FEELING SO BLUE

1990

i-spec surabaya meet (4)

Pada beberapa waktu yang lalu, ya katakanlah di awal bulan February yang lalu, saya diajak oleh Ian yang merupakan ketua dari I-SPEC Surabaya untuk Scooby Meet. Saya pun mengiyakan tawaran tersebut sekaligus untuk memberitahukan kepada para anggota I-SPEC Surabaya, bahwa saya tidak lagi di website saya yang lama. Bisa dibilang inilah liputan 1st debut saya dengan website baru milik saya sendiri ini (Perfourm.com).

i-spec surabaya meet (3)

Jika biasanya I-SPEC Surabaya meeting pointnya di kawasan Surabaya Barat, maka untuk kali ini meeting pointnya bergeser ke daerah Surabaya Timur yang notabene dekat dengan kos saya dan juga beberapa anggota I-SPEC Surabaya. Dan yang cukup membuat saya surprise, ada sebuah BRZ yang masih fresh from the oven join the show.

i-spec surabaya meet (2)

Subaru BRZ ini merupakan the 1st street legal BRZ di Surabaya, dengan kata lain BRZ yang pertama kali merumput, eh salah, mengaspal di jalanan kota Surabaya. Sudah cukup lama saya tidak melihat BRZ berwarna biru semenjak saya test drive di jalanan kota Singapore lah.

i-spec surabaya meet (7)

Do you feeling in blue by looking those 3 Scooby guys? Entah kenapa, apa camera saya yang eror atau efek warna biru khas livery Subaru ini mengeluarkan lembayung berwarna pink atau ungu. Mungkin ini lah rahasia dapur dari warna biru Subaru.

i-spec surabaya meet (8)

From sedan salon 4 door into coupe 2 door. From AWD to RWD. And from force induction to natural aspirated, Subaru BRZ melengkapi line up di kelas mobil sport dari pabrikan Fuji Heavy Industries ini.  I wish someday FHI make some BRZ STI spec C with EJ25 and turbocharger inside the hood. And don’t forget the iconic air scope. No AWD please, just pure RWD lah. So it can dance going sideways.

i-spec surabaya meet (6)

Well harus saya akui if you’re a damn I love Subaru  boys enough, Anda pasti memilih sebuah mobil Subaru  ber livery atau berwarna kebesarannya, yaitu biru. Cause it’s so damn Subaru enough. Dari kiri ke kanan, Hendrik – Subaru Impreza WRX STI  GD spec C, Hando – Subaru BRZ, and Ian – Subaru Impreza WRX STI GV.

i-spec surabaya meet (4)

Dan tentu saja warna rims yang merupakan iconic atau satu kesatuan warna atau livery dari setiap Impreza yang berlaga di ajang WRC (World Rally Championship), adalah gold atau emas yang begitu menyatu dengan warna biru Subaru. Kali ini Ian memilih Gold Enkei RPF-1 rims.

i-spec surabaya meet (5)

Memang ketika pertama kali public atau Scooby boys melihat BRZ ini tak di lengkapi air scope, EJ25 with turbocharger, dan tentu saja AWD khas Subaru. Banyak yang menghujatnya kalo Subaru sedang galau atau kehilangan jati dirinya. Saya masih ingat ketika saya menanyakan langsung kepada beberapa petinggi Fuji Heavy Industries dari Jepang ketika datang ke 20th Indonesia International Motorshow di Jakarta pada September 2012 yang lalu. Jawaban  mereka BRZ dibangun untuk memenuhi keingan para car enthusiast yang mendambakan sebuah sport car yang murah, namun mempunyai driving experience ala true sport car atau super car yang harganya berapa kali lipatnya. Boxer engine khas Subaru  yang memberikan center low gravity lebih rendah dari R35, RWD dengan LSD yang lebih responsive, suspension yang lebih stiffness atau rigid, dan ECU dan engine yang sedikit lebih powerfull dan responsive  dari 2 saudara kembarnya (Toyota FT86 dan Scion FR-s).

i-spec surabaya meet (9)

