RETURN TO THE SCENE : THE TIGA IS BACK !!!

765

the tiga is back (16)

The Tiga is back. Yes and it’s really come back to Indonesia. Setelah terakhir kalinya saya melihat Tiga (saya kalo menyebut tiger bukan tiger, tapi tiga, atau dibaca Tyga) sekitar akhir bukan Juni yang lalu di Malaysia. Saya pun berjumpa lagi dengan sebuah GTR yang mengisi hari-hari saya selama 17 hari saya di negeri seberang. Dan  seperti memutar sebuah kaset lama, sayapun kembali terbuai dalam kenangan antara KL dan SBY.

the tiga is back (6)

Pagi itu, tanggal 22 Juni 2013, setelah sempat berpisah dan juga lost contact dengan The Tiga. Saya pun berjumpa kembali dengan sebuah R35 GTR yang baru saja mencetak waktu 9,6 detik di Sepang international Circuit pada bulan April atau 2 bulan yang lalu. Macam senang kita kena tengok tiga lagi lah.

the tiga is back (5)

Saya pun kembali berjumpa dan menggelar acara mendadak reunion di pit Sentul dengan beberapa crew The Tiga yang pagi itu tampak sedang menyiapkan Tiga untuk melakukan qtt.  Kurang lebih 17 hari saya menghabiskan waktu dengan mereka selama di Malaysia. Nice to see you again lah. Ice kosong?lol

the tiga is back (7)

Saya pun berjalan masuk kedalam pit no.15 ini,  lalu saya menyentuh body GTR ini sambil berkata “ Hi Tiga, how are u? nice to see you again lah”. Kini tak ada lagi sticker Veory Power, berganti dengan Tiger Auto Racing, yang memberikan nuansa baru pada GTR ini.  Menyentuh Godzilla ini membuat saya mengenang kembali pengalaman saya selama 17 hari di Malaysia.

the tiga is back (2)

Terdampar di airport Negara orang pada dini hari, tidak ada yang menjemput, tak tahu harus menghubungi siapa, toko sim card tutup, dan pertama kalinya ke Malaysia. Benar-benar  pengalaman yang full adrenaline  dan sport jantung. Tapi untungnya saya hidup di 21st  century dimana internet dan facebook menjadi menu wajib sehari-hari. Berkat curhat saya di FB, ada salah satu pembalap Malaysia yang saya Cuma Add dia, dan tak pernah chat sama sekali, tahu-tahu mau menjemput saya pada jam 3 pagi. Dia adalah Akina Teo dari team Kuraz Motorsport yang kebetulan jadi baby sisternya The Tiger selama di Malaysia. There’s go my hero.

the tiga is back (3)

Lalu pada hari 1 saya Di Malaysia menjemput dan mengeluarkan Tiga dari peti kemas, setelah 2 minggu dia dikurung didalamnya. Dari pagi kami menunggunya, akhirnya baru sore menjelang magrib mobil ini baru bisa kami bawa ke servise kereta di daerah Sunway. Kurang lebih 1 jam 30 menit perjalanan kami dari Sunway ke Harbour aatu port ini.

the tiga is back (4)

(day 2) Melakukan pekerjaan Sangkuriang atau Roro Jonggrang dalam jaman modernisasi, yaitu overhaul mesin VR38DETT di GT Auto untuk pemasangan Boostlogic GT-36GTX turbo kit selama 12 jam (9 p.m-9 a.m).  Dan dibantu dengan  Toby dari GT Auto.

the tiga is back (53)

(day 3) Dan melihat bagaimana para crew berjuang untuk menghidupkan kembali The Tiga dalam waktu yang sangat amat mepet. Dan dikejar rasa kantuk.

the tiga is back (1)

Setelah jam 10 pagi mesin VR38DETT  masuk kembali ke dalam engine baynya, langsung dikirim ke Ultra Racing factory yang jaraknya kurang lebih 1 ½ jam dari Sunway.

the tiga is back (54)

Dan langsung dibikinkan sebuah 6 point rollcage standart FIA secara express dan tidak pakai lama, yaitu hanya sekitar 3 atau 4 jam saja. Biasanya Ultra Racing melakukan homework ini selama 3-5 hari, tapi khusus untu Tiga jadi paket kilat.

the tiga is back (22)

Lalu pada hari berikutnya (hari ke-4) adalah D-day atau race day untuk The Tiga di Sepang International Circuit Malaysia.  Dan doa saya pun terkabulkan dengan bisa menginjakkan kaki di Sirkuit kebanggan orang Malaysia ini. Tiga akan berlaga di kelas A atau FFA (free for all) nya Malaysia, dimana kelas ini merupakan kelas neraka dan di isi oleh mobil-mobil under 10 seconds

the tiga is back (49)

