SAWADIKAP : GT ASIA TRIP WITH MOTUL INDONESIA, PT.2 – END

1153

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (298)Allright guys, waktunya kita untuk menyantap hidangan utama atau main course dari perjalanan saya ke Thailand bersama Motul Indonesia, yaitu GT Asia. Jika di part 1 Anda sudah melihat trip saya ke Buriram dan juga GT Asia Pit tour serta Special AWD race. Maka di part ke-2 ini saya akan mengajak Anda menyaksikan serunya pertarungan atau dog fight di kelas TCR Asia dan tentu saja GT Asia yang dipenuhi dengan super car.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (22)Chang International Circuit atau Buriram United International Circuit (karena adanya pelarangan alkohol di timur tengah dan Perancis) merupakan sirkuit yang dibangun oleh Hermann Tilke, dan diresmikan pada tahun 2014. Sirkuit sepanjang 4.554 m dengan total tikungan sebanyak 12 tikungan ini merupakan satu-satunya sirkuit di Thailand yang berhasil mendapatkan FIA Grade 1 dan FIM Grade A. Yang berarti sirkuit di kota Buriram ini mendapatkan golden ticket untuk bisa menyelenggarakan hajatan sekelas Formula 1 dan Moto GP. Thaiand sendiri yang merupakan raksasa otomotif di Asia Tenggara atau paling maju, saat ini mempunyai 3 sirkuit yaitu, Bira International Circuit (Pattaya), Thailand Circuit, dan Chang International Circuit.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (142)Masuklah kita di TCR Asia Series dimana terdapat  pabrikan mobil yang bertarung disini, yaitu VW dengan Golf GTI MK7 TCR, Seat dengan Leon Cupra TCR, dan Honda dengan Civic Type R TCR. Semua mobil diatas dipersenjatai dengan mesin 2.0 Lt Turbocharged dengan tenaga yang dibatasi hanya 330 HP dengan Gearbox yang menggunakan Sadev 6-speed sequential with paddle shift

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (154)Sementara Viper Niza Racing dari Malaysia dengan mobil Seat Leon TCR V2 SEQ yang di piloti oleh Douglas Khoo sedang diganti ban nya oleh para crewnya yang berasal dari Malaysia. Namun uniknya salah satu crew nya berasal dari kota Padang, Indonesia. Dia adalah  Niko Ode Praytino (berdiri disebelah pintu kanan) yang menjabat sebagai Team Manager dan juga Technical Director. Dia sendiri masih menjadi WNI alias Warga Negara Indonesia.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (127)Sementara orang terlihat sangat serius ketika race day pada hari itu adalah Greg Wooster yang menjabat sebagai Race Engineers. Dialah orang yang menentukan dan memutuskan apa saja yang harus diperbuat oleh teamnya supaya sang pembalap Douglas Khoo yang juga menjabat sebagai Team Principal bisa race dengan lancar dan bisa meraih podium.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (148)Sementara Samuel Kang, Motorsport Specialist & Brand Guardian Motul Asia Pacific tampak mengamati dari dalam pit Viper Niza Racing team yang di sponsorinya ini.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (150)Douglas Khoo yang merupakan seorang pengusaha berusia 51 tahun ini memulai karir balapnya  di tahun 2014 dengan berhasil keluar sebagai juara ke-2 umum Asia Classic Car Challenge dan juara 1 umum 2015 Asia Classic Car Challenge.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (160)Setelah para peserta TCR Asia Series mulai masuk kedalam circuit untuk menuju ke grid mereka masing-masing. Engineer dari official tire supplier TCR Asia yaitu Michelin memeriksa kondisi lintasan sebagai bahan materi pembanding dampak kehausan ban akan kondisi atau temperature permukaan lintasan terhadap ban nya sebelum dan sesudah race.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (168)Dauglas Khoo pun mulai menempati grid ke-8 di race 1 dengan hasil qtt nya 1:47.306

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (170)Seluruh crew dari Viper Niza Racing pun tampak standby di sisi kanan dan kiri Seat Leon TCR V2 SEQ berkelir matte black dan merah ini.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (169)Sementara sang pembalap tampak sedang santai didalam office nya sambil meminum minuman dari tabung botolnya.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (152)Jujur saya salut dengan Dauglas Khoo yang merupakan seorang pengusaha yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi alias ABG, Angkatan Babe Gua (51 tahun). Lebih memilih memakai race suit, helm balap, dan duduk di dalam cokpit mobil balap yang cukup menguras tenaga, pikiran, dan tentu saja uang. Daripada hanya memakai topi PING dengan polo shirt warna pastel dan celana khakis, wira wiri di lapangan golf memukul 1 bola saja. Why motorsport, because golf only need 1 balls

