FROM DUSK TILL DAWN : INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN

1783

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (75)

Saya pernah berlari-lari mengelilingi Sentul atau pun Sepang untuk mengejar angle atau moment terbaik saya. Atau berbecek-becekan ria dan kepanansan menunggu mobil sprint rally lewat. Capek? Panas?Tentu saja iya. Tapi menurut saya itu belum seberapa dengan Speedoffroad kali ini. Selama 3 hari saya seperti berada di lokasi syuting film The Mummy Return lengkap dengan badai padang pasirnya. Saya menyerah?tidak sama sekali. Tapi akhirnya kamera 55OD beserta 2 lensanya (18-55mm dan 55-250mm) harus berakhir di toko kamera, alias di bersihkan karena kemasukan debu.

Rifato feat. MBN Boyke in Tuban Speed offroad'14 (31)

Semuanya berawal dari Sirkuit Offroad Gedongombo Semanding Tuban – Jawa Timur.

off-road7-600x418

Sirkuit yang terletak di pinggir jalan Pantura (pantai utara) ini juga terhitung lengkap dalam hal lay out atau desainnya Mulai dari straight, U-turn atau hairpin , S, over jump hingga double jump semua ada disini

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (85)Sepanjang kurang lebih 4 km dengan lintasan yang terbuat dari tanah merah ditambah lagi dengan iklim kota Tuban yang sedang musim kemarau, membuat permukaannya kering dengan  debu sebagai bonusnya

YEDI IXOR Tuban - Perfourm (2)

Sekitar 83 starter, 39 termasuk peserta polaris utv, yang berasal hampir dari seluruh Indonesia ini, berjuang menjadi yang terbaik dari seri ke-4 di kota Tuban Jawa Timur ini.

Rifato feat. MBN Boyke in Tuban Speed offroad'14 (25)

Mulai dari pembalap nasional sekelas Rifat Sungkar dengan mobil keluarga tante saya ini, Pajero Sport.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (1)

Hingga mobil idaman papa saya, yaitu Jeep Cherokee. Dulunya saya lihat mobil ini kurang populer di Indonesia, bahkan bisa dibilang kebo alias si penghisap bensin. Namun saya baru tahu kenapa populasinya di jalan raya mulai menghilang alias langka, penyebanya adalah ini.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (3)

Ada juga pembalap nasional Demas Agil dengan Suzuki Escudo yang dipersenjatai dengan SR20 plus suspensionnya yang terlihat menonjol di atas hood. Suspension offroad bisa dibilang suspension yang cukup unik, ribet, dan juga mahal. Karena langkahnya yang sangat panjang dan juga fungsinya yang cukup vital, yaitu membuat mobil ini tetap di track walaupun bumiatau lintasannya gonjang ganjing.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (4)

Jika jaman dulu mobil sejuta umat yang digunakan untuk offroad adalah sekelas Suzuki Katana, FJ40, atau pun CJ7. Well, that’s old school time. Anda tak perlu lagi menginjak pedal kopling Anda lagi dalam menghadapi rintangan offroad ataupun speedoffroad. Kini Benz ada ekstarksnya yaitu Polaris. Sebuah UTV atau utility terrain vehicle buatan Polaris USA yang bertenaga 88 hp dari ProStar 900 EFI Twin kapasitas 875 cc DOHC mesin 4 tak 2 silder berkaki 4 atau 4WD. Dan kabar bagusnya adalah roll cage ready and its matic. Harganya sendiri sekitar 350 juta.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (80)

Tapi kendaraan paling favorit saya adalah weapon of choicenya H. Syamsudin dari Jhonlin Racing Team yang saya namakan King Cobra ini Mobil tubullar made in USA ini dipersenjatai dengan mesin 2JZ yang suaranya mirip dengan mobil drag race FFA (free for all), jadi mungkin ada 500-800 eko kuda yang ada didalam mobilnya pengusaha batu bara dari kota Batu Licin, Kalimantan Selatan ini.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (5)Service car dalam dunia rally ataupun offroad beserta speedoffroad ,hukumnya adalah wajib. Ini ibaratnya adalah toko sparepart berjalan

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (6)

Karena dalam dunia rally ataupun speedoffroad, ada istilah namanya change it, not fix it. Jadi satu service car bisa membawa hampir semua sparepart yang menempel pada satu mobil. Terutama pada bagian atau part mobil yang rentan rusak.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (76)Dan tak lupa juga es batu untuk minuman dan tenda ber ac sebagai tempat untuk ngadem dari cuaca di luar yang sangat panas

