BUILD THE MANHART MH3 550 M3 CSL RHD AT ART INDONESIA

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (94)Manhart Performance, Manhart MH3 550 M3 CSL RHD feat. Auto Racing Technik  (ART Indonesia). Somesay “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Well itu mungkin best quotes yang berlaku pada jaman mbah Google masih menjadi U.F.O. Di jaman yang semua serba di dalam genggaman tangan Anda. Anda bisa mendatangkan negeri atau guru tersebut langsung ke hadapan Anda. Auto Racing Technik atau ART Indonesia pun mendatangkan tuner BMW yaitu Manhart Performance langsung dari markasnya di kota Wuppertal, Jerman. Untuk mengawasi secara langsung pembangunan limited cars mereka yaitu MANHART MH3 550 M3 CSL RHD (Right Hand Drive) di workshop ART Indonesia yang terletak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (42)THE CAR

Yang menjadi basic car dari project bernama MANHART MH3 550  M3 CSL RHD (Right Hand Drive) ini adalah BMW M3 E46 CSL 2003 yang merupakan jenis BMW yang cukup langka di dunia. CSL yang merupakan versi limited edition dari M3 ini kepanjangan dari (Coupe Sport Lightweight), dan populasinya hanya terdiri dari 1.400 ekor di dunia.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (50)Sudah populasinya sedikit (1.400), warna yang tersedia juga Cuma 2, yaitu silver grey metallic and black sapphire metallic. Jadi apa yang membuat Setiadi Sungkono atau Hans owner dari workshop ART Indonesia merubah CSL Left Hand Drive yang rare ini untuk dijadikan proyek Frankenstein dari 3.2 Lt inline 6 membengkak menjadi 5.0 Lt V10 ?

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (91)Padahal dari segi S54 3,246-cc inline-six nya mampu memuntahkan tenaga sebesar 360 hp at 7,900 rpm, dan torsi sebesar 273 lb-ft pada 4,300 rpm. Ditambah lagi dengan CSL ini banyak mengadopsi teknologi diet atau weigh reduction ala Formula One. Sepertinya beberapa bagian  bodynya terbuat dari carbon fibre reinforced polymer. Bahkan roofnya saja terbuat dari carbon fibre reinforced plastic. Yang berfungsi untuk  membuat centre of gravity nya semakin rendah  dan menambah rigid body CSL.

Manhart-MH3-550-M3-CSL-RHD-x-ART-Indonesia1.Perfourm.com.Bayu-SulistyoJawabannya mungkin saja Hans yang merupakan  pecinta Nissan Skyline GTR ini tidak tahan akan godaan goyangan atau jambakan 500 hp/ 520 N·m dari mesin S85 V10 5.0 Lt yang baru,  dari pada mesin bawaan aslinya yang hanya yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 360 hp/273 lb-ft  dari mesin S54 3,246-cc inline-six.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (125)Terlebih lagi pihak Manhart Performance Jerman menjanjikan extra +50 hp lagi kedalam limited cars pertama mereka di Asia, terutama di Indonesia ini. Jadi nantinya CSL ini akan mempunyai 550 ekor kuda didalam engine baynya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (95)So, siapakah Manhart Performance itu? Dan apakah keunggulannya di bandingkan dengan tuner-tuner BMW lainnya seperti Hamann, Hartge, AC Schnitzer, Alpina, dll ? Manhart Performance GmbH & Co. KG adalah sebuah tuning house spesialis BMW yang berasal dari kota Wuppertal, Jerman. Engine Swap pada mobil BMW dengan mesin BMW teknologi terbaru (M Power) merupakan Trademark atau ciri khas yang membuat Manhart berbeda atau terkenal diantara tuning house BMW lainnya. Seperti BMW E30, E46, atau E90 M3 yang di engine swap menggunakan mesin yang cc nya lebih besar seperti 5.0 L V10 dari M5 E60. Selain engine swap, Manhart juga melakukan performance upgrade pada bagian chassis, ECU, brakes system, suspension, wheels, hingga aerodynamics. Selain BMW, tuning house yang berdiri semenjak 31 tahun yang lalu (1986) ini juga menangani mobil Eropa lainnya, seperti MINI dan yang terbaru adalah Mercedes-Benz dan Audi. Manhart sendiri  levelnya sudah tier 1 (grade 1) untuk tuning BMW, atau sudah selevel dengan tuner pabrikan BMW.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (24)THE OPEN HOUSE

Jadi, apa jadinya kalau salah satu tuner BMW straight outta German datang langsung ke Indonesia untuk mengerjakan limited cars nya. Yang pasti para bimmer akan berbondong-bondong datang untuk berkenalan, chit-chat, dan mungkin tuning biem mereka

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (5)Well, workshop Auto Racing Technik atau ART Indonesia yang terletak di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara ini pun kedatangan beberapa club atau owner dari BMW seri terbaru

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (21)Dan area parking lot ART Indonesia pun menjadi BMW parking lot

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (18)Varian BMW yang banyak mengisi parking lot pada hari itu adalah BMW seri 2 (F22), BMW seri 3 (F30), hingga BMW seri 4 (F32)

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (12)So meet the Manhart Performance guy, Mr. Christoph Erfurt, Managing Director Manhart Performance GmbH  & Co. KG Jerman

