BSD CITY GRANDPRIX 2017

New Circuit has been unlocked! That rights guys. BSD City Circuit yang terletak di jantung kota mandiri BSD atau Bumi Serpong  Damai di kota Tangerang, Banten menjadi new battle field bagi para pembalap nasional Indonesia yang haus akan namanya sirkuit baru. Dan kebetulan  saja sirkuit yang dibangun di tahun 2017 ini, merupakan sirkuit jalan raya ala Monaco ataupun Macau Grand Prix dengan memanfaatkan ruas jalan  BSD City.

Aura event ini pun dibuat mirip seperti  gelaran Singapore Grand Prix lengkap dengan tenda-tenda di area belakang pit atau pun tenda VIP yang terletak pas didepan garis start. Papan hall of fame, food truck, live music, tribun penonton, area parkir,  dan  toliet yang bersih menjadi fasilitas pendukung yang benar-benar dipersiapkan untuk memanjakan para penonton.

BSD City Circuit sendiri  merupakan sirkuit yang memanfaatkan ruas jalan raya BSD City sepanjang 3 km dengan lebar 9,25 hingga 10,5 m. Jumlah tikungannga sendiri terdiri dari sebanyak 12 tikungan dengan 2 hairpin atau u turn,  dan 2 chichane. Dimana sirkuit ini akan sangat amat menyiksa bagian breaking system karena tikungan kanan dan kirinya sama rata, dengan rata-rata dari full throttle ke brake lagi secara berulang-ulang. Dan tentu saja menyiksa stamina dan mental si pembalap.

Untuk keamanannya sendiri, pihak panitia pun mengikuti aturan main atau standar dari FIA yaitu FIA grade 3. Yaitu menempatkan  lempengan besi pelindung di bagian bawah dan pagar berkawat diatasnya di area sisi bagian luar tepi sirkuit setinggi 2,5 m.  Ini akan melindungi penonton yang berada diarea luar pagar dari serpihan mobil jika terjadi insiden. Aspalnya sendiri saya liat jauh lebih baik daripada dengan Sentul, yang dimana performance dari mobil dan pembalap akan jauh lebih baik daripada di Sentul.

Untuk area pit nya sendiri tidak sebanyak yang ada di Sentul internationa Circuit. Pit di area pit lane sendiri jumlahnya sangat terbatas, dan yang beruntung mendapatkan pit yang PeWe atau Posisi Wenak ini adalah team-team “Bintang”nya atau “artis”nya ISSOM Sentul.

Seperti Landy Land yang menjadi tuan rumah. Disamping itu ada juga Jakarta Ban Motorsport, Pertamax Motorsport, Toyota Team Indonesia, Honda Racing Indonesia, R Speed, Garden Speed, AP Speed,  Abunawas Technica feat. Shift Engineering, Engine Plus feat. JSTC & Gazpoll, ABM Motorsport, Fresh Fruits, dan Extra Joss Blend Racing Team.

Area pit lanenya sendiri bisa dibilang mirip dengan pit lanenya nascar yang area tembok pit wall nya sendiri jauh di depan. Maklum saja ini adalah pit lane dadakan, namun tetap diperhitungkan faktor flow dan safetynya.

Dan salah satu ciri khas sirkuit jalanan adalah pagar pembatas yang menjulang tinggi. Satu-satunya space area terbuka di tepi lintasan adalah kotak kecil untuk para marshal mengibarkan bendera mereka. Ini menjadi PR bagi kami para photographer untuk mendapatkan space terbuka atau angle terbaik.

Ditambah lagi jarak dari 1 spot ke spot lainnya sangat jauh,dan hanya bisa dilakukan dengan cara jalan kaki. Ada beberapa orang yang naik motor, hanya saja harus melambung jauh. Ditambah lagi cuaca pada event kali itu panas ataupun mendung dengan kelembapan yang cukup tinggi.

Sementara sisa team lainnya, paddock nya berada di area ujung  jalan raya di dekat tikungan hairpin (turn 11). Ya kurang lebih paddocknya mirip dengan anak drag race sewaktu event drag race yang di gelar di jalan raya.

