiap meliput QTT day di Sentul Circuit yang terleyak di daerah Sentul, Bogor. Selagi menunggu breakfast, saya  bermain dengan burung kakak tua yang ada di halaman belakang rumah Rian. Ternyata kakak tua ini, sangat sadar kamera, setelah terlebih dahulu menggeleng-gelengkan kepalanya naik turun, lalu kakak tua ini berpose seperti ini. Nice…

team AP SPEED Jakarta QTT (11)

Setelah breakfast, saya dan Rian meluncur ke bengkel AP Speed yang terletak di jalan Perintis 46B, yang terletak di daerah Duren Sawit untuk mengambil Subaru Impreza WRX. Dan ternyata sangat amat dekat dengan rumah saudara saya yang sering saya tinggali sewaktu ke Jakarta.

team AP SPEED Jakarta QTT (5)

Sepertinya saya kenal dengan Civic EK4 ini? Tentu saja saya kenal, ini adalah EK4 milik kakaknya Rian, yaitu Rio Flash . Dan sebelum berada di bengkel AP Speed , EK4 ini berada di kota Surabaya , tepatnya di bengkel Gar Power atau Yoedha Tuning Surabaya.

team AP SPEED Jakarta QTT (6)

Ketika saya pop the hood, tak ada lagi engine B20 yang dulu berada di area engine baynya, kini berganti dengan the latest high performance engine from Honda, The K20A. Stay tune di Perfourm.com, karena kita akan melaporkan lebih lanjut mengenai mainan barunya Rio Flash  bersama si Daddy a.k.a Bang Aprek.

team AP SPEED Jakarta QTT (7)

Tak jauh dari EK4 milik Rio, tampak juga big toys nya Rio yang sedang opname untuk rebuild enginenya. Dulunya mesin B20 nya yang mampu menghasilkan horse power sebesar 340 hp ini, mampu mencetak best time 12.856 detik dan mengantarkan Rio Flash ke juara ke-2 di kelas 13 detik. EG6 ini sudah bersama Rio semenjak tahunn 2010. Saya tak menyangka dulunya Rio memakai Suzuki escudo yang dijulukinya sebagai land cruiser jowo sedangkan saya Carry GTR (perkumpulan Suzuki Sport Gar Power Surabaya), sekarang naik mobil yang bertenaga 340 hp ini. Well done brow

team AP SPEED Jakarta QTT (8)

Behold of the Flash. Dari kecil Rio memang suka dengan tokoh kartun superhero yang bernama Flash ini, bahkan sampai sekarang apapun yang berhubungan dan berbau flash mulai dari t-shirt hingga botol minum, pasti dia punya.

team AP SPEED Jakarta QTT (9)

No dubstep or even dutstep here, MSD launch rev limiter rules.

team AP SPEED Jakarta QTT (10)

Planing kedepannya Flash akan dilengkapi dengan mesin B20 with 2.2 Lt stroker kit yang nantinya akan mampu membawa Rio Flash melesat di kelas 12 detik. Tunggu liputan exclusive 1st debut AP Speed Flash EG6 only on perfourm.com.  Let’s run……………..

team AP SPEED Jakarta QTT (12)

Ternyata ada satu Toyota atau RWD yang nyasar di bengkel yang isinya Honda Boys semua. Saya memphoto ini karena teringat rekan saya Adhy yang juga punya KE70, dan pesan kepada saya untuk memphoto KE70 atau AE86 di Jakarta. Well Adhy, this one is for you. Enjoy lah..

team AP SPEED Jakarta QTT (14)

Saya dan Rian pun menuju ke Sentul Circuit yang terletak di daerah Sentul, Bogor dengan mengendarai 200 hp Subaru Impreza WRX GD eagle eyes. Karena ini weekend, jadi tol yang mengarah ke kota Bogor atau puncak cukup ramai.

team AP SPEED Jakarta QTT (13)

But, it wont stop Rian to run with this boxer engine. Boxer just punched in ya ! Ternyata Rian sedang fall in love dengan Scooby, dia bilang naiikannya seperti mobil sedan biasa alias nyaman dan empuk suspensinya. Tapi handling dan performancenya  ala  sport car. Scooby gitu loh.

