THE DIRTY THIRTY MEET 2017

1660

Selepas dari Sentul International Circuit untuk balap touring, Yogyakarta untuk Kejurnas Drift, akhirnya saya mempensiunkan lensa tele dan sepatu running saya untuk E30 Meet 2017 yang diadakan oleh BMWCCI E30 Register di Seloreja, Malang , Jawa Timur. Inilah pertama kalinya kopi darat dengan gerombolan si Dirty Thirty alias pecinta mobil Mas Boy dari film yang ngehits pada tahun 90’an, dimana  “Catatan Si Boy” merupakan lelaki  paling sempurna di Indonesia raya, bahkan dunia (di dalam film)

Ke Malangnya, saya pun menumpang E30 milik Budi yang sudah di modif dengan Kamei bodykit dengan headlamp kotaknya yang cukup rare di Indonesia. Tak lupa juga saya membawa E30 Register Motorsport cap pemberian Aria salah satu pembalap dari Bank BJB HGMP Racing Team Jakarta

Namun waktu kita sedang menuju meeting point 1 di rest area Surabaya-Sidoarjo, mobil kelahiran tahun 90 ini mendadak mengeluarkan bunyi khas gesekan antara ban dengan fender. Yang artinya mobil terlalu ceper, kelebihan muatan, dan saya harus abandon the ship.

Saya pun melanjutkan perjalanan dari Surabaya ke kota Malang lalu lanjut ke Selorejo tempat dimana para pecinta Dirty Thirty mengadakan race partehnya dengan menumpangi BMW E60 milik Donny anggota dari BMWCCI Surabaya Chapter.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam dari Surabaya, tibalah saya di Selorejo yang merupakan sebuah waduk PLTA yang didalamnya terdapat tempat wisata seperti playground tempat kemping, dan resort hotel.  Dimana barisan mobilnya mas Boy ini sudah berjejer rapi di area parkiran.

E30 meet 2017 kali ini di ikuti oleh150 peserta dari dari seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor, Yogya, Semarang, Malang, Makassar, Lombok, Bali,  Sidoarjo, Jember, Surabaya, Banyuwangi,  Palembang, bahkan Aceh.

Love this nickname..Dirty Thirty

Acara rutin tahunan bagi anggota BMWCCI E30 Register ataupun penggemar E30 di Selorejo ini merupakan acara pemanasan sebelum para dirty thirty memanaskan acara tahunan para bimmer se Indonesia Raya, yaitu  Indonesian Bimmerfest 2017 yang diadakan di kota Batu, Malang, Jawa Timur pada ke esokan harinya.

Saya yang datang agak telat ini pun langsung memphoto dengan uber-uberan dengan sinar matahari yang mulai tenggelam. Di E30 Meet ini Anda pun langsung menemukan beberapa mobil mas boy yang sudah dimodifikasi mulai dari body kit, interior, eksterior, kaki-kaki, hingga mesin. Mulai yang dari gado-gado hingga single tuner super extra rare dan expensive.

Atau mungkin masih yang tetap mempertahankan keperawanannya dari semenjak pertama kalinya dia dilahirkan pada tahun 1982,  yaitu BMW E30 generasi pertama

Dan E30  generasi 1 yang merupakan versi major update dari sang kakak, dimana di versi ini si dirty thirty mendapatkan penyegaran mulai dari sektor eksterior hingga mesin.

Namun banyak para “mas boy” ini gatal ingin memperawani si dirty thirty dengan memodifikasinya  mulai dari sektor Eksterior, kaki-kaki, interior, hingga mesin. Maklum saja dari sekian banyak mobil BMW yang keluar dari pabriknya, hanya BME seri 3 E30 lah yang paling bisa dan banyak part modifikasi nya lansiran in house tuning BMW (M-Tech, MPower) atau tuning house lainnya seperti BBS, Alpina, Hartge, Kamei, AC Schnitzer, Hamann Motorsport, dan lain-lain. Seperti yang Anda lihat ini E30 mengenakan bodykit yang dulunya saya tahunya cuma buat velg, yaitu BBS

Saya juga baru ngeh kalo produsen steering wheels asal Italia, Nardi, memproduksi rims yang berduet dengan pabrikan velg BBS. Jadi ya namanya BBS NARDI TORINO, silahkan di embat gan kalo ketemu rims ini, karena tergolong langka bin rare.

Buat yang mau tampilannya elegant namun sedikit sporty tapi kalem, bisa memilih aliran Alpina.