Boys will always be boys. Meskipun paddock mereka tergolong mewah alias mefet sawah, namun mereka pun tetap enjoy. Bahkan para anggota E30 Register BMWCCI merubah taman di belakang paddock mereka menjadi BBQ party. Satu hal yang tidak bisa dilakukan di area belakang pit Sentul.

Yaitu BBQ lengkap dengan grill dan tentu saja patty yang menggoda iman perut Anda yang sedang weight reduction

Well, E30 Register BMWCCI sangat tahu cara untuk memanjakan perut bagi para pembalap, crew, dan anggotanya dengan sebuah burger yang straight out of grill di belakang paddock mereka. And its free..selama Anda Bimmer. Saya pun mencoba hamburger mereka, patty nya benar-benar nendang.

Tak hanya urusan perut saja para Bimmer atau anggota BMWCCI kompak, untuk urusan transport dari paddock ke area briefing yang tergolong jauh. Mereka pun membutuhkan MRT atau Mass Rapid Transit yang emergency, jadilah towingnya PAG dijadikan moda transportasi dari paddock ke tenda briefing

When you’re a classic guy, but motorsport is life. Dan tiba-tiba di area pit lane datanglah seseorang yang bergoncengan dengan anaknya lengkap dengan Helm balap mengendarai sebuah Honda CB100 “glatik” seperti yang saya miliki di kos saya di Surabaya. Anda dan saya pasti sudah bisa menebak siapa orang dibalik helm Arai tersebut (jika Anda pemerhati helm).

Meet Sunny TS  yang pada race kali itu datang ke sirkuit BSD City dengan mengendarai Honda CB 100  lengkap dengan helm balap Arainya. Inilah fungsi dari custom helmet atau helm yang berlivery, dari jauh saja Anda sudah tahu atau kenal siapa orang dibalik helm tersebut tanpa harus melihat lebih dekat nama pembalapnya, karena corak atau livery dari satu pembalap dengan pembalap yang lain pasti berbeda-beda.

BMW E30 milik Silas dari ABM Motorsport ini pun kembali lagi ke wujud aslinya, setelah crew Motorsoul Indonesia melakukan operasi plastik lagi pada E30 yang dulunya berwujud seperti Hot Wheels ini. Namun jangan anggap remeh dulu pada E30 ini, karena engine mounting mesin 6 silindernya sendiri sudah mundur kebelakang, hingga membuat center gravity dan weight distributionnya mendekati 50-50. Yang berarti balance.

Opening Ceremony nya pun cukup meriah dengan adanya marching band, para tamu undangan VIP seperti Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, dan juga para pembalap yang berada diatas stage bersama para panitia dan undangan. Termasuk Ananda Mikola yang bertugas sebagai ketua panitia BSD City Grandprix 2017 yang mengundang salah satu temannya yaitu Mathias Lauda anak dari pembalap legend F1 Niki Lauda (paling kanan bawah) untuk datang menyaksikan jalannya BSD City Grand Prix. Saya pun baru sadar kalo itu anaknya Niki Lauda. Kesempatan selfie pun hilang…

Dan karena euforia 17 an masih terasa, jadilah seluruh pembalap, official, dan undangan diajak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan teriakan “ MERDEKA !!”

Dan karena waktu race nya yang terbatas , jalan ditutup jam 07:00 pagi, kemudian dibuka pada jam  17:00 sore. Maka hanya terdapat 7 race dari ISSOM yang mengisi slot waktu BSD City Grandprix 2017. Yaitu MB Club INA Race Championship, ETCC Euro 2000, Japan Super Touring Championship, STC 2 ( STC 1600, STC retro & Super Car), ETCC Euro 3000, STC 1 ( 2100 – 3600), dan akhirnya Indonesia Touring Car Championship (ITCC Kejurnas). Race pertama di mulai dengan MB Club Ina  Race Championship

Berbagai macam cara para pembalap ini menghiasi interior Benz mereka, mulai dari menempelkan berbagai macam stiker yang berbau maco dan religi

Hingga menempelkan H pattern shiftingnya dan peta dari BSD City Circuit. Maklum saja mereka masih lugu soal medan perang sirkuit sepanjang 3 km dengan 12 tikungan di dalamnya. Jadi kalo kata Dora The Explorer..katakan Peta.

