BANK BJB HGMP : ROLLING INTO DEEP

420

Bank BJB HGMP Racing Team tampaknya di 2 seri terakhir ini terus didera masalah pada mobil BMW E46 bernomor lambung #77 dan #177. Dimana pada seri sebelumnya atau seri ke-4 ISSOM, mobil berkelir warna dominan biru muda ini 2 kali out dari track dan masuk ke dalam gravel oleh 2 pembalapnya, yaitu Dede dan Aria sewaktu QTT. Sehingga menyebabkan mereka berdua kehilangan podium di saat race day akibat kerusakan pada mesin dan gearbox.

Kisah rolling into deep nya Bank BJB HGMP Racing Team ini berawal pada saat sesi kualifikasi atau QTT. Dimana Aria Ramadhan melewatkan sesi babak QTT di STC 1 (2100 -3600) akibat pedal gas nya yang drive by wire rusak, sehingga terpaksa dia harus start dari dalam area pit lane.

Dan yang tersisa dari pembalap Bank BJB HGMP Racing Team di babak kualifikasi pada ISSOM seri ke-5 kemaren adalah sang team owner, Dede Muhaimin

Dan Bonifatius Shindu yang pada seri lalu berhasil merebut podium ke-2 di ETCC Euro 3000 Novice class.

Sementara Dede Muhaimin pada seri sebelumnya gagal naik podium akibat kerusakan pada gearboxnya yang memaksanya untuk masuk pit di tengah race.

Dede Muhaimin pun bersiap-sap untuk  untuk menjalani babak QTT di race ETCC Euro 3000, dimana dia akan bertarung di novice class.

Dede pu mulai masuk ke dalam sirkuit sepanjang 4.12 km dan menggeber E46 nya selama 6 lap denngan rata-rata speednya mencapai 122 km/h.

Dede pun berhasil mencetak best time 1:56.333 yang dicetaknya pada lap ke-2, Yang membawa team owner Bank BJB HGMP Racing Team ini start dari grid ke-15 ( overall), dan ke- 2 di kelas novice.

Sementara rekan satu teamnya Bonifatius Shindu yang mepiloti BMW E36 Alpina style, berhasil mencetak best time 2:01.016 pada lap ke-3. Dimana catatan waktunya tersebut membawanya ke grid ke-18 (overall), dan ke-4 di kelas novice.

Well, tampaknya Dede Muhaimin menjadi orang yang paling bahagia pada saat itu dimana dia berhasil mencetak best time 1:56.333  yang membawa team owner Bank BJB HGMP Racing Team ini start dari grid ke-15 ( overall), dan ke- 2 di kelas novice. Sementara rekan satu teamnya berada 3 grid dibelakangnya.

Aria pun kembali lagi mengenakan race suit dan helmnya untuk masuk kedalam track pada saat sesi open free practice dengan mempiloti E36 milik Boni, dimana dia di daulat untuk menjadi test driver BMW berkelir merah maroon tersebut supaya bisa tahu best time mobil tersebut berapa, dana apa saja yang perlu disetting ulang atau kekurangannya dimana.

Aria pun melesat bersama BMW generasi ke-3 dari seri 3 ini dan berhasil mencetak best time   1:56 dimana dia berhasil lebih cepat  3 detik  dari best timenya  Boni yaitu 1:59

Itupun 1:56 akibat bensin habis , sehingga ketika digeber melewati tikungan mesin mobil pun tersedak sedak atau mbrebet akibat kekurangan bensin. Aria pun melaporkan driving experiencenya dengan E36 bermesin 2.8 Lt milik Boni ini. Hanya satu pesan Aria kepada Boni, yaitu harap meng upgrade rem nya supaya ngeremnya agak ujungan dikit.

