BANK BJB B16 AP SPEED : FROM DRAMA QUEEN RACE INTO PODIUM

822

Bank BJB B16 AP Speed kembali mendulang sukses di gelaran ISSOM atau Indonesian Sentul Series of Motorsport seri ke-4 di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat. Dengan menurunkan sebanyak 5 pembalap, mereka berhasil membawa pulang sebanyak 8 piala dari 12 kelas pada balapan yang digelar pada tanggal 22 – 24 September 2017 yang lalu.

Tapi tak ada yang tahu bahwa perjuangan untuk mendapatkan 8 piala tersebut tidak secerah sinar matahari pada pagi hari. Tak ada yang tahu bahwa 8piala itu digondol pulang dengan penuh perjuangan di wet race, sport jantung, ngeri-ngeri sedap, dan drama queen di menit-menit terakhir sebelum race di mulai.

Dimulai dari hari Jum’at dimana 2 Honda Civic, yaitu Civic Wonder SB3 milik Alfin  yang turun mesin dan EG6 milik Rian yang ketika di test drive oleh M. Herdy mendadak masuk kedalam pit, karena Herdy merasakan ada yang aneh dari mesinnya yang tidak bisa melengking atau kasar. Benar saja ketika di cek, valve atau klepnya menabrak piston. Operasi ngelembur pun djalankan Daddy atau Pak Aprek dan crew AP Speed. Operasi nglembur pun sukses, mesin kembali normal. Namun ketika Sabtunya hendak diajak QTT, mendadak mesin kasar kembali, hingga membuat Rian yang sudah semangat menjadi atah semangat untuk mengikuti babak QTT JSTC.

Daddy pun mulai mencari sumber masalah tersebut. Ternyata begitu di buka head nya, yang cukup mengejutkan ditemukan sebuah benda metal yang materi bahannya tidak sama dengan yang terdapat di dalam mesin. Ada benda asing atau “Alien” yang mendadak ujuk-ujuk masuk kedalam ruang pembakaran yang asalnya entah dari mana hingga membuat mesin menjadi kasar ketika dinyalakan.

Operasi nglembur pun akhirnya dijalankan lagi oleh Daddy atau Pak Apre dengan crewnya dengan harapan masih bisa mengejar waktu QTT di STC 2 (1600 & Retro) SCC yang dijadwalkan 3,5 jam dari waktu QTT JSTC.

Dengan dikroyok oleh sebanyak 4 mekanik AP Speed termasuk Daddy atau Pak Apre, dan juga pakai acara mengambil barang di bengkel AP Speed yang terletak sekitar 3 jam (pp), mesin B16 milik Rian pun sudah mulai berbentuk, dan mulai di setting oleh Daddy.

Hasilnya, Rian pun bisa mengikuti babak QTT STC 2 (1600 & Retro), dan berhasil menjadi yang tercepat ke-4 dengan best timenya 1:50.355. Yang berarti arek Suroboyo ini akan memulai start dari grid ke-4 pada esok hari di race day.

Race Day

Sunday Morning. Waktunya untuk race day setelah 2 hari kemaren tim yang bermarkas di daerah Cipinang Muara, Jakarta Timur ini dilanda problematika dalam dunia persilatan balap mobil Indonesia, yang akhirnya Daddy dan crew AP Speed bisa mempersiapkan mobil balapnya dengan baik.

Ada yang baru dengan tim yang identik dengan warna merah ini, yaitu hadirnya sponsor utama di dalam tim ini. Yaitu Bank BJB sebagai main sponsor atau sponsor utama.