Dan yang pasti dari sekian banyak aliran yang biasanya sudah pakem dengan part oem tuning house made in Jerman, selalu saja ada yang rebel atau anak nakal di kelas. Alias aliran modifikasinya paling kekinian atau lagi ngehits dan berbeda dengan teman-temannya. Chamber yang berlebihan itu sudah pasti.

Ceper mampus ditambah dengan rusty look dan BBS rims, benar-benar membuat si dirty thirty menjadi kekinian atau jauh lebih muda dibandingkan teman-teman nya yang lain.

Atau mungkin tire stencils bertuliskan balap mobil  paling sakral bagi para bimmer di era 90’an, yaitu Deutsche Tourenwagen Meisterschaft atau lebih dikenal dengan nama DTM, dimana si Dirty Thirty E30 M3pernah merajai kejuaraan ini.

E30 Meet ini memang menjadi ajang kongkownya para pecinta E30 seluruh Indonesia, mulai dari sekedar nongkrong bersama teman-teman sesama anggota BMWCCI E30 Register

Selfie bersama dengan teman sesama pecinta E30 yang mungkin hanya bisa bertemu setahun sekali di E30 Meet.

Dan juga menjadi acara menarik bagi para car enthusiast lainnya untuk melihat berbagai jenis mobil nya Mas Boy ini. Seperti teman-teman saya dari kota Surabaya yang notabenenya para pemilik VW watercooled ini sangat tertarik untuk melihat E30 Meet ini.

Dan yang pasti jika Anda datang ke acara ini, bisa jadi Anda bernasib yang sama dengan orang yang ada di dalam photo ini. Alias drooling atau ngiler dengan E30 meet all star nya alias bintangnya E30 Indonesia yang rata-rata varian E30 yang aneh bin ajaib binti super langka populasinya di Indonesia.

Meet the E30 all star atau kalo di masyarakat Betawi, sang Jawaranya dari genk Dirty Thirty Indonesia

Bukan sekedar E30 biasa yang hadir di E30 Meet ini, tapi jenis E30 yang sangat langka di Indonesia. Mulai dari E30 Touring sejumlah 3 biji, E30 Coupe, E30 Coupe Cabrio, dan E30 Hartge H27SP

Jawara yang pertama adalah E30 Touring atau wagon milik pembalap touring Posma Panggabean yang terlihat simple elegant classic namun tetap sporty. Body E30 Touring  yang dibangun selama 3 bulan oleh Posma khusus untuk menghadiri E30 Meet 2017 ini di lebur dengan warna Grigio Titanio Metalizatto, termasuk juga pada Mtech 2 body kitnya. Sementara tampilannya semakin manis berkat air suspension dan velg super langka BBS E28 Motorsport Race Magnesium yang sangat super light alias ringan

When your family guy but racing is life. Mungkin kata bijak itulah yang pantas disematkan kepada Posma yang merupakan pembalap ETCC Euro 3000 Pro ketika memilih menyematkan mesin  BMW M54B30  2.979 cc inline-six

Mesin yang paling besar cc nya di jenis M54 dan mampu memuntahkan tenaga sebesar 230 hp ini disambungkan ke gearbox yang diatur dari dalam cockpit dengan CAE Shiter dari CAE Racing Jerman. Sekilas shiter ini mirip dengan shifter sequential dog box gearbox. Namun ternyata shifter ini masih menggunakan H-pattern namun lebih pendek (singkat), presisi, dan responsif seperti sequential dog box gearbox. Amazing…

E30 Touring ke-2 adalah E30 berwarna classic blue milik Johar ini di percantik dengan penambahan BBS bodykit

Yang unik dari E30 Touring milik Johar ini adalah penggunaan grill depannya yang mengadopsi Zender grill dengan 4 buah lampu kotak Hella. Membuat si dirty thirty ini terlihat lebih ramping ala BMW M1 daripada 4 lampu bundarnya. Dibalik Zender grillnya terdapat mesin BMW M40B18 1.796 cc 4 cylinder manual

E30 Touring ke-3 adalah E30 milik Bruse yang mana body sekaligus M-Tech2 body kitnya di lebur dengan warna Yas Marina Blue, dan dipersenjatai dengan mesin BMW M42B18 1.769 cc 4 cylinder  dengan transmisi automatic.

