STRAIGHT OUTTA BSD GP 2017 : EVANTOT VS THE BOSSES !!

Evan versus the bosses! Terdengar seperti judul film gengster mafia bin action yang penuh dengan adegan dar der dor tommy gun dengan ledakan dimana-mana. Itu di dunia Mafia Godfather, kalo untuk Evan Pratama, peperangannya melawan “bos aing”nya terjadi di BSD City Grandprix 2017, 18-20 Agustus 2017 yang lalu. Dan dari hanya berbekal mobil balap seadanya alias LCRC (Low Cost Race Car) yang dikerjakan selama 14 hari dengan saweran dana dan part dari teman-temannya, dia pun pulang dengan podium 1 Euro 3000 Promotion, sekaligus menduduki puncak kelasemen Kejuaraan nasional Euro 3000 promotion class.

Setelah sempat punya mobil balap sendiri, yaitu E36, lalu di lego karena urusan cuan. Lalu pernah beberapa kali menyewa mobil orang (Arya K) dan naik podium. Evan pun kembali lagi dengan BMW E36 miliknya sendiri yang entah darimana datangnya mobil ini terlihat seperti mobil straight outta workshop  ketika akan free practice.

E36 yang straight outta RDM Motor workshop. Dengan total waktu pengerjaan selama 14 hari dari mobil standart tingting, hingga di stroker menjadi 3.0 Lt (awal 2.3 Lt), ISC Coilver, rollcage, exhaust system free flow pinggir jalan, oem brake kit system, oem fuel tank, AC dan stereo tape masih mancep, pinjem dan refund  sana-sini. Hasilnya pada hari Jum’at sewaktu sesi free practice dimana orang-orang beradaptasi & coba sana sini track BSD City Circuit, Evan mampu menduduki posisi ke-3 tercepat di Euro 3000 dibawah M. Fadil (E36 M3), dan Rudy SL (Porsche 911 GT3)

Ibaratnya dari ugly kid joe pada hari Free Practice, E36 ini pun berubah menjadi prince charming yang full cutting stiker hanya dalam tempo waktu 6 jam saja. Evan memang terkenal sebagai seorang pembalap atau drifter yang paling sering ganti livery mobil balap nya tiap seri atau event drift. Ya semudah ia mengganti celana dalamnya tiap hari. Dan rata-rata livery yang di buatnya  fresh atau berbeda dengan pembalap lainnya.

That’s right guys, setelah Rudi dari RDM Motor melakukan magic selama 14 hari merubah E36 oem menjadi race car, kini giliran Pikno dari Portal Stickers melakuan magic nya berupa full cutting multiple layers stickers dari jam 8 malam hingga 3 pagi. Pasti dia punya kenalan orang dalam Portal Stickers.

Dari jam 3 pagi, mobil langsung di setir sendiri kembali ke BSD untuk sedikit set up suspension dengan stiker sponsor dimana-mana. Bank BJB Tandamata, PAG  yang sebagai financial support, dan Achilles Radial sebagai sponsor ban ATR K-Sport.

Time to make the sponsor happy…wash da balls.

Modal mesin dari E36 Evan sendiri merupakan mesin oem 2.3 Lt yang di stroker up menjadi 3.0 lt, dan tanpa penambahan embel-embel aftermarket performance part didalamnya, alias stock dengan power output 230 bhp.  Maklum saja proyek E36 ini adalah proyek kejar tayang dengan modal terbatas gimana caranya bisa ikut balapan di BSD City Grandprix 2017 dan mempertahankan point Kejurnas Euro 3000 Promotion yang dipegang Evan..

Bahkan total budget yang dikeluarkan untuk mobil ini dibawah US$ 10.000 atau sekitar 130 juta an.And by the way itu sudah all in, alias sudah termasuk harga mobilnya. Beberapa part di yang nancep di mobil ini juga berasal dari hibah Silas dari workshop Motorsoul Indonesia

Hasilnya pada saat QTT, Evan dengan his LCRC (Low Cost Race Car) berhasil mencetak waktu 1:47.079. Dan yang mengejutkan dia tercatat sebagai tercepat ke-7 dari 18 pembalap, yang dimana dia di kepung oleh pembalap yang menggunakan mesin M3.

Pada race day nya Evan pun memulai startnya di grid ke-7 (row 4) dibelakang Kenta Kameron, dan didepan Nanang HB, Amandio, dan Posma. Dia pun terjepit diantara “bos aing”.  Namun selepas start situasinya pun berbalik 360 derajat. Ke-3 BMW bermesin M3 itu dengan mudahnya melewati Evan. Posisipun terbalik menjadi Posma, Nanang, Amandio, dan akhirnya Evan.  Lalu dimulai top 10 countdown nya.  1 battle, Evan V.S The Bosses, The Posmaxx E90 M3 BTCC. Evan pun kalah dengan “bos aing” yang mendanai sebagian besar mobilnya ini. Secara yang E90 tersebut menggendong mesin S54B32  dari VAC Motorsport, USA  berkekuatan 450 hp

Lalu kemudian dia pun dengan mudahnya di lewati oleh “Boss Aing” selanjutnya, yaitu Nanang HB dan Amandio yang akhirnya membuat posisi Evan drop ke-8. BMW E36 milik Nanang HB di bekali dengan mesin M3 S50b32 berkekuatan 321 hp. Beloknya sih nyantai, tapi begitu keluar dari tikungan “im sory goodbye” Evan.