Anda akan melihat logo Bank BJB dengan produk  tabungan andalan nya, yaitu  BJB Tandamata akan berseliweran  di seluruh media yang digunakan oleh tim ini. Mulai dari pit, race suit, hingga kaos team pada di sisa musim balap 2017 ini,

Dimana bank pemerintah yang berasal dari provinsi Jawa Barat ini mensupport  3 pembalapnya, yaitu Rio R. Bramantio, Rian Risky, dan M. Herdy untuk bertarung di musim balap 2017 ini. Selain Bank BJB sebagai main sponsor, ke-3 pembalap tersebut juga mendapatkan dukungan dari GAS Motorcycle, Triumph, Rumah Keikira, Achilles Radial, Motul, Rio Rian Racing, B16, dan Perfourm.

Ketiga pembalap ini bisa dibilang sedang berada di puncak perburuan titel juara nasional 2017 di masing-masing race atau kelas yang di ikutinya.

Jam 10.00 pagi, waktunya untuk bersiap-siap melompat masuk kedalam cockpit dan bertarung selama 9 lap atau 35,685 km

Yaitu balap Japan Super Touring Car Championship atau JSTC, dimana Bank BJB B16 AP Speed menurunkan 4 mobil balapnya di race kali ini yang mengikuti 3 kelas didalamnya.

Rio R. Bramantio dan Alfin pun mulai bersiap untuk mengikuti race pertama mereka di pagi hari itu.

Dimana yang cukup mengejutkan, untuk yang pertama kalinya Rio berhasil start di grid terdepan, yaitu grid ke-3 JSTC. Dimana pada sehari sebelumnya tau QTT day dia berhasil mencetak best time 1:48.579. Ini adalah rekor pribadinya atau bisa dikatakan orang ini sedang on fire ketika membejek EG6 B18 Turbonya pada saat qtt kemaren. Bahkan satu team pun bingung dengan hasil ajaib arek Suroboyo ini. Berarti dia sudah qualified untuk mempiloti mobil yang specnya atau performancenya diatas EG6 Triumphnya ini.

Sementara salah satu pembalap Bank BJB B16 AP Speed, yaitu M. Herdy berhasil menduduki grid 1 atau pole position di Japan Super Touring Car Championship dengan best timenya 1:46.466 yang dicetak pada saat QTT kemaren.

Sementara Rian Risky terlempar jauh di belakang. Alias start dari grid paling belakang, tepatnya di depan mobil fast doctor akibat dia tidak bisa menyelesaikan waktu QTT, karena sesaat keluar dari pit dia berhenti di tepi lintasan karena kerusakan mesin.

Namun dasarnya dia biasa start di depan dan juga selalu podium di race ini, tak mengendorkan nyali Rian untuk mulai berdog fight ria semnejak lampu start padam. Arek Suroboyo ini mulai blingsatan maju ke barisan depan.

Namun sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada Rio yang start dari grid ke-3.  Dengan berat hati Rio pun masuk ke dalam pit di lap awal akibat dirinya mengalami insiden berupa ditabrak dibelakang sebelah kanan, hingga membuat ban nya menempel body  dan mengeluarkan asap putih. Rio pun sempat masuk kembali ke dalam lintasan, namun sayangnya di lap ke-7 dia kembali masuk ke pit dan memutuskan mengakhiri race nya dengan status D.N.F akibat kerusakan tadi.

Jika sang kakak, sudah out dari race di lap ke-1 dan ke-7. Lain halnya dengan sang adik yang start dari barisan paling belakang. Pembalap Bank BJB B16 AP Speed yang mulai v-tec just kicked in ya! Semejank start mulai memburu para pembalap di depannya. Dari posisi paling buncit , yaitu 15, kini diapun sampai untuk merebut posisi ke-7 dan 6.