team AP SPEED Jakarta QTT (15)

Setelah memenmpuh jarak  sekitar 50 km selama kurang lebih 1 jam, akhirnya kami sampai di depan Sentul Circuit. Dan mata saya dan Rian pun tertuju pada event calendar 2013. Ingin rasanya saya bisa liputan di sirkuit ini setiap ada race mobilnya. Target saya tahun ini adalah pada tanggal 7-8 Desember, dimana ada race bernama Asian Le Mans Series. Adhyasaka Hutama, are your ready to 24 hours shooting a race car?

team AP SPEED Jakarta QTT (16)

Honey…I’m home. Akhirnya saya tiba di gerbang utama Sirkuit yang dibangun pada tahun 1996 ini. Dan bad news is, saya harus berurusan dengan awan putih dan cloudy sky. Not good for take a photo lah.

team AP SPEED Jakarta QTT (17)

Akhirnya kami tiba di Pit nya team AP Speed Jakarta. Kenapa saya tidak bilang paddock, karena kali ini untuk pertama kalinya drag race menggunakan pit sebagai paddocknya. Awesome.

team AP SPEED Jakarta QTT (18)

Inilah saya pertama kalinya menginjakkan kaki di Sentul, and it’s feel good guys. Tampak para crew AP Speed sedang mempersiapkan 5 buah EG6 yang semuanya dipersenjatai dengan B20 natural aspirated and its full heavy metal.

team AP SPEED Jakarta QTT (21)

Hello Tom, long time no see. Just for your info, saya sudah mulai mengenal EG6 tahun 1995 ini semenjak pertama kalinya Rio membeli mobil ini pada tahun 2004an, dan menggunakannya untuk drag race dengan Rian adiknya,  di kelas 3.1 (0 sd 1.600 cc)Kejurnas bersama team Gar Power Surabaya. Seingat saya best time mobil ini 10,0 detik (201m), selalu masuk 5 besar dalam setiap race, dan posisi terbaiknya adalah selalu peringkat ke-2. Kenapa selalu peringkat ke-2, karena mobil ini bisa dibilang EG6 paling jujur di kelas 3.1 di masanya, dibandingkan  dengan musuh-musuhnya yang sudah menggunakan gearbox close ratio, high comp piston, high lift camshaft dan juga racing spring valves. Dari warna oem nya hijau metalik, pink, matte black, hingga abu-abu ini, saya selalu berada disampingnya dan memphotonya. Dan saya juga pernah ikut melewati masa-masa sulitnya Tom ini ketika dulu berwarna hijau mogok ditengah hujan deras saya ikut menggeretnya, dan juga mogok lagi ketika sudah berwarna matte black dan  di lengkapi dengan B20.

team AP SPEED Jakarta QTT (22)

This is it. The new engine of Tom, the powerfull B20 engine yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 334 dk di dyno dastek. Love that grey engine cover with carbon  and carbon air intake.

team AP SPEED Jakarta QTT (23)

Tetapi yang jauh menarik perhatian saya di area engine bay dari si Tom ini adalah housing nya yang berwarna camouflage. Well, I think Rian know how to pimp his ride very-very well. Rian Tom banget dah.

team AP SPEED Jakarta QTT (19)

This is totally awesome. 5 EG6+B20+N/A+402m+Daddy (Bang Aprek) = AP Speed.  Tak salah saya memberikan julukan AP Speed sebagai the most hardcore and full heavy metal N/A EG6 squad  in Indonesia. Hell Yeah !!!

team AP SPEED Jakarta QTT (26)

Yabadaba dooooooo…!!!! I’m in Sentul Circuit. Yehhaaaaaa…!!!! Maafkan saya kalo saya terlalu over exited dalam mengungkapkan rasa senang saya. Maklum saya sudah ngempet pengen datang atau liputan di Sentul dari jaman saya SMA (late 90’s). Sayangnya bukan awan biru atau awan kintaun yang menyambut kedatangan saya, tapi awan putih dan cloudy sky. Secara saya tidak bisa atau o on atau haw haw dalam hal photoshop, jadilah gradient atau masking saya totally not good lah.

