AP SPEED : 9 TROPHIES IN BSD CITY GRANDPRIX 2017

BSD City Grandprix 2017 menjadi sebuah pengalaman baru baru bagi pasukan Honda Boys AP Speed Jakarta, yaitu sebuah sirkuit jalanan yang benar-benar mainan baru bagi mereka. Dengan menurunkan  sebanyak  5 mobil saja, mereka turun di  5 kelas yang berbeda (JSTC, STC 2, SCC, dan STC 1, dan ITCC). Dan berhasil meneruskan tradisi mereka yaitu memborong sebanyak 9 piala dari debut perdana mereka di sirkuit baru BSD City Circuit ini.

Pit AP Speed pun terletak pas di depan area pit lane dan bergabung dengan pit JSTC, yang dimana team ini bisa dibilang team terbanyak yang menurunkan armada perang nya di balap Japan Super Touring Car Championship, yaitu sebanyak 4 mobil dengan komposisi 3 EG6, dan 1 SB3.

Duo kakak beradik Rio dan Rian (Rio Rian Racing) sendiri pada event kali ini mengandangkan terlebih dahulu masing-masing Honda Jazz GK5 nya dan fokus ke balapan JSTC, STC 1 dan SCC dengan EG6 mereka masing-masing.

BSD City Circuit yang merupakan sebuah sirkuit jalan raya denga panjang 3 km dengan 12 tikungan, dan 2 chicna didalamnya benar-benar menguras stamina, fisik, dan juga rem para peserta. Rian yang merasa kehilangan remnya pada saat QTT, merequest kepada crew AP Speed untuk memperbaiki bagian braking systemnya supaya tidak cepat blong atau panas. Akhirnya worst case scenario pun terjadi dengan berupa selang air ledeng dan botol aqua sebagai air scoop untuk mendinginkan rem.

Bahkan EG6 M. Herdy mengalami masalah yang cukup serius yaitu pada bagias as rodanya atau drive shaftnya yang hampir lepas pada saat QTT, sehingga tak mau mengambil resiko crew AP Speed pun langsung membongkarnya dan menggantinya dengan yang baru. Crew AP Speed juga  sampai memasangkan selang tambahan untuk mendinginkan AP Racing brake kit systemnya, namun remnya pun kembali blong.

Terinspirasi dari balap touring luar negeri, Rian Risky pun lantas mempunyai short cut alias menghapal secara padat, singkat, tepat dan mungkin anti lupa. Yaitu memasangkan gambar peta BSD City Circuit di tengah steering wheels. Hal yang tidak asing Anda lihat pada steering wheels mobil balap touring sekelas GT3. Ide yang cukup brilian bagi Rian supaya dia tidak lupa dengan sirkuit yang akan dillalauinya lengkap dengan tanda yang dibuat sendiri.

Tak lupa juga Rian pun meminta saran kepada M. Herdy bagaimana cara menaklukan sirkuit yang baru dicoba 2 kali oleh Rian sewaktu QTT kemaren (Sabtu). Ikut hadir dalam internal meeting pembalap AP Speed tersebut Alfin dan juga Rio R. Bramantio. Masukan dari rekan satu team juga diskusi mengenai racing line terbaik menjadi ilmu atau bekal terbaik bagi setiap pembalap dalam berusaha menaklukan sirkuit yang baru bagi mereka semua.

Dan tentu saja doa bersama bisa memberikan mood booster bagi para pembalap yang sudah pasti sedang sport jantung menghadapi race yang resiko terjadinya insiden cukup besar, mengingat ini adalah sirkuit jalan raya yang sempit dan sepanjang jalan hanya terdapat baja pembatas.

4 Pembalap AP Speed pun sudah suit and tied, siap untuk menghadapi race 1 mereka di BSD City Grandprix 2017, yaitu di Japan Super Touring Championship. Mereka adalah  M. Herdy, Alfin, Rian, dan Rio.

But 1st ritual wajib terlebih dahulu, yaitu photo bersama dengan crew dan official AP Speed.

