JAPAN SUPER TOURING CAR CHAMPIONSHIP RD.5

1284

Ada satu race di ISSOM atau Indonesian Sentul Series Of Motorsport yang menurut saya akan menjadi boming seperti layaknya race-race lainnya yang sudah bercokol di ISSOM, Yaitu JSTC atau Japan Super Touring Car Championship yang memulai debutnya pada awal musim balap 2017 ini.

Sesuai namanya Japan Super Touring Car Championship ini berisikan mobil-mobil balap dari pabrikan Jepang. Agar aroma balapnya mirip dengan balap JTCC atau Japan Touring Car Championship pada era 90’an, maka tahun produksi mobil pun dibatasi dari tahun yang paling dikenal oleh anak JDM, yaitu 1986. Itu berarti mobil retro sekelas AE86 atau Hachirokunya si anak bakul tahu Takumi Fujiwara bisa  bertarung di sini.

Untuk urusan kelas pun di JSTC terhitung tidak ribet, karena mengikuti pasaran mobil Jepang. Kelasnya dibedakan berdasarkan kapasitas atau cc mesin dan turbo atau non turbo. Mulai dari kelas 1A yaitu 0-1691 cc N/A seperti Honda Civic EG6 atau Estilo D16 SOHC yang di engine swap ke mesin B16 DOHC Vtec, ataupun kelas 1B yaitu 1B :  1691- 2090 cc N/A

Adapun mobil yang basicnya natural aspirated yang sudah di modif menjadi turbo atau force induction juga bisa mengikuti JTSC. Mobil tersebut masuk berdasarkan kapasitas mesinnya, seperti di kelas 2 A : 0 s/d 1690 cc Turbo . Dan kelas 2B 1691 – 2000 cc Turbo seperti Suzuki Swift nya pembalap senior Chandra Alim dari Sigma Speed yang dimana mesin M16 1.600 cc nya sudah di doping dengan turbo.

Ada juga Honda Brio nya Ferry Yanto Hongkiriwang yang dipiloti oleh Luckas Dwinanda  dari  Gazpoll Racing Team menggendong mesin L15 nya Honda Jazz berkapasitas 1.500 cc

Masih belum puas dengan engine swap dari 1.300 cc ke 1.500 cc nya, Luckas dari Engine+ ini mendopingnya lagi dengan mesin yang dimodif dengan tendangan  turbo GT25  yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 144 whp dengan boost hanya sebesar 0,4 bar yang mampu mencetak best time 1:49

Selain Honda Brio, JSTC juga mempunyai official race car berupa Mitsubishi Lancer Evo 3 yang berarung di kelas 2B yaitu kelas 1691-2000 cc Turbo. Kelas ini biasanya di isi oleh mobil turbo JDM seperti Lancer Evo ataupun Subaru WRX STI

Tak lengkap rasanya jika kita ngobrol soal JSTC yang specnya JDM banget tanpa menyinggung mobil yang rasanya taste JDM nya kental sekali, yaitu mobil pabrikan Honda dengan Type R nya. Di JSTC sendiri Type R bertarung di kelas 1B 1691-2000 c N/A. Mulai dari Honda Integra Type R DC2 hingga DC5

Sampai Type R generasi ke-3 yaitu Honda Civic Type R FD2R yang dipiloti oleh Ricky Karyanata lengkap dengan mesin K-series nya

JSTC yang baru memulai debutnya di balap ISSOM pada awal musim balap 2017 ini sudah berlangsung selama 5 race dari semenjak ISSOM seri 1 digelar  (April 2017). Dan dari seri ke seri, jumlah pesertanya pun bertambah lengkap dengan mobil barunya. Yang terbaru adalah Honda Civic Genio milik Baim yang merupakan Civic Hybrid yang partnya langsung di import langsung dari workshop Speedfactory Racing USA.

Mengusung mesin K series 2.000 lt yang sudah dimodif hingga mampu memuntahkan tenaga sebesar 257 whp dengan di otaki oleh ECU paling hits sedunia yaitu Motec M800

Tapi yang membuat hati saya berbunga-bunga dan sumringah adalah hadirnya satu-satunya mesin rotary yang beralaga di ISSOM, yaitu Mazda RX-8 SE3P dari Bosst Factory Indonesia dengan pembalapnya Matthew. Bisa dibilang RX8 ini menjadi mobil renkarnasi atau penerus Mazda RX-7 FC yang digunakan oleh pembalap senior Chandra Alim pada era 90’an di Sentul International Circuit.