team AP SPEED Jakarta QTT (27)

The three amigos atau 3 pembalap andalan Jatim. Setelah malamnya saya satu pesawat dengan Amec dan Ustad, akhirnya pagi harinya kami bertemu lagi di Sentul. Ustad merupakan salah satu pembalap dari team AP Speed, dan dia mengendarai EG6 B20 nya yang bernama The Red Devil. Sedangkan Amec adalah tandemnya, mereka sama-sama berasal dari kota Malang. So ini dia pembalap AP Speed dari Jawa Timur, dari kiri ke kanan, Amec, Ustad, dan Rian The Tom. Mereka bertiga sedang memandangi something yang membuat mereka begitu seriusnya  melihatnya.

team AP SPEED Jakarta QTT (30)

Behold of the legend and mighty LeMans 24 hours endurance car, The Ford GT-40  MKIIA tahun 1966 milik H. Dadang di Pit Veory Power. Holly cow, saya tidak menyangka bisa melihat legend car ini di sini dengan warna khasnya Powder Blue dan Marigold, bahkan di Indonesia. Great Scoot !!!

team AP SPEED Jakarta QTT (28)

This is totally insane. 485 hp/475 fb.ft Ford FE  4737 Lt V8  yang mampu berakselerasi 0-60 mph dalam waktu 4.2 detik ada dihadapan saya. Saya seperti melihat mobil mainan atau bermain Gran Turismo saja.

team AP SPEED Jakarta QTT (29)

Saya dan Rian pun sempat masuk ke dalam cockpit Ford GT-40 ini. And trust me guys, seperti yang Anda lihat disini, Rian pun sampai kesulitan untuk sekedar masuk apalagi keluar di mobil seharga 40 Milyar ini. Say it again..40 Milyar. Itu berarti kalo saya tulis dalam rupiah Rp. 40.000.000.000. Like a boss ! Move away banteng and kuda, here come the GT40.

team AP SPEED Jakarta QTT (20)

Kembali ke pit nya AP Speed, tampak sedang dilakukan persiapan untuk QTT yang akan dimulai. Seperti memasang nomor start.

team AP SPEED Jakarta QTT (33)

Memasang sticker nama mobil juga, sepertii yang dilakukan salah satu crew AP Speed yang sedang memasangkan sticker Red Devil pada EG6 milik Ustad.

team AP SPEED Jakarta QTT (31)

Saya juga tidak mau kalah dengan yang lainnya soal urusan pasang memasang atau temple menempel sticker. Saya pun menempelkan sticker Perfourm yang saya bawa dari Surabaya pada kaca belakang Tom. Your officially pimp by Perfourm.

team AP SPEED Jakarta QTT (32)

Dan juga memasangkan ban yang bentuknya seperti kue donat ini ke vender roda depannya Tom

team AP SPEED Jakarta QTT (24)

Setelah slick tires dan skinny tires terpasang di depan dan belakang. Waktunya tuner yang sekarang di Jakarta  kondang di panggil dengan sebutan Daddy ini beraksi, meet Bang Apre a.k.a Daddy. Saya sampai sekarang masih mesam mesem (senyam-senyum) dan bingung, darimana nickname Daddy itu muncul, secara yang manggil bang Apre juga bukan anak kandung toh, apalagi anak angkat.lol

team AP SPEED Jakarta QTT (25)

Daddy atau Bang Apre ini adalah salah satu tuner yang berhasil di Indonesia, dan memulai karirnya dari bawah atau nol. Di mulai menjadi salah satu pegawainya Om Soleh di Sigma Speed, lalu beralih ke DART, kemudian JT Sport, Dan terakhir membangun bengkel dengan namanya sendiri, AP Speed pada 19 Januari 2005 dengan crew bengkel berjumlah 6 orang. Saya pertama kali bertemu dengan pria asal desa Trenggalek Jawa Timur ini, ketika Daddy menjadi mekanik JT Sport pada pertengahn tahun 2000an. Saat itu saya hanya menjadi seorang anak yang duduk manis sambil memandangi  dari jauh Daddy yang sedang mensetting Tai Kucing Civic EF dan Wu-Tang Civic EF. Dan saya tak menyangka saat ini bisa kenal  dan dekat sama Daddy. Well, I guess everything happen for a reason guys.