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (7)Penggemar kopi dan perokok yang memulai karirnya di dunia modifikasi mobil dengan membangun mobil BMW nya dengan tangan nya sendiri, yang akhirnya mendapatkan perhatian dan customer ketika dia menghadiri sebuah event car meet dengan mobil modifnya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (3)Christoph Erfurt, Managing Director Manhart Performance GmbH  & Co. KG Jerman ini pun di import langsung oleh Setiadi Sungkono atau Hans ,  owner dari workshop ART Indonesia

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (13)“Saya sangat senang sekali bisa menjadi dIstributor resmi atau partner Manhart Performance di Indonesia. Tujuan saya menghadirkan Manhart di Indonesia adalah untuk memberikan yang terbaik bagi customer saya. Karena Manhart sendiri  levelnya sudah tier 1 (grade 1) untuk tuning BMW, atau sudah selevel dengan tuner pabrikan BMW. Jika Indonesia ingin maju, ya harus belajar dari yang terbaik” ungkap Setiadi Sungkono owner dari workshop ART Indonesia.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (14)Tak ketinggalan juga pada hari itu hadir Raymund Ong  dari Auto Racing Technik, Melbourne – Australia. Raymund sendiri merupakan owner sekaligus tuner dari ART Australia yang kebetulan pada saat itu ada di Indonesia untuk melihat Manhart sekaligus me reflash beberapa ECU Supercar

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu SulistyoAcara open house bersama Manhart Performance yang di host oleh ART Indonesia ini pun dimulai dengan perkenalan Christoph Erfurt, Managing Director Manhart Performance GmbH  & Co. KG Jerman kepada para tamu.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (11)Yang di kemudian diikuti dengan memperkenalkan sejarah Manhart Performance dan product knowledge nya yang membuat tuner ini sejajar dengan tuner BMW lainnya, dan tentu saja berbeda .

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (6)Para owner BMW  ini pun mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Managing Director Manhart Performance GmbH  & Co. KG Jerman ini. Bahwa perkembangan teknologi otomotif khususnya BMW sangat lah pesat. Dia juga mengatakan bahwa BMW merupakan satu-satunya pabrikan di dunia yang mempunyai line sport car paling banyak. Yaitu dari M1, M2, M3, M4, M5, hingga M6. Jadi disitulah main core bisnis dari Manhart dimana mereka menyediakan service dan performance part hampir dari semua line up mobil BMW, MINI, Mercedes Benz, hingga Audi. Tak ketinggalan juga mereka bertukar pendapat atau berdiskusi mengenai BMW mereka dengan Christoph.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (17)Setelah berdiskusi Hans pun mengajak para tamu tersebut untuk melihat lebih dekat dan menjelaskan project car Manhart Performance yang merupakan Limited Cars mereka. Yaitu Manhart MH3 550 M3 CSL yang dirubah menjadi RHD atau Right Hand Drive. Dangood news in its the one and only di Asia, terutama di Indonesia.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (20)Christoph juga ikut menjelaskan kepada para tamu menengenai project mobil favorit nya ini. Bahwa mereka menggabungkan 2 Sistem yang berbeda (Sasis dan mesin yang berbeda generasi) hingga semua fungsi dalam mobil tersebut bisa berjalan normal sesuai dengan standar pabrikan BMW (sensor dan sIstem keamanan lainnya). Meskipun performance atau tenaga yang dihasilkan mobil kami untuk track atau circuit, namun mobil tersebut masih nyaman atau bisa digunakan untuk harian. Karena kami memaksimalkan potensi mobil tersebut tanpa menghilangkan unsur kenyamanan dan keamanan layaknya sebuah mobil harian.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (16)Setelah mendengarkan penjelasan dari Christoph Dan Setiadi, para tamu mulai berkeliling menikmati koleksi eksotis nan langka dari owner ART Indonesia tersebut. Seperti 600 hp BMW M3 S85 V10 yang dibangun oleh Piper Motorsports USA.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (23)Acara pun pindah ke luar atau ke area parkir, dimana salah satu mekanik dari Manhart Performance sedang mendiagnosis salah satu mobil tamu yang mengalami masalah

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (25)Christoph pun langsung menjelaskan langsung permasalahan dan solusi yang akan diberikan kepada owner BMW tersebut mengenai tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah atau error apada mobil tersebut.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (22)Hari itu bisa di bilang menjadi a little BMW meet

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (26)Dimana para BMW Enthusiast atau bimer bertemu dan bertukar pikiran dengan salah satu tuner BMW asal Jerman yang sedang naik daun ini

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (27)THE WORKSHOP

Back to the workshop dimana sang Owner ART Indonesia beserta Managing Director Manhart Performance sedang makan siang, saya pun melihat-melihat beberapa koleksi langka dan aneh bin ajaibnya owner dari ART Indonesia ini. Dan uniknya lagi mobil-mobil specialbahkan limited edition ini dinamakan berdasarkan tokoh superhero yang tergabung dalam The Avengers. Seperti julukan Captain America pada Ford GT40, dan The Hulk pada Dodge Viper SRT10 ACR-X