Dimana sewaktu sesi latihan H. Dadang dan The Tiga mencetalk waktu tercepat, yaitu 9,6 detik. Namun masalah electrical pun mulai muncul dari babak latihan, dimana Tiga mengalami masalah pada high rev nya. Akhirnya yang ditakutkan pun terjadi, pada heat 1 Tiga melawan Daihatsu Charade yang dipersenjatai dengan 4G63T plus AWDnya dan mencetak waktu 9,8  detik pada sesi latihan . Tiga  pun tertinggal jauh di belakang karena masalah electrical, dan berkahir dengan waktu 12 detik, sedangkan Charade Malaysia 9,4 detik.

the tiga is back (50)

And this is a very super duper extra mambo jumbo bad day for Pak Haji.

the tiga is back (51)

Dan membuat pria berumur sekitar 46 tahun ini apa yang dirasakan oleh atlet nasional yang bertanding di luar negeri dengan membawa nama besar Indonesia, kalah. Dan saya juga merasakan hal yang sama….lemas.

the tiga is back (48)

Lalu setelah kenangan  pahit saya di Sepang ditutup dengan kenangan manis akan citarasa masakan Malaysia, yang ya hampir sebelas dua belas dengan masakan Indonesia.  Cara yang tepat  dan gampang untuk mengetahui culture dan taste suatu negara atau tempat adalah dengan..eat the traditional food. Namun karena ini di Malaysia, jadi bedalah dengan yang di Indoensia. Burger leleh, es jumbo leci, dan penang laksa ini. Haw che sing cing ping lah.

the tiga is back (8)

Well itu tadi pengalaman saya mengaum selama 17 hari di Malaysia bersama Tiga. Dan yang pasti saya tidak rawwrrr layaknya Tiga, tapi malah mengeow “meoooow”. Kini Anda tahu kenapa saya ngajak ngomong si Tiga.

the tiga is back (13)

Back to the future, dan kembali ke Indonesia, serta Drag Sentul round 2. Pak  Haji Dadang  meninggalkan pit menuju ke lintasan  untuk memulai babak qtt nya.

the tiga is back (15)

Yang paling mencolok dari body Tiga ini adalah Wingless. Tak ada lagi drag rear boot spoiler wing pada  bagian trunknya, berganti dengan  hanya carbon trunk.

the tiga is back (16)

Pak Haji dan Tiga pun berhasil mencetak waktu 10.1 detik dalam sesi QTT.  Engine management nya kini tidak lagi menggunakan Syvecs ecu, berganti dengan HaltechPlatinum Pro R35 GTR yang dulu pernah di gunakan oleh Tiga dan tetap orang dibalik Haltech ini adalah Ovi Sardjan dari KS Motorsport Jakarta dan boost nya hingga 1,9 bar, hingga membuat mesin 3.8 lt ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 836 whp. Lebih kecil 124 hp dari hasil run di Malaysia (Syvecs Ecu at GT Auto)

the tiga is back (19)

Usai qtt dan selagi menunggu jalanan tol bogor sepi (karena ini malam minggu), saya pun main-main ke pit nya Tiga yang jadi satu dengan Engine+. Saya pun menempelkan sticker Perfourm berukuran  30 atau 40 cm pada bagian front bumper nya. Just for info, ini adalah sticker yang sama persis saya bawa dan menempel  di front bumper Tiga sewaktu di Malaysia. Dan anehnya, sticker ini tinggal satu dan saya bawa pulang ke Indo. Dan selama saya di Indonesia, saya bolak balik mencari mobil yang pas untuk rumah bagi sticker seharga 15 ribu ini. Da selalu saya bawa kemanapun saya liputan.

the tiga is back (21)All roads lead to this. Katakanlah ini takdir atau jodoh. Dan akhirnya sticker itu tahu harus berada dimana, dan ditempat semestinya dia berada, front bumper Tiga. Tempat yang sama dan sticker yang sama seperti 2 bulan yang lalu di Malaysia. Yang berbeda adalah sticker diatasnya berganti dengan Tiger Auto Racing. Anda pasti dari tadi  bertanya kemana sticker Veory Power? Itu berarti  Tiga sudah officially tidak di handle lagi oleh Veory Power.

the tiga is back (26)

Pagi itu  di race day, saya memutuskan untuk mengunjungi  pit The Tiga, dan mencari tahu “what the hell happen there”. Sebuah pertanyaan yang saya simpan selama 2 bulan lebih, dan yang pasti Anda juga penasaran.