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (179)One mechanic pun akhirnya menemani Dauglas Khoo beberapa saat sebelum dia memulai warm up lap dan standing start di TCR Asia Series rd.3 dan rd.4 di Chang International Circuit ini.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (183)Sementara di belakang Dauglas Khoo ada H. Ho dari team Champ Motorsport dengan Honda Civic TCR di grid ke-9

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (191)Namun sayangnya di race ke-1 H. Ho hanya mampu finish diurutan ke-4 dengan best timenya 1:46.269. Sementara di race ke-2 H. Ho berhasil naik ke atas podium ke-3 dengan best timenya 1:46.272. Ini adalah Civic tercepat di seri ke-2 TCR Asia Series, dan berhasil membendung dominasi VW Golf GTi TCR. Avg. speed dari Civic TCR ini mencapai 152.58 km/jam, masih kalah dengan VW Golf GTi TCR yang mampu mencapai 153.52 km/jam.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (199)Sementara bagi Civic TCR yang dipiloti oleh N. Ittiritpong dari team Vattana Motorsport di race 1 berhasil mengalahkan H. Ho dengan finish di depannya dan naik ke atas podium ke-3 dengan best timenya 1:46.648. Sementara di race ke-2 pembalap asal Thailand ini harus D.N.F alias Did Not Finish di lap ke-11 dari 15 lap yang dipertandingkan.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (185)Sementara N. Hanjitkasem dari team TBN MK ihere Racing Team harus puas finish di posisi ke-6 dengan best time nya 1:47.032

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (197)Sementara Dauglas Khoo dari team Viper Niza Racing tampak berjuang selama 15 lap dari posisi  awalnya yaitu ke-9

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (144)Dari tepi pit wall Greg Wooster yang menjabat sebagai Race Engineers tampak sedang menyaksikan dengan seksama data logger yang dipancarkan oleh ECU di SEAT Leon TCR V2 SEQ Dauglas Khoo yang sedang bertarung di lintasan. Dari data logger tersebut sang Race Engineers bisa tahu kondisi mobilnya Douglas seperti apa yang berguna sebagai data atau referensi untuk memberikan info kepada Douglas apa yang harus dilakukan pada mobilnya ketika sedang melaju di lintasan.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (206)William E. Dari Team Work Motorsport dengan VW Golf GTi TCR harus puas finish di urutan ke-10 (umum), dan ke-6 di kelas A dengan best timenya 1:48.883

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (198)Dauglas Khoo di Race yang 1 berhasil finish di posisi ke-8 dengan best timenya 1:48.240 beserta avg. speed nya 149.41

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (201)Sementara di race ke-2 pengusaha asal Malaysia ini  kembali finish di urutan ke-8 (umum), dan ke-4 class A dengan best timenya 1:47.991 (Avg. Speed 149.32 km/h)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (146)Dan dari  hasil TCR Asia Series rd. 1 di Korea dan rd.2 di Chang International Circuit, Thailand. Pembalap yang disponsori oleh Motul ini berada di urutan ke-12 dengan total point 10. Sementara untuk  team, Viper Niza Racing berada di urutan ke-4 dengan total point 51

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (280)Dari TCR Asia Series, kita beralih ke tujuan saya bersama team Motul Indonesia ke Chang International Circuit yang terletak di kota Buriram Thailand, yaitu untuk menyaksikan balapan GT Asia. Dan sebagai offical lubricants partner dari GT Asia, Motul diberikan privilage  berupa VIP invitation yang dimana merupakan kartu all acces terutama ke pit dan grid walk sama seperti di Super GT Japan. Dimana di grid ini kita bisa menyaksikan lebih dekat monster-monster GT Asia sekelas Bentley Continental GT3 sedang hard parking beserta pit crew, pembalap, dan umbrella girls nya.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (291)Jujur saja saya memang bukan penggemar mobil mewah sekelas Bentley, apalagi tampilan standartnya. Namun entah kenapa ketika saya melihat pertama kali Bentley Continental GT3 yang bertarung di GT3, hati saya langsung melting melihat tampilannya yang sangat racing ini. Dengan performa mesin 500 rhp V8 twin turbo nya , aero kit, racing wheels, rollcage di dalam cockpit, dan GT Wingnya membuat Bentley ini menjadi mobil favorit saya di GT Asia

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (288)Terlebih lagi mereka membawa langsung pembalap dari Jerman yang mempunyai pengalaman bertarung di gokart dan Formula Renault