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (61)Dodge Viper yang dijuluki The Hulk karena body dan mesinnya yang super duper OMG ini (8.0 Lt and its V10), merupakan species tertinggi dari si Viper, yaitu ACR-X. Viper ACR X sendiri merupakan Viper yang special dibuat untuk one make series Dodge Viper Cup Series. Dimana power output nya sendiri naik 40 hp (640 hp) dibandingkan dengan versi ACR biasa (600 hp/760 N.m). Istemewanya lagi, si Hulk yang non street-legal car ini mencetak best time 7:03.08  di sirkuit Nurburgring, lebih cepat 9.072 dari versi ACR nya. Dan lebih cepat 5 detik dari Nissan GT-R Nismo N – Attack.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (31)Disamping si Hulk masih ada satu lagi Murican Muscle yang bernama Captain America ini, alias Si legend Ford GT40 yang merupakan juara 4 kali Le mans 24 Hours (1966-1969)

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (43)Dari Hulk dan Captain Amerika, kita beralih ke superhero dari daratan Eropa, yaitu sebuah BMW E30 M3  yang bernama Thor. Lalu apa kekuatan atau specialnya si mobil mas Boy yang dibangun dan di beli dari Piper Motorsport USA?

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (81)Kekuatan utama nya dari si Thor ini adalah modifikasi pada bagian engine baynya, yaitu sebuah mesin S85 5.0 Lt V10  dari BMW  M5 Itu berarti mesin bertenaga 507 hp/348 lb-ft  lebih powerful 300 hp dan 6 silinder lebih banyak daripada mesin OEM E30 M3 2.3 Lt.  namun 5.0 Lt tersebut sudah di stroker menjadi  5.7 Lt dengan Dinan Stroker  kit yang menjadikannya 628 hp/517 lb-ft. Ditambah M5 6 speed manual transmission. Bukan suatu pekerjaan mudah layaknya film Mission Impossible dalam memasukan mesin dan gearbox M5 ke dalam body M3 tersebut. Namun Piper Motorsport USA membuat semua menjadi mungkin dengan mengkanibalkan sebuah mobil BMW E90 untuk diambil partnya seperti front and rear sub frame yang digabungkan dengan body M3 yang bisa dibilang sudah menjadi tubular chassis. Mau tahu mahar si Thor supaya mau diboyong ke Indonesia? Yaitu $224,500 alias ya sekitar 2,9 Milyar. Kini Anda sudah tahu kalo ini bukan mobil nya mas Boy tapi mobilnya mas Superboy.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (33)Tapi ada satu yang membuat workshop ini mempunyai ciri khas alias brand image tersendiri di kalangan car enthusiast Indonesia, yaitu gojira factory alias kandangnya Skyline GT-R.  Mau bagaimana lagi sang owner nya saja adalah GT-R freak.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (15)Di workshop yang terletak di daerah Kelapa Gading Jakarta Utara ini Anda bisa menemukan berbagai macam jenis Skyline atau GT-R, mulai dari R32, R33 Nismo 400R yang sudah sold out, dan juga Mines R34 GT-R. Jadi kalo Anda masih mupeng atau ngidam ingin memiliki Skyline, apalagi Skyline edisi Mines dari R32, Anda bisa datang ke tempat ini.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (127)Dan akhirnya mighty Gojira, alias keturunan terakhir dari Nissan Skyline R34 GT-R, yaitu Nismo Z-Tune. Nismo Z-Tune sendiri merupakan the most powerful and expensive street legal GT-R yang pernah dibuat.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (82)Powerful karena jantung  berkode Z2 dari si Gojira ini dibengkakkan dari 2.6 Lt menjadi 2.8 Lt yang menggunakan race block dari Nismo GT500 Super GT. Power output yang dikeluarkan pun mencapai diatas 500 hp. Sebagai perbandingan dalam 0-402m, Nismo mengclaim bahwa zi Z-Tune ini mampu menempuh 0-402m dengan waktu 10.06 detik, lebih cepat daripada Nissan GT-R R35 2013 yang hanya mampu mencetak waktu 10.08 detik. Sudah dapur pacunya ganas, bodya yang berwarna khas “ Z-Tune Silver” ini juga banyak dibuat dari bahan CRFB atau Carbon Reinforced Fiber yang bentuk dan fungsinya sama dengan yang digunakan pada GT-R Nismo GT500. Tujuan nya jelas, untuk mengejar weight to power ratio.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (156)Dan yang istimewanya lagi Gojira yang berada di ART Indonesia ini mempunyai nomor seri 008/020, alias mobil nomor 8 dari 20 mobil yang dibuat oleh Nismo untuk merayakan 20 tahun ulang tahunnya Nismo. Dan for your info guys , hanya 12 dari 20 mobil OEM Nissan Skyline R34 GT-R V-Spec yang dipilih dan dibeli secara ketat oleh Nismo. Sementara nomor 13 – 20 merupakan mobil para owner GT-R yang ingin mobilnya dirubah menjadi Z-Tune.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (124)Selain Nismo Z-Tune ada juga the real Gojira yang terhitung cukup langka, yaitu Nissan Skyline R32 GT-R V-Spec N1. Dimana jumlah N1 sendiri hanya dibuat sebanyak 245 ekor di seluruh dunia.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (53)Dapur pacu dari si Gojira sendiri merupakan 276 hp RB26DETT yang block nya memakai N1 dengan berbagai macam N1 parts didalamnya. Seperti , N1 pistons, N1 piston rings, N1 head, N1 cams, N1 oil pump, N1 water pump, N1 steel wheel turbos, dan juga parts Nismo lainnya. N1 sendiri berarti kelas dalam race yang memakai mobil dengan basic mobil produksi masal yang digunakan untuk balapan, dengan modifikasi yang terbatas, dan mendapatkan homologate (persetujuan) dari FIA, yaitu Group N.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (55)Dan yang paling bikin mobil yang cuma keluar dengan warna “Crystal White” ini sangat special adalah, kilometernya masih low millage alias rendah, yaitu 567 km. Dengan kata lain mobil ini dari lahir di tahun 1991 hingga 2017 ini (26 tahun), hanya berjalan sejauh 567 km. Setiawan pun mendapatkan mobil ini langsung dari tangan owner nya di Jepang.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (56)Bahkan interiornya masih fresh from the oven layaknya mobil baru, bahkan baunya pun masih bau atau aroma khas mobilu keluar dari pabrik.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (34)Tapi dari sekian banyak Gojira yang ada dan lahir dari ART Indonesia, ada satu ekor yang cukup fenomenal. Yaitu 1000 hp Mines Destrier Ultra GT-R R35, yang merupakan the one and only in the world alias (001/001)