“ E36 milik Boni enak untuk diajak ngebut. Kalo boleh jujur aku lebih suka chassis E36 daripada E46. Karena karakter E36 yang condong lebih understeer daripada E46. Alias bisa di lurus-lurusin pantatnya yang ga nakal lari kemana-mana.hehe” kesan Aria pada E36 milik Boni.

RACE DAY

Race day pun dimulai dimana ke-3 pembalap Bank BJB HGMP Racing Team akan memulai race nya di STC 2 (2100 – 3600) dan Euro 3000 Novice class.

Dimana Dede Muhaimin dan Bonifatius Shindu akan bertarung di Euro 3000 pada grid ke-15 ( overall), dan ke- 2 di kelas novice. Sementara Boni akan  start ke grid ke-18 (overall), dan ke-4 di kelas novice.

Sementara Aria Ramadhan akan memulai race nya di STC 2 (2100 – 3600) dari dalam area pit lane, dimana dia tidak mengikuti babak QTT atau kualifikasi pada sehari sebelumnya akibat pedal gas nya yang drive by wire rusak

Aria pun harus melakukan another Mission : Impossible di race ke-6 nya di musim balap 2017 ini, yaitu start dari dalam pit. Dimana dia harus menguber sebanyak 25 mobil yang ada di depannya yang lebih dulu start dari area grid.

Aria pun langsung tancap gas begitu  marshall penjaga pit exit menaikkan bendera hijau, tanda dia boleh masuk ke dalam track. Dan Aria pun terlibat dalam hot pursuit mengejar 25 pembalap lainnya yang sudah terlebih dahulu ngacir ketika lampu start merah padam.

Aria pun menggeber E46 nya hingga berhasil melewati sebanyak 10 pembalap, termasuk Gerhard Lukita, lalu akhirnya membawanya ke posisi dibelakang Charles Theo yang berada di posisi ke-7. Itu berarti dia sudah naik 19 peringkat dari posisi ke-26 (start dari pit) dalam tempo waktu 5 lap saja

Namun ketika sedang dalam hot pursuit Charles Theo yang menempati posisi ke-7, mendadak E46  Aria over heat dan keluar asap sewaktu keluar dari tikungan akhir atau  R11. Dimana akhirnya dia memutuskan untuk meng cut off kan enginenya dan memilih menggelindingkan mobilnya masuk ke pit .

“ Saya sedang hot-hot nya ngejar Charles Theo yang berada di depan saya, tapi mendadak pas keluar dari tikungan terakhir asap keluar dari mesin, dan indikator temperature mesin sudah over. Akhirnya saya mengakhiri  race saya dengan mematikan mesin, dan menggelindingkan mobil masuk ke pit” terang Aria setelah keluar dari mobilnya.

Jam 12 siang, Mobilpun sudah sampai ke dalam pit Bank BJB HGMP Racing Team, seluruh crew langsung berhamburan ke E46 untuk segera melakukan satu lagi tugas Mission : Impossible yaitu mengganti mesin atau engine swap E46 ini dengan E90 milik Aria sebelum Dede Muhaimin start racenya di Euro 3000 pada jam  14:05, atau sekarang 2 jam lagi mobil harus greng dan siap untuk diajak balapan.

Pembagian tuga pun dimulai, dimana Afon owner dari workshop Karunia Jaya Abadi dan Rheno mendapat tugas sebagai tukang jagal alias melepas mesin E46 325i yang sudah distroker menjadi 3.0 Lt milik Akbar Rais yang memang sudah stand by untuk menjadi donor mesin ketika E46 milik Dede Muhaimin ngambek.

Kembali ke BMW E46 dimana sseluruh crew dan pembalap Bank BJB HGMP gotong royong berusaha mengangkat mesin M54 2.979 cc dari BMW X5 keluar dari engine bay, yang nantinya akan di swap dengan mesin  BMW E46  milik Akbar.

Terhitung sekitar 30 menit mesin 6 cylinder copotan dari BMW X5 ini keluar dari goanya dengan diangkat secara bersama-sama oleh crew Bank BJB HGMP termasuk juga pembalapnya, Akbar Rais (paling kiri).