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (289)yaitu Philip Hamprecht yang baru berusia 19 tahun. Dan dia mempiloti sebuah Bentley Continental GT3

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (273)Namun tim tuan rumah tidak akan membiarkan para pembalap dan team luar negeri menang di kandang mereka sendiri. Dari Thailand sendiri terdapat tim besar yang merupakan keluarga besar dari perusahan multinasional Singha, yang dimana ke-3 orang keluarga Bhirombhakdi  ini merupakan speedfreak. Yang pertama adalah pasangan  Bhurit Bhirombhakdi/Kusiri dari team Singha Plan-B dengan  Ferrari 458 Challenge,  Voravud Bhirombhakdi/Sritra dari team Singha Motorsport dengan Ferrari 458 Challenge.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (287)Dan akhirnya team utama dari Singha yaitu Piti Bhirombhakdi/Van Dam  dari team Singha Motorsport dengan Ferrari 458 Italia GT3. Bisa di bilang ini adalah team paling besar dan ramai supporternya sewaktu di GT Asia Thailand, dan merupakaan team besar asal Thailand yang mampu bertarung dan membendung laju team –team besar dan pabrikan asal luar negeri.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (290)Maklum saja Piti Bhirombhakdi merupakan Direktur dari Singha Corporation Co., Ltd. Dimana keluarga besarnya atau ayahnya (Santi Bhirombhakdi) berada di grid ke-9  dalam daftar 50 orang terkaya di Thailand.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (44)Well halo mister, haus ya? Pit crew dari Audi Sport yang di import langsung dari Jerman ini pun menyapa saya dan sadar kamera ketika saya mengarahkan kamera ke arahnya. Saya sangat suka sekali melihat pit crew di grid lengkap dengan memakai race suit dan juga headset.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (275)Pit crew dari Audi Sport Jerman ini di import langsung dari markasnya di Jerman untuk menangani  team Phoenix Racing Asia yang merupakan salah satu program kerja atau service plus-plusnya Audi bagi customernya yang doyan balap, yautu Audi Sport Customer Racing

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (278)Dan yang menjadi weapon of choice nya Audi Sport Customer Servicenya adalah sebuah mobil yang merupakan kasta tertinggi dari lineup mobil Audi, yaitu Audi R8 LMS GT3 yang merupakan versi  hardcore nya dari Audi RB V10 plus seharga Rp. 5.856.360.000.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (277)Untuk Audi R8 LMS GT3 berwarna silver ini dipiloti oleh Alex Au yang berduet dengan mantan pembalap F1 asal Malaysia, Alex Yoong.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (285)Dan tentu saja di balik sebuah supercar Audi R8 LMS GT3 terdapat superman dengan unlimited racing budget.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (286)Dan tentu saja dibalik photo-photo yang Anda lihat ini, terdapat seorang pria dari kota Surabaya yang super duper bahagia nya setengah mampus bisa berada di dalam grid GT Asia di Chang Internatioanal Circuit, Buriram, Thailand. Seperti mimpi, namun mimpi tersebut diwujudkan oleh Motul Indonesia. Khop kun krap Motul Indonesia.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (281)Dan khusus untuk GT Asia, Motul memberikan penghargaan khusus berupa 2 piala Pole Position Challenge di kelas GT3 dan GT Challenge (GTC) bagi para pembalap yang sering mendapatkan P1 atau pole postion di setiap race nya dalam 1 musim balap (1 tahun). Pialanya sendiri cukup special karena di buat  secara handcrafted oleh Hozoi, seorang seniman yang berasal dari Perancis .Dan yang berada di P1 atau Pole Posistion kali itu adalah Anthony Liu (China) yang berpasangan dengan Davide Rizzo dari Billionaire Boys Team dengan Super car terbaru dari pabrikan Ferrari yaitu Ferrari 488 GT3 yang berhasil mencetak waktu tercepat di QTT 2 1:33.334 seconds.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (292)Begitu para marshal memerintahkan seluruh area grid kosong supaya race bisa segera di mulai, saya pun langsung berlari menuju ke R1 bersama seorang teman lama saya dari Singapore. Maklum saja di sini tidak disediakan motor untuk alat transportasi kami, jadi kami harus berolahraga.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (293)Teman  lari saya pada hari itu adalah Hong Tsui  owner dari 9tro Singapore