Dan JSTC pun dengan bangga menghadirkan wankel rotary engine dari workshop Boost Factory Indonesia untuk bertarung di JSTC kelas FFA atau Free For All (2100 – up)

Dengan mengandalkan mesin 1.300 cc 13B Renesis dengan 2 rotor yang sudah di modif dengan porting & polish membuat tenaga dari si mesin rotary ini melonjak dari stocknya yang hanya 237 hp menjadi sekitar 360 hp

Dan thanks god dengan bantuan ITBs atau Individual Throttle Bodies suara khas mesin rotary dengan suara  brap..brap..brap bisa berkumandang dengan merdunya sewaktu idle di dalam pit Sentul. Ini adalah mobil yang Anda cari jika ingin mendengarkan alunan mesin yang rock and roll anti mainstream ala Mazda 787B pemenang LeMans 24hr (1990-1991)

Bisa dibilang JSTC atau Japan Super Touring Car Championship menjadi race tematis ke-2 setelah ETCC atau European Touring Car Championship yang berisi mobil dari dataran Eropa seperti BMW, Mercedes-Benz, Peugeot, dan Porsche.

Di JSTC hampir semua mobil dari negeri matahari terbit ada disini, seperti Honda yang paling mainstream, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, hingga Mazda. Kurang mobil Toyota yang ikut bertarung disini melengkapi lini mobil JSTC.

Dan para pembalapnya sendiri bisa dibilang the renegade of funk alias masih darah muda a.k.a pembalap muda. Berbeda dengan balap ETCC yang sebagian besar pembalapnya adalah para gadun atau om-om. Di JSTC sini para pembalapnya ada yang masih kuliah hingga eksekutif muda yang merupakan penganut aliran JDM freak atau JDM as fuck. (maap soal photonya, kerusakan pada lensa saya bukan pada hp atau komputer Anda)

Kebanyakan dari mereka sendiriadalah teman sepermainan dalam mengumpulkan berbagai macam part JDM mulai dari sticker hingga JDM car yang terhitung rare item. Jadi tak heran JSTC ini sebagai tempat kopi darat sesama mereka yang biasanya hanya beratatap muka melalui media sosial.

Adalah Ferry Yanto Hongkiriwang dari Gazpoll Racing Team yang menjadi pembalap sekaligus sebagai promotor JSTC yang berhasil mengumpulkan teman-temannya, dan juga para pecinta mobil pabrikan Jepang untuk ikut meramaikan balap JSTC. “ JSTC ini saya buat sebagai tempat berkumpulnya kawan-kawan sesama penggemar mobil Jepang yang hoby balapan. Jadi yang biasanya balapan di jalanan atau ikut track day dengan mobil Jepangnya, bisa menjajal balap resmi dengan peraturan yang kami buat sesimple mungkin, namun tetap mengacu pada safety dan peraturan resmi dari ISSOM Sentul” terang Ferry.

Dengan jumlah peserta pada seri ke-4 ISSOM mencapai 16 starter, JSTC kedepannya saya prediksi peserta akan bertambah banyak dengan membawa mobil perang JDM yang aneh bin ajaib, yang mungkin Anda cuma lihat di layar internet atau game Gran Turismo, seperti Honda S2000 yang sedang dalam proses modifikasi.

Para pembalap JSTC pun mulai bersiap-siap untuk masuk ke dalam mobil balap mereka masing-masing.

We’re renegade of funk

Mungkin karena rata-rata mereka berusia 20-30an atau masih gejolak kawula muda, yang ada bawaannya mereka adalah mesam mesem sebelum race.

Atau bahkan sadar kamera dan menyapa photographer yang memphotonya. “Hello Indonesia….doakan saya ya ” kata Abraham

Sementara Ibrahim atau Baim dari Supernova tampak begitu bersemangat untuk menghadapi race yang sudah dinantinya setelah sekian lama proyek Honda Genio K Series nya keluar dari kandangnya.

Namun jalan nya para new kids on the block ini tidak gampang, mereka harus menghadapi terlebih dahulu salah satu pembalap senior Indonesia yang masih greng di lintasan, yaitu Chandra Alim. Kakek yang satu ini merupakan peserta tertua di JSTC dan mungkin di ISSOM. Namun nyali dan semangatnya masih tetap seperti beliau muda. Karena ibarat race, umur hanyalah angka. Ketika saya melihat Chalim, saya pun langsung teringat Lightning Mcqueen dari film Cars yang mencoba struggle  dari pepatah “ setiap masa ada generasinya, dan setiap generasi ada masanya”. Sehat terus om Chalim

Ke-16  mobil JSTC pun mulai melewati area pit lane menuju ke dalam sirkuit untuk menempati grid start mereka masing-masing.