team AP SPEED Jakarta QTT (34)

Selagi Daddy mempersiapkan Tom, Rian pun juga mulai mempersiapkan diri dengan memakai sepatu impian saya, Alpine Star Tech 1 K kart shoes. Kapan saya bisa memiliku sepatu itu? i’m drowling guys.

team AP SPEED Jakarta QTT (35)

Dan akhirnya untuk pertama kalinya saya mendengar gemuruh mesin  334 dk B20 2.0 Lt DOHC V-TEC.

team AP SPEED Jakarta QTT (36)

Rian dan Tom pun mulai meninggalkan Pit menuju area parking pit untuk melakukan foreplay atau pemanasan sebelum QTT. And he go out with out the hood, awesome ! Seperti Megan Fox berjalan sambil nude, Sekseh !

team AP SPEED Jakarta QTT (38)

Dan akhirnya saya melihat EG6 yang sudah berganti warna sebanyak 4 kali semenjak tahun 2003 ini beraksi without the one pieces of hood. Dan harus saya akui, He got style. Buktinya seluruh mata dan kamera di paddock bawah tertuju pada si Tom. Tom Kick Ass !!!

team AP SPEED Jakarta QTT (40)

Mari kita mulai mengabsen pasukan EG6 di Indonesia yang paling hard core dan heavy metal ini. 1st stop adalah AP Speed Pink Love EG6 milik Andrie Phe Bhe (15). EG6 yang bernama Pink Love ini dibekali dengan mesin B20 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 300 dk. Dan yang akan menjadi pilotnya adalalah Andrie Phe Bhe (15) dikelas bracket 15 detik. Dan Herdy (13) dan Oyot (14) dikelas bracket 14 detik.

team AP SPEED Jakarta QTT (39)

Naik agak besar horsepower dan kelasnya. Ada AP Speed Red Devil EG6 milik Ustad asal kota Malang. Kali ini Ustad  atau Fatahilah (27) dan Amec (28) akan bertarung di kelas bracket 13 detik dengan EG6 yang  dipersenjatai dengan mesin B20 4barrel weber yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 325 dk.

team AP SPEED Jakarta QTT (37)

Selisih 3 dk lebih besar dari pada Red Devil milik Ustad, ada AP Speed Rainbow milik Sadat (50) yang akan bertarung di kelas bracket 13 detik bersama rekan satu timnya Herdy (49) dan Sadat (50) dengan mesin B20 betenaga 328 dk.

team AP SPEED Jakarta QTT (41)Dan akhirnya the biggest and the fastest EG6 yang di tune oleh Daddy, adalah AP Speed Pedes Maniz EG6 yang bertenaga sebesar 368 dk. EG6 milik Herdy ini (46), dipersenjatai dengan stroker 2.2 L untuk bertarung dengan force induction car di kelas  12 detik. Kali ini Herdy (46) back to back bersama Sadat (47) bertarung melawan AWD plus turbo car di kelas 12 detik

team AP SPEED Jakarta QTT (42)

Paling bontot sendiri adalah, daily car nya Rian, yaitu Subaru Impreza WRX GD yang bertenaga 200 hp. Rian pertama ngomong kalo ini STI, tapi karena saya sudah di cap sebagai orangnya Subaru, saya bilang ke Rian kalo GD ini WRX, bukan STI. Karena tidak ada DCCD (Driver Controlled Center Differential),speedometernya juga tidak berwarna merah dan tidak ada logo STI, dan intercooler nya tidak ada logo STI.

team AP SPEED Jakarta QTT (43)

Kembali ke dalam pit, tampak pasukan EG6 sedang beristirahat dan mendinginkan enginenya sebelum QTT.

team AP SPEED Jakarta QTT (62)

Saya pun memanfaatkan waktu yang sebentar ini untuk lunch atau makan siang dengan menu nasi kotak yang porsi nya OMG ini.

team AP SPEED Jakarta QTT (44)

