THE NEXT GEN OF GAZPOLL RACING TEAM

129

Gazpoll Racing Team bisa dibilang salah satu team balap yang berhasil menjadi embrio dan menelurkan beberapa pembalap dan orang sukses di balik hingar bingarnya dunia persilatan balap touring di Sentul International Circuit. Mulai dari balap old skool hingga Japan Super Touring Championship, team yang identik dengan livery kuning dan biru ini memberikan wadah bagi pada speed freak di Indonesia.

Dan saya pun ingat pertama kalinya saya datang ke ISSOM dan melihat team dengan liverynya khasnya berwarna kuning dan biru ini pada tahun 2013 yang lalu ini memenuhi area parking lot bawah dan juga track Sentul.  Dibentuk pertama kali pada tahun 2010 yang lalu, Gazpoll Racing Team banyak bertarung di Mercedes Benz Club Indonesia Race Championship. Sebuah balapan one make race Mercerdes Benz di Indonesia Sentul Series Of Motorsport, dimana Gazpoll Racing Team menjadi EO atau penyelenggara, dan sebagian besar anggota team ini berlaga.

Termasuk juga di dalamnya ikut berlaga sang Founding father atau chairman Gazpoll Racing Team, yaitu Tomi Hadi dengan Merceden Benz W202 nya. Beberapa pembalap top ISSOM seperti Andre Dumais, Paul F.Montolalu, Ade Hendra, dan founder ETCC Ahmad Sadewa merupakan mantan anggota team balap berkelir kuning dan biru ini.

Yang pasti Gazpoll Racing Team yang awalnya hanya sebuah team balap menjelma menjadi promotor balap mulai dari Mercedes Benz Club Ina Race hingga mobil super jadul yang lahir dibawah tahun 1978, yaitu Old Skool Racing ChampionshiP. Dan bahkan team ini pernah menurunkan sebanyak 35 pembalapnya dalam 1 seri.

7 tahun pun berlalu, Gazpoll Racing Team berevolusi mengikuti perkembangan jaman dunia motorsport yang berkembang pesat. Generasi jaman now dan juga race jaman now pun dipersiapkan untuk menampung generasi kids jaman now yang feel the need for speed nya sangat tinggi. Jawabanya adalah Japan Super Touring Championship. Dari mobil jadul Old skool dan Mercedes Benz, Gazpoll pun menambah armada perangnya dengan mobil baru dengan teknologi terkini seperti Honda “Si Unyil” Brio 45 Turbo dengan mesin 144 hp Honda Jazz Turbo di

Dan juga sebuah Mitsubihsi Lancer Evo 3 yang bertenaga sekitar 210 whp

Meet the new generation of Gazpoll Racing Team, Luckas Dwinanda dan Ferry Yanto Hongkiriwang  selaku vice chairman Gazpoll Racing Team yang ikut berlaga di Japan Super Touring Championship dan Super Car Championship.Dimana Luckas akan mempiloti Honda Brio Turbo di JSTC, dan Ferry akan berada di hot seat Mitsubishi Lancer Evo III pada race Super Car Championship.

Termasuk juga Oey Rendi yang melengkapi lini Generation Next Gazpoll Racing Team di Super Touring Car 1 (2100 -3600)

Rendi sendiri akan turun di STC 2 (2100 – 3600) dengan mempiloti sebuah BMW E36  milk Ferry Yanto

Luckas Dwinanda tak seorang diri bertarung di JSTC. Luckas akan ditemani oleh Avan Abdullah yang juga ikut bertarung di JSTC kelas 2B.

Dimana Avan akan menggunakan Mitsubishi Lancer Evo III yang sama digunakan oleh Ferry di Super Car Championship

Baik Avan Abdullah dan Ferry Yanto Hongkiriwang sama sama menggunakan mobil yang sama yaitu Evo III di 2 race yang berbeda. Avan Abdullah berhasil membukukan best time 1:48.594 pada saat qtt JSTC yang menempatkannya pada grid ke-4 pada race esok hari.

Sementara pada QTT STC 2 (1600 & Retro) & Super Car Championship, Ferry Yanto Hongkiriwang berhasil mencetak best time 2:06.050 yang menempatkannya di grid ke-9 di di race Super Car Championship.

Sementara Luckas Dwinanda yang absen di sesi QTT JSTC, berhasil mendapatkan P1 atau pole position di Super Car Championship dengan best timenya 1:48.375

Ternyata absennya Luckas pada saat QTT JSTC adalah mendampingi Ferry  dalam mengambil Honda Civic Type R FK8 nya, dimana Luckas selaku pihak Honda Sunter pada hari Sabtu itu ikut menyerahkan 7 unit Type R terbaru tersebut kepada customernya, dan salah satunya adalah Ferry.

Vice Chairman Gazpoll dan Promotor JSTC ini merupakan 1 dari 10 customer di Indonesia (7 diantaranya customer Honda Sunter, termasuk Ferry) yang pesanan Type R nya sudah datang, dan langsung di hand over oleh pihak Honda Prospect Motor pada tanggal 21 Oktober 2017 kemaren. Begitu selesai acara serah terima, Ferry pun langsung vtec kicked in ya! ke Sentul international Circuit. Apakah mobil seharga hampir 1 Milyar ini akan dipakai turun di balap JSTC? Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Dan dia pun mendapatkan sertifikat lahir “born to race” nya dengan nomor chassis R-05351

Namun sayangnya, pada saat sesi latihan bebas di Sabtu sore, mesin Evo III nya mengalami trouble akibat over boost yang mengakibatkan harus turun mesin. Dampaknya Avan Abdullah dan Ferry Yanto terancam tidak bisa race pada ke esokan harinya.