Dan ketika saya tanyakan kenapa tidak AWD dan why no bigger engine and no turbocharger with the scope like WRX STI car? Jawabannya adalah pure driving experience ala sport car adalah RWD bukan AWD apalagi FWD, coba liat F1. Fuji Heavy Industries, pabrikan pembuat mobil Subaru  saja sempat galau ketika ditawarkan project  ini oleh Toyota karena tahu bahwa yang dibangunnya nanti adalah RWD car bukan AWD car layaknya mobil-mobil keluaran FHI. Untuk no turbocharger inside and the air scope, pihak FHI menjelaskan bahwa mereka membenamkan mesin boxer 2.0 lt FB20 tanpa turbocharger atau top engine intercooler (intercooler diatas engine layaknya mobil Subaru lainnya). Karena mengejar more center low gravity, hasilnya BRZ ini lebih rendah dari Nissan GT-R R35 dan lebih tinggi dari Lexus LFA. So you don’t get bigger power from this car, but you can get  a true sport car driving experience yang fun to ride and balance dalam segala hal.  Saya pun sudah mencoba FT-86 sekali, dan BRZ 2 kali di Jakarta dan jalanan Singapore. Hasilnya, meskipun perbedaannya kelihatannya tak terasa atau tampak mata, namun balik lagi,  who’s your mama? (FHI=Subaru).

i-spec surabaya meet (12)

Setelah 3 mobil berkumpul di perumahan kawasan Surabaya Timur, kami pun menuju ke sebuah mall di kawasan Surabaya Timur dimana 2 Scooby boys dari Surabaya Barat sudah menunggu kami.

i-spec surabaya meet (11)

White WRX STI GV among the blue Subaru. Malam itu yang bisa menghadiri acara kumpul-kumpul I-SPEC Surabaya ini hanya 5 mobil. Anda bisa memaklumi karena rata-rata member I-SPEC adalah business man yang selalu think busy.

i-spec surabaya meet (18)

And the breaking news is, The white WRX STI milik Charlie ini sudah dilengakpi dengan full Invidia exhaust system, and also carbon lips diffuser.

i-spec surabaya meet (14)

 

Kami pun naik ke lantai atas untuk mencari hidangan dinner. Walaupun yang hadir hanya 5 mobil, namun ada 2 penumpang gelap yang tidak membawa Scooby nya, alias nebeng. Silahkan tebak sendiri.

i-spec surabaya meet (15)

Setelah wara-wiri atau galau memilih tempat dinner sekaligus chit chat, akhirnya diputuskan kalo dinner kali itu di sebuah Japanese restaurant. Dan Anda tahu sendiri, karena ini makanan Jepang yang terkenal sedikit porsinya namun harganya selangit ini. Jadilah saya memilih menu yang perut and dompet friendly, yaitu tak jauh-jauh dari yang berbau nasi yang porsinya lumayan nendang ketimbang sushi.

i-spec surabaya meet (17)

This is it, Chiken katsu curry  ala Nyonk. Dan tentu saja saya tak bisa jauh-jauh dari yang namanya saos sambel pedas, dan juga mayonise. Itadakimasu…hmmmm…kimochi..eh maaf, oishi maksud saya denk.

i-spec surabaya meet (16)

Sambil menyantap hidangan dinner ala Japan ini, meja makan ini berubah menjadi sebuah forum interaksi yang berbau apa saja mengenai Subaru. Saya juga memanfaatkannya untuk menjelaskan lebih lengkap tentang posisi saya yang sudah tidak lagi di web yang lama, namun membuat sebuah website baru. Hal ini juga sudah saya confirm ke pihak Subaru Surabaya, Jakarta, dan Singapore. Karena yang menjadi media partner I-SPEC Surabaya adalah website saya lama, tapi entah kenapa polo shirt I-SPEC yang sekira nya dibordir dengan logo web lama saya, tidak jadi. Lalu banner atau spanduk  yang ada logo I-SPEC, Motorimage, dan website saya yang lama hilang setelah acara launching. Kebetulan atau pertanda? Call it maybe.

i-spec surabaya meet (19)

Setelah dinner, kami pun melanjutkan photo session ala Scooby boys. Saya cukup senang akhirnya ada satu BRZ yang ikut dalam I-SPEC Surabaya. Kedepannya Perfourm akan ada project dengan BRZ biru ini. Penasaran? Stay tune terus di Perfourm.com lah.

i-spec surabaya meet (1)

Stay tune on Perfourm.com. We will show you a few things about boxer engine and Scooby culture. Later lah.

 

 

-Bayu Sulistyo |nyonk|

 

 

 

Comments

comments!