Dan tak lupa senjata P3K saya atau Pertolongan Pertama Pada Kepeningan, yaitu obat puyer. Saya tak tahu kenapa pagi itu tiba-tiba kepala saya pening dan body saya menjadi not delicius atau ga enak?Padahal pagi hari nya saya sudah breakfast terlebih dahulu. Mungkin karena saya terlalu banyak melihat dan memphoto mobil yang bagus-bagus dan aneh-aneh, kepala saya mendadak pening. Well I guess, to much car will kill you guys.

team AP SPEED Jakarta QTT (65)

Saya memang bukan seorang Honda boys sejati, tapi untuk  EG6 yang full heavy metal serta hardcore seperti AP Speed Rainbow EG6 ini, selalu ada space parking lot di hati saya.

team AP SPEED Jakarta QTT (66)

Single seater, weight reduction everywhere, roll cage, aclyric window, carbon fiber everywhere, Skinny and slick tires, fully tuned lil monster V-Tec  engine, and brap…brap…brap engine. It’s so damn sekseh. Saya sampai  horny dan orgasme ketika melihat mobil seperti ini.  And think this is why EG6 build for. Born to run….

team AP SPEED Jakarta QTT (63)

Selain race car, race suit, and tentu saja umbrella girls atau race queen nya. Ada satu lagi yang membuat saya kesengsem berat dengan yang namanya motorsport, yaitu helmet. Believe or not guys, saya adalah fans berat race helmet. Karena menurut saya helmet sifatnya personal, dan menunjukkan who we are.

team AP SPEED Jakarta QTT (64)

Saya cukup tergila-gila atau mad abaut helmet terutama yang untuk car racing helmet. Bentuknya yang kokoh, macho, dan bahkan lehernya lebih panjang dari pada helm untuk balap motor. Membuat saya kesengsem berat dengan yang namanya helm full face. Apalagi jika livery atau corak helmet nya disesuaikan dengan kepribadian orangnya.

team AP SPEED Jakarta QTT (72)

Coba saja Anda lihat para pembalap di Formula One, corak atau livery helmet nya berbeda-beda satu sama lainnya. Biasanya liverynya di sesuaikan dengan sponsorship, warna atau corak kesukaan mereka, atau bahkan bendera asal negara mereka (Aryton Senna).

team AP SPEED Jakarta QTT (68)

Tapi dari sekian banyak helmet yang ada di pit AP Speed, dan harganya jutaan rupiah. Ada satu helmet yang menurut saya sifatnya teramat sangat and very vey personal untuk saya dan juga pemiliknya. Dan helm itu adalah helm half face yang harganya only Rp.40.000 milik Rian.

team AP SPEED Jakarta QTT (69)

Helm seharga Rp.40.000 ini sudah setia menemani Rian mulai pertama kali dia balapan sewaktu kelas 3 SMP, sekitar tahun 2004 dengan EG6 nya hingga saat ini. Dan setiap race nya Rian bersama helm cibuk ini selalu saja  langganan membawa piala dan masuk  5 besar. Posisi terbaiknya adalah podium ke 2, dengan best time 10,0 detik (201m).  #9 Performance, diambil dari nomor punggung jersey basket sewaktu Rian memperkuat tim basket SMA nya dulu. Sedangkan GAR Power, adalah tempat dimana Rian pertama kalinya mengenal dan balapan di di dunia drag race bersama EG6nya,  saya, dan juga  mas Yudha (Yoedha Tuning) Surabaya. Dan AEM, menurut saya Rian dulu mengidolakan dan bermimpi mempunyai mobil drag race full spec  seperti AEM EK9 milik Sthepen Papadakis yang legendaris itu. Well, saya pikir saat ini mimpi seorang anak SMP yang dulunya pendiam ini sudah terwujud dengan berada di balik kemudi EG6 yang 9 tahun kemudian berubah menjadi monster 12  second  club (402 m) 334 dk, mirip dengan AEM EK9 milik Sthepen Papadakis idolanya. Tapi satu yang bisa kita simpulkan disini, no mather how high and fast this boy at, he still remember where he belong before. Kalo kata pepatahnya, Kacang tidak lupa akan kulitnya. Salute…..

team AP SPEED Jakarta QTT (67)