MINE'S Destrier Ultra fine tune at Sentul Circuit, perfourm.com, Bayu Sulistyo Nyonk (19)Destrier Ultra, inilah mahakarya Mines Motosport Jepang yang ada di dunia dalam pertarungannya di dunia per GT-R an dunia. Kuda perang super ini pun menjalankan program diet dari Mines berupa weight reduction dengan carbon fober parts everywhere hingga membuatnya kurus dari 1.740 kg turun sebanyak 150 kg menjadi 1.590 kg. Untuk membuatnya lebih super lagi, mesin VR38DETT V6 yang oem nya saja mampu memuntahkan tenaga sebesar 550 HP, di bengkakkan lagi menjadi 4.1 Lt dengan MINE’S Super response 4.1 stroker kit plus MINE’S big turbine, MINE’S super surge tank kit/intake manifold, High flow throttle system + MINE’S VX-ROM, High flow fuel pump  +1500cc, MINE’S Intercooler, Titan Intercooler  hard pipe kit, dan Titan Suction pipe kit. Hasilnya mesin 4.1 Lt super response ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 1.000 HP.

MINE'S Destrier Ultra fine tune at Sentul Circuit, perfourm.com, Bayu Sulistyo Nyonk (29)Dan karena ART Indonesia sudah menjadi distributor resmi Mine’s di Indonesia, head engineer nya bernama Toshikazu Nakayama, atau yang biasa dipanggil Nakayama-san beberapa kali datang ke Indonesia untuk men tuning Mine’s car di ART Indonesia langsung  dari markasnya Mine’s  di Yokosuka, Kanagawa Prefecture, Japan

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (74) Walaupun semua mobil yang ada di ART Indonesia menggunakan high performance part,dan tenaga yang dihasilkan juga cukup besar. Namun ART Indonesia  menambahkan BRQ Fuel Catalyst pada semua mobil yang di tuning oleh mereka. Dimana BRQ Fuel Catalyst tersebut berperan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar, sehingga mampu menambah tenaga mesin sebesar 5-10%, namun juga mampu menghemat bensin s/d 20%. Dengan kata lainya BRQ Fuel Catalyst buatan Inggris tersebut mampu meningkatkan kualitas bensin yang ada dipasaran Indonesia, sehingga mempermudah dan memaksimalkan proses tuning pada mobil mereka.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (158)Talking about tuning atau reflash, ART Indonesia juga mempunyai divisi yang menangani reflash ECU segala macam mobil, terutama exotic car ataupun sport car. Dimana metode dan alat yang mereka gunakan sama dengan yang digunakan di markas ART Melbourne, Australia. Dan kelebihannya adalah mereka bisa me reflash ECU Anda tanpa menghilangkan warranty dari dealer mobil Anda. Untuk beberapa perusahan mobi, mereflash mobil Anda bisa mengakibatkan warranty atau garansi mobil Anda hilang atau hangus.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (119)Meet the man behind the ECU, yaitu Raymund Ong yang merupakan owner dari Auto Racing Technik Melbourne, Austalia yang juga seorang tuner. Hampir semua ECU mobil pernah dia reflash, mulai dari mobil harian, sport car, super car, hingga race car. Dari yang reflash untuk meningkatkan performance dari mobil tersebut, hingga request yang aneh bin ajaib. Seperti pada beberapa owner supercar di Australia yang ingin back fire pada mobilnya berwarna ungu, irama atau nada anti lag sytemnya yang  bervariasi, suara exhaustnya yang gurih, hingga backfirenya yang minta diperpanjang.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (115)THE PROJECT

Back to our main course, yaitu proyek Manhart MH3 550 M3 CSL RHD. Tampak Hans owner dari workshop ART Indonesia sedang berdiskusi dengan Christoph sang managing director dari Manhart Performance Jerman