Dan akhirnya Rian pun berhasil merebut posisi ke-7 dari rekan satu teamnya, yaitu Alfin Mulia Rahman yang tercecer diposisi ke-8. Rian pun finish di posisi ke-8 overall JSTC, dan finish ke-2 di JSTC 1A dengan best timenya 1:51.355

Alfin Mulia Rahman yang bertarung di kelas JSTC 1A  atau kelas yang sama dengan Rian Risky harus puas finish ke-8 atau di belakang Rian (ke-3 kelas 1A)  dengan best timenya 1:52.764

Dan akhirnya M. Herdy, pembalap Bank BJB B16 AP Speed asal kota Cianjur Jawa Barat ini berhasil finish 1 Japan Super Touring Car Championship atau JSTC di kelas JSTC (overall),

dan JSTC 1B dengan best timenya 1:47.905

Herdy pun berhasil merebut podium 1 JSTC overall, di ikuti oleh Avan Abdullah di podium ke-2, dan Luckas Dwinanda . Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor Japan Super Touring Car dari Gazpoll Racing Team langsung memberikan piala kepada  ke-3 pembalap tercepat di JSTC ISSOM seri ke-4 ini.

Di kelas 1B atau 1700 – 2.000 cc N/A M. Herdy  dari team Bank BJB B16 AP Speed berhasil menduduki podium 1 dengan best timenya 1:47.905. Disusul oleh Welly Sutanto Wibowo dari team Dominic Racing Team di podium ke-2 dengan best timenya 1:50.145. Dan akhirnya Radityo Mahendra di podium ke-3 dengan best timenya 1:51.161

Di kelas 1A (0 – 1600cc N/A) Hendra Widjanarko dari team Speedy Motorsports berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:50.255. Di podium ke-2 ada Rian Risky dari team Bank BJB B16 AP Speed dengan best timenya 1:51.353. Dan akhirnya Alfin Mulia Rahman dari team B16 AP Speed di podium ke-3 dengan best timenya 1:52.764

Dari Japan Super Touring Car Championship, ke-2 pembalap Bank BJB B16 AP Speed, yaitu Rio R. Bramantio dan Rian Risky langsung melakukan estafet ke race berikutnya, yaitu Honda Jazz Speed Challenge.

Dimana Rio R. Bramantio akan memulai start dari grid ke- 19

Dimana pada saat QTT atau kualifikasi kemaren dia berhasil membukukan waktu 1:58.777

Sementara sang adik, Rian Risky berada 3 grid di depan sang kakak, yaitu grid ke-16

Grid ke-16 ini didapatkan Rian dari hasil QTT atau kualifikasi nya yang berhasil mencetak best time 1:58.203

Sementara di Honda Brio Speed Challenge, ada Iwan Sidharta yang berada di grid ke-26

Arek Suroboyo ini berhasil mencetak best time 2:04.081

Dan pembalap terakhir B16 AP Speed di Honda Jazz Speed Challenge adalah Fani Arsyad yang berada di grid ke-21

Fani yang juga arek Suroboyo ini berhasil membukukan waktu 2:00.899 pada saat babak kualifikasi kemaren.

Dokter asal kota Surabaya ini pun langsung memacu Honda Jazz GK5 nya sesaat setalah lampu start mati, dan memulai race nya sebanyak 10 lap atau sepanjang 39,65 km.

Fani pun menyelesaikan balapan 10 lapnya dengan finish di posisi ke-21, yang dimana posisi nya tidak berubah daripada posisi startnya. Namun pada race kali ini dia berhasil memecahkan rekor waktunya sendiri atau target waktunya, yaitu bisa mencetak 2 menit untuk 1 kali putaran atau lap.

Goal nya pun tercapai dengan berhasil mencetak best time 2:00.858

Beralih ke kelas Honda Brio Speed Challenge ada Iwan Sidharta yang sedang memacu Honda Brio 1200 nya dari grid ke-26. Di Honda Brio Speed Challenge Iwan berhasil finish ke-23, dan berhasil meraih podium ke-3  dengan mencetak best timenya 2:02.354

Namun sayangnya di seri kejurnas (Kejuaraan Nasional) ITCC atau Indonesia Touring Car Championship, arek Suroboyo yang seharusnya naik ke atas podium ke-2 ITCC 1200, gagal akibat Iwan menyelesaikan racenya dengan status D.N.F atau Did Not Finish akibat kurang 1 lap.