Rio pun tampak sumringah dan ready to rock and roll di debut perdana balap jalan raya BSD City Grandprix 2017Dengan Triumph AP Speed EG6 yang dipersenjatai dengan mesin B18 Turbo dengan sponsor utamanya GAS Triumph Jakarta.

Ke-4 Honda Boys AP Speed inipun mulai line up di area pit exit

Lalu mulai melakukan one lap untuk masuk ke area grid atau garis start. Rio R. Bramantio yang turun di kelas 2B Force Induction (1600 – 2000 cc) akan memulai start JSTC pada grid ke-12 dengan hasil QTT nya 1.56.026

Untuk urusan speednya sendiri, Rio hanya mampu meraih top speed 83.8 km/jam. Maklum saja mesin B18 Turbo mempunyai penyakit yang umum terjadi pada mesin turbo jika digeber secara terus menerus, yaitu over heat. Dan juag dia harus mengatasi masalah pada rem nya yang kadang ada kadang hilang.

Sementara Alfin dengan Honda Civic Wonder SB3 nya yang berhasil mencetak best time 1:50.650 pada saat QTT berada di grid ke-10

Dan di 2 grid JSTC terdepan di kuasai oleh 2 EG6 AP Speed. Yaitu Rian Risky yang berada di grid ke-2 dan M. Herdy di grid 1

Rian Risky yang pada hari Sabtunya atau QTT berhasil mencetak best time 1:46.830 dengan top speed nya mencapai 103.0 km/jam dengan mesin  250 hp B16 nya

Sementara di grid 1 JSTC ada pembalap asal kota Cianjur Jawa Barat yang di support oleh Motul yang berhasil mencetak best time 1:42.006 pada saat QTT (Sabtu)

Herdy pun berhasil mencetak top speed 104.0 km/h dengan mesin 306 hp B18 nya.

Race pun dimulai dengan 14 pembalap yang berada di grid JSTC dengan 2 pembalap AP Speed, yaitu  M. Herdy P1 dan Rian Risky di P2

Alfin M. Rahman yang memulai start dari grid ke-10 hanya mampu bertahan 3 lap di dalam track sebelum SB3 mati dan kehilangan tenaga di tengah sirkuit.

Alfin pun terpaksa out dari race di tempat yang sama dengan Amandio dengan S13 nya yaitu chicane 1,2, dan 3 akibat mesinya mendadak mati atau masalah kelistrikan yang berakar dari ECU nya. Sebelum D.N.F dari race, Alfin sempat melahap 3 lap dengan best timenya 1:49.014

Bertarung dibarisan belakang JSTC dengan masalah overheat pada mesin B18 turbo dan juga rem nya. Rio pun terpaksa harus meladeni dog fight dengan Tugimin dengan Mitsubishi Lancer yang meng tailgating Rio di chicane turn 1,2, dan 3.

Namun sayangnya, masalah overheat  membuat performa mesinnya menurun sehingga menyebabkan laptime nya lap demi lap ikut kendor menurun.

Terlebih lagi remnya dirasa ada dan tiada, alias blong. Membuat Rio menjadi extra waspada dalam menggeber EG6 nya.

Rio pun harus puas finish ke-9 (overall), dan ke-2B Force Induction (1600 – 2000cc). Arek Suroboyo inipun berhasil finish dan selamat dari race JSTC yang memakan 5 pembalapnya yang D.N.F atau out dari race.

Rio pun naik ke atas podium ke-2 2B Force Induction dengan best timenya yang lebih cepat daripada hasil QTT nya yaitu 1:49.308

Sementara sang adik, yaitu Rian Risky yang berjuang di kelas 1A Non  Force induction ( 0 – 1600 cc), di tailgating oleh Umar Abdullah  yang merupakan rival di kelasnya.

Rian yang start dari grid ke-2, perlahan-lahan posisi nya mulai melorot kebelakang akibat di overtake satu-persatu pembalap yang berada di depannya.

Masalah pada bagian braking systemnya membuatnya tak berani melakukan late brake. Kaliper belakang baru, brake pad baru, dan ban baru membuat arek Suroboyo ini harus extra keras menjaga pantat EG6  agar tidak over steer karena licin.