Welly Wibowo pembalap muda asal Yogyakarta  dengan Honda Integra Type R DC2 nya berada di grid ke-7 dengan hasil qtt 1:50.161

Sementara Avan Abdullah dari Gazpoll Racing Team berhasil menempati grid ke-2 setelah sehari sebelumnya di babak QTT berhasil mencetak best timenya 1:48.112

Avan pun tampaknya harus menambahkan banyak boost untuk bisa mengejar Honda Civic EG6 kecil milik M. Herdy yang parkir di depannya atau P1 di JSTC kali ini.

Herdy pun sekali lagi berhasil meraih P1 nya di babak kualifikasi pada hari Sabtu kemaren dengan terpaut 2 detik lebih cepat daripada Avan Abdullah, yaitu 1.46.466

Dan Ferry pun menyaksikan satu-persatu teman-teman sepermainan JDM nya melesat meninggalkan garis start.

Ganbatte…!!!!

Setelah sempat terjadi insiden sesaat setelah start yang melibat kan beberapa pembalap hingga membuat safety car masuk, posisi pun mulai berubah di barisan terdepan. Yaitu tampak Avan Abdullah berhasil mencuri posisi P1 dari tangan M. Herdy. Sementara M. Herdy di posisi ke-2, Luckas Dwinanda yang aslinya berada di posisi ke-5 naik 2 posisi  ke posisi ke-3 di belakang M. Herdy.

Namun M. Herdy pun tak mau kalah dengan Avan yang sudah merebut P1 dari tanganya akibat ada insiden tadi. Dengan kekuatan mesin 306 hp B18 nya dia pun memburu dan mengejar Avan yang berada di depannya. Alhasil Herdy pun berhasil merebut kembali P1 dari tangan Avan Abdullah. Pembalap Bank BJB B16 AP Speed asal Cianjur ini pun berhasil finish 1 dengan best timenya 1:47.905

Sementara Avan Abdullah harus menerima kembali ke posisi semulanya, yaitu ke-2. Avan pun berhasil menyelesaikan race sebanyak 9 lap atau 35,685 km nya dengan best timenya 1:48.452. Dan juga finish ke-1 di kelas JSTC 2B

Luckas Dwinanda dengan Honda Brio turbonya berhasil naik 2 peringkat dari posisi ke-5 ke posisi ke-3 dengan best timenya 1:49.981. Bisa dibilang ini adalah mobil kecil-kecil cabai rawit di ISSOM, dengan mesin kecilnya yang di doping dengan keong ajaib GT25, Brio berkelir kuning ini mampu membuat para pembalap terdepan ngeri ngeri sedap jika melihat ke arah spionnya. Luckas juga berhasil finish ke-2 di kelas JSTC 2B

Finish di posisi ke-4 overall dan 1 di JSTC 1A, ada Hendra Widjanarko dari Speedy Motorsport yang berhasil mengalahkan Rian Risky dari Bank BJB B16 AP Speed dalam perebutan posisi 1 di kelas JSTC 1A. Hendra pun berhasil membukukan best timenya 1:50.255

Welly Wibowo dari Dominic Racing Team Yogyakarta berada di posisi ke-5 overall JSTC, dan ke-2 di kelas JSTC 1B dengan best timenya 1:50.154

Radityo Mahendra dengan Honda Integra Type R DC5 nya  berhasil finish diposisi ke-6 overall, dan ke-3 di kelas JSTC 1B dengan best timenya 1:51.161

Sementara Rian Risky dari Bank BJB B16 AP Speed yang mengawali startnya dari posisi paling buncit atau terakhir karena pada saat qtt mengalami kerusakan pada bagian mobilnya, berhasil meroket naik 8 peringkat ke posisi ke-7, dan finish ke-7 overall, dan ke-2 di kelas 1A dengan best timenya 1:51.355

Alfin  Mulia Rahman dari team B16 Ap Speed dengan Honda Civic Wonder SB3 ini finish ke-8 overall dan ke-3 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:52.754

The Old Coyote, Chandra Alim dari team Sigma Speed dengan Suzuki Swift Turbo harus puas finish di posisi ke-9 overall, dan ke-3 di kelas 2B. Pembalap  senior ini berhasil membukukan waktu 1:54.189

Umar Abdullah dari team Bank BJB Delta Garage  dengan Honda Civic EF nya finish di posisi ke-10 overall, dan ke-4 kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:52.241

