ISSOM 2017 RD. 4 : MORE NEW TOYS !

1152

Setelah pada race sebelumnya kita berada di sebuah sirkuit jalan raya yang bernama BSD City Circuit dalam gelaran BSD City Grandprix 2017 yang diadakan pada bulan Agustus yang lalu. Akhirnya seri balap touring terbesar di Indonesia, yaitu ISSOM kembali lagi kerumahnya pada tanggal 22-24 September 2017 yang lalu.

Balapan BSD City Grandprix 2017 pun menyisakan PR besar bagi para pembalap, team, dan terutama bagi para mekanik. Dimana mereka harus kembali ke selera asal atau setingan awal mobil mereka di sirkuit Sentul, yang lebih condong ke high speed cornering

Beberapa mobil balap yang merupakan “lagu lama, kaset baru” pun tampak pada seri ini. Seperti salah satu monster ETCC Euro 3000 BMW E46 M3 milik Dewa yang sudah dipinang oleh Setiawan Santoso untuk bertarung di STC 1 (2100 & 3600) dikelas BMW 3600, dan ETCC Euro 3000 Master Class.

Di seri ke-4 gelaran ISSOM 2017 ini juga ada beberapa pembalap yang memboyong mobil baru mereka. Seperti Benny Santoso dari team Sigma Speed yang memboyong BMW E87 series 1 yang dijadikan sebagai war machine nya di ETCC Euro 2000  Pro Class menggantikan BMW E36 nya.

Sedan hatchback 5 pintu lansiran BMW pada tahun 2004 inipun langsung mendapatkan program weight reduction atau diet besar-besaran dari workshop Sigma Speed. Mesin nya pun mengandalkan mesin balap BMW M40 engine

Tapi yang membuat hati saya berbunga-bunga dan sumringah adalah hadirnya satu-satunya mesin rotary yang beralaga di ISSOM, yaitu Mazda RX-8 SE3P dari Bosst Factory Indonesia dengan pembalapnya Matthew. Bisa dibilang RX8 ini menjadi mobil renkarnasi atau penerus Mazda RX-7 FC yang digunakan oleh pembalap senior Chandra Alim pada era 90’an di Sentul International Circuit.

Dan JSTC pun dengan bangga menghadirkan wankel rotary engine dari workshop Boost Factory Indonesia untuk bertarung di JSTC kelas FFA atau Free For All (2100 – up). Dengan mengandalkan mesin 1.300 cc 13B Renesis dengan 2 rotor yang sudah di modif dengan porting & polish membuat tenaga dari si mesin rotary ini melonjak dari stocknya yang hanya 237 hp menjadi sekitar 360 hp. Dan thanks god dengan bantuan ITBs atau Individual Throttle Bodies suara khas mesin rotary dengan high lift camshaftnya brap..brap..brap bisa berkumandang dengan merdunya sewaktu idle di dalam pit Sentul. Ini adalah mobil yang Anda cari jika ingin mendengarkan alunan mesin yang rock and roll anti mainstream ala Mazda 787B pemenang LeMans 24hr (1990-1991)

JSTC yang baru memulai debutnya di balap ISSOM pada awal musim balap 2017 ini sudah berlangsung selama 5 race dari semenjak ISSOM seri 1 digelar  (April 2017). Dan dari seri ke seri, jumlah pesertanya pun bertambah lengkap dengan mobil barunya. Yang terbaru adalah Honda Civic Genio milik Baim yang merupakan Civic Hybrid yang partnya langsung di import langsung dari workshop Speedfactory Racing USA. Mengusung mesin K series 2.000 lt yang sudah dimodif hingga mampu memuntahkan tenaga sebesar 257 whp dengan di otaki oleh ECU paling hits sedunia yaitu Motec M800

Di race yang pertama ISSOM, yaitu MB Club INA Race Championship. Ada Dodi Saputra dari ABM Motorsport dengan Mercedes Benz W202 yang harus puas finish di posisi ke-4 overall, dan ke 4 di kelas SC-6 Avantgarde dengan best timenya 1:53.824