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (294)Saya sendiri sudah berteman dengan Hong dari tahun 2011atau 2012 dimana kami pertama kali bertemu di ajang Final battle Accelera Auto Contest 2011 di Jakarta. Dan terakhir kali saya bertemu lagi dengan pria Singapore ini pada Time To Attack 2013 di Sepang international Circuit, Malaysia. Well senang bertemu dengan Jablayers dari luar negeri alias brother in speed ini lagi. Dan selamat sudah tidak menjadi the hottest single guy in Singapore lagi alias sudah punya pacar.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (295)Setelah berlari sekitar 5 menitan yang cukup menguras tenaga, sampailah saya di R1 yang mempunyai view kearah garis start bangunan pit dan tribun, serta poster Long Live The King yang diperuntukkan untuk Paduka Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej, yang merupakan Raja Rama IX atau Raja Thailand semenjak berusian 19 tahun (1946). Dan sialnya lagi cuaca pada hari itu galau, alias dari panas atau cerah menjadi mendung.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (298)Dan akhirnya race selama 1 jam atau 60 menit  GT Asia itu pun dimulai. Sebanyak 14 Super Car GT3 saling side by side, door to door, dan dog fight berebut untuk duluan masuk dan keluar dari R1. Yang pasti perasaan saya benar-benar senangnya luar biasa bisa melihat, memphoto, dan mendengar raungan dari mesin-mesin diatas 500 HP V8, V10, ataupun flat six engine. Amazing…. Namun sayangnya kamera Canon 550D dan Lenskit 55-250mm mulai berulah. Alias gagal fokus, hingga membuat beberapa kali poto saya sewaktu start blur.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (302)Puas memphoto start awal di R1, saya dan Hong pun memutuskan untuk berpindah spot untuk menuju ke R1 yang jaraknya sekitar 1 km dari R1. Dan Hell Week pun dimulai dengan berjalan dari R1 menuju ke R2 yang merupakan lintasan lurus yang merupakan the longest staright di circuit ini (1000 meter) dibawah teriknya panas matahari serta tanpa aadanya angin, alias kering. Setelah berjalan cepat sekitar 500 meter, saya pun mulai tertinggal alias ngos-ngosan. Saya melihat Hong pun semakin menjauh. Maklum saja saya kenal orang yang satu ini hobby nya lari marathon di kampung halamannya Singapore, jadi tak heran dia seperti Energizer Bunny. Jujur saja saya di Sentul atau di Sirkuit speedoffroad Batu Licin kuat-kuat saja, namun kena Chang Circuit, saya K.O alias menggos-menggos.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (301)Satu persatu mobil balap GT3 ini melewati saya di staright sepanjang 1000 m atau 1 km yang merupakan lintasan lurus terpanjang di sirkuit ini. Suara khas mesin 500 hp V8 twin turbo yang berat ala jenis suara bariton atau bass meraung keras pas disamping saya. Saya masih ingat suara seperti ini ada di Sentul ketika Nico Caldarola dari Roma Racing Team dengan Mercedes Benz C63 AMG V8 nya yang di bawa langsung dari Italia membuat heboh dan menjadi sang undisputed champion di Super Car Championship ISSOM, sebelum akhirnya di patahkan oleh Ananda Mikola dengan Lamborghini Gallardo Super Trofeo nya.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (315)Dan melihat si Flat six engine versi hardcorenya Porsche 911 GT3RS yaitu 911 GT3R terlibat dog fight dan tail gate di lintasan lurus ini. Biasanya yang saya lihat di Sentul paling hanya Sunny TS dan juga Rudi SL denga Porsche Carrera nya.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (340)Saya benar-benar jatuh cinta dengan sirkuit dan juga GT Asia ini. Saya jatuh cinta dengan bagaimana si Hermann Tilke membangun sirkuit yang sederhana ini namun mempunyai grade FIA Grade 1 (F1) and FIM Grade A (MotoGP), hanya dalam waktu 1 tahun saja (2013-2014). Di setiap sudut sirkuit ini mempunyai banyak spot yang bisa di explore oleh kamera kita. Jadi pintar-pintarnya kita mencari angle dan moment yang pas beserta background nya. Di tambah lagi mobil-mobil GT Asia membuat saya seperti sedang liputan di sirkuit Eropa sekelas Silverstone Circuit di Inggris karena backgroundnya tribun penonton.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (354)Atau bahkan malah seperti di Circuit de Spa-Francorchamps, Belgia. Karena mempunyai kontur circuit yang mempunyai area uphill dan downhill. Berbeda dengan Sentul yang hanya sebagian besar kontur lintasannya flat (kecuali di R1-R2 yang downhill)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (317)Saya juga baru pertama kali ini melihat dan memphoto disk brake yang sedang glowing  akibat intensitas dan hard brake yang cukup tinggi. Diperkirakan suhu pada disk brake nya mencapai diatas 500 derajat celcius, tapi karena bahannya terbuat dari carbon fibre-reinforced silicon carbide yang mampu bertahan hingga diatas 2.000 derajat celcius. Bahan ini sendiri merupakan bahan untuk membuat body pesawat ulang alik atau luar angkasa NASA. Jadi tak heran jika brake kit system untuk mobil balap sangatlah mahal. Tapi tenang saja karena jika Anda punya uang Anda bisa membeli Buggati Veyron, Bentley, Ferrari, Porsche, Corvette ZR1, ZO6, dan Lamborghini, karena bahan ini sudah menjadi standard brake kit system mereka. Bhurit Bhirombhakdi/ Tin Kusiri berhasil keluar sebagai juara ke-2 di kelas GT Cup Class dengan best timenya 1:41.372