Dan akhirnya the one and only pembalap wanita yang bertarung di Japan Super Touring Car Championship, Ghina Namira dari Azuro Motorsport harus puas finish di posisi ke-11 overall. Namun pembalap wanita muda ini berhasil finish pertama di kelas 3 atau Free For All (2100 – up) dengan best timenya 2:10.795

Dan dari 15 starter atau pembalap yang mengikuti race di JSTC kali ini, sebanyak 4 pembalap harus mengakhiri racenya dengan status D.N.F atau Did Not Finish karea terlibat insiden ataupun kerusakan pada mobilnya. Salah satunya adalah Rio. R. Bramantio dari team Bank BJB B16 AP Speed yang start dari posisi ke-3 tetapi nasib na’as menimpanya ketika di lap awal sesaat setelah start dia terlibat insiden ditabrak oleh peserta lainnya sehingga memaksanya untuk masuk ke dalam pit untuk perbaikan. Setelah sempat kembali masuk ke dalam track dan melanjutkan race, arek Suroboyo inipun akhirnya mengakhiri race nya di lap ke-7 dengan best timenya 1:56.018

Tak hanya Rio saja yang D.N.F. Ricky Karyanata dengan Civic Type R FD2R nya harus out dari race di lap ke-2

Sama seperti Ricky, Baim dari Supernova juga harus out dari race di lap ke-1 setelah Genionya mengalami trouble.

Menemani Rio, Ricky, dan Baim yang berstatus D.N.F. , Abraham F dengan Honda Jazz GE8 turbonya juga harus out dari race di lap awal JSTC

Namun sayangnya si rotor master, Matthew dari Boost Factory Indonesia dengan Mazda RX8 nya gagal mengikuti race day atau D.N.S (Did Not Start) akibat gearbox pada mobilnya jebol.

Seharusnya Matthew start di posisi ke-16 atau dibelakang Rian Risky karena Gearboxnya Jebol pada saat official practice day.Namun karena mungkin mobil RX8 spare partnya tergolong susah, jadi pada hari Sabtu dan Minggu nya, Matthew pun tidak bisa mengikuti jalannya babak qtt dan race day. Semoga saja next race dia bisa kembali dengan mobil brap..brap..brapnya.

Akhirnya setelah menyelesaikan race sebanyak 9 lap atau sepanjang 35,685 km, sebanyak 15 pembalap pun berhasil finish dan menyelesaikan race JSTC seri ke-5 kali ini.

Di podium  JSTC overall, ada M. Herdy  dari Bank BJB B16 AP Speed yang berhasil menjadi yang tercepat di JSTC dengan naik ke atas podium 1. Dan di podium ke-2 ada Avan Abdullah dari Gazpoll Racing Team. Dan akhirnya   Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team di podium ke-3. Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor Japan Super Touring Car dari Gazpoll Racing Team langsung memberikan piala kepada  ke-3 pembalap tercepat di JSTC ISSOM seri ke-4 ini.

Di kelas 1A (0 – 1600cc N/A) Hendra Widjanarko dari team Speedy Motorsports berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:50.255

Menemani Hendra, Di podium ke-2 ada Rian Risky dari team Bank BJB B16 AP Speed dengan best timenya 1:51.353. Dan akhirnya Alfin Mulia Rahman dari team B16 AP Speed di podium ke-3 dengan best timenya 1:52.764

Di kelas 1B atau 1700 – 2.000 cc N/A M. Herdy  dari team Bank BJB B16 AP Speed berhasil menduduki podium 1 dengan best timenya 1:47.905. Disusul oleh Welly Sutanto Wibowo dari team Dominic Racing Team di podium ke-2 dengan best timenya 1:50.145. Dan akhirnya Radityo Mahendra di podium ke-3 dengan best timenya 1:51.161

Di kelas 2B (1691 -2000 cc Turbo) Avan Abdullah dari team Gazpoll Racing Team berhasil menyabet podium 1 dengan best timenya 1:48.452. Di podium ke-2 ada Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan best timenya 1:49.981. Dan akhirnya pembalap senior Chandra Alim dari Team Sigma Speed di podium ke-3 dengan best timenya 1:54.189

Dan akhirnya the one and only pembalap wanita di Japan Super Touring Car Championship, yaitu Ghina Namira dari team Azuro Motorsport berhasil menyabet podium 1 di kelas 3 atau FFA (2100cc – up Turbo) dengan best timenya 2:10.795

See ya on next round of JSTC guys. Later..

BSD CITY GRANDPRIX 2017

JSTC : M. HERDY WON THE JSTC 2017 RD.5

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!