CIVIC TYPE R FK8 EXPERIENCE WITH FERRY YANTO GAZPOLL RACING TEAM

371

“A man most expensive hobby, start from dreams” Mungkin quotes tesebut cocok untuk seorang car enthusiast yang bernama Ferry Yanto Hongkiwirawang, seorang pengusaha muda asal kota Luwuk, Sulawesi  Tengah, yang merantau ke Jakarta demi mewujudkan mimpinya. Berawal dari seorang salesman kipas angin, kini mimpinya pun terwujud dengan beberapa mobil mewah hingga sport car memenuhi garasinya yang merupakan basemant sebuah mall. Hingga dia bisa menjadi pembalap nasional sekaligus promoter race di balap ISSOM.

Dan tentu saja seorang vice president Gazpoll Racing Team, yang dimana Gazpoll Racing Team menjadi  promotor di beberapa race pada ajang ISSOM atau Indonesian Sentul Series Of Motorsport, seperti  balap mobil tua Old Skool Racing Championship

Hingga yang terbaru di musim balap 2017 ini, yaitu Japan Super Touring Championship atau JSTC. Dimana dia mengumpulkan dan menyediakan wadah bagi para JDM car enthusiast untuk bertanding di lintasan sirkuit Sentul.

Selain menjadi promotor dan vice president Gazpoll Racing Team, pria berusia 35 tahun ini juga turun di balap touring dengan mengepalai  pasukan pembalap muda Gazpoll Racing Team atau The New Gen of Gazpoll Racing Team, dengan mobil baru yang dipersenjatai dengan teknologi baru, mulai dari Mitsubishi Lancer Evo III hingga Honda Brio Turbo. Dengan line up pembalap mudanya seperti Luckas Dwinanda, Oey Rendi, dan Avan Abdullah.

Ferry sendiri pernah turun dibeberapa race yang berbeda, dan juga merasakan dog fight deengan beberapa mobil yang berbeda, mulai dari Honda Brio 1300 cc nya yang turun dalam race Honda Brio Speed Challenge dan Indonesia Touring Car Championship pada tahun 2015. Brio ini meruoakan cikal bakal Super Brio Turbo yang dipiloti oleh Luckas Dwinanda yang berhasil mencetak best time 1:47 dengan mesin 1.5 Lt Turbo.

BMW E36 dengan stock engine 2.0 Lt yang bertarung di kelas STC 2 (2100 -3600)

Hingga yang terbaru adalah sebuah Mitsubishi Lancer Evo III yang digunakannya pada race  Super Car Championship atau STC2 (1600 & Retro) & SCC

Dan yang terbaru dari koleksi mainannya adalah sebuah Type R generasi terbaru atau Honda Civic Type R FK8 yang merupakan generasi ke-5 dari line up keluarga Civic Type R. Vice Chairman Gazpoll dan Promotor JSTC ini merupakan 1 dari 10 customer di Indonesia (7 diantaranya customer Honda Sunter, termasuk Ferry) yang pesanan Type R nya sudah datang, dan langsung di hand over oleh pihak Honda Prospect Motor pada tanggal 21 Oktober 2017 kemaren. Begitu selesai acara serah terima, Ferry pun langsung vtec kicked in ya! ke Sentul international Circuit.

Dan dia pun mendapatkan akte kelahiran Type R nya dengan nomor akte R-05351. Just for your info guys, Indonesia sendiri mendapat jatah 50 unit FK8 dari Honda UK tempat dimana Type R ini diproduksi (di jual melalui dealer resmi Honda di Indonesia)

Dan sehari setelah race di ISSOM, atau pada hari Seninnya, saya pun di undang oleh Ferry untuk merasakan sensasi “when vtec and boost kicked in ya!” dari mainan barunya ini. Saya pun akhirnya tiba di cribs atau rumahnya yang terletak di daerah Jakarta Utara.