Rio Bramantio yang start dari posisi ke-19 berhasil naik 1 peringkat ke posisi ke-18

Arek Suroboyo ini pun akhirnya finish di urutan ke-18 (overall), dan ke-7 di kelas promotion dengan best timenya 1:59.068

Naik ke kelas Rising Star dimana pembalap ke-2 Bank BJB B16 AP Speed yaitu Rian Risky yang start dari grid ke-16 berhasil finish di posisi ke-19 (overall), dan ke-7 kelas Rising star dengan best timenya 1:58.429.

Performa 1:58.429 nya Rian Risky masih cukup jauh dengan posisi 3 besar podium  Rising Star yang dimana tercepat ke-3 nya membukukan waktu 1:56.888.

Ini adalah kekalahannya kesekian kalinya semenjak dia dipaksa naik kelas, dari Promotion class ke rising star akibat dia berhasil mencetak waktu 1:49 dengan Honda Civic EG6 nya.

STC 1 atau Super Touring Car Championship 1 (2100 – 3600cc), Herdy yang start dari grid ke-2 (1:46.500), terpaksa harus out dari race di lap ke-4 akibat kerusakan pada bagian kelistrikannya (altenator).

Tinggal satu race lagi yang akan dijalani oleh duo kakak beradik Rio dan Rian ini, yaitu Super Touring Car 1 (1600 &  Retro ) & Super Car Championship. Dimana Rian sendiri sedang memperhatikan  cuaca diatas sirkuit Sentul yang dirasanya sebentar lagi akan turun hujan. Maka sedikit sentuhan dari sang mekanik akan membantu sang pembalap melibas wet race

Rian pun akan memulai wet race dari grid ke-4

Dimana grid ke-4 didapatkannya dari hasil babak QTT atau kualifikasi pada sehari sebelumnya, yang mana dia berhasil membukukan best time 1:50.355

Sementara sang kakak, yang seharus nya sudah berada di dalam grid ke-4 bersama nya, masih tertahan di dalam pit akibat mobilnya mendadak mogok. Bukan hanya mogok tidak mau di starter atau dihidupkan, namun mendadak lantai pit yang berada di bawah mobilnya digenangi oleh bahan bakar yang berasal dari mobil Rio, Crew AP Speed dengan sigap mengeringkan genangan bahan bakar tersebut dan mencoba memperbaiki nya.

Rio yang sudah dalam kondisi lock and loud di dalam  cockpit, langsung lemes atau ciut nyalinya ketika dia mendapati mobilnya tidak bisa nyala, dan disuruh menunggu oleh crew karena sedang mencoba mencari sumber permasalahan tidak maunya mobil di hidupkan beserta banjir bensin di lantai.

Dalam tempo yang cukup singkat, Daddy atau Pak Apre akhirnya menemukan biang keladinya mobil Rio banjir bensin dan tidak mau menyala. Ternyata Daddy menemukan ada salah satu seal injectornya yang pecah atau bocor, hingga membuat bensin berhamburan dilantai. Daddy pun dengan worst case scenario dengan menambal sang injector dengan sealer dan karet agar bensinnya tidak muncrat lagi.

Tak berapa kemudian EG6 Rio pun berhasil hidup, dengan terburu-buru Rio pun langsung tancap gas meninggalkan pit menuju pintu exit pit

Dimana dia yang seharusnya start dari grid atau posisi ke-5 atau dibelakang sang adik, Rian Risky. Namun karena mobilnya tidak mau hidup disaat para peserta lainnya sudah menempati grid masing-masing, hasilnya dia terpaksa harus memulai start dari dalam area pit lane bersama Fadil.

Begitu peserta terakhir melewati garis start dan marshal mengibarkan bendera hijau kepada Rio, arek Suroboyo ini pun langsung tancap gas di tengah guyuran hujan yang menggusur Sentul sirkuit.