Dibawah Dodi Saputra, finish di urutan ke-6 overall ada Vidi Achamd Dwiputra dari team W124 MBCI Motorsport yang berhasil naik ke atas podium 1 MB Club INA Race Championship kelas E4 dengan best timenya 1:57.042

Dari MB Club INA Race Championship, kita beralih ke race yang ke-2 dimana sebanyak 15 starter yang seluruhnya mobil pabrikan Jepang akan mengikuti jalannya race di JSTC atau Japan Super Touring Car Championship.

Sayangnya si rotor master, Matthew dari Boost Factory Indonesia dengan Mazda RX8 nya gagal mengikuti race day atau D.N.S (Did Not Start) akibat gearbox pada mobilnya jebol. Seharusnya Matthew start di posisi ke-16 atau dibelakang Rian Risky karena Gearboxnya Jebol pada saat official practice day.Namun karena mungkin mobil RX8 spare partnya tergolong susah, jadi pada hari Sabtu dan Minggu nya, Matthew pun tidak bisa mengikuti jalannya babak qtt dan race day. Semoga saja next race dia bisa kembali dengan mobil brap..brap..brapnya.

Baim dari Supernova dari Supernova harus out dari race JSTC di lap ke-1 setelah Genionya mengalami trouble. Padahal pada saat qtt sehari sebelumnya dragster ini mampu mencetak best time 1:52.126 yang membawanya start di grid ke-10

Beralih ke balapan one make race Honda Brio Speed Challenge, Huga Laverda Labib dari G.O.T Speed berhasil finish  di posisi ke-4 HBSC, sekaligus naik podium ke-4 dengan best timenya 2:03.321

Di Honda Jazz Speed Challenge, setelah lama tak muncul, Yulianto Adi dari team Jakarta Racingcom akhirnya kembali lagi bersama Honda Jazz GK5 nya di seri ke-5 HJSC 2017 ini. Namun sayangnya dia hanya mampu finish di posisi ke-14 overall, dan ke-6 rising star class dengan best timenya 1:58.310

Andika Rama Maulana dari team Honda Bandung Center, benar-benar berhasil mengawali debut karirnya di dunia nyata balap mobil dengan gemilang bersama team pabrikan Honda asal Bandung di musim balap 2017 ini dengan beberapa kali berhasil merebut podium di kelas rising star. Di seri ke-5 HJSC , mantan jebolan  Nissan GT Academy ini berhasil merebut podium ke-2 mengalahkan para pembalap rising star lainnya yang sudah lama bercokol di kelas ini. Best time si Rama pun menyentuh angka 1:56.912

Di STC 1 (2100 -3600), Ahamd Zaki dari Landy Land yang biasa mempiloti Mercedes Benz, kali ini bertarung dengan BMW E36 nya di kelas BMW 3600 selama 10 lap. Zaki pun finish di urutan ke-12 overall, dan ke-7 kelas BMW 3600 dengan best timenya 1:55.670

Please welcome Setiawan Santoso dengan BMW E46 M3 nya yang berhasil finish 1 overall, dan menjadi juara baru di debut awalnya di STC 1 (2100 – 3600) bersama mobil barunya E46. Setiawan pun berhasil  merebut podium 1 STC 1 overall, dan juga BMW 3600 dengan best timenya 1:42.942.

Di Kejurnas Indonesia Touring Car Championship, pembalap wanita Alinka Hadianti dari Toyota Team Indonesia berhasil merebut podium ke-3 di ITCC 1600 max, sekaligus finish ke-3 overall ITCC. Drifter sekaligus offroader ini berhasil mencetak best time 1:52.221 dengan Toyota Yarisnya dibelakang Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia yang finish ke-2.