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (94)BMW E46 M3 CSL yang basicnya suda high performance dan banyak mengadopsi teknologi dari F1 ini, dirasa kurang memenuhi hasrat terliar dari Manhart Performance untuk membangun sebuah the ultimate joy of BMW. Mulai dari engine swap mesin S85 5.0 Lt V10 dari BMW M5 yang dibengkakkan menjadi 550 HP (OEM 500 hp), dan beberapa performance parts pendukung lainya yang merupakan lansiran dari Manhart Performance. Mulai dari exhaust system, performance box, suspension, wheels, hingga aerodynamics.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (37)Untuk rimsnya sendiri, sementara masih menggunakan rims bawaan CSL yang dibalut dengan Toyo Proxes R888 sehingga mampu membuat monster 550 hp ini grip ke lintasan.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (40) Power is nothing without control. Untuk bagian kaki-kakinya, KW Coilover kit Clubsport 3-wayyang merupakan special order untuk Manhart akan menjaga body CSl untuk tetap rigid ke track dan juga sebagai pegangan brake system OEM CSL

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (97)Masuk kedalam interior atau cockpit MH550 ini, untuk sementara Anda hanya menemukan Manhart steering wheel yang dibakut dengan suede serta carbon fiber pada bagian paddle shift nya

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (52)Speedometer MHR MH3 V010 yang memang dibuat oleh Manhart untuk BMW seri 3 yang di engine swap dengan menggunakan mesin S85 V10

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (121)Lalu sebagai pelengkap speedometernya, ada MHR engine cut off dengan aksen carbon fiber.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (39)Pada bagian body atau eksterior body CSL berwarna black sapphire metallic ini akan tampil semakin sporty atau racing dengan beberapa parts aerodynamics  Manhart yang terbuat dari carbon fiber, seperti Manhart carbon hood

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (36)Dan juga Manhart carbon trunk

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (99)Untuk urusan kualitas, kekuatan, dan keamanan, Manhart tidak ada kompromi atau diskon dalam ketiga hal tersebut. Manhart sadar bahwa yang diciptakan nya adalah Monster, jadi ke-3 hal tersebut adalah prioritas mereka dalam membuat suatu produk. Yang mereka lakukan adalah memaksimalkan potensi dari part OEM mobil tersebut dengan sedikit sentuhan khas Manhart.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (19)Team dari Manhart Jerman mulai mentransfer teknologi dan S.O.P (Standart Operational Procedure) dalam membangun mobil ala Manhart Jerman yang kalo saya dengar dan lihat sama dengan S.O.P nya dealer resmi BMW. Salah satu crew ART Indonesia yang terlibat dalam pembangunan Manhart MH3 550 CSL RHD ini ada Bimo yang merupakan Chief Engineering dan Managing Partner ART Indonesia. Bimo sendir juga arek Suroboyo, mantan drag racer nasional team Jawa Pos Racing Team dengan Civic EF9 di era akhir tahun 90’an hingga 2000 awal.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (93)Banyak PR yang harus dilakukan oleh team Manhart dan juga crew dari ART Indonesia, salah satu PR utama mereka adalah meletakkan beberapa part dari Left hand Drive atau stir kiri  menjadi Right Hand Drive. Dan semuanya harus sesuai dengan OEM BMW stir kanan. Hal itu dilakukan  agar semua sistem,fungsi, keamanan, serta kenyamanannya seperti mobil OEM BMW Right Hand Drive. Seperti ABS Pump & Modulator yang juga ikut dipindahkan dari kiri ke kanan. Pokoknya apapun part yang terletak disbelah kiri, harus berada di sebelah kanan. Termasuk jalurnya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (98)2 hal yang paling rumit alias complicated adalah pada bagian steering rack dan hub, dimana para mekanik ART Indonesia harus menyesuaikan sama persis dengan dudukan steering mobil BMW stir kanan, alias memirorkan dari kiri ke kanan.Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (105)

Namun musuh utama atau PR yang paling ruwet bin mumet ketika kita meng engine swap atau konversi dari LHD ke RHD adalah pada bagian wiring. Ini adalah bagian paling krusial atau penting dari sebuah mobil, ya ibaratnya ini adalah bagian syaraf dari tubuh kita. Dimana terdiri dari ratusan bahkan ribuan kabel yang berasal dari mesin gelondongan atau half cut yang harus disambungkan secara benar dan tepat dengan semua instrumen atau sensor dan panel supaya bisa terintregasi, alias hidup dan berfungsi secara normal.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (128)