Dari yang awalnya dia berada di posisi paling bontot, perlahan-lahan dia pun mulai memburu para peserta yang berada didepannya. Dan selama balapan sebanyak 10 lap atau sepanjang 39,65 km, Rio pun berhasil menyalip sebanyak 8 mobil di depannya, yang membawanya finish diposisi ke-8 (overall) dan ke-1 di kelas SCC 1 dengan best timenya 2:03.588

Nasib kurang beruntung menimpa Alfin. Alfin yang start dari grid  ke-10 (1.55.898), terpaksa harus meloroy finish ke-13 akibat kendala pada bagian mesinnya yang tersendat-sendat. Alfin pun harus puas terpental dari podium 3 besar STC2 1600 dengan finish di posisi ke-13 (overall), dan ke-4 STC2 1600 dengan best timenya 2:06.776

Rian yang start dari grid ke-4 terlibat dogfight di awal lap dengan Hendra Wijanarko , yang akhinrya dog fight di tengah guyuran hujan dan genagan air pada track di menangkan oleh Rian  yang memanfaatkan situasi dimana Hendra out ke gravel sewaktu dogfight dengannya.

Rian pun melesat sempurna ke posisi 1 dari posisi ke-4, dan berhasil merebut podium 1 STC 2 (overall), dan podium 1 STC2 1600 dengan best timenya 1:57.918.

Rian pun tak mampu menahan rasa senangnya bisa memenangkan wet race dari posisi ke-4 ke posisi pertama atau terdepan. Arek Suroboyo ini pun langsung  menjulurkan tangannya keluar kaca sambil mengacungkan jarinya sebagai tanda juara 1 atau numero uno

Herdy yang merupakan rekan satu team Rian pun tak mampu menahan rasa senangnya atas keberhasilannya menjadi yang terdepan di wet race kali ini.

Terutama sang kakak, yaitu Rio yang langsung memeluk erat sang adik yang telah berhasil finish terdepan di wet race, padahal mereka berdua sama-sama mengalami masalah sesaat sebelum start. Dimana ke-2 kakak beradik ini sukses melewati problem pada mobil mereka sebelum start dan berhasil memenangkan podium.

Dari start paling buncit, Rio pun berhasil naik ke atas podium  ke-2 Super Car Championship, dimana dia bersanding dengan pembalap senior Chandra Alim dan Luckas Dwinanda

Di Super Touring car 1, Rian pun berhasil finish yang 1 di STC Overall, dengan berhasil memenangkan duel dogfight dengan Hendra Wijanarko yang berada di podium ke-2

Sementara di STC 1600 lagi-lagi Rian berhasil keluar sebagai juara 1, dan di ikuti oleh Hendra Wijanarko di podium ke-2. Dan Evin Dwi Sulistiyono di podium ke-3

Tak ada cara yang lebih tepat untuk merayakan kemenangan pada seri balap yang penuh dengan drama queen yang tidak bisa dimengerti akal sehat dengan ritual wajib team ini, yaitu mengguyur orang. Kali ini yang menjadi sasaran kegembiraan team adalah kakak beradik Rio dan Rian yang berhasil melewati cobaan sebelum race dan berhasil finish serta naik podium sewaktu wet race.

Tim yang bermarkas di Cipinang Muara Jakarta Timur ini, berhasil mengantarkan  5 pembalap nya ke atas podium kemenangan ISSOM seri 4 ini. Mereka berhasil membawa pulang sebanyak 8 piala dari 12 kelas yang di ikutinya.

Dengan3 pembalapi Bank BJB B16 AP Speed yang berhasil mempersembahkan podium kemenangan kepada timnya. Dimulai dari Rian Risky  sebagai penyumbang podium terbanyak yaitu 3 podium, di ikuti oleh M. Herdy sebanyak 2 podium, dan Rio R. Bramantio 1 podium.

See ya again with Bank BJB B16 AP Speed in the next round of ISSOM guys. Later…

 

AP SPEED : 9 TROPHIES IN BSD CITY GRANDPRIX 2017

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!