10 menit sebelum race, para pembalap pun mulai terlihat tegang untuk menghadapi balap jalan raya mereka yang bisa dibilang rawan terjadinya insiden sesama pembalap ataupun dengan tembok pembatas.

Maklum saja, mereka baru bisa melakukan free practice atau trial sirkuit pada hari Jum’at nya

Sebelum race di mulai Clerk of the Course (COC) dan Safety Car biasanya memutari track untuk memastikan bahwa track dalam kondisi aman dan siap race.

Supaya kejadian pada hari Jumat tidak terulang kembali. Yaitu sebuah mobil umum nylonong masuk untuk ikut free practice. Untung saja free practice memasuki menit terakhir dimana hanya tersisa beberapa pembalap yang menyelesaikan latihan nya. Panitia pun dengan tanggap langsung memandu mobil tersebut untuk keluar dari lintasan.

Sebanyak  18 pembalap dengan berbagai macam jenis Mercedes Benz  berjejer rapi di area grid start untuk memulia race 1 di BSD City Grandprix 2017 sebanyak 10 lap atau 30 km.

Dog fight pun mulai terjadi semenjak garis start hingga chicane yang sengaja dibuat oleh panitia untuk mengurangi speed para pembalap

Beberapa pembalap Benz ini pun harus out atau D.N.F dari jalannya race, seperti Rendison dari Ecurie Cinere dengan Mercedes Benz W210 190E yang out di lap ke-5. Sebelum out Rendison mampu mencetak best time 1:50.264

Dan yang keluar sebagai juara 1 atau podium 1 di MB Club INA Race Championship di BSD Circuit adalah Davi Saputra dari dengan MB W124/320E yang berhasil  finish 1 dan mencetak best time 1:45.494. Dia pun berhasil mencetak Circuit record lap dan Circuit best lap untuk race MB Club INA Race Championship.

Di race yang ke-2 ada ETCC Euro 2000 dimana sebanyak 17 pembalap dengan 3 macam pabrikan mobil, yaitu BMW, Benz, dan Peugeot bertarung untuk merebut podium 1 di Euro 2000. Aditya K. Arifin dari E30 Register Motorsport berhasil meraih podium ke-3 di kelas Euro 2000 novice dengan best timenya 1:57.892

Karena tipikal sirkuit jalanan yang pendek dan sempit, jadilah Anda bakal lihat adegan khas film action sekelas fast and furious yaitu dog fight dengan side by side atau door to door. Abraham Busro dari team Gazpoll Racing Team dengan E36 kuningnya tampak begitu ngotot mempertahan kan posisinya dari serangan Gezha Sudirman dari [email protected] Racing. Akhirnya dog fight itu dimenangkan oleh Abraham Busro yang berhasil finish ke-7 (overall), sekaligus naik podium 1 di kelas Euro 2000 Novice dengan best timenya 1:52.827. Sementara Gezha sendiri finish diposisi ke-9 (overall), namun naik podium ke-3 Euro 2000 Promotion dengan best timenya 1:50.981

Gerhard Lukita, pembalap muda dari ABM Motorsport berhasil mematahkan dominasi para pembalap Euro 2000 Pro dalam posisi top 5. Gerhard yang merupakan pembalap kelas Euro 2000 Master ini berhasil finish di posisi ke-2 Euro 2000 dengan best timenya 1:42.651, sekaligus membawanya ke podium 1 Euro 2000 Master.

Masuklah kita ke race ke-3 yang di isi oleh barisan line up para JDM boys, yaitu Japan Super Touring Car Championship atau JSTC

Seperti biasa race yang berisikan teman bermain JDM car enthusiast ini diawali dengan tos bersama sebelum mereka ber dog fight ria di dalam lintasan.