the tiga is back (24)

Bisa dibilang ada  masalah yang terjadi dari awal Tiga lahir, selama bertanding di Indonesia, dan juga selama di Malaysia. Namun permasalahan yang menurut saya paling jawara atau superduper extra heavy weight adalah di  forum GT-Rlife. Yang menyebutkan bahwa The Tiga menantang keluar the super duper heavy weight Godzilla  champion, the 8,6 seconds GTR AMS Alpha Omega  , untuk come out and play di Sentul circuit Indonesia. Itu seperti  memanggil badai cathrina  disaat Anda sedang menggelar event dangdutan outdoor.  Atau menantang Mike Tyson sedangkan Anda petinju kelas terbang bulu. Parah.

the tiga is back (27)

Dan yang lebih parahnya lagi semua akomodasi dan tetek bengeknya di handle oleh Tiga, dan yang hebohnya lagi, disediakan uang  1 Milyar rupiah apabila AMS berhasil memenangkan race itu, dan tentu saja ada after race party from Tiga.

the tiga is back (29)

“Ini gila dan parah, padahal saya sendiri tidak tahu menahu dengan tantangan salah alamat itu. Sampai-sampai teman-teman saya di Malaysia dan Dubai bertanya-tanya kepada saya. Dari situah baru saya tahu apa yang sedang terjadi.  Terlebih lagi Dubai, Jepang, Australia, dan Amerika sendiri sudah mulai ikut-ikutan dan mempermasalahkan hal ini. Saya balapan hanya untuk  fun, menyalurkan hobby, mencari teman baru, dan berkumpul dengan teman-teman saya. Bukan malah mencari musuh, apalagi menantang world fastest and record GTR, the GTR AMS Alpha Omega (8,62 detik/ 279,7 km/jam). Oleh karena itu saya meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan dan tersinggung, terutama pihak AMS. Dan juga saya meminta maaf kepada beberapa pihak yang merasa dirugikan dan tersinggung sewaktu bertanding di Malaysia” terang  Pak Haji.  Yang saya dengar adalah sensasi itu dibuat oleh seorang oknum sebagai sensasi agar orang –orang, khususnya luar negeri  jadi kenal dan  tahu who is The Tiger? Dan hasilnya,  seperti yaang bisa Anda dengar dan tahu sampai saat ini.

the tiga is back (30)

Masa  ruwet, atau circumstance, atau apa lah itu telah berlalu. Ya walaupun masih meninggalkan PR atau homework yang harus diselesaikan dengan baik-baik  di dunia maya. Apalagi berurusan langsung dengan lecture atau guru besarnya mbah Godzilla di US. Namun Pak Haji tak ingin ambil pusing dengan masalah yang baru saja dialaminya dengan teamnya yang lama. Pria berumur sekitar 46 tahun ini menggandeng lelaki bernama Luckas dari bengkel Engine+ Jakarta untuk menjadi baby sister nya The Tiga yang baru. Lelaki  yang juga owner Engine+  ini terkenal akan 849 whp  H22T Casper EG6nya  yang mampu mencetak best time 11,7 detik ini. Dan juga  . Hmmm..i think Tiga is on a right person now.

the tiga is back (52)

Dan yang cukup mengaggetkan saya atau kindly surprises me, adalah munculnya tiba-tiba Akina Teo bersama Chan (R&D Manager Ultra Racing Malaysia) ke Sentul atas undangan Pak Haji . Saya pun langsung tertawa dan menjabat tangan orang yang sudah menjemput saya jam 3 subuh di airport. Nice to see you again bratha a.k.a the taximan  mah. Lol. Ini adalah kunjungan perdananya ke Sentul Sirkuit, dan Akina bilang memang track atau aspal Sentul tidak bagus. Makanya catatan waktu di Sentul tidak bisa maksimal. Contohnya Tiga best time di Sentul 10.2, sewaktu di Sepang bisa mencetak 9.6 detik. Itu berarti lebih lambat 0,5 atau hampir 1 detik dari Sepang. Karena permukaan aspal atau tarck di Sentul susah mendapatkan traksi.

the tiga is back (28)

Karena ada Akina Teo dari Kuraz Motorsport Malaysia dan Chan dari UR Malaysia, saya pun lantas memanggil Pak Haji dan seluruh crew dan official The Tiga yang ikut dalam rombongan ke Malaysia. Mungkin Anda berpikir lama-lama web ini menjadi album photo. Boleh saja Anda berpikir seperti itu, tapi saya adalah salah satu orang yang menghargai masa lalu, bukan berarti selalu look back in anger or not. Tapi berkat masa lalu saya ada disini, menjadi saya yang saat ini, berada di dalam photo ini, dan bersama orang-orang hebat ini. Katakanlah ini adalah reuni kecil kami lulusan Sunway dan Sepang, angkatan yang pertama.