Ternyata pembalap juga manusia yang bisa romantis. Coba saja lihat Sparco bucket seat nya Rian atau Tom, ada bantal berwarna pink. So sweet banget dah. Lol. Bukan apa-apa guys, bantal ini diletakkan Rian supaya bisa menopang badannya agar tidak terlalu jauh dari steering wheels. Karena menurut dia, rail seatnya kurang maju. Makanya driving position nya kurang nyaman, dan itulah kenapa bantal pink itu ada disana.

team AP SPEED Jakarta QTT (70)

Ladies and gentlement, I give you..the two brother racing. Rio Flash dan Rian Tomahawk.  Semenjak pertama kalinya EG6 ini berwarna hijau metalik(2004) hingga berubah menjadi monster Tom ini, adik kakak ini selalu berbagi seat pada EG6 ini. Dan tak lupa juga saya menjadi saksi hidup melihat kakak beradik ini bertarung  sengit dengan EG6 lainnya, dan juga berebut meraih best time dan podium. Yang saya lihat dari dulu, adik kakak ini bertarung dengan sengit untuk membuktikan siapa yang tercepat di keluarga mereka. Posisi mereka pun selalu tipis atau berurutan.Tapi seringkali Rian selalu berada 1 tingkat di atas Rio kakaknya. Seringkali  posisi mereka adalah Rian podium ke-2, sementara Rio podium ke-3, dan begitu seterusnya dalam posisi 5 besar. Jarak waktunya pun terhitung tipis atau dekat  sekali.

team AP SPEED Jakarta QTT (71)

Red Devil milik Ustad sewaktu di test terdapat kendala pada rpm atasnya, dimana pada rpm atasnya tersendat-sendat atau mbrebet. Tampak Daddy (bang Apre) sedang me-retune engine B20 Ustad dan men setting ulang 4 barrel Weber nya supaya bisa meraih waktu yang terbaik pada saat QTT.

 

team AP SPEED Jakarta QTT (46)

QTT pun dimulai dan segera saja EG6 squad dari team AP Speed keluar dari sarang atau pit nya. Ah saya benci langit putih, mengganggu poto saya saja.

team AP SPEED Jakarta QTT (60)

Satu persatu EG6 AP Speed meninggalkan pit

team AP SPEED Jakarta QTT (45)

Dan menuju ke garis start untuk melakukan QTT

team AP SPEED Jakarta QTT (54)

 

Sementara di pit, tampak Tom sedang bersiap-siap untuk menjalanni QTT dengan di berikan energy drink berupa 120 octane VP racing fuels.

team AP SPEED Jakarta QTT (53)

Akhirnya mimpi seorang bocah kelas 3 SMP yang dulu saya kenal ingin mempunyai sebuah mobil full spec tercapai juga. Sekarang anak ini dan helm cibuk seharga Rp. 40.000 ini berada di balik kemudi mobil yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 334 dk dan melesat 12,9 detik (402m). Dan yang uniknya Rian merasa nyaman dengan helm cibuknya ini sewaktu berlari bersama si Tom. Sebenarnya Rian mempunyai Simpson auto racing helmet, cuma karena kekecilan dia tidak merasa nyaman untuk dipakai.

team AP SPEED Jakarta QTT (47)

Jika tadi Anda melihat Tom dalam keadaan pesek atau tanpa hidung nya yang berupa one pieces. Kali ini Anda melihat Tom dalam posisi perang dengan one pieces nya.

team AP SPEED Jakarta QTT (55)

Tom look so  damn hot with 1 pieces and slick and skinny tires. By the way kenapa saya memberikan judul artikel ini dengan judul Day of Thunder, alasannya karena di sentul saat itu cuacanya mendung, namun tidak ada hujan dan gemuruh petir. Satu-satunya gemuruh petir yang cukup keras berasal dari suara exhaust EG6 squad team AP Speed.

team AP SPEED Jakarta QTT (51)

QTT pun dimulai, dan yang mengawali QTT untuk team AP Speed adalah AP Speed Pink Love EG6. Pink love milik Andrie ini berhasil mencetak best time  14.048 detik sewaktu QTT.