JSTC pada seri BSD City Grandprix ini mendapatkan cameo atau new challenger berupa sebuah Subaru BRZ yang di persenjatai dengan mesin 2JZ yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 600 hp, lengkap dengan drift spec tetek bengek lainnya. Dan BRZ ini menjadi mobil terganas alias paling besar hp nya diantara kawanan Honda boys yang cuma 200 -300 an hp. And the pilot? Seorang top qualifier Kejurnas Super Drift 2017 dan juga juara ke-2 atau runner up King of Nations Pro Series  2017 Malaysia, AkBar Rais dari Bank BJB HGMP Racing Team. Diatas kertas, Akbar sudah pasti mampu meninggalkan jauh kawanan Honda boys karena mobilnya paling nendang, tapi masalahnya Akbar Rais baru pertama kali ini turun balap touring dengan BRZ nya yang ber spec drift.

Race  yang di ikuti oleh sebanyak 14 peserta ini pun di mulai dengan M. Herdy berada di grid 1 atau P1 di ikuti oleh Rian Risky (EG6) di grid ke-2, dan Welly (DC2) di grid ke-3

Tepat di chicane pertama atau turn 1, 2 , dan 3. Keadaan pun menjadi chaos ala pasar senggol, rombongan yang di dominasi oleh Honda boys ini pun saling berebut masuk ke dalam turn 1.

Dari 14 pembalap yang mengikuti JSTC ada 1 pembalap yang tergolong pembalap senior Indonesia, yaitu Chandra Alim dari Sigma Speed yang mempiloti Suzuki Swift Turbo. Pembalap yang mulai balapan dari Sirkuit Ancol ini sangat antusias akan hadirnya sikruit BSD City karena baginya Sentul Sirkuit adalah sirkuit yang membosankan atau gampang ditebak. Sementara sirkuit favoritnya adalah Sirkuit Ancol.

Namun sayangnya mungkin karena sirkuit BSD  City ini juga sukar ditebak, Chandra Alim terpaksa harus out dari race di lap ke-7 setelah Swiftnya menghantam tembok pembatas di turn 6. Pembalap senior ini pun terpaksa D.N.F di JSTC. Best time Chandra Alim sebelum out dari race adalah 1:48.150

Tak hanya Chandra Alim saja yang merasakan susahnya BSD City Circuit, Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team juga merasakan empuknya tanah di turn  3 setelah rem nya blong pada saat QTT. Track ini benar-benar menyiksa rem, bahkan saking blong remnya akibat kampas rem atau brake pad nya habis, keluarlah api dari hasil gesekan antara brake disk nya dengan lempengan besi di brake pad. Setelah mobilnya terlempar keluar dari track, Luckas pun tampak memadamkan api yang keluar dari 2 bannya. Untung nya di race day dia mampu memperbaikinya dengan finish ke-3 (overall), dan naik ke podium ke-1 kelas 2B Force Induction (1600cc-2000cc) dengan best timenya 1:46.194

Penonton disini benar-benar dimanjakan karena bisa sangat dekat melihat para pembalap memacu mobilnya. Namun hal tersebut menjadi gangguan bagi para pembalap. Yang saya dengar dari HT para marshal bahwa di beberapa area ada laporan bahwa penontonnya sampai menempel di pagar pembatas, bahkan si tongsis atau tongkat narsis sambil menjuruk masuk kedalam. Para Marshal pun langsung meng sterilkan beberapa area yang rawan penonton nekad tersebut.

Ferry Yanto H dari Gazpoll Racing Team  dengan Evo 3 nya terpaksa harus out atau D.N.S dari race di lap awal

Sementara sang new kid on the blocks, tampaknya harus melemaskan sedikit tangannya lagi untuk urusan grip. Akbar Rais yang finish ke-7 overall, berhasil naik keatas podium 1 kelas 3- Force Induction (2100 – up) dengan best timenya 1:47.104. Masalah over heat pada mesinnya membuat performance mesin 600 hpnya pun down, hingga membuatnya kalah bersaing dengan para Honda Boys.