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (2)

Tapi bagi Anda yang mempunya motor home, sepertinya yang namanya ngadem dan kenyamanan di medan perang ini bukan masalah lagi.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (34)Tapi bagi para pekerja, bisa beristirahat ataupun tidur beralaskan  seadanya di samping genset yang sedang menyala sudah menjadi hal yang mewah baginya

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (35)

Di seri ke-4 di kota Tuban ini saya pun bertemu dengan beberapa teman saya, seperti Putu Indra dari team Nav-Sat Surabaya.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (33)

Dan juga si Begenk, anaknya dari Wakatipdal atau Wakil Kepala Penitipan Sandal di Sportku.lol

Rifato feat. MBN Boyke in Tuban Speed offroad'14 (134)

Helm di speedofroad antara kendaraan tertutup (lengkap dengan kaca depan dan samping), dengan kendaraan terbuka (seperti UTV atau custom) cukup berbeda. Dimana saya melihat disini, rata-rata hampir sebagian besar pengguna helm half face  adalah pengguna kendaraan atau mobil dengan kaca lengkap, yang berarti mereka tidak terkena kontak langsung dengan debu atau angin.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (13)

Sementara pengguna helm full face rata-rata digunakan oleh para pembalap yang menggunakan UTV atau custom car. Maklum saja, karena kaca depan dan jendela samping mereka bolong. Alias mendapatkan AC atau Angin Cendela, dan resiko kelilipen juga sangat lah besar

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (11)

So balaclava dan google adalah kewajiban

YEDI IXOR Tuban - Perfourm (15)Dan juga HANS atau Head and Neck Support yang dipakai oleh beberapa peserta untuk mengidari dari cedera leher

YEDI IXOR Tuban - Perfourm (10)

Helm full face bagi saya menjadi objek favorit saya ketika memphoto motorsport.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (84)

Terlihat lebih macho ataupun gentle. Ada sesuatu juga di balik mata atau pun ekspresi para pembalap itu ketika hendak start.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (38)

Terlihat seperti seorang co pilot ataupun pilot yang hendak terbang

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (152)

Tapi tak ada salahnya dulu untuk bergaya sebelum memasuki medan pertempuran di kota Tuban ini.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (47)Saya tak akan mengajak Anda masuk atau melihat event ini dari akses penonton, saya akan mengajak Anda melihat event ini dari sudut pandang seorang photograper ataupun media. Jadi selamat datang di medan pertempuran kami

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (48)

Dimana kami akan menjadi pasukan terdepan ataupun infantri di barisan paling dalam di sirkuit

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (118)

Dan sambil menyelam minum debu, alias sambil bekerja sunbathing dan dustbathing alias mandi debu. Kami pun berusaha keras agar bagaimana kamera kami tidak terkena debu secara berlebihan, secara alat perang ini sensitif dengan yang namanya debu

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (43)

Oleh karena itu kami melengkapi diri kami dengan pakainan yang terlihat lebih mirip seorang teroris dariapada seorang journalis

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (92)But we enjoyed our job.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (8)

Tentu saja kami harus berdandan ala teroris timur tengah ini, karena  kami berada seperti dipadang pasir lengkap dengan badai debu dimana-mana.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (124)

Lintasannya pun dibuat seperti lintasan drag race, dimana banyak staright atau lurus yang disi oleh overjump dan double jump. Dimana dari garis start lurus sekitar 400 meter lalu belok kanan 90 derajat, lalu lurus lagi sekitar 100-200 meter lalu belok ke kanan lagi 90 derajat. Jadi banyak mobil yang terlibat over steer ketika measuki R1 dan juga R2.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (14)

Di lintasan lurus atau straight ini juga menjadi kesempatan Anda untuk meninggalkan musuh Anda dibelakang dengan extra debu bersamanya.  Tentu saja ini memberikan keuntungan bagi Anda untuk membuat musuh Anda buta.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (126)Tapi selain special efek debu.. Tak ada yang lebih mengasikkan ketika melihat mobil speedoffroad ini berterbangan ketika melewati overjump ataupun double jump

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (103)Dimana mobil-mobil yang rata-rata berbody Xtra large dan segede gaban ini terbang dengan mudahnya

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (113)Bahkan untuk mobil seukuran Hummer ini bisa juga flying withour wings

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (59)

Selain pasangan Rifat Sungkar/MBN Boyke yang menggunakan mobil lansiran terbaru Mitsubishi Pajero Sport,  ada juga pasangan Mulyi/ Agam dari team 7 Saudara yang menggunakan Toyota Hi-lux yang berhasil meraih podium ke-2 di kelas FFA2

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (108)Apalgi bagi UTV Polaris yang digunakan oleh pasangan Yanuar Rakhamn/Akhat Nasrullah dari team BCMP. Sangatlah mudah untuk sekedar terbang di atas overjump atau double jump

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (127)

Mungkin kalo saya bisa lihat disinilah asyiknya atau alasan mengapa banyak orang yang umurnya diatas 40 tahun atau semuruan papa saya masih suka berpanas-panas dan berdebu ria

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (133)

Jawababnya adalah andrenalin. Dan kalo saya lihat Andrenaline nya lebih besar daripada drag ataupun balap touring di sirkuit Sentul yang secara notabane membuat bosan dengan layout sirkuit yang itu-itu saja.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (106)

Tapi di speedoffroad, Anda bisa mendapatkan cornering seperti touring,  top speed seperti drag race, terbang seperti rally

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (136)Dan mendarat seperti mobil offroad

Rifato feat. MBN Boyke Tuban Speedoffroad-perfourm (65)

Kuncinya adalah suspensionnya yang harganya bisa dibilang sangatlah mahal, alasanya? Harganya hampir sama dengan mobilnya. Sekedar info saja Reiger Racing Suspension made in Belanda yang digunakan oleh Rifat Sungkar pada Pajero Sport nya ini harganya hampir sama dengan mobilnya yaitu sekitar 250-300 jutaan.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (19)

Bagi yang cinta mati dengan Suzuki  bermesin 970 cc, panitia juga menyediakan kelas khusus yaitu Fen Saparita/Dimas dari team Astri Mining Racing Offroad dengan Suzuki Jimny nya yang bertarung dikelas C4.1. Dan harus puasa berada di posisi ke-13 di kelasnya.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (26)

Tikungan U-turn pun tak lepas dari aksi sideways, seperti offroader muda, Jhoni/Douglas dari Jhonlin Racing Team yang bersideways ria  setelah straight 300-400 meter lalu u turn ke kanan dengan 4WD Polaris nya. Namun sayangnya putra dari H. Sam ini hanya mampu menduduki posisi ke-20 di kelas C2.2

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (18)Sementara Ery/ Dede dari JRT hanya berhasil  duduk diposisi ke-9 di kelas FFA1

Rifato feat. MBN Boyke Tuban Speedoffroad-perfourm (76)

Sementara si mantan drift king Indonesia 2008 ini, Rifat Sungkar yang berpasangan dengan MBN Boyke melakukan inisiate  sebelum memasuki  tikungan lalu kemudian mulai meng counter Pajro sportnya melewati U-turn. Maklum saja gardan depan Pajero Sport ini rusak, sehingga membuat 4WD nya tidak bekerja (RWD). Sayangnya Rifat/Boyke harus puas di posisi ke-5 di kelas FFA2.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (23)

Sementara Aris/Okep dari 7 Saudara dengan Polarisnya berhasil duduk dipodium ke-4 dengan best timenya 3:30.370

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (50)

Putu Indra dari team Nav-Sat yang baru beberapa bulan yang lalu terbalik dan tenggelam di Merdeka Sprint Rally, Karangpilang Surabaya, kembali lagi ke medan perang bersama om nya sendiri sebagai navigatornya yaitu Ananto. Setelah mobil Polarisnya yang baru saja diperbaiki setelah nyemplung ke danau ngadat pada saat shakedown. Akhirnya dengan meminjam mobil dari rekan satu teamnya dokter gigi ini berhasil meraih posisi ke-5 di kelas C2.2 dengan mobil stock 900 cc

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (138)A. Riezka Donalsah/Doni Wardono dari team Troupe Brut Rides Industries berhasil meraih podium ke-1 di C6.2 dan juga  posisi ke-2 di overall kelas C6

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (147)Lepas dari tikungan u-turn, bagi peserta yang melewati lintasan luar atau sebelah kiri akan overjump melewati terowongan dibawahnya

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (58)

Sementara untuk peserta di lintasan dalam atau sebelah kanan, akan melewati rute bawah yang terdapat terowongan.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (9)Jika dilihat-lihat antara masuk terowongan dan overjump di atasnya, advance atau keunggulan  pada lintasan atas

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (16)Yang pasti akan memberikan siraman debu gratis bagi saiapa saja yang berada di tepi lintasan yang dilewatinya

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (45)

Termasuk bagi kami para rekan media yang berada di tengah lapangan. Begitu badai dabu mulai mendekati kami, kamipun mulai berbalik badan untuk melindungi kamera kami.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (17)

Tapi yang paling saya akui orang yang kuat layaknya energizer bunny adalah duo mc yang berada di atas mobil SMN tersebut. Terhitung dari dari sekitar jam 7/8 pagi hingga jam 5 sore duo mc ini tak pernah berhenti untuk ngerap atau ngoceh walaupun badai debu menghadang yang terdengar hanya suara “kwik..kwik..kwik,,kwik..kwiik” oleh Mr. Pudjo.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (121)

Jika saya, rekan media, da mc saja sudah bermandikan debu. Lalu bagaimana dengan para penontonnya?

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (54)

Jawabannya adalah sama.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (53)

Baik penonton di tribun biasa ataupun vip sekalugus pun tetap menerima porsi debu gratis dari para pembalap.

YEDI IXOR Tuban - Perfourm (14)Lagi pula pemandangan nya cuma ini. Boring.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (122)

Jika Anda berada disisi lintasan maka pemandangannya pun beragam. Tapi, tak ada tempat ideal yang aman dari badai debu  bagi siapapun yang berada di dekat lokasi sirkuit ini. Angin yang bertiup kencang membuat keadaan semakin parah, namun dalam hitungan detik, pekat debu tersebut akan menghilang terbawa hembusan angin.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (115)

Tapi selain duo mc, ada orang yang juga saya lihat seperti sedang berlibur di pantai dengan kamera dan lensanya yang bikin saya ngiler. Tanpa penutup mulut ataupun hidung, Andhi Satria yang merupakan direktur media dan sponsorship SMN ini masuk ke medan perang. Sepertinya paru-parunya terbuat dari K&N Racing Filter.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (60)

Selain terhitung ganas untuk para media yang meliput, sirkuit sepanjang 4 km ini juga terhitung ganas dan kejam bagi para peserta. Ternyata penyebabnya adalah debu yang menutupi peserta yang berada dibelakang.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (61)Akibat mengalami jarak pandang yang pendek atau buta akibat debu dari mobil yang berada didepan, maka Anda tak akan tahu apa yang ada di depan Anda

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (62)Seperti yang dialami oleh Budi Irawanto/Darum dari Banteng Merah Offroad Team yang pada SS 2 pada hari Sabtu terbalik, setelah mobilnya menghantam tanggul jalan karena pandangannya tertutup debu dari peserta yang didepannya

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (94)

Ahmed Zulfikar/Emir Aulia dari Fastron offroad team terpaksa harus keluar lintasan setelah pada SS 3 mobilnya tak mampu lagi melanjutkan balapan karena kerusakan pada roda depannya.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (31)

Nasib kurang beruntung juga dialami oleh H.Deden/Gugun dari team PBMK Motorsport pada SS 1

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (32)

Sepertinya arm roda nya patah hingga membuat chamber rodanya mengalahkan mobil-mobil anak stance atau hellaflush

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (110)

Hal yang sama menimpa juga pasangan Edi BJ/Aan ZX dari team Asri Mining Racing offroad yang mobilnya mendadak mogok di tengah lintasan ketika sedang menyelesaikan SS 4

YEDI IXOR Tuban - Perfourm (8)

Begitu juga dengan pasangan Yedi/Reza dari  Fastron Offroad Team yang mengalaminasib kurang beruntung di SS 1 hingga memaksa mereka untuk berjalan kaki pulang ke paddock

Rifato feat. MBN Boyke in Tuban Speed offroad'14 (185)

Hal serupa juga dialami oleh pembalap sekaliber Rifat Sungkar yang terpaksa harus jalan kaki menuju paddock bersama MBN Boyke yang disebabkan oleh masalah sekring main enginenya  yang sempat putus 2 kali pada SS 2 dan SS 3

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (66)

Tapi bagi yang semangat 45 dalam berjuang untuk meraih best time bahkan juara di seri ke-4 ini, segala daya dan upaya dilakukan untuk flat out di lintasan ini. Seperti H. Sam / Michael yang tetao flat out meskipun karak pandang nya tertutup oleh debu pekat, sampai-sampai pengusaha batubara ini naik ke atas tanggul atau pembatas jalan.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (67)

Jika H. Sam dengan King Cobranya hanya “die hard” naik ke atas tanggul atau pembatas jalan karena pandangannya tertutup debu. Offroader wanita dari kota Surabaya  yaitu Natasha yang berpasangan dengan Manto yang bertarung di kelas FFA3 ini melakukan aksi “don’t cut”. Hasilnya, offroader cantik ini hanya bertengger di posisi ke 4 di kelas FFA3.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (101)

Jika H. Sam dan Natasha bertarung secara “Die Hard” dengan mobil sehat. Maka  lain halnya dengan Demas Agil/Febri dari team Banteng Motorsport yang harus menjalani racenya dengan mobil “stance”nya

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (141)

But the show must go on. Apapaun yang terjadi  pada mobil para peserta selama masih bisa berjalan, meskupun terseok-seok, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menyelesaikan lap mereka pada sore hari itu.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (134)

Offroader muda atau kecil,  Donny Saputra  yang berpasangan dengan Baihaki berhasil menjuarai kelas C2.2 (juara 1)

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (100)

Demas Agil/Febrizky dari team Banteng Motorsport berhasil menyabet juara 1 di kelas FFA2, dan peringkat ke-4 di overall FFA.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (65)

Sementara H. Syamsudin  yang berpasangan dengan Michael dengan mobil tubullar  bermesin 2JZ ini yang saya namakan “King Cobra” hanya mampu meraih posisi ke-5 di kelas FFA2 setelah pada SS 1 mengelami kendala pada mobilnya. Inilah alasannya kenapa saya namakan “King Cobra”, karena ketika mobil ini berlalri kepala/bagian depan mobil ini mendangak ke atas  dan exhaustnya mendesis seperti ular cobra,

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (72)

Sementara H. Sudirman yang berpasangan dengan Aldian  dari Jhonlin Racing Team dengan Hummer Tubullar nya  harus berjuang extra keras bersaing dengan Rio Teguh/Akil  dari Team Nav-Sat di kelas FFA4.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (75)

Hasilnya H. Sudirman hanya mampu bertengger diposisi ke-2

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (69)

Sementara pasangan Rio Teguh/ Akil dari Team Nav-Sat berhasil meraih juara 1 kelas FFA4, dan juga membawanya ke peringkat 1 di overall FFA seri ke-4 ini.FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (149)Namun sayangnya ketika babak champ of the champ atau SS6 ketika bertarung dengan TB. Adhi/M. Redwan dari team HRVRT, ban roda belakang sebelah kiri dari mobil Rio patah dan lepas dari bodynya. Kejadiannya mirip seperti Mr. Bean kehilangan rodanya.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (150)Hingga membuat Rio yang sudah memimpin ini harus hard parking di tengah lintasan beberapa meter sebelum garis finish

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (97)Dan harus merelakan memberikan gelar juara champ of the champ atau The Best over all kepada TB. Adhi /M. Redwan dari team HRVRT. Selain itu pasangan ini juga berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas FFA3 dan posisi ke-2 di overall FFA

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN

Sedangkan saya? Saya pun mendapatkan hadiah berupa debu yang cukup tebal menutupi muka dan tubuh saya. Sampai-sampai selama 3 hari, bathtub saya berubah menjadi sungai coklat ketika saya mandi sepulang dari event ini. Sementara camera saya? Masuk ke salaon, alias dibersihkan total dari body hingga 2 lensanya.

FROM DUSK TILL DAWN  INDONESIA X-TREME OFFROAD RACING RD.4 – TUBAN (41)

Terlepas dari debu yang menempel di badan dan kamera serta lensa saya, ini adalah pengalaman baru saya di scene speedoffroad. Fun, exiting, melelahkan, dehidrasi, dan terkadang menyebalkan karena berusaha mati-matian melindungi kamera saya yang terdengar seperti “mission impossible”.

 

 

-Bayu Sulistyo |nyonk|

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

 

 

Comments

comments!