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (319)Sementara pasangan Bhurit Bhirombhakdi / Kantasak Kusiri dari team Singha Motorsport dengan Ferrari 458 Challenge yang juga ikut bertarung di kelas GT Cup Class harus puas finish di urutan ke-12 (umum) namun berhasil naik ke atas podium 1 di kelas GT Cup Class mengungguli saudaranya yang berada di posisi ke-2. Pasangan dari Singha Motorsport ini membukukan best timenya 1:40.716

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (322)Dan akhirnya tim utama dari Singha Motorsport yaitu Piti Bhirombhakdi yang berpasangan dengan pembalap asal Belanda, Carlo Van Dam dengan Ferrari 458 Italia GT3. Mereka berhasil finish di urutan ke-4 umum dan GT3 Class setelah start dari posisi atau grid ke-5 dengan best timenya 1:35.191. Top Speednya pun cukup kencang yaitu 151.63 km/h. Ini adalah photo terdekat dari lenskit 55-250mm saya, lensa saya benar-benar K.O disini (Anda bisa membayangkan jarak lintasan dengan dinding pembatasnya). Disamping tidak bisa zoom lebih dekat, auto focusnya pun mulai error hingga membuat banyak photo saya blur semua.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (320)Yang jelas performance 659 hp 3.9-liter V-8  twin turbo dari Ferrari 488 GT3 yang dipiloti oleh pasangan Davide Rizzo/ Anthony Liu ini susah dikejar oleh trio Team Singha Motorsport yang masih menggunakan Ferrari 458 Challenge dan Ferrari 458 Italia GT3 (natural aspirated). Bahkan pasangan Bhurit Bhirombhakdi/ Tin Kusiri ini sempat di overlap oleh duo pembalap dari Billionaire Boys Team ini. Top Speed nya pun cukup berbeda, yaitu Ferrari 458 Challenge 144.97 km/h (1:40.716), Ferrari 458 Italia GT3 151.63 km/h (1:35.191), sementara Ferrari 488 GT3 151.90 km/h (1:34.943)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (324)Dog fight pun terjadi antara  Adderly Fong dari team Bentley Team Absolute dengan Bentley Continental GT3 nya, melawan Richard Lyons dari Craft Bamboo Racing dengan Porsche 911 GT3R untuk memperebutkan posisi ke-7 di kelas GT3 Class. Namun akhirnya pasangan Richard Lyons/ Frank Yu berhasil menaklukan Bentley Continental GT3  dengan berhasil mempertahankan posisi ke-7 mereka dengan best timenya 1:35.923 (Avg. Speed 151.23 km/h)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (327)Masih dari team Craft Bamboo Racing Pasangan Darryl O’Young / Naiyanobh Bhirombhakdi yang mempiloti Porsche 911 GT3R bernasib mujur karena pihak race director tidak jadi memberikan penalty akibat menyalip dalam kondisi bendera kuning berkibar. Duo pembalap dari Hongkong dan Thailand ini berhasil finish di urutan ke-9 dengan best timenya 1:36.343 (Avg. Speed 151.03 km/h)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (272)Aekrat Discharoen dari team A Motorsport  bisa dibilang menjadi underdog karena menggunakan 453 hp  Porsche  991 GT3 Cup 3.8-litre flat six atau lebih rendah daripada Porsche 911 GT3R 4.0-litre flat-six yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 500 bhp yang dipakai oleh 3 pembalap lainnya. Bahkan Aekrat pun tampak ngos-ngosan meladeni Ferrari 458 Challenge, sehingga dia harus puas finish terakhir atau posisi ke-14, namun tetap berhak naik ke atas podium ke-3 di GT Cup Class dengan best timenya 1:40.875 (143.65 km/h)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (351)Dan akhirnya Porsche 911 GT3R dari team GruppeM Racing yang dipiloti oleh duo pembalap George Richardson (Inggris) dan Jono Lester (Australia) berhasil menjadikan flat six engine nya sebagai Porsche tercepat diantara monster V10 dan V8 GT Asia lainnya. Pasangan ini pun berhasil finish di urutan ke-6 setelah memulai start di grid ke-8 dengan best timenya 1:35.980 (Avg. speed 151.27 km/h)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (329)The one and only banteng yang bertarung di GT Asia rd.3 dan rd.4 di Chang International Circuit, Thailand adalah pasangan pembalap asal Italia yaitu Edoardo Liberati dan Andrea Amici dengan Lamborghini Huracan GT3 dari team FFF Racing Team by ACM. Duo pembalap yang menggunakan banteng ini  finish di podium ke-3 di kelas GT3 class dengan best timenya 1:34.961 (Avg. Speed 151.77)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (321)Dari Lamborghini Huracan GT3 kita beralih ke mobil yang merupakan saudara kembar siam dengan si Huracan, karena berbagi platform (desain, chassis,suspensi, mesin, dll) . Bahkan si Audi R8 LMS ini di juluki si low budget Huracan. Shaun Thong dan Marchy Lee duo pembalap dari Hongkong yang tergabung dalam Phoenix Racing Asia di Race ke-2 harus puas terlempar di posisi ke-11 akibat terkena penalty 30 detik karena menyalip ketika  bendera kuning dikibarkan. Padahal mereka di race 1 berhasil keluar sebagai juara 1 . Best time mereka di race ke-2 adalah 1:35.893.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (332)Masih dari Phoenix Racing Asia, ada pasangan mantan pembalap F1 asal Malaysia Alex Yoong dengan Alex Au yang di race 1 out dari race alias D.N.F (Did Not Finish) di lap ke-13 akibat kerusakan pada gearboxnya, langsung tancap gas di race ke-2. Audi R8 LMS GT3 nya langsung melesat dari start di grid ke-10 naik 5 peringkat ke posisi ke-5, alias finish ke-5 di kelas GT3 class dengan best timenya 1:35.359 dengan Avg. speed nya 151.36 km/h