Dan perjalanan saya bersama promotor JSTC dalam waktu yang singkat ini (karena saya harus mengejar pesawat pulang ke Surabaya pada malam hari), dimulai pada sore hari dengan mengunjungi basemant sebuah mall yang disulap menjadi private garage alias garasi pribadinya. Dimana sebanyak 24 mobil diparkir disini dengan harga sewa tempat parkir perbulan untuk semua mobil jika ditotal bisa buat untuk membeli sebuah mobil bekas. Disinilah sebagian besar pria berusia 35 tahun ini menyimpan sebagian besar koleksi toy machine nya. Koleksinya pun mulai dari mobil biasa hingga mobil luar biasa.

Karena Ferry merupakan seorang pembalap dan juga promotor balap, maka Jadi tak heran jika saya menemukan deretan sport car dalam list mobilnya ini. Seperti sebuah Evo VI berwarna biru pastel dan juga sebuah Gojira atau Nissan GT-R R35

Tak hanya Evo VI saja, tapi Ferry juga mengkoleksi Evo V lengkap dengan stiker team kebanggannya di wind shield nya.

Dari Evo VI dan V, ada juga Evo IX KW Super. Kenapa saya bilang Evo IX KW Super, karena basicly  Evo IX ini sudah melakukan operasi plastik dari yang aslinya berupa Evo VII yang di poles menjadi Evo IX lengkap dengan body kit nya, mulai dari front bumper, grill, head lamp, hood, fender, side skirt, hingga rear bumper.

Dari barisan samurai Jepang, kita beralih ke koleksi toy machinenya yang berasal dari daratan eropa, yaitu BMW. Dimana  Ferry mempunyai sekitar 4 BMW dari berbagai seri, seperti BMW Seri 3 E90 Cabrio, BMW E36 Coupe, dan E46 yang sudah dimodif ala stance car

Ada juga BMW Seri 7  E38 yang seluruh bodynya tertutup debu yang cukup tebal, dan sepertinya mobil ini adalah penghuni basement paling lama dan tidak pernah dipakai. Ternyata benar saja, ini adalah proyek Ferry yang tertunda, dimana dia ingin meng Alpinaisasi seri 7 nya dengan full single tuner dari Jerman  ini.

Dari BMW, kita beralih ke 2 brand mobil Jerman lainnya, yaitu Audi dan Mercedes Benz. Dimana untuk Audi nya adalah sebuah Audi A6

Bukan sekedar Audi A6 biasa, namun Audi A6 S line. S line sendiri merupakan spec atas dari mobil pabrikan Audi. Dimana pihak Audi dalam memberikan S line badge dalam mobilnya dengan seperangkat paket S line, mulai dari  interiornya yang lebih sporty dari pada versi biasa, sporty front dan rear bumber, rims atau velg yang lebih besar dan sporty, dan lower suspension. Namun S line minusnya tidak menyentuh sektor dapur pacu atau performancenya. Jadi jika Anda ingin Audi yang se level dengan M Power nya BMW atau AMG nya Benz, maka pilihlah Audi dengan embel-embel RS atau RennSport atau  Racing Sport

Semua mobil pabrikan jagoan balap touring DTM Jerman sudah dimilikinya, alias BMW dan Audi. Itu berarti kurang Mercedes Benz. Dan untuk Benz nya sendiri Ferry langsung memilih yang top package atau level teratas dari Benz, yaitu AMG dengan E63 AMG yang dilengkapi dengan performance package model AMG 6.2 Lt V8 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 518 hp / 630 Nm dengan top speednya mencapai 300 km/h. Untuk urusan akselerasinya E63 ini mampu berlari dari 0-100 km/h hanya dalam tempo waktu 4,3 detik.

Namun angka 518 hp, 320 km/h, dan 4,3 detik belum cukup untuk memuaskan hawa nafsu Ferry akan yang namanya “need for speed”. Vice president Gazpoll Racing Team ini mencangkokkan sebuah Weistec Supercharged yang mampu membengkakkan tenaga mesinnya hingga 705 hp.

“Dari semua interior mobil yanga saya punya, saya paling seneng sama interior E63 AMG saya ini. Karena interiornya elegant bercampur sporty, namun sangat nyaman” kesan Ferry pada E63 AMG nya ini.