team AP SPEED Jakarta QTT (56)

Sedangkan Red Devil milik Ustad, berhasil mencetak best time 13.325 detik

team AP SPEED Jakarta QTT (58)

Sementara Rainbow milik Sadat mencetak best time 13,231 detik

team AP SPEED Jakarta QTT (61)

Rian Tom bersama Tomahawknya sewaktu QTT berhasil mencetak best time 13.0 detik.

team AP SPEED Jakarta QTT (57)

Sedangkan kakaknya Rio Flash yang baru kali atau 1st debut menjoki Tomahawk berhasil mencetak best timenya Tom, yaitu 12,928 detik. Padahal menurut Rio dia baru pertama kalinya mencoba Tom, dan tidak terlalu ngotot shiftingnya. Tampaknya persaingan kakak beradik ini dimulai lagi.

team AP SPEED Jakarta QTT (52)

Setelah mencoba Tom, Rian pun beralih mencoba daily car WRX GD nya yang masih ting-ting atau standart ini. Hasilnya Rian berhasil mencetak waktu 14,8 detik.

team AP SPEED Jakarta QTT (1)

Sementara itu QTT untuk team AP Speed ditutup secara pedes jugamaniz oleh AP Speed Pedes Maniz EG6 dengan Herdy yang berhasil mencetak best time nya 12.224 detik.

team AP SPEED Jakarta QTT (76)

Track pun akhirnya di close, dan itu tandanya waktu QTT berakhir. Saat nya saya dan all crew AP Speed bisa bersantai setelah seharian QTT. Dan tentu saja saya tak bisa berdiam diri untuk memphoto apa saja yang ada dihadapan saya. Kali ini saya memphoto adek ini yang merupakan anak  dari Sadat owner Rainbow EG6 ini yang sedang berpose di atas mobil milik papanya.

team AP SPEED Jakarta QTT (77)

Mungkin someday kelak ketika anaknya sudah cukup umur atau bisa berada di balik kemudi, Sadat dan anaknya akan berbagi seat dan bertarung dengan mobil-mobil lainya di drag strip. Semoga saja someday, saya bisa mengabadikan pose seperti ini ketika ayah dan anaknya balapan bersama. Senang rasanya jika kita mempunyai orang tua atau papa yang doyan balapan. Itu berarti kita bisa balapan gratis pakai mobil babe. lol

team AP SPEED Jakarta QTT (78)

Sementara Red Devil milik Ustad ini masih belum sembuh dari engine trouble nya. Ketika saya tanyakan kepada Amec, Amec bilang ada trouble pada MSD atau electrical nya sehingga menyebabkan rpm atasnya tersendat-sendat atau mbrebet.

team AP SPEED Jakarta QTT (75)

Man of the day nya adalah Herdy dengan 368 dk EG6 nya yang bernama Pedes-Maniz yang berhasil mencetak best time 12.224 detik sewaktu QTT.

team AP SPEED Jakarta QTT (79)

Waktunya QTT pun berakhir, dan waktunya saya dan Rian meninggalkan pit AP Speed dan Tom. See you tomorrow on the race day Tom.

team AP SPEED Jakarta QTT (80)

Saya dan Rian pun pulang menuju kediamannya Rian yang terletak di tengah kota Jakarta. Dan seperti biasa traffic malam minggu dari arah bogor ke Jakarta sangat ramai tapi lancar. Dan bahkan kami berdua tertegun melihat gate atau pintu tol sebanyak ini.

team AP SPEED Jakarta QTT (81)

Yang uniknya selama saya dan Rian di Jakarta, lagu Malaikat juga tau versi Glenn Fredly selalu berkumandang di radio mobil yang kami naiki. Pertanda mungkin? Tapi pertanda apa? Yang jelas saya menikmati lagunya sambil memandangi view kota Jakarta di sore hari, sementara Rian bertarung melawan kemacetan dengan clutch WRX yang lumayan keras. Cmungud eaaa..Lol.  See you on the next part with team AP Speed Jakarta, The Race day. Later……

 

 

-Bayu Sulistyo |nyonk|

Follow us on Instagram : @perfourm

 

Comments

comments!