Jika ada yang miss saja satu, maka akibatnya adalah stroke alias mobil terbakar. Oleh karena itu orang Manhart sport jantung akan hal ini, karena yang pasti wiringnya bertambah panjang (dari sistem kiri ke kanan), lalu sambungannya dikuatirkan tidak tersambung dengan sempurna. Dimana yang ditakutkan kedepannya akan menimbulkan masalah dan akan membuat lama pen diagnosisan menggunakan alat karena lokasinya susah ditemukan.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (126)Tapi untungnya ART Indonesia mempunyai  Ismail, salah satu mekanik handal yang serba bisa, mulai dari mesin hingga wiring. Diaah yang merangkai dan menyambung wiring satu persatu dari mesin ke  body dan dashboard.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (103)Dalam pengerjaannya , dia dibantu oleh Pak Dudunk  yang lebih banyak pengerjaan pada bagian mesin. Merekalah yang selama 1 1/2 bulan full throtle alias ngebut membangun mobil ini dari nol.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (104)Setelah semua wiring dan sistem tersambung dan terintergrasi dengan ECU, maka crew mekanik Mahanrt yang bernama Leon ini pun langsung mengecek, merapikan, dan mengerjakan bagian yang berhubungan dengan ECU atau bagian fital lainnya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (59)Anda mungkin melihat CSL ini sudah naik mesin dan wiring sudah terpasang di dalam mobil, namun sesusungguhnya project ini sudah berlangsung sekitar 1 ½ bulan sebelum team Manhart datang ke Jakarta. Jadi mereka membangun mobil ini dari nol sesuai dengan blue print yang diberikan oleh Manhart. 1,2,dan 3 hari berlalalu. Pengerjaan CSL ini pun dikebut dan di lembur supaya sebelum team Manhart pulang Ke Jerman, mobil ini harus bisa menyala supaya mempermudahkan pekerjaan mereka. Berjaga-jaga siapa tahu ada part yang dibutuhkan atau pun trouble shooting yang membutuhkan bantuan  langsung dari Jerman.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (117)Hari ke-3 dari kedatangan team Manhart ke Indonesia, angin segar pun berhembus di hari itu. Seluruh wiring pun sudah terpasang dan terintegrasi dengan ECU dan sistem pada CSL ini.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (107)Itu berarti selangkah lagi mobil ini di hidupkan untuk pertama kalinya. Leon pun mulai mengecheck sistem pada yang terhubung dengan ECU CSL tersebut. Hal ini untuk memastikan  semua wiring sudah tersambung dengan baik pada seluruh sistem termasuk ECU nya. Jika ada yang error atau belum tersambung, maka indikator pada program di laptopnya akan mengeluarkan kode error.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (131)Christoph sempat mengingatkan kepada Hans perihal first ignition atau engine start pertama kali yang bisa menyebabkan mobil terbakar akibat koslet karena wiring tidak tersambung dengan baik. Atau jika semua wiring, maka everything is ok. Setelah sempat mempersiapkan tabung pemadam kebakaran, akhirnya untuk pertama kalinya mesin dihidupkan, dan its alive. Si V10 pun untuk pertama kailinya, dan suaranya pun sungguh sangar, meskipun hanya header saja yang terpasang.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (96)Dengan menyalanya mesin 550 hp S85 5.0 Lt V10 itu berarti Manhart MH3 550 M3 CSL RHD di Indonesianya ini secara resmi hidup.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (62)Itu berarti kerja keras dan lembur team mekanik ART Indonesia selama kurang lebih 1 bulan setengah terbayar sudah. Raut wajah Hans pun tampak sumringah setelah melihat dan mendengar V10 di CSL nya hidup dengan normal. Dengan menyalanya V10 pada CSL berwarna hitam ini berarti sudah setangah jalan lagi proyek ini selesai.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (101)Hidup satu, datang lagi satu. Ya benar, ternyata proyek Manhart di Indonesia tidak hanya 1 buah mobil BMW. Hans ternyata mempunyai 1 mobil lagi, yaitu BMW 1M

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (109)Yes guys, V engine is in the air. Jika CSL tadi memakai mesin V10 dari M5, maka 1M ini memakai mesin 414 hp  S65  V8 4.0 Lt yang di comot dari mobil BMW M3 E92.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (46)Mesin bawaan 1M yaitu 340 hp N54 twin-turbocharged yang hanya 4 cylinder ini, digusur dengan mesin V8 yang powernya 50 hp lebih besar (414 hp) dari mesin twin-turbocharged bawaan mobil yang berwarna black shappire ini. Bisa dibayangkan power weight to ratio nya seperti apa ketika mesin bertenaga 414 hp  masuk ke dalam coupe seberat 1,495 kg ini

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (45)Sama seperti PR yang dihadapi pada MH3 550 V10 CSL, yaitu wiring nya. Namun wiring di 1M coupe ini sedikit lebih berantakan daripada di CSL. Itu berarti PR lagi bagi team Manhart dan ART Indonesia mengintegrasikan semuanya layaknya CSL ataupun mobil normal.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (48)Dan bagi Manhart, well ini adalah pertama kalinya mereka mnegerjakan sebuah 1M Coupe di swap dengan mesin S65 4.0 Lt V8. Jadi nantinya di line up Limited Cars di website mereka bertambah lagi dengan kode MH1 450 V8.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (114)Setelah merangkai beberapa wiring yang terdapat di 1M ini, Leon pun mulai mendiagnosis sistem dari mobil tersebut untuk mencari tahu apa saja yang belum tersabung atau troubleshooting nya sehingga bisa mereka diskusikan dengan kantor pusat mereka di Jerman, mengingat ini adalah proyek mereka yang pertama dengan 1M yang di swap dengan S65 V8.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (130)Cara mendiagnosisnya adalah dengan menyalakan kunci hingga sampai power on atau check engine saja. Ternyata sistem keamanan seperti airbag dan seatbelt terpasang dengan baik, kecuali check enginenya yang belum menyala karena wiring mesin nya bermasalah. Jadilah solusi yang diberikan oleh Manhart yaitu memesan wiring mesin baru langsung dari BMW Jerman.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (60)Sementara nasib 1M menunggu wiring dari Jerman supaya bisa mesinnya dinyalakan, MH3 550 nya sedang dibongkar ulang atau diturunkan lagi mesinnya untuk mengemal atau set jalur oli ABS nya, dan PR utama selain wiring, yaitu steering shaft nya yang harus bisa berfungsi secara normal tanpa terbentur mesin dan header.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (120)Belum kelar 2 proyek V engine series nya yang masih banyak PR yang harus dilakukan oleh team ART Indonesia dan juga Manhart Jerman, datang lagi 1 BMW series 3 F30 berwarna lagi-lagi black alias hitam. Dan saya mempunyai firasat yang kuat soal si black BMW ini. Yaitu the V engine is so strong