Dan akhirnya si undisputed champion JSTC, yaitu M. Herdy  dari AP Speed berhasil mempertahankan posisi 1 di BSD City Grandprix dengan best timenya 1:45.445

Di race yang ke-4 yaitu STC 2 (1600, Retro, dan SuperCar), tampaknya slogan “what happen in Sentul, stay in Sentul” tidak berlaku bagi Fadil (190E) dan Rian Risky (EG6). Ke-2 pembalap ini pun terlibat dogfight semenjak race dimulai. Rian yangberhasil merebut posisi 1 di awal lap dari tangan Fadil, kembali di rebut ulang oleh Fadil. Fadil  yang bertarung di kelas STC Retro akhirnya berhasil memenangkan race STC 2 dengan  best timenya 1:42.252. Sementara Rian Risky berada di posisi ke-2 dengan best timenya 1:41.357

Sementara Evin Dwi harus puas finish di posisi ke-11 dengan best timenya 1:55.341

Masuk di race ke-5, yaitu Euro 3000 dimana sebanyak 17 pembalap yang mempiloti mobil dari pabrikan Jerman, yaitu BMW, Mercedes Benz, dan Porsche bertarung layaknya di kampung halaman mereka sendiri, yaitu DTM (Deutsche Tourenwagen Meisterschaft). Fadil dengan BMW E36 M3 Left Hand Drive berhasil merebut podium 1 Euro 3000 Pro dengan best timenya yang cukup amazing, yaitu 1:36.928 yang menjadikannya circuit record lap.

Euro 3000 benar-benar menampilkan ala balapan DTM di sirkuit jalanan., aura nya benar-benar terasa di sini. Posma Panggabean  dari Private Auto Garage dengan BMW E90 BTCC yang bertarung di kelas Euro 3000 pro harus puas finish di posisi ke-4 dengan best timenya 1:44.280

Wing Baroto, dari BMW E36 M3 Left hand drive, lalu ke Porsche Carrera GTRS, dan akhirnya sekarang mempiloti sebuah BMW E46 M3. Pembalapa dari Jakarta Ban Motorsport ini tampak benar-benar memanfaatkan area luar curb sebagai pegangan mobilnya dalam melibas apex atau tikungan dengan speed tinggi. Wing pun berhasil finish di posisi ke- 3 Euro 3000 (overall), sekaligus naik podium ke-3 Euro 3000 Pro dengan best timenya 1:43.156

Nanang HB yang pada tahun ini sempat mempiloti sebuah Peugeot pada Euro 2000, kali ini CLBK atau Cinta Lama Balapan Kembali dengan BMW E36 nya di Euro 3000. Arek Suroboyo yang bertarung di Euro 3000 Master ini finish di urutan ke-7 (overall), dan berhasil naik podium ke-3 Euro 3000 Master dengan best timenya 1:47.191

Ah…Dorifuto !! Anda pasti sudah bisa menebak siapa orang yang hobby nya mendriftingkan mobil balapnya di sirkuit yang seharusnya grip. Amandio, dialah orang yang berhasil menggabungkan grip dengan drift dalam menaklukkan 12 tikungan BSD City Circuit yang banyak membuat orang frustasi, terutama u-turn atau hairpin nya. Namun sayangnya Amandio out atau D.N.S di lap ke-8 akibat masalah pada mobilnya . Best time dari Amandio adalah 1:49.467

Sementara di STC 1 (2100 -3600), Amandio kembali lagi out dari race di lap ke-1 setelah  terlibat insiden karambol di chicane atau turn 7,8,9. E46 nya pun ditabrak oleh Dodi Saputra selepas Dodi menabrak Welly, Dio yang hendak melewati ke-2 pembalap yang saling berebut masuk chicane digasak pada ban sebelah kanan belakang hingga membuat armnya patah

Fadil kembali lagi ke puncak podium BSD City Grandprix 2017. Setelah berhasil naik podium 1 di Euro 3000, kini pembalap Jakarta Ban Motorsport yang mempiloti BMW E46 M3 yang digunakan Wing Baroto di Euro 3000 Pro berhasil finish terdepan, dan naik ke atas podium STC 1 Overall, dan STC 3600 dengan best timenya 1:42.168

Silas Andrianto dengan new face of E30 nya kali ini benar-benar melesat sempurna di sirkuit jalan raya BSD City ini. Silas pun berhasil finish ke-2 STC 1 (overall), dan naik ke atas podium ke-2 STC 3600 dengan best timenya 1:42.343

Sementara rekan satu teamnya Jimmy Lukita berada di posisi ke-4 STC 1 (Overall), dan  juga naik ke podium ke-3 STC 3600 dengan best timenya 1:44.592

Romy Tahrizi  dari BJB pertamax Turbo GRT dengan Peugeot 306 yang sempat tertabrak di chicane turn 7,8,9 berhasil melakukan recovery dan langsung tancap gas mengejar ketertinggalannya akibat insiden ditabrak tadi. Satu persatu pembalap di depannya disalip dari bagian dalam khas balap gokart. Saya pun melihat sendiri bagaiman pegokart ini melakukan aksinya di depan mata saya. Benar-benar amazing.