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (348)Dan waktunya kita untuk masuk ke team terkuat dan terkaya di GT Asia, yaitu Bentley Team Absolute yang menurunkan 3 Bentley Continental GT3 dengan jumlah crew yang bisa membuat race party sendiri. Di Bentley Continental GT3 bernomor start 7 yang di piloti oleh Adderly Fong dan Andrew Kim yang memulai start di grid ke-6 ini harus puas finish di posisi ke-8. Padahal mobil mereka ini mampu mencetak the fastest time alias mobil tercepat di race ke-2 ini dengan waktu 1:34.830. Di race 1 mereka berhasil finish di podium ke-3

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (269)Sementara rekan satu team mereka yaitu Jonathan Venter dan Fabian Hamprecht terpental cukup jauh dari posisi start mereka di grid ke-8, yaitu melorot finish di posisi ke-10 dengan best timenya 1:34.959

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (313)Di Bentley Continental GT3 bernomor start 9 inilah, duo pembalap Duncan Tappy dan Vutthikorn Inthraphuvasak sukses membawa team ini naik ke atas podium ke-2 di race 1 dan race 2 dengan best timenya 1:34.880

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (268)Salah satu yang unik dan ciri khas dari balapan sekelas GT3 ataupun Super GT, adalah para peserta di haruskan masuk  kedalam pit untuk mengganti ban dan juga pembalapnya.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (11)Dari total balapan selama 1 jam (60 menit) atau sekitar 34 lap, yang berarti balapannya sepanjang 34 x 4,5 km = 153 km. Peserta diwajibkan untuk masuk ke dalam pit untuk mengganti ban dan pembalap. Jika pembalapnya solo atau single, maka yang dilakukan oleh nya hanyalah mengganti ban saja.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (26)Dalam pergantian ban ini sang pembalap hanya dibantu oleh 2 orang pit crew saja. Begitu mobil masuk ke dalam box hijau di depan pit,  salah satu pit crew nya langsung menancapkan selang udara bertekanan tinggi yang langsung membuat air jack systemnya seketika mengangkat body mobilnya. Begitu body mobil terangkat salah satu pit crewnya langsung membuka center lock wheel nya, mengeluarkan ban lamanya, lalu memasang ban barunya, dan kembali mengencangkan center lock wheelnya.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (27)Dari satu ban, mereka pun berlari ke sisi lain mobil untuk segera mengganti ke-4 ban mobil nya dengan cepat. Bahkan saking rempong atau ribet binti kesusu atau tergesa-gesa nya, pit crew yang membuka ban langsung melemparkan saja ban lamanya, hingga tak sadar ban tersebut menggelinding menjauh dari mobil.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (28)Begitu ke-4 ban baru dan air jack systemnya sudah kembali turun ke bawah, tinggal sang lollipop man memberikan tanda kepada sang pembalap untuk get the fuck out of here.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (17)Begitu sang lolipop man mengangkat tanda nya tanda “get the fuck out of here”, sang pembalap langsung tancap gas keluar dari green box pit nya dengan tetap pit lane speed limiter yang berada pada batas 60 km/jam yang membuat suara mobilnya seperti sedang batuk-batuk.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (274)Well jika Team Principal Anda cukup jeli memasukkan Anda ke dalam pit di waktu dan kondisi yang tepat, maka posisi Anda akan aman atau tetap didepan, ataupun jika tertinggal dari rival Anda yang berada di belakang Anda atau di depan Anda (sebelum masuk pit), gap nya tidak terlalu jauh. Ya kadang drama bak sinetron atau opera sabun sering terjadi ketika sedang dan setelah pit. Entah itu nyantol di pit akibat kesalahan teknis pit crew, ban nya belum panas, ataupun karena sang pembalap baru belum on fire mendapatkan feeling nyetirnya sehingga menyebabkan waktunya melorot.