Sementara bagi Luckas, walaupun dia start dari dalam pit di JSTC akibat jualan Type R yang #pokokecuan, namun di STC 2 (1600 –Retro) & Super Car Championship dia berada di P1 atau Pole position karena tercepat dalam sesi qtt.Race day bagi Gazpoll Racing Team di mulai pada race Japan Super Touring Championship dimana seharusnya 2 pembalap team ini turun di race ini, namun hanya Luckas lah yang bisa start. Sementara Avan Abdullah terpaksa harus D.N.S atau Did Not Start akibat kerusakan pada mesin Evo III nya membuatnya gagal start di JSTC.

Luckas Dwinanda terpaksa harus start dari pit karena dia tidak mengikuti sesi qtt

Diapun tampak berdoa supaya diberikan keajaiban dan vtec yang kicked very hard in ya! Di Honda Brio turbonya supaya bisa maju dari posisi paling buncit ke barisan terdepan.

Luckas dengan Honda”Si Unyil” Brio Turbonya yang start dari dalam pit langsung tancap gas  menuju ke barisan tengah

Satu persatu pembalap di depannya dibabatnya atau di overtakenya dengan Brio turbonya yang akhirnya membawanya ke posisi ke-7

Sementara dari balik beton pembatas S besar 2 rekan satu teamnya, yaitu Ferry dan Rendi menyaksikan kegilaan Luckas melepaskan monster dari dalam Brio kecil berlivery kuning dan biru itu

Mengajak mobil yang bercc lebih besar darinya berdog fight ria atau menempel ketat mobil peserta yang berada di depannya supaya memberinya jalan untuk maju.

Akhirnya posisi 2 kelas JSTC 2B ada Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan Honda “Si Unyil” Brio turbonya yang berhasil menyodok dari posisi paling buncit (start dari dalam pit)  ke posisi finish ke-7 (overall),

sekaligus mengamankan podium 2 di kelas JSTC 2B dengan best timenya 1:48.562..Luckas Dwinanda dari Gazzpol Racing Team menduduki akhirnya  berada podium ke-2. Sementara podium 1nya diraih oleh Matthew dari Airmadidi x BFR Indonesia. Dan akhirnya Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed di podium ke-3. Perjuangan yang cukup berat start dari paling buncit, yang akhirnya membawanya ke podium ke-2 JSTC 2B ( finish ke-7 dari 19 peserta)

Waktunya untuk Rendi turun di STC 1 (2100 -3600) dengan BMW E36 berkelir kuning ini.

Rendi yang bertarung di kelas BMW 3600 harus berjuang super duper extra keras mengalahkan soul atau driving style FWD atau AWD nya ke mobil berpenggerak belakang atau RWD. Terlebih lagi mesin yang ada di dalam engine bay nya adalah mesin 2.0 Lt, dan bad news nya is masih perawan ting ting. Dan harus bertarung di kelas BMW 3600 alias BMW yang bermesin diatas 3.000 cc.

Maklum saja dragster yang pencetak rekor sebagai evo tercepat di Indonesia (9,7 detik 402m) ini, baru kali ini race dengan mobil berpenggerak belakang.  Bisanya dia race dengan mobil FWD sekelas EG6 ataupun AWD sekelas Evo. Namun karena Ferry mimintanya untuk mempiloti BMW E36 nya yang nganggur, akhirnya Rendi pun memulai debut RWD race carnya bersama E36 milik Ferry ini.

Bertarung dengan mobil peserta lainnya yang cc nya dari 2100 hingga 3600 cc, goal pertama Rendi di debut perdananya dengan E36 kuning ini adalah tetap stay on the track dan finish.

Hasilnya? Akhirnya setelah menjalani race salam 10 lap atau sepanjang 39,65 km, Rendi  yang bermodalkan mesin 2.000 cc ini berhasil finihs ke-20 (overall), dan ke-6 di kelas BMW 3600 dengan best timenya 2:02.084

Luckas yang memulai startnya di STC 2 (1600-Retro) & Super Car Championship pada grid 1 atau pole position, harus menerima kenyataan pahit, yaitu out dari race atau D.N.F (Did Not Finish) pada lap ke-6 akibat terlibat insiden tabrakan.

Dimana Brionya ditabrak oleh Mathew hingga menyebabkan mobilnya keluar dari track, rusak parah,  dan tidak bisa melanjutkan race.

Bernasib yang sama dengan Avan Abdullah di JSTC, Ferry Yanto pun tidak bisa start alias D.N.S (Did Not Start) di Super Car Championship akibat kerusakan pada mesin Evo III yang memaksanya  harus menyaksikan jalannya race STC 2 (1600-Retro) & SCC dengan motor Honda Motocompo nya.

“Walaupun kerusakan pada Brio ini cukup parah, dimana sasis dan body nya sudah tidak bisa dipakai, yang masih bisa dipakai hanyalah mesin aja. Namun Honda Brio 45 ini akan kembali lagi pada musim balap tahun depan (2018). Nantinya saya dan Luckas akan mempersiapkan lagi mobil ini supaya best time nya bisa lebih tajam lagi dari personal best timenya Luckas dengan Brio ini yaitu 1:47.394. Just wait for the Brio45 reborn” terang Ferry yanto selaku owner Brio tersebut.

JAPAN SUPER TOURING CHAMPIONSHIP : THE HEAT IS ON !

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!