Next stop  “Boss Aing” yaitu Amandio dengan BMW E46 M3 nya.

Karena mobil Dio sedang trouble, yang dimana performancenya jadi setara dengan E36 nya Evan. Jadilah ke-2 drifter nasional Achilles Drift Team ini having fun mengarungi bahtera BSD City Grandprix 2017 dalam posisi drift mode on. Evan pun bahkan sempat tandem drift di beberapa tikungan selama kurang lebih 5 lap.

Sebelum akhirnya Dio out dari race di lap ke-12. Akibat mobilnya mengalami trouble.

So beginilah happy ending dari “Band of Brothers”  atau “ Racing Familiy” Evan di BSD City Grandprix. Dia pun berada dibelakang orang-orang yang sudah mengsupport dan membantunya agar dia bisa berada 1 frame photo bersama “The Bosses”. Ada Posma, Nanang HB, dan Amandio di depannya. Walaupun beda kelas dan spec mobil, namun Evan tetap go hard or go home dengan stock BMW nya.

Setelah kalah spec mobil dari para “The Bosses”, Evan pun melanjutkan race nya dengan mempertahankan posisi ke-8 (overall), dan posisi 1 untuk kelas Euro 3000 Promotion. Dimana dibelakangnya adalah Arya Karistianto yang merupakan rekan satu teamnya di BJB RDM Racetech yang turun satu kelas dengannya.

Jika Anda berpikir LCRC atau Low Cost Race Car mendadak dangdut ini terlihat amazing dengan bisa loncat ke posisi ke-7 QTT ataupun race, tanpa ada driving issue? Anda salah besar. Nyatanya Evan yang balapan dengan posisi AC dan stereo tape nancep, oem fuel tank, dan oem brake kit system (stock E36 brakes) ini harus berjuang super extra heavy duty untuk menaklukan sirkuit sepanjang 3 km dengan 12 tikungan di dalamnya dalam 14 lap race atau  race sepanjang 42 km.

Brake issue pun menjadi point utama dalam list menu Evan sewaktu mempiloti E36nya. Karena rem nya adalah rem OEM E36 (stock) jadi setelah 3 lap, remnya pun menjadi panas hingga membuatnya tidak pakem lagi. Jadi salah satu cara dari Evan untuk bisa survive di 11 lap berikutnya adalah rem dikit-dikit, dan juga memanfaatkan body brake (karena tikungannya banyak yang patah-patah). Hasilnya Evan pun beberapa kali terlihat drifting di beberapa tikungan untuk sekedar menghemat remnya. Fuel issue pun juga menghantuinya dimana gara-gara tangki bensin standar, pas belok pun menjadi mbrebet.

Dan akhirnya setelah 14 lap atau 42 km berjuang dengan brake dan fuel issue, Evan pun berhasil finish ke-8 (overall), dan ke-1 di kelas Euro 3000 Promotion dengan best timenya 1:48.303. Satu keuntungan dari E36 Evan ini adalah kentang alias kena tanggung. Dengan power yang tidak terlalu besar (230 bhp) dan berat sekitar 1.380 kg. Memberikan keuntungan atau percaya diri kepada Evan pada Sirkuit BSD City yang kecil untuk bisa flat out.

Yang dimana mengantarkannya pada podium 1 Euro 3000 Promotion dengan 2 rekan 1 teamnya Bank BJB RDM Racetech di podium ke-2 (Arya K), dan Rudie RDM, orang telah membangun mobilnya selama 14 hari nonstop di podium ke-3. Dengan kemenangan Evan di BSD City Grandprix 2017, Evan pun untuk sementara berhasil memimpin perolehan point Kejuaraan Nasional Euro 3000 Promotion class.

“Saya bangga bukan karena saya menang, bukan karena saya yang balapan, ataupun punya tim balap. Tapi saya bisa ikut ambil bagian dari  hobi dan  industri balap mobil di Indonesia yang besar ini semenjak saya berumur 16 tahun. Walaupun dengan modal terbatas dan bantuan dari teman-teman saya yang sangat care ke saya” kesan Evan Pratama setelah berhasil naik ke atas podium 1 Euro 3000 Promotion class.

Salah satunya adalah Silas Andrianto owner dari workshop Motorsoul Indonesia yang telah banyak meng hibahkan beberapa partnya untuk E36 Evan supaya bisa turun di BSD City Grandprix 2017

Dan Posma Panggabean dari Privat Auto Garage (PAG) (kiri) sebagai founding father  atau mendanai sebagian besar mobil Evan dari nothing to racing

“Gue ga bakal jual ni mobil seperti yang terjadi pada mobil-mobil gue sebelumnya. This car showed me that despite competition, money, time, and everything, it has show me that at the ebd of the day, walaupun dengan setetes belas kasihan dan sedikit tekad, ternyata masih ada yang perduli dengan gue loh. Love banget emang. Terima kasih kepada Rudie RDM untuk aksi sulap 14 harinya, Bank BJB sebagai sponsor, Posma PAG untuk saweran dananya, Silas Andrianto untuk saweran sparepart nya, Achilles Radial untuk saweran ban ATR K-Sportnya, dan dukungan dari komunitas serta panitia ETCC yang telah membantu saya di BSD City Grandprix. Thank you all” Evan Pratama.

EVAN PRATAMA : THUG LIFE ON #AMFYK2016

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!