Romy pun berhasil finish ke-12 (overall), dan nak ke podium ke-2 STC 1 Peugeot 2100 dengan best timenya 1:47.934

Akhirnya di race terakhir atau race ke-7 yaitu Inter Sport ITCC yang merupakan Kejurnas atau Kejuaraan Nasional di gelar dengan privilage berupa live di TV nasional. Sebanyak 21 pembalap yang mempiloti Honda Brio dan Honda Jazz GK5 bertarung dalam race sebanyak 16 lap atau 48 km ini. Fitra Eri dari Honda Bandung Center yang berhasil finish di posisi ke-3 ITCC 1600 max dengan best timenya 1:47.223

Kemenangannya di atas podium ke-3 ITCC 1600 Max bisa aja akibat dukungan para FFC alias Fitra Fans Club alias para fans club Fitra Eri yang selalu berteriak-teriak histeris ketika Fitra Eri lewat dihadapan mereka sambil menunjukan kertas bertuliskan GO FITRA ERI !. Satu hal lagi yang tidak akan Anda temukan di Sirkuit Sentul, dimana para fans pembalap bisa melihat secara dekat pembalap idola mereka bahkan suara exhaust GK5 Fitra tertutup teriakan histeris mereka.

Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia lagi-lagi harus bertekuk lutut melawan Toyota Team Indonesia di sirkuit jalan raya ini. Setelah 3 kali berturut-turut finish di belakang Toyota Yaris TTI (Sentul), BSD City Circuit menjadi tempat ke-4 kalinya Alvin finish dibelakang Haridarma Manopo dari TTI. Alvin pun harus puas naik ke podium ke-2 dengan best timenya 1:42.742

Dan akhirnya Haridarma Manopo dari Toyota Team Indonesia sekali lagi berhasil merebut P1 atau podium 1 dari dari tangan Alvin Bahar Honda Racing Indonesia. Haridarma pun berhasil naik ke atas podium 1 di ITCC untuk yang ke-4 kalinya dalam musim balap 2017. Performa Toyota Yaris racikan TRD Japan mampu mengantarkannya menjadi yang tercepat di BSD City Circuit dengan best timenya 1.42.097

Dan akhirnya race BSD City Grandprix 2017 pun berakhir. Itu berarti tuga saya sebagai tukang photo keliling sudah usai. event balap kali ini benar-benar menguras siapa saja yang terlibat didalamnya, entah itu panitia, marshal, pembalap, hingga para media. Jarak dari satu spot ke spot yang lain begitu jauh serta cuaca yang panas dan mendung namun lembab, membuat kami semua terkena dehidrasi level dewa.

Tapi untung saja sirkuit ini sirkuit jalan raya yang berarti ada juga pedagang kaki limanya di pinggir track, jadilah saya melakukan pit stop selagi menunggu race dimulai dengan menyantap es buah atau pun jus buah, es cincau, es jeruk, pokoknya apa saja yang berbau es dan dingin. Harganya? Rp. 10.000

Bahkan saya sempat membeli satu porsi Tahu gejrot yang menjadi cemilan favorit saya dari dulu. Niat hati pengen nambah, tapi apa daya 1 porsi nya dikasi mahar Rp.10.000. Urunglah niat saya menambah 1 porsi lagi.

Rencana BSD City Circuit akan digunakan lagi pada musim balap 2018 yang akan datang. Semoga saja nasib sirkuit jalanan ini tidak seperti Lippo Village International Formula Circuit yang hanya digunakan sekali saja untuk event balap setelah itu bubar jalan.

 

ISSOM 2017 RD.3 : THE RETRO & THE VTEC!

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

comments!