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (352)Tapi untuk pasangan Davide Rizzo/ Anthony Liu dari Billionaire Boys Team race ke-2 ini adalah moment untuk balas dendam atas kekalahan mereka yang hanya finish di urutan ke-5, karena dikalahkan oleh pasangan Shaun Thong dan Marchy Lee dari team Phoenix Racing Asia dengan Audi R8 LMS GT3 yang berhasil naik ke podium 1 GT3 Class

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (310)Performance dari 659 hp 3.9-liter V-8  twin turbo dari Ferrari 488 GT3  ini pun memuncak ketika berhasil mencetak avg. speed tertinggi yaitu 151.90 km/h. Yang dimana lebih cepat sekitar 5 km/h daripada  duo pembalap Duncan Tappy dan Vutthikorn Inthraphuvasak dari team Bently Team Absolute dengan Bentley Continental GT3 yang mencetak avg.speed 151.85 km/hr.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (311)Tapi Anthony Liu yang mendapatkan back up dari Davide Rizzo yang merupakan pembalap yang katam dan kenyang dengan posisi 10 besar di Porsche Cup, Italian GT, LeMans Series, Lamborghini Super Trofeo Asia (juara 1 umum 2015). Berhasil meneruskan P1 atau pole position dari tangan Anthony Liu hingga lap ke-34

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (335)Hingga akhirnya Davide Rizzo berhasil menyentuh garis finish di urutan terdepan dengan meninggalkan pasangan Duncan Tappy dan Vutthikorn Inthraphuvasak dari team Bentley Team Absolute dengan Bentley Continental GT3 diposisi ke-2 dengan gapnya cukup tipis, yaitu 0.992

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (34)Karena saya berada di dalam sirkuit ketika race ke-2 sedang berlangsung, dan langsung cabut pulang ke kota Bangkok setelah race ke-2 usai, saya pun tidak sempat memphoto podium nya. Namun saya mencoba menghadirkan meriahnya podium ceremony di GT Asia. Dimana begitu race GT Asia telah usai, mobil para pembalap langsung di dihard parking di grid depan podium. Yang terdepan adalah 3 besar nya juara GT3 Class, sementara 3 di belakangnya adalah 3 besar juara GT Cup Class.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (32)Dan saya pun tidak menyangka akan bertemu dengan mantan pembalap F1 asal Malaysia, yaitu Alex Yoong di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Terlebih lagi dia memakai race suit dan menjadi pembalap di GT Asia.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (33)Ternyata mantan pembalap F1 untuk team European Minardi F1 (2001) dan KL Minardi Asiatech (2002) ini, menjadi pembalap untuk team Phoenix Racing Asia yang menggunakan Audi R8 LMS GT3. Alex pun berpasangan dengan Alex Au. Namun di race 1, baik Alex Yoong dan Alex Au D.N.F atau Did Not Finish akibat kerusakan pada gearbox Audi R8 LMS GT3 mereka di lap ke-13. Alex Yoong sendiri saat ini aktif di balap Audi R8 LMS Cup (dari tahun 2012), dan berhasil menjadi juara umum di tahun 2014 dan 2015.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (36)Jika pasangan Alex Yoong dan Alex Au D.N.S (Did Not Start ) akibat kerusakan pada gearboxnya. Maka Audi R8 LMS GT3 yang dipiloti oleh Shaun Thong dan Marchy Lee berhasil meraih podium 1 di race 1 GT Asia.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (37)Dengan gold chrome Audi R8 LMS GT3. bling bling and gold member beibeh..