the tiga is back (34)

Setelah berphoto bersama layaknya acara reunian sekolah. Pak Haji langsung membawa Tiga ke waiting zone, dan bersiap untuk memulai heat yang 1 nya di kelas FFA atau Free For All.

the tiga is back (33)

Engine+ yang kali ini menadapay mandate sebagai tuner dari Tiga, melakukan beberapa hal perubahan kecil pada Godzilla ini. Seperti mengganti ecu Syvecs dengan Haltech yang di re-tune oleh Ovi Sardjan dari KS Nusa atau Haltech Indonesia, memperbaiki fuel distribution, dan akhirnya menyeting boost nya hingga 1,9 bar. Sehingga menyentuh angka 836 whp

the tiga is back (31)

Nice to see this oldman in that black Bandit Simpson helmet again.  Dan tak ketinggalan juga Engine+ mereplace atau mengganti kaca aclyric yang lama dengan yang baru lengkap dengan drive thru order window. May I take your order sir?

the tiga is back (42)

Inilah jadinya jika Tiga akan turun di lintasan, orang-orangpun langsung berbondong-bondong meninggalkan pitnya menuju tepi lintasan untuk melihat mobil yang menjadi buah bibir atau fenomenal di Indonesia.

the tiga is back (36)

Ini adalah 1st debut atau tampilan perdananya Pak Haji setelah race dari Sepang Malaysia. Waktu terbaiknya di  Sentul  pada event yang lalu adalah 10,2 detik, lalu di Sepang adalah 9,6 detik. Dan yang pasti pria yang dulunya seorang crosser (motorocross) ini berburu under 10 seconds.

the tiga is back (38)

GTR bertenaga 836 whp  langsung melesat meninggalkan garis startnya. M/T slick tyres compound C yang dibeli dari Malaysia langsung mencengkram aspal Sentul.

the tiga is back (40)

Pada heat yang 1 Pak Haji bersama Tiga berhasil mencetak waktu 10,268 detik. Cukup jauh dari angka under 10 seconds.

the tiga is back (43)

Namun pada heat ke-2 atau final FFA, The  Tiga berhasil memperbaiki catatan waktunya yaitu 9,908 detik. Dan menempatkannya menjadi yang tercepat di kelas FFA alias juara 1 dan juga the fastest of the day.

the tiga is back (41)

Dan tentu saja selain Pak Haji dan juga crew Tiger Auto Racing yang gembira atas hasil tersebut, ada salah satu orang yang paling happy di Sentul pada saat itu. Yaitu Luckas dari Engine+. Sepertinya dia berhasil menjalankan tugas pertamanya dengan cukup  baik.

the tiga is back (46)

Dan mengantarkan lagi The Tiga ke podium juara ke-1 di kelas FFA. Bisa dibilang Tiga langganan juara 1 di kelas FFA di Sentul.

the tiga is back (47)

Dan pada hari itu juga Luckas berhasil menyelesaikan tugas pertama nya dengan well done, berupa gelar the fastest of the day kepada Pak Haji dan The Tiger nya dengan catatan waktunya 9,908 detik. Sementara posisi ke-2 nya diduduki oleh Luckas sendiri dengan 660 whp CT9A atau evo VIII nya yang dilengkapi dengan ton’s of AMS parts inside  dengan catatan waktu 10,775 detik.

the tiga is back (44)

Tiger Auto Racing featuring Engine+, terdengar nice and menyakinkan. Tapi masih banyak homework yang harus dilakukan oleh Luckas selaku tuner baru Tiga untuk membuat Godzilla ini semakin kencang. Bisa jadi memecahkan rekor the fastest car in Indonesia? Atau bisa jadi kembali lagi ke Sepang Malaysia untuk memecahkan rekor di sana,  atau  hanya memperbaiki catatan waktunya? Atau Thailand, Dubai, Australia, Jepang, dan amalah USA (tempat monster-monster GTR hidup).  Tak ada yang tahu kemana langkah kaki si Tiga ini akan melangkah. Tapi yang pasti langkahnya akan semakin cepat dan rawrrrr, bukan meoong.

 

 

-Bayu Sulistyo |nyonk|

 

 

*like us on our Facebook fanpage

*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm

 

Comments

comments!