Hingga akhirnya arek Suroboyo ini tercecer ke posisi ke-5 atau turun 3 posisi dari posisi semualnya, yaitu ke-2.

Rian pun akhirnya harus puas finish di posisi ke-5 (overall), dan ke-2 1A Non Force induction (0 -1600cc). Podium ke-2 pun didapatkannya di kelas 1A non force induction dengan best timenya 1:47.002. Lebih lambat 1 detik dari hasil QTT nya kemaren (1:46)

Sementara M. Herdy yang start dengan sempurna di P1 nya berhasil mempertahankan posisi 1 selama 10 lap atau 30 km race dari serangan pembalap dibelakangnya.

Pembalap yang di sponsori oleh Motul dengan oli Motul 300V nya ini berhasil finish 1 (overall), sekaligus merebut podium 1 JSTC (overall), dan podium 1 kelas 1B Non Force induction (1600-2000cc) dengan best timenya 1:45.445. Best timenya pun turun sekitar 3 detik dari hasil QTT nya kemaren (1:42)

Masuk di race ke-2 untuk AP Speed, yaitu STC 2 ( STC 1600, STC Retro, & SCC), dimana 3 pembalap AP Speed kembali turun di race ini. Yaitu Rio, Rian, dan Alfin. Rian Risky yang start dari grid ke-3 bertarung ketat dengan Ahmad  Fadillah yang mempiloti Mercedes Benz W201 190E nya. Rian pun sempat mengambil posisi 1 dari tangan Fadil yang beda kelas darinya, namun Fadil pun kembali mengejar dan merebut P1 nya dari tangan Rian Risky.

Setelah P1 nya direbut oleh Fadil dan tercecer di posisi ke-2. Arek Suroboyo ini pun mendapatkan tekanan dari Luckas dari Gazpoll Racing Team dengan Honda Brio Turbonya. Mereka pun akhirnya masuk ke dalam turn 10 seperti sepasang BFF (Best Friend Forever) alias beriiringan. Rian pun akhirnya kalah dari Luckas pada pertarungan dogfight di turn 10 ini.

Namun di lap kedepannya, Rian pun berhasil membalas kekalahannya dan merebut kembali posisi ke-2 nya dari tangan Luckas yang masalah remnya kembali kumat lagi.

Dog fight 2 mobil beda kelas ini pun akhirnya dimenangkan oleh Rian.

Rian pun akhirnya berhasil finish ke-2 (overall), dan 1 di kelas STC 1600. Diapun akhirnya berhasil naik ke atas podium  1 STC 1600 dengan best timenya 1:41.357. Kali ini best timenya pun lebih cepat 6 detik daripada race nya di JSTC yaitu 1:47.002. Dan lebih cepat 3 detik dari hasil QTT nya (1:44)

Sementara sang kakak, yaitu Rio R. Bramantio yang berjuang di Super Car Championship memulai startnya dari grid ke-11 dengan hasil QTT 1:51.657

Rio yang start dari grid ke-11 perlahan-lahan posisinya mulai maju ke depan. Pengalaman di JSTC tentang bagaimana memanage rem  atau braking zone, throttle position, hingga racing line yang sesuai dengan karakter mengemudi dan mobilnya membuatnya terlihat lebih matang di race ini.

Rio pun sempat dog fight dengan M. Ismail Ekadana dengan KE70 F20 nya. Namun akhirnya Rio yang sempat unggul di depan Ekadana, akhirnya harus menyerah dengan KE70 dari team JNE Racing tersebut.

Arek Suroboyo ini pun finish di posisi ke-8  (overall STC 2)

Sementara di Super Car Championship  Rio berhasil finish di urutan ke-2 (overall), sekaligus berhasil naik ke podium 1 SCC B1 dengan best timenya 1:47.307

Nasib nahas kembali menimpa Alvin di STC 1600. Alvin yang memulai start dari grid ke-13, terpaksa harus put dari race di lap ke-3 setelah masalah listrik yang berakar dari ECUnya kembali melanda mobil Civic Wonder SB3 nya. Alvin terpaksa menghakhiri race dengan status D.N.F. Best time Alvin sendiri yaitu 1:50.865 sebelum out dari race.