Pada bagian interiornya saya menemukan sentuhan personal pada karpetnya yang bergambar E30 Touring berwarna Yas Marina Blue dengan tulisan Waagen Das yang berarti Rakyat  (The People)

Bruse yang merupakan mantan wakil ketua E30_Register Indonesia tak hanya membawa E30 Touring saja, namun juga membawa E30 Coupe yang mana mesinnya sudah menggendong mesin sebesar 3.201 cc inline six berkode S50B32 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 321 hp. Cuma ada 2 mobil yang menggendong mesin balap dari BMW M Series ini, yaitu BMW E36 M3, dan BMW Z3 M Coupe dan M Roadster

Dan akhirnya sampailah kita di E30 all star yang menurut saya dan sebagian besar Dirty Thirty lover merupakan E30 paling hardcore di Indonesia bahkan dunia, yaitu BMW E30 Hartge yang semuanya full version Hartge atau single tuner.

Hartge H27SP bukan sembarang nama atau badge saja yang terletak di bagian trunk E30 berkelir dark grey

Alasan adanya emblem H27SP adalah mengacu pada bagian engine bay nya yang merupakan build up Hartge  2.683 cc M20B27 inline six yang sudah dipercantik dengan Hartge rocker cover dan Hartge ITBs box (Individual Throttle Bodies), yang mana kabel businya sendiri sudah diganti dengan menggunakan teknologi terbaru yaitu plasma direct ignition coil (1 busi 1 coil). Some saya dari 25 unit mesin Hartge H27SP yang pernah dibuat, mesin milik Ipan ini merupakan the one and only H27SP yang mash menyala alias hidup. Ipan sendiri bercerita bahwa dalam perburuannya mencari part Hartge yang langka ini, terutama Hartge H27SP  itbs nya yang super duper langka dan masih dalam kondisi bagus atau layak. Dia sampai menemukan kotak ini di negara Slovakia, dimana dia membelinya dari orang yang hendak membangun E30 Hartge H27SP namun mandek/berhenti ditengah jalan. Dari Slovakia kotak ITBs ini pun terbang ke Indonesia lalu terbang lagi ke Australia untuk di repair, dan akhirnya jadilah seperti ini. Untuk total biayanya, ya kurang lebih cukuplah untuk membeli lagi sebanyak kurang lebih E30 standar

Yang uniknya mobile phone didalam mobil ini pun masih berfungsi dengan baik, dan bisa digunakan untuk menelphone kemana saja hanya dengan bermodalkan sim card saat ini.

Inilah alasan kenapa E30 Meet ramai dikunjungi semenjak tahun 2015 yang lalu dimana E30 Meet pertama kali diadakan di Pacitan. Karena banyak mobil yang aneh bin ajaib dan langka hadir di sini. Dan tak ada yang mengalahkan pemandangan pada sore hari itu selain line up E30 Meet All Star dengan sinar sunset yang meneranginya.

E30 Meet 2017 Selorejo ini merupakan E30 Meet yang ke-2 setelah E30 Meet yang diadakan di kota Pacitan pada tahun 2015 yang lalu. Dan rencananya pada tahun 2018 besok, E30 Meet akan diadakan di kota Yogyakarta dengan EO nya E30 Register Yogyakarta.

BMWCCI E30 Register juga mempunyai divisi balapnya yang bernama E30 Register Motorsport yang bertarung di balap touring Sentul ISSOM (Indonesia Sentul Series Of Motorsport) semenjak tahun 2016, khususnya di ETCC Euro 2000. Pembalap E30 Register Motorsport sendiri berasal dari para anggotanya yang mempunyai minat pada dunia balap mobil dengan memacu E30 nya di lintasan.

Meet the E30 Register Motorsport driver. Dari kiri ke kanan, Adit Beye yang merupakan Wakil Ketua E30 Register, Karton, Silas Andrianto, dan Posma Panggabean.

Anak-anak BMWCCI E30 Register memang terkenal anak-anak yang berbeda dengan para bimmer atau seri lainnya. Mereka unik, wild, yound and free. Tua sidikit namun tetap young at heart. Terbentuk pertama kali pada tahun 2006 yang kini BMWCCI mempunyai anggota sejumlah 250 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 4 kota kordinator di luar Jakarta. Yaitu Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Bandung

Acara pada sore hari itu pun ditutup dengan sesi photo bersama seluruh anggota BMWCCI E30 Register dan pecinta Dirty Thirty dari seluruh Indonesia yang sudah hadir di Selorejo dalam E30 Meet 2017, yang merupakan E30 Meet ke-2 semenjak pertama kali diadakan di Pacitan pada tahun 2015 yang lalu.

Saya akan mengakhiri artikel ini dengan menghadirkan salah satu all star E30 Meet 2017 yang kemaren saya tidak melihatnya di Selorejo, yaitu E30  dengan sebuah caravan yang berasal dari half cut E30 mulik Tomy Vier. Long life Dirty Thirty…

100 YEARS OF BMW : THE ULTIMATE DRIVING MACHINE

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

 

Comments

comments!