Benny Santoso yang seharusnya menggunakan mobil terbarunya berupa BMW E87 atau seri 1 di ETCC Euro 2000 Pro class, terpaksa harus mengurungkan niatnya membesut mobil hatchback hasil racikan dari Sigma Speed ini setelah as rodanya putus di R4 ketika sedang melakukan sesi official practice day. Pengusaha bawang merah asal kota Brebes Jawa Tengah ini langsung balik ke selera asal membesut BMW E36 nya, dan berhasil finish di posisi ke-5 overall, dan podium ke-2 Euro 2000 Pro Class dengan best timenya 1:49.698

Eko Bambang si Tukang “Jagal” dari kota Kediri dengan BMW E46 dari team JNE SG Jagal Kediri berhasil finish ke-7 overall Euro 2000. Namun pembalap asal kota Kediri yang terkenal mempiloti VW kodok “Jagal”na ini berhasil naik ke atas podium 1 Euro 2000  Promotion class dengan best timenya 1:52.788

Waktunya kita beralih ke race Indonesia Retro Race, dimana mobil-mobil Retro yang sudah di engine swap dapur pacunya dengan mesin terbaru, namun tetap mengandalkan sistem karburator bertarung selama 10 lap.

Kushindrarto dari Ecuire Cinere dengan BMW E30 yang bertarung di kelas Retro 1600 Max harus puas finish diposisi ke-15 overall, dan finish ke-2 di kelasnya (Retro 1600 Max). Kushindrarto pun berhasil naik ke atas podium ke-2 Retro 1600 max dengan best timenya  2:16.685

Di race Old Skool Racing Championship, Dwi Irianto dari team Speedy Motorsport dengan Datsun SSS nya berhasil finish di posisi ke-5 overall, dan 1 di kelas 1600cc/OSC 2. Dwi pun naik ke atas podium 1 di kelas 1600cc/OSC 2 dengan best timenya 2:12.823

Masih dari kelas Old Skool, kali ini kita melihat VW Beetle  yang dipiloti oleh Kris Rapandi  yang terpaksa harus out dari race di lap ke-4 akibat masalah pada kodoknya. Sebelum D.N.F Kris pun berhasil mencetak best time 2:10.480

Berbeda dengan Kris, Riza Aditriawan dengan VW Beetle bernomor start #80 ini berhasil finish di posisi ke-6 overall, dan naik ke atas podium ke-2 di kelas 1600cc/OSC 2 dengan best timenya 2:14.628

Tak lengkap rasanya jika Sentul di bulan yang berakhiran ber- ber ini tidak berbasah-basahan ria  alias wet race. Sentul International Circuit memang terkenal akan wet race nya jika sudah memasuki sore hari dan terutama di penghujung akhir tahun. Maklum saja sirkuit ini terletak di dekat kota Hujan, yaitu Bogor. Jadi tak ayal wet race pun bisa cukup merepotkan para pembalap yang berada di dalam track, seperti di STC 2 (1600 & Retro) & Super Car Championship

Dwi Irianto dari team Speedy Motorsport dengan Evo 3 nya  finish di posisi ke-11 overall, dan ke-4 di kelas SCC B2 dengan best timenya 2:08.318

Sementara Ferry Yanto Hongkiriwang dari Gazpoll Racing Team dengan Evo 4 nya, berhasil finish ke-6, dan naik ke podium ke-3 di kelas SCC B2 dengan best timenya 2:01.076

Well, in motorsport apa saja bisa terjadi. Fadil dari Jakarta Ban Motorsport terpaksa harus out dari race di lap ke-3 setelah mobilnya terlibat insiden yang menyebabkan masalah pada mobil Mercedes Benz W201 190E  Cosworth nya.

Fadil pun terpaksa harus berjalan kaki seorang diri menuju ke pit di tengah turunya hujan. Sebelum D.N.F, drifter ini sempat mencetak best time 1:52.225 yang merupakan best time tercepat di race kali ini. See you on rd.5 guya. Later..

BSD CITY GRANDPRIX 2017

ISSOM 2017 RD.3 : THE RETRO & THE VTEC!

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!