Dari STC 2 kita lanjut ke STC 1 (2100 -3600 cc), dimana ada M. Herdy dengan EG6 nya start dari grid ke-2  dari hasil QTT nya yaitu 1:42.651, pada balap jalan raya ini mendapatkan rival lama yang kembali lagi ke lintasan, yiatu Silas Andrianto dari ABM Motorsport dngan BMW E30 M3. Silas yang start di belakang Herdy, berhasil mencuri Posisi ke 2 dari tangan Herdy.

Sepanjang 10 lap race  Herdy pun mencoba menempel atau tailgating Silas dengan EG6nya. Namun pembalap Cianjur yang di sponsori Motul ini pun bermain pintar dengan tidak terlalu menge push mengejar Silas yang beda kelas dengannya (Silas STC 3600, Herdy 2100). Dia lantas menghemat mesin, dan brake pad nya supaya bisa finish dan meraih point STC 2100 nya.

Herdy  pun akhirnya finish ke-3 di belakang Fadil dan Silas di STC 1 (2100-3600). Juara Nasional STC 2100 2016 inipun berhasil naik ke atas podium ke-3 STC 1 dan podium 1 di kelas STC 2100 dengan best timenya 1:43.085

Dan akhirnya di race paling akhir yang di ikuti oleh AP Speed yaitu Intersport ITCC atau Indonesia Touring Car Championship, dimana ada Iwan Sidharta dengan Brio 1200 nya yang mengikuti ITCC 1200 dari grid ke-17 dari hasil QTT 1:58.809

Berbeda dengan pembalap AP Speed lainnya, Iwan Sidharta harus menyelesaikan balap ITCC sebanyak 16 lap atau  sepanjang 48 km di BSD City Circuit ini. Mengawali race dari posisi ke-17 dari 21 pembalap. Arek Suroboyo ini pun berhasil finish di posisi ke-12 (overall), dan berhasil naik ke atas podium ke-2 ITCC 1200

Sepertinya dokter spesialis bedah yang dulunya dragster ini benar-benar mempunyai potensi sebagai seorang pembalap touring. Dari debut perdananya di ISSOM Sentul, dia langsung menyabet podium kemenangan dengan Brio 1200 nya.

Sementara bagi sang duo kakak beradik Rio Rian Racing, race kali ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran bagi mereka berdua. Masalah rem atau braking system yang melanda mereka berdua dari hari QTT  tak menghalangi mereka untuk naikk podium di JSTC, STC 2, dan SCC. Rian pun berhasil membawa pulang  piala podium ke-2 JSTC 1A  non force induction (0-1600) dan piala podium 1 di kelas STC 1600. Dan sang kakak , Rio, Rio pun  pulang dengan membawa piala podium ke-2 JSTC 2B force induction (1600 – 2000). Dan piala podium ke-1 SCC B1.

Herdy pun memborong sebanyak 4 piala, yaitu podium 1 JTSC best overall), juara 1 JSTC 1B non force induction (1600-2000cc), podium ke-3 STC 1 (best overall), dan podium 1 STC 2100.Dari race JSTC, STC 1, STC 2, dan SCC AP Speed berhasil mengumpulkan 8 piala yang diraih oleh 3 pembalapnya, yaitu Rian, M. Herdy, dan Rio.

Jadi jika di total dengan piala dari Iwan Sidharta di Intersport ITCC, maka total perolehan piala di BSD City Grandprix 2017 adalah sebanyak 9 piala. Team yang bermarkas di Jakarta Timur ini pun berhasil mempertahankan tradisi yaitu pulang dengan memborong piala dari setiap event otomotif yang di ikutinya.

See you on round 5 ISSOM 2017 guys. Back on Sentul International Circuit. Later…

AP SPEED : KEEP PUSHING!

AP SPEED : THE VTEC JUST KICKED IN YA!

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

 

 

Comments

comments!