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (123)Benar saja, si F30 ini ternyata menggendong mesin S65 V8 4.0 Lt yang sama persis dengan yang digunakan pada 1M yang mengalami kendala pada wiring mesin nya dan tidak mau menyala.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (129)Well, back to 1M saya baru pertama kali ini liat seorang mekanik bekerja dengan mechanic wearnya yang berupa kemeja lengan panjang putih, dimasukkan ke dalam celana jeans lagi. Rapi sekali.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (136)Hari Rabu, Ini adalah hari terakhir team Manhart Jerman berada di Indonesia. 2 mobil telah berhasil di diagnosis, sementara 1 mobil masih on progress menunggu konfirmasi dari sang owner dilanjutkan atau tidaknya proyek F30 V8 nya tersebut.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (139)Selagi menunggu datangnya malam hari atau waktu boarding pesawat yang mengantarkan Christoph dan Leon pulang ke Jerman. Tak ada salahnya mereka mencoba dan merasakan sensasi “joy of driving” nya BMW E30 “Frankenstein” V10 dari Piper Motorsport USA yang the one and only in the world.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (133)Siapa yang tidak tergoda merasakan sensasi keliaran mesin S85 5.0 Lt V10  dari BMW  M5  yang sudah di stroker menjadi  5.7 Lt dengan Dinan Stroker  kit yang menjadikannya tenaga puncaknya mencapai 628 hp/517 lb-ft

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (141)Jadilah Hans mengajak Christoph untuk merasakan sensasi keliaran tenaga dari M3 V10 yang staright outta USA ini dijalanan daerah sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (142)“Sangat mennyenangkan sekali mengendarai mobil ini. Dan saya tidak menyangka bahwa saya bisa mengendarai mobil yang viral di internet dan ingin saya kendarai ini di Indonesia. Sungguh luar biasa dan tidak duga sama sekali. Terima kasih untuk Hans yang sudah memperbolehkan saya mengendarai mobil yang bagus ini. Jika mobil ini mau dijual, dia harus memastikan bahwa saya orang pertama yang harus dia hubungi” kesan Christoph sang Managing Director Manhart Performance Jerman setelah mencoba BMW E30 V10 milik Hans.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (144)Bahkan Christoph sampai membuat live video dengan rekan kerjanya di markas Manhart Jerman lengkap dengan bahasa seperti dalam film Ainun Habibie. Namun bedanya ini tanpa subtitle Bahasa Indonesia.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (138)Tanpaknya ke-2 orang Jerman ini gagal move dengan M3 V10 ini. Padahal mereka sendiri mempunyai limited cars E30 M3 yang sama namun berbeda engine dan chassis. Yaitu MH3 M3 V8  yang mengusung mesin S62 dari BMW M5 E39 (420 hp/450 Nm). Sementara M3 yang ini S85 5.7 Lt V10  dari BMW  M5  (628 hp/517 lb-ft)

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (145)Well, waktunya sang Frankenstein untuk naik ke atas towing menuju sebuah event auto show yang terletak di tengah kota Jakarta. Mobilnya mas Boy yang custom made in USA ini benar-benar keren cing!. Sempurna di setiap sudutnya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (146)Setelah puas mencoba M3 V10 bernama Thor tersebut, kami pun kembali ke dalam workshop dan melanjutkan pekerjaan terakhir sebelum crew Manhart ini pulang ke Jerman. Yaitu memberitahukan kepada ke Raymund mengenai ECU dan sistem yang harus dikerjakannya selepas mereka pulang.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (70)Dan akhirnya tugas team Manhart Performance di Indonesia sudah selesai, dari hari Minggu hingga hari Rabu (4 hari) mereka telah bekerja dari jam 9 pagi hingga kadang sampai jam 9 malam. Beberapa jam sebelum mereka berangkat ke Bandaran Soekarno-Hatta, mereka pun menyempatkan diri untuk berphoto bersama  dengan owner dan crew ART Indonesia.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (76)THE AUTO SHOW

Keesokan harinya , atau hari Kamis selepas team Manhart Performance Jerman kembali ke negara nya. Saya pun mengunjungi event auto Pro yang terletak di Jakarta Covention Center, dimana ART Indonesia membuka booth BRQ Fuel Catalyst dan juga sebuah demo car nya yaitu Nissan Skyline R34 GT-R Nismo Z-Tune. Di boothnya juga sudah terpampang logo dan mobil Manhart Performance yang menandakan mereka sudah resmi menjadi distributor resmi mereka untuk Indonesia. Dan juga digunakan dalam iklan BRQ, dimana ke-2 limited cars Manhart di Indonesia menggunakan BRQ Fuel Catalyst.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (154)Walaupun Nismo Z-Tune ini menggunakan high performance part,dan tenaga yang dihasilkan juga cukup besar. Namun ART Indonesia pun menambahkan BRQ Fuel Catalyst pada GT-R ini. Dimana BRQ Fuel Catalyst tersebut berperan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar, sehingga mampu menambah tenaga mesin sebesar 5-10%, namun juga mampu menghemat bensin s/d 20%. Dengan kata lainya BRQ Fuel Catalyst buatan Inggris tersebut mampu meningkatkan kualitas bensin yang ada dipasaran Indonesia, sehingga mempermudah dan memaksimalkan proses tuning pada ke -2 mobil tersebut