Mesin M54 dari E46 sudah berhasil di kelaurkan dengan cara tradisional dalam tempo waktu 30 menit. Next job adalah mengeluarkan mesin E46. Dan untung saja ada kerekan untuk mengankat mesinnya. Tugas mengeluarkan mesinnya memakan waktu selama 30 menit.

Dan selama kurang lebih 30 menit mesin E46 milik Akbar yang sudah di stroker menjadi 3.0 Lt sudah bersemedi di dalam balik engine bay E46 milik Dede Muhaimin. Gearbox dan kawan-kawannya sudah terpasang dengan sepurna, tinggal memasangkan kabel-kabel dan lain-lain. Namun sayangnya sekitar 20 menit sebelum start pihak panitia memberitahukan bahwa hal yang dilakukan oleh team ini ilegal atau dilarang. Karena dalam buku peraturan mesin sewaktu race boleh diperbaiki, tetapi tidak boleh diganti mesinnya dengan mesin yang lain atau baru. Akhirnya E46 pun gagal start.

Dimana pembalapnya, yaitu Dede Muhaimin yang seharusnya start dari grid ke-15 di Euro 3000, akhirnya gagal start atau D.N.S alias Did Not Finish akibat mesin E46 nya jebol ketika digunakan Aria sewaktu race di STC 1 (2100 -3600).

“Susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Hanya bisa diungkapkan dengan rupiah” kata Aria ketia melihat photo ini dimana dia berada di dalam engine bay E46 yang kosong, sementara Akbar Rais dan Dede Muhaimin berada di samping kanan dan kiri melihat  kepadanya. Maklum saja Aria pada race kali itu mengerjai 2 orang  temannya, Akbar Rais dikerjai dengan mecopot mesin E46 nya yang notabene baru sampe Sentul dengan mesin di dalamnya,namun pulang mesin tak ada di dalamnya. Sementara buat Dede Muhaimin, Aria mengerjainya dengan membuat sang team owner Bank BJB HGMP ini tidak jadi start, dan gagal merebut gelar Juara Nasional Euro 3000 Novice class.

Sang team owner ini hanya bisa tertawa melihat kelakuan salah satu pembalapnya ini

Bad … bad boys

Sementara di Pit Bank BJB HGMP Racing Team sedang bersimbah oli, kembali ke dalam lintasan, Bonifatius Shindu tampak sedang on fire mengikuti race Euro 3000 dimana dia berhasil finish di urutan ke-16 (overall), atau ke-2 di kelas Novice. Dimana arek Kediri ini berhasil naik ke atas podium ke-2 Euro 3000 Novice dengan best timenya 1:59.478.

Boni juga dalam perburuan untuk bisa jadi Juara Nasional Euro 3000 Novice class 2017, dimana saingan terdekatnya adalah rekan satu teamnya Dede Muhaimin, yang dimana gap point antara ke-2 pembalap ini adalah 19 points. Yang dimana apabila Dede berhasil finish pertama  pada final battle atau ISSOM seri ke-6 besok, maka sang team owner lah yang menjadi juara nasionalnya. Namun jika Dede tidak start atau D.N.F maka Boni lah yang kelaur menjadi juara nasional Euro 3000 novice class 2017 ini.

Kita lihat saja siapakah yang akan menjadi juara nasional Euro 3000 novice class pada seri ke-6 ISSOM 2017 yang merupakan final round di musim balap 2017 ini. Apakah Bonifatius Shindu ataukah Dede Muhaimin. Will see

 

BANK BJB HGMP : DEDDY DONO GOT 1ST PLACE WINNER IN FINAL BATTLE INTERSPORT WORLD STAGE 2017

BANK BJB HGMP : TWO PODIUM IN SUPERDRIFT 2017 RD.2, WONOSARI

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!