Walaupun BMW nya cabrio dan coupe, hingga M Power. Dan Audi nya S  line, juga Benz nya line yang paling tinggi atau AMG. Namun pria yang mengawali karir nya di Jakarta sebagai sales kipas angin ini sangat sayang kepada E class generasi ke-2 atau  W210 ini. Karena ini adalah mobil pertama yang dibeli  olehnya. Sampai-sampai istrinya marah ketika tahu dia menjual mobil ini, dan menyuruhnya membeli nya kembali.

Dari negeri sakura dan negeri beer, kita beralih ke negeri paman sam alias USA. Dimana terdapat beberapa line up mobil pabrikan USA yang selalu identik dengan everything is big in USA, yaitu Jeep dan juga Ford Mustang Shelby GT500 convertible

Dimana tipe yang  dimiliki oleh Ferry adalah tipe Shelby yang merupakan Ford Mustang versi high performance nya. Yaitu sebuah Mustang dengan menggendong mesin 5.8 Lt V8 supercharged yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 500 hp.

Dan asyiknya lagi si Shelby GT 500 ini bertipe convertible yang diaman dengan kata lainnya Anda bisa merasakan hembusan tenaga 500 hpnya pada hembusan angin di  kepala Anda

Well ternyata Ferry adalah seorang california boys, dimana dia suka menikmati hembusan angin langsung melewati rambutnya. Tak hanya Ford Mustang Shelby GT500 convertible saja, namun sebuha E90 convertible melengkapi koleksi mobil convertiblenya.

Tapi ada satu koleksinya yang paling saya suka dan gilai, dimana mobil berwarna kuning ini tertutup rapi, namun body mulus dan sexynya sudah mulai mengintip

Behold of the Porsche 911 964 Turbo II Cabriolet yang basicly adalah Porsche 930

Tak ada yang mampu menolak pesona atau charmingnya mobil kelahiran tahun 70’an ini, termasuk saya yang dari dulu kesengsem dengan mobil buatan si Ferdinand Porsche ini. Bahkan bisa dibilang Porsche merupakan level ke-3 atau next step dari masa pubernya para car enthusiast yang sebelumnya sudah bermain japanese car sekelas Honda, lalu beranjak dewasa dengan european carnya sekelas BMW atau Benz,  dan akhirnya menjadi adult atau gadun dengan Porsche

Porsche berkelir speed yellow ini dipersenjatai dengan mesin air cooled boxer 3.0 Lt  flat-six turbo yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 256 hp yang tersambung dengan gearbox 4 speed manual.

So here’s the man with his 24 cars. Saya sempat bertanya apakah kapan semua mobilnya akan dipakai atau di nikmati, karena menurut saya itulah persoalan klasik bagi orang yang mempunyai mobil banyak.. Ferry pun menjawab kalo dia suka menggilir mobil-mobilnya tiap hari, alias setiap hari dia akan memakai mobil yang berbeda. Dan yang cukup mencengangkan bahwa harga sewa basement untuk ke-24 mobilnya ini kalo ditotal dalam sebulan bisa untuk membeli sebuah BMW E36 bekas atau sekitar 60 hingga 80 juta.

Lalu dimanakah Ferry meletakkan kunci-kunci mobilnya itu? Jawabannya adalah pada kantong ajaib berwarna merah tersebut

Didalam kantong merah tersebut terdapat tupper ware yang didalamnya terdapat kunci-kunci mobil yang jika diletakkan di tempat kunci ala valet parking hotel, maka yang ada hanya berisi mobil sang vice president gazpoll racing team ini.

Dan Ferry pun mendapatkan maianan terbarunya untuk melengkapi koleksi sportcarnya,yaitu Honda Civic Type R FK8 berwarna rallye red

Dimana dia membeli Type R generasi ke-5 ini pada saat mobil ini diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada saat Gaikindo 2017 pada bulan Agustus yang lalu, dengan mahar kawinnya senilai Rp. 995.000.000 untuk sebuah mobil FWD tercepat di Nurburgring  dengan best timenya 7:43.80.