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (46)Dengan duo pembalap Adderly Fong dan Andrew Kim  dengan Bentley Continental GT3 mereka.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (51)Samuel Kang, Motorsport Specialist & Brand Guardian Motul Asia Pacific (kaos merah) pun di daulat untuk menyerahkan piala kepada para pemenang di podium GT Asia pada race 1 ini. Dimana di kelas GT3 Class podium 1 di raih oleh Shaun Thong/Marchy Lee Phoenix Racing Asia (Audi R8 LMS GT3), podium ke-2 diraih oleh Duncan Tappy/ Vutthikorn Inthraphuvasak Bentley Team Absolute (Bentley Continental GT3), dan podium ke-3 Adderly Fong / Andrew Kim Bentley Team Absolute (Bentley Continental GT3)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (52)Champagne party time..hingga membuat para race queen semburat. Love this moment

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (53)Sementara di GT Cup Class, podium 1 di raih oleh the lone ranger Aekrat Discharoen True Vision Motorsports (Porsche 991 Cup), podium ke-2 diraih oleh Bhurit Bhirombhakdi / Kantasak Kusiri Singha Motorsport (Ferrari 458 Challenge), dan akhirnya podium ke-3 di kelas GT Cup Class di raih oleh Bhurit Bhirombhakdi/ Tin Kusiri Plan B Singha Motorsport (Ferrari 458 Challenge)

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (54)Bhurit Bhirombhakdi dari team Singha Motorsport pun langsung menyemprot Aekrat Discharoen yang berhasil menaklukan 34 lap atau 153 lap yang ditempuh  selama 1 jam secara seorang diri. Benar-benar seorang pembalap yang mempunyai stamina, mental, dan fisik yang cukup seterong untuk bisa melawan suhu yang cukup panas dan juga g-force selama 1 jam berada di dalam race suit dan mobil balap bekeliling seorang diri selama 34 lap atau 153 km.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (49)Race GT Asia rd.3 dan rd.4 yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pun sudah berakhir. Itu berarti motorsport trip saya bersama Motul selaku Official lubricants partner GT Asia usai sudah.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (45)Dan saya harus meninggalkan international circuit ke-2 saya setelah Sepang International Circuit di Malaysia. Walaupun tak sebesar Sepang, namun saya sudah memutari seluruh bagian dari sirkuit ini secara penuh. Berbeda dengan Sepang dimana saya belum full track, hanya berada di pit, grid, hingga terjauh di R1 nya saja. Dan saya cukup beruntung bisa datang, melihat, dan meliput event internasional sekelas TCR Asia Series dan GT Asia di 1st debut saja memphoto full circuit di luar negeri.

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (162)Rencananya sekitar bulan Oktober 2016 besok ada event balap Super GT Jepang yang mampir ke Chang International Circuit. Ini adalah goal atau rencana awal saya bersama partner Perfourm saya Adhyasaka untuk bonek meliput event ini. Dan ternyata saya sudah nyolong atau nyuri start duluan dengan datang ke sirkuit ini pada bulan Juni yang lalu untuk GT Asia. Semoga saja rencanya ini bisa terwujud, karena kita berdua adalah fans dari balap Super GT Jepang, terutama pada team Motul Autech GT-R

GT Asia Trip with Motul Indonesia 2016. Perfourm.com.Bayu Sulistyo (157)Terima kasih kepada Motul, Motul Indonesia, dan Motul  Asia Pasific. Samuel Kang, Motorsport Specialist & Brand Guardian Motul Asia Pacific. Dan Johan Wijaya, Business Development Manager Motul Indonesia yang sudah memberikan kesempatan untuk merasakan motorsport trip saya selama 4 hari di Thailand, dan meliput GT Asia. Awesome trip. Khop Kun Krap.

 

GT Asia- Thailand trip powered by :

MOTUL INDONESIA

Motul Indonesia Fanpage

Motul Indonesia Instagram

 

Related Articles :

Sawadikap : Bangkok Trip With Motul Indonesia

Sawadikap : GT Asia Trip with Motul Indonesia – PT.1

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!