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (73)BRQ Fuel Cataylst adalah katalisator murni yang bekerja secara kimiawi menyempurnakan proses pembakaran pada mesin. BRQ Fuel Cataylst bekerja dengan cara merubah struktur kimia bahan bakar sehingga menghasilkan bahan bakar berstruktur kimia baru. Keuntungan yang dihasilkan dari Fuel Cataylst buatan Inggris ini seperti :

  • Tidak bersifat additive
  • 1x pasang efektif s/d 400.000 km
  • Tidak merusak garansi mesin
  • Membersihkan kerak karbon dalam ruang bahan bakar mesin
  • Garansi 90 hari uang kembali
  • Dapat dipindahkan ke mobil lain
  • Menambah tenaga mesin 5 s/d 10%
  • Hemat BBM s/d 20 %
  • Meningkatkan kualitas bahan bakar
  • Menurunkan kadar sulfur dioksida
  • Mengurangi emisi s/d 50%

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (89)THE HOME WORK

Kembali ke workshop ART Indonesia, di hari terakhir saya di workshop ini, para mekanik dan crew ART Indonesia sudah berhasil menurunkan atau over houl lagi mesin V10 5.0 Lt seberat 240 kg  ini untuk melakukan custom header, head cylinder, dan pembuatan ulang alur ABS.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (83)Jika Anda pernah membayangkan seperti apa besar dan beratnya dari mesin seberat 240 kg ini ditambah lagi dengan gearboxnya? Well, this is it, BMW S85 V10 5.0 Lt engine with gearbox yang panjang nya hampir memakan satu body 1M, dan besarnya seperti mesin truck Colt Diesel atau Dyna yang cuma 4 silinder turbo tapi Cuma bertenaga 71 psi

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (162)Dan inilah PR utama dari MH3 550 selain pada bagian wiring dan electrical nya, yaitu steering shaft yang tidak boleh menyentuh atau bergesekan dengan cylinder head, dan juga header. Mengingat space atau ruang yang tersedia di area ini sangat sempit, jadi diputuskan untuk mengorbankan header bawaan CSL dan juga cylinder head agar steering shaftnya bergerak dengan bebas.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (160)Pada bagian cylinder head mereka harus memapas sekitar beberapa mili meter agar steering shaftnya tidak bersentuhan dengan cylinder head

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (164)Dan pada bagian headernya mereka harus benar-benar mengcustom ulang header oem CSL ini, mulai dari membentuk ulang dan mengelas dengan tig welding di beberapa bagian dari header supaya tidak lagi bersilahturahmi dengan steering shaftnya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (85)

THE CUSTOMER

Selagi mekanik ART Indonesia sedang mengcustom cylinder head dan header dari CSL tadi, ART Indonesia juga menerima service harian atau reflash ECU dari pada customernya. Seperti BMW M135 yang akan di reflash ECU nya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (84)Namun yang membuat proses pencopotan ECU pada mobil ini pun berlangsung ribet dan a lot, ternyata ECU nya oleh para engineer BMW di lekakkan dibalik intake nya. Inilah kenapa para mekanik membenci para engineering.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (86)Selain BMW M135, ada juga si Tommi Makinen Evo VI yang mampir ke ART Indonesia untuk melakukan reflash pada ECU nya. Well ini adalah Evo yang paling langka dan diburu oleh para kolektor dan juga JDM boys (total 1.500 seluruh dunia). Di Indonesia sendiri populasinya bisa ihitung dengan 5 jari, dan hanya beberapa yang masih berkeliaran, yang lainnya ada yang terbalik sewaktu rally, dan terbakar. Sementara yang Anda lihat ini adalah Tommi Makinnen Edition bersertifikat dari Mitsubishi Motor Japan , eks bos pengusaha bis asal kota Surabaya.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (163)Raymund pun tampak senang bisa me reflash mobil hadiah untuk Tommii Makinen karena berhasil  mengantarkan Mitsubishi menjadi juara dunia WRC sebanyak 4 kali berturut-turut.

Manhart x ART Indonesia. Perfourm.com. Bayu Sulistyo (96)So, bagaimana kelanjutan dari proyek Manhart MH3 550 M3 CSL RHD yang bernama Hawkeye , dan juga Manhart MH1 M3 V8 yang bernama Black Widow? Saya sendiri penasaran untuk merasakan kelaiaran si Hawkeye dan Black Widow. Rencananya si tuner Manhart akan datang kembali ke ART Indonesia untuk final check, fine tuning serta test drive ke-2 mobil ini. So stay tune di Perfourm untuk kelanjutan dari Project cars dari 2 anggota The Avengers ini.

To Be Concluded..

 

Your Link :

BRQ Fuel Catalyst

ART Indonesia

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!