BOOST FACTORY INDONESIA ROARING AT 2015 SENTUL DRAG RACE ROUND 3

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (36)
Artikel drag race 402m terakhir saya pada akhir tahun 2014 bersama 9,7 second Redbull Epo V dari ABS Performance Jakarta ternyata mendapatkan feedback yang sangat baik dari owner bengkel, Willianto Hardi. Dan petualangan saya pada lintasan 402m pun berlanjut hingga saya mendapatkan kembali undangan untuk datang dan liputan pada Sentul Drag Race round 3 tahun 2015 ini dengan tim yang sama namun sudah tidak menggunakan nama ABS Performance Jakarta melainkan ganti nama menjadi Boost Factory Indonesia.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (40)Memang sejak beberapa bulan sebelumnya saya telah melakukan obrolan santai via BBM dengan owner nya mengenai Boost Factory Indonesia ini dan sesuai kesepakatan, saya pun berangkat dari Surabaya ke Jakarta 2 hari lebih awal untuk melihat kondisi bengkel Boost Factory Indonesia yang konon katanya sudah memiliki tatanan yang jauh lebih baik dari terakhir kali saya berkunjung kesana pada akhir tahun 2014 lalu.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (39)Sepanjang perjalanan saya pun diselimuti oleh rasa penasaran terhadap perubahan yang (katanya) sangat signifikan dari bengkel Boost Factory Indonesia, sama halnya dengan rasa penasaran saya ketika pertama kalinya akan mencoba untuk sarapan didalam pesawat terbang ini. By the way, one new achievement unlocked!

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (1)Setelah sekitar satu jam berada di udara menghabiskan makanan yang disajikan sambil menikmati pemandangan langit dan awan, saya pun tiba di Bandara Soekarno – Hatta disambut dengan langit kelabu yang menyelimuti Jakarta seperti pada kedatangan saya sebelumnya.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (11)Sesampainya di Boost Factory Indonesia saya terkejut dengan perubahan tampilan yang menjadi jauh lebih baik ketimbang saat terakhir kali saya menginjakkan kaki disini sekitar akhir tahun 2014. Renovasi besar-besaran yang dilakukan Willianto Hardi terhadap bengkelnya memang patut diacungi jempol. Sebuah bengkel yang menjadi tempat lahirnya mobil balap drag race (Redbull Epo V) yang sempat menjadi pemecah rekor 6,5 detik 201m dan 9,7 detik 402m memang seharusnya terlihat seperti ini.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (2)Saya pun disambut oleh sang pemilik Willianto Hardi dan Oscar, salah satu customernya yang sekarang bergabung dalam manajemen Boost Factory Indonesia. Dan beberapa saat kemudian saya diajak untuk melihat persiapan dari mobil balap yang akan digunakan pada Sentul Drag Race round 3 esoknya.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (4)Ketika mendengarkan nama Boost Factory Indonesia pasti anda sebagai petrolhead tahu bahwa bengkel yang satu ini memfokuskan maintenance mobil balap yang menggunakan turbo mulai dari instalasi, tuning hingga special order turbo kit. Dengan turbo andalannya Owen Development yang sudah terbukti mencetak rekor pada lintasan 201m dan 402m, namun ada juga beberapa merk turbo lain yang tersedia seperti Garrett, Borg Warner, Turbonetics, Precision, IHI, dan special order.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (3)Pada Sentul Drag Race seri 3 tahun 2015 ini saya tidak lagi mengawal Redbull Epo V karena mobil tersebut sedang dalam proses rebuild dan dipersiapkan untuk tahun selanjutnya. Hari itu saya bertugas untuk mengawal 3 mobil yang diikutsertakan dalam Sentul Drag Race round 3 (Mitsubishi Lancer Evolution IX 4G63T, Mitsubishi Lancer Evolution VI 4G63T, Honda Estilo EG6 B18C) dengan membawa nama Boost Factory Indonesia lengkap dengan livery barunya yang seragam. Salah satu new family member nya adalah Mitsubishi Lancer Evolution VI CP9A milik Adrian Paruntu.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (9)Mitsubishi Lancer Evolution VI dengan mesin 4G63T yang sebelumnya hanya digunakan untuk morning run dan midnight run oleh Adrian ini seketika disulap oleh Boost Factory Indonesia menjadi drag race use only lengkap dengan roll bar dan weight reduction yang siap untuk meramaikan kelas Free For All Drag Race di Indonesia dan membidik angka 9 detik pada 402m.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (5)Selama 2 hari berada di bengkel Boost Factory Indonesia kami juga kedatangan tamu dari Steve Garage Pekanbaru, salah satu tim drag race asal Pekanbaru yang hampir tidak pernah absen dalam setiap event drag race yang diselenggarakan di Sentul International Circuit, tentu saja dengan mobil andalannya yaitu Honda Estilo EG6 “The Baby” dan Subaru Impreza WRX STI.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (6)Willianto Hardi, owner Boost Factory Indonesia pun langsung memberikan tour singkat tentang perubahan pada bengkelnya.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (8)Hingga H-1 para mekanik dari Boost Factory Indonesia pun tetap sibuk melakukan persiapan pada Mitsubishi Lancer Evolution VI milik Adrian untuk memulai first debutnya di seri ketiga drag race ditahun 2015 ini. Sedangkan saya malah asik sendiri bermain dengan kamera dan memotret Mitsubishi Lancer Evolution IV yang milik Willianto Hardi yang baru saja bangkit dari proses restorasinya yang memakan waktu selama 3 tahun.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (7)Jika hari H sudah sangat dekat dan mobil balap belum siap 100% maka overtime work hours pun wajib dilakukan. Tuner dari Boost Factory Indonesia, Tom Koh pun turun tangan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap mesin 4G63T yang terpasang pada mobil Adrian. Proses persiapan 2 mobil lainnya, Mitsubishi Lancer Evolution IX milik Willy Wijaya dan Honda Estilo EG6 B18C milik Sulli Susanto berjalan dengan lancar dan tidak mengalami permasalahan yang berarti.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (10)Mesin 4G63T yang terpasang pada Mitsubishi Lancer Evolution VI ini dirasa masih mengalami trouble pada klep mesin sehingga mekanik Boost Factory yang dikomandani oleh Tom Koh harus membongkar dan melakukan pengecekan ulang alias lembur. Dan setelah beberapa jam melakukan pemeriksaan ternyata masalah terletak pada fuel injector yang tidak bekerja dengan semestinya sehingga harus diganti dengan yang baru. The Boss, owner dari Boost Factory Indonesia yang juga seorang tuner pun juga turun tangan ketika proses bongkar pasang mesin dilakukan beberapa jam sebelum QTT & Scrutineering Day.

 

QTT DAY

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (42)Karena saya baru tiba di Sentul International Circuit sekitar jam 3 pagi dan langsung menuju hotel, saya pun melewatkan proses antre scrutineering pasukan Boost Factory Indonesia yang dimulai sekitar pukul 8 pagi. Maka dari itu sekitar pukul 9 pagi saya memutuskan untuk langsung menuju pit Boost Factory Indonesia untuk memulai liputan QTT Day dan melihat persiapan salah satu mekanik yang sedang mengganti ban depan Honda Estilo EG6 B18C milik Sulli Susanto dengan M/T Drag Slick Tires.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (41)Dan tidak lupa menempelkan sticker Perfourm.com pada ketiga mobil yang bertanding menggunakan livery Boost Factory Indonesia for adding more Handsome Power, not Horse Power.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (44)Beberapa saat kemudian, satu persatu mobil balap dengan livery Boost Factory Indonesia pun meninggalkan pit dan bergerak menuju waiting zone untuk memulai QTT Run. Dimulai dengan Willy Wijaya dengan Mitsubishi Lancer Evolution IX nya yang terakhir saya jumpai pada seri 5 tahun lalu masih berwarna hitam polos. Mesin 4G63T dengan Cosworth Head, Magnus Intake Manifold, Full Race Header, TiAL Wastegate, Plasma Okada Project Coil, Microtech Engine Management Systems dan turbo andalan Owen GT3588 dengan TiAL AR Housing ini memang telah di rebuild khusus untuk berkompetisi pada kelas Free For All, kelas tertinggi pada Drag Race. Sedangkan interiornya masih terpasang semua alias tidak mengalami weight reduction.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (43)New family member yang memulai first debutnya pada seri ketiga ini adalah Adrian Paruntu dengan Mitsubishi Lancer Evolution VI yang sebelumnya hanya digunakan untuk morning run dan midnight run bersama komunitas pecinta mobil JDM di Jakarta. Mesin 4G63T dengan Custom Head by Boost Factory, Full Race Header, TiAL External Wastegate, TiAL Blowvalves, Microtech Engine Management Systems, dan turbo andalan Owen Development GT3588 T4 Twinscroll ini telah dipersiapkan untuk bertanding pada kelas Free For All. Mitsubishi Lancer Evolution VI ini juga telah mengalami diet besar-besaran alias weight reduction agar bobotnya semakin ringan.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (53)Satu lagi new family member Boost Factory Indonesia yaitu Sulli Susanto dengan Honda Estilo EG6 B18C stock, sektor mesin pada mobil ini tidak mengalami perubahan hanya saja sang pemilik memutuskan untuk melepas seluruh komponen yang ada di interior untuk mengurangi bobot Honda Estilo EG6 yang digunakan untuk berkompetisi pada kelas bracket 14 detik. Pada Sentul Drag Race seri ketiga ini Willy Wijaya, Adrian Paruntu, dan Sulli Susanto sepakat menggunakan livery seragam berwarna merah dan hitam dengan tulisan Boost Factory sebagai bentuk loyalitasnya terhadap bengkel sekaligus memperkenalkan nama Boost Factory Indonesia yang masih baru ini.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (45)Tiga jagoan Boost Factory Indonesia sudah meninggalkan pit dan bergerak menuju garis start untuk memulai QTT Run. Orang pertama yang berangkat menuju garis start dengan EVO IX Boost Factory yaitu Welliem Surya, pemilik Redbull EVO V. Ketika panitia sudah mengacungkan jempol lampu start pun mulai menyala dan Welliem bersiap-siap untuk start dengan 7000 rpm pada EVO IX Boost Factory, namun tiba-tiba ketika lampu hijau menyala mobil ini tidak juga meninggalkan garis start.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (46)Seketika saya berkata dalam hati “Shit happens!”. Benar saja, Welliem yang berada di garis start pun tiba-tiba kembali ke pit dengan wajah kusut saat dijemput oleh salah satu crew Boost Factory Indonesia.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (47)Saya pun berlari menuju garis start untuk melihat apa yang terjadi pada salah satu mobil andalan Boost Factory Indonesia ini. Mobil yang tadinya sudah siap untuk melakukan first run QTT ini sudah berada di tepi lintasan sambil menunggu mobil derek datang.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (54)Ternyata permasalahan terjadi pada transfercase EVO IX Boost Factory yang mengalami kerusakan karena tidak kuat menahan daya yang dihasilkan dari Propeller Shaft karena bobot mobil yang terlalu berat. EVO IX Boost Factory yang tadinya ditargetkan untuk bertanding pada kelas FFA dan membidik angka 9 detik untuk catatan waktunya ini pun harus gugur pada QTT Day dan tidak bisa melanjutkan Race Day esok harinya.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (52)QTT Run Boost Factory Indonesia dilanjutkan oleh Mitsubishi Lancer Evolution VI milik Adrian Paruntu yang dipiloti oleh dirinya sendiri.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (55)First run EVO VI Boost Factory berjalan dengan lancar sampai garis finish dan catatan waktu Adrian pada first run dengan mobil drag pertamanya yaitu 11,5 detik pada 402m.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (48)Selanjutnya yaitu Sulli Susanto dengan Honda Estilo EG6 B18C stock memulai first run QTT. Pada Sentul Drag Race seri ketiga ini EG6 B18C Boost Factory bertanding pada kelas bracket 14 detik dipiloti oleh Sulli Susanto dan Yang Sen.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (56)Best time pada saat QTT yaitu 14,397 detik.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (57)Permasalahan juga dialami oleh Welliem Surya ketika memulai first run pada QTT. Honda Integra DC5 type R K24 miliknya mengalami patah as roda beberapa meter setelah meninggalkan garis start dan menyebabkan dirinya tidak dapat melanjutkan QTT.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (49)Tom Koh, tuner Boost Factory Indonesia pun mencari tau penyebab patahnya as roda tersebut setelah mobil berada di pit Boost Factory Indonesia.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (51)Patahnya as roda Honda Integra DC5 type R milik Welliem Surya ternyata disebabkan oleh penggunaan ban M/T Drag Slick Tires yang diduga memiliki daya cengkram ke aspal lebih besar daripada ban yang terpasang sebelumnya, sehingga as roda tidak kuat menahan beban dorongan. Hal yang sama dialami oleh Sulli Susanto dan Yang Sen yang merasa Honda Estilo EG6 B18C terlalu berat jika menggunakan Drag Slick Tires pada bagian depan sehingga membuat catatan waktu membengkak.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (50)Sementara itu Willianto Hardi (kanan), owner Boost Factory Indonesia memilih untuk tetap tersenyum bersama Stefen Teo “Steve Garage” yang menurut rumor ternyata saudara kembarnya, meskipun salah satu mobil balap team nya, EVO IX Boost Factory tidak bisa melanjutkan balapan karena mengalami kerusakan fatal pada transfercase.

 

RACE DAY

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (18)Day 2, Race Day. Dua mobil andalan Boost Factory Indonesia yang tersisa yaitu Mitsubishi Lancer Evolution VI yang bertanding di kelas FFA dan Honda Estilo EG6 B18C yang bertanding di kelas bracket 14 detik.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (14)Sedangkan satu mobil andalan Mitsubishi Lancer Evolution XI milik Willy Wijaya yang seharusnya bertanding di kelas FFA terpaksa mendekam didalam pit karena permasalahan fatal yang terjadi pada transfercase nya sehingga tidak bisa melanjutkan balapan. Penggantian transfercase bisa saja dilakukan dalam satu malam namun risiko nya terlalu tinggi karena bobot mobil ini yang sama sekali tidak mengalami weight reduction, skenario terburuknya yaitu akan terulang problem yang sama pada transfercase.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (17)Mesin 4G63T dengan Custom Head by Boost Factory, Full Race Header, TiAL External Wastegate, TiAL Blowvalves, Microtech Engine Management Systems, dan turbo andalan Owen Development GT3588 T4 Twinscroll pada Mitsubishi Lancer Evolution VI milik Adrian Paruntu ini sudah dipersiapkan untuk bertarung di lintasan 402m.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (16)Sedangkan B18C yang terpasang pada Honda Estilo EG6 milik Sulli Susanto ini masih tergolong standart.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (15)Sentul Drag Race seri ketiga ini merupakan first debut dari Adrian Paruntu dan Sulli Susanto dan juga first debut mobilnya untuk diajak berolahraga di lintasan 402m Sentul International Circuit. Pada first debutnya ini keduanya ingin melakukan penyesuaian terhadap mobilnya dan juga tentu mencari best time dari mobilnya masing-masing.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (19)Hal yang wajar dialami oleh setiap pembalap yang baru saja akan memulai balapan pertamanya di sirkuit yaitu demam panggung. Apalagi pada event pertamanya ini dirinya langsung berkompetisi pada kelas FFA yang notabene adalah kelas neraka alias kelas dengan kasta tertinggi didalam dunia Drag Race.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (21)Segala persiapan pun dilakukan oleh mekanik Boost Factory Indonesia pada Mitsubishi Lancer Evolution VI yang akan segera digunakan untuk bertanding pada lintasan 402m ini. Tentu saja dengan dipantau oleh sang tuner, Tom Koh.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (20)Sementara itu Sulli Susanto dan Yang Sen yang akan bertanding dikelas bracket 14 detik memutuskan untuk menukar M/T Drag Slick Tires dengan Nitto Tire NT-01 karena dirasa akan lebih ringan dan tidak terlalu grip ke aspal sehingga akan memperbaiki catatan waktu. Keduanya pun tidak lupa mencoba menyesuaikan diri dengan Honda Estilo EG6 dengan melakukan beberapa kali percobaan start di lapangan bagian bawah.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (33)Beberapa saat kemudian panitia pun memanggil seluruh peserta kelas bracket 14 detik untuk menuju waiting zone dan memulai heat pertama.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (22)Dalam first debutnya pada seri ketiga, pria asal Jambi ini mengatakan tidak ada program diet besar-besaran pada Honda Estilo EG6 miliknya, tidak ada bucket seat, 5 point seatbelt. Bahkan dashboard, doortrim, dan segala pernak pernik original mobil ini masih terpasang lengkap.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (35)Namun sayangnya, dua nomor start yang dimiliki Sulli Susanto ternyata sama-sama bernasib buruk. Start pertamanya dengan nomor start 193, sensor Jump Start menyala dan start kedua dengan nomor start 195, dirinya tidak bisa melanjutkan heat kedua karena finish dengan catatan waktu 15,089 detik pada kelas bracket 14 detik alias break out.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (24)Sedangkan partnernya, Yang Sen sudah beberapa kali pada seri-seri sebelumnya bertanding di lintasan 402m Sentul International Circuit. Dan pada seri ketiga di tahun 2015 ini dirinya diajak oleh Sulli Susanto untuk menjadi joki Honda Estilo EG6 B18C miliknya.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (25)Dia pun memulai heat pertamanya di kelas bracket 14 detik dan finish dengan catatan waktu 14,314 detik. Yang sen pun berhak melanjutkan race ke heat kedua.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (34)Honda Integra DC5R K24 yang sehari sebelumnya mengalami patah as roda saat akan memulai QTT Run ini juga bertanding di kelas yang sama yaitu bracket 14 detik, namun hanya satu nomor start yang berhasil memulai heat pertama yaitu Oscar. Sedangkan si pemilik mobil Welliem Surya tidak mendapatkan giliran start heat pertama karena kehabisan waktu dan waiting zone telah ditutup oleh panitia.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (12)Honda Estilo EG6 B16 Turbo yang juga bertanding hari itu pada kelas bracket 13 detik dengan membawa nama Boost Factory Indonesia dipiloti oleh Adrian Paruntu dan Sulli Susanto. Pada heat pertama Adrian Paruntu finish dengan catatan waktu 12,987 detik, selisih 0,013 detik saja untuk dapat menjadi posisi pertama di kelas bracket 13 detik. Sedangkan Sulli Susanto tidak dapat memulai heat pertama dikarenakan waktu yang diberikan panitia sudah habis.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (36)Beberapa saat kemudian giliran pembalap yang bertanding pada kelas FFA untuk memberangkatkan monsternya menuju waiting zone dan bersiap untuk memulai heat pertama. Adrian Paruntu yang sudah bersiap dengan EVO VI Boost Factory pun langsung berangkat menuju waiting zone.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (26)Beberapa mobil yang tergolong pada kelas berat ini sudah mengantre untuk memulai heat pertamanya di lintasan 402m Sentul International Circuit.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (27)Begitu juga dengan satu-satunya mobil andalan Boost Factory Indonesia yang tersisa di kelas FFA.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (37)Pria asal Manado yang juga penghobi Offroad ini pun maju ke garis start dan bersiap untuk first heat sekaligus first debut pada event drag race 402m dengan Mitsubishi Lancer Evolution VI miliknya yang telah diracik oleh Boost Factory Indonesia.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (13)Dirinya berhasil finish dengan catatan waktu 11,945 detik pada heat pertamanya. Mitsubishi Lancer Evolution VI ini terlihat sedikit kesusahan untuk menyentuh angka 10 kecil dikarenakan gearbox yang digunakan masih gearbox standart original pabrik, sedangkan dogbox yang sudah dipesan jauh-jauh hari ternyata belum juga datang sehingga pada seri 3 ini Adrian Paruntu terpaksa bertanding menggunakan gearbox aslinya terlebih dahulu.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (28)Ketika akan menuju waiting zone untuk start menggunakan nomor kedua tiba-tiba Adrian Paruntu memutuskan untuk putar balik dan membawa EVO VI Boost Factory miliknya kembali menuju pit Boost Factory Indonesia.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (38)Saya pun segera berjalan menuju pit dan melihat apa yang terjadi pada EVO VI Boost Factory, permasalahan yang dialami Adrian ketika menuju waiting zone yaitu tiba-tiba mobilnya kehilangan boost dan terasa seperti mobil N/A. Dia pun langsung mengkonsultasikan kepada tuner Boost Factory Indonesia, Tom Koh.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (29)Tanpa basa basi Tom langsung melakukan pengecekan secara langsung terhadap mobil Adrian agar dapat kembali start.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (30)Ternyata hal tersebut disebabkan oleh klem pengikat sambungan pipa intercooler yang lepas sehingga tenaga turbo tidak bisa tersalur dengan baik dan menyebabkan EVO VI Boost Factory ini kehilangan boost dan terasa seperti mobil N/A. Walaupun sudah dilakukan penyetelan ulang pada klem pengikat, tetap saja lepas kembali saat terkena goncangan. Adrian pun mau tidak mau harus tetap duduk di pit dan tidak bisa melanjutkan heat pertamanya dengan nomor start kedua dan juga tidak bisa melanjutkan heat kedua pada kelas FFA.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (35)Sementara itu, satu-satunya pembalap yang berhasil maju sampai heat kedua pada kelas bracket 14 detik dengan Honda Estilo EG6 B18C, Yang Sen berhasil finish dengan catatan waktu 14,533 detik dan menempati posisi kesembilan dengan rata-rata catatan waktu 14,424 detik.

IMG_0079 copyTiga mobil inti dan dua mobil pendukung yang dikeluarkan Team Boost Factory Indonesia pada seri ketiga Sentul Drag Race 2015 ini harus pulang dengan tangan hampa alias tanpa membawa piala bahkan beberapa mobil mengalami trouble sehingga tidak bisa melanjutkan race.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (32)Saya pun menutup artikel ini dengan salah satu kata-kata manis yang pernah saya baca di salah satu majalah motorsport internasional, “It’s OK. A worst day at the track is still better than a good day at the office.”.

Boost Factory Indonesia Sentul Drag Race 2015 Adhyasaka Hutama Perfourm (31)Every man has a bad day. Better luck next time Team! See you next round….

 

Adhyasaka Hutama

Instagram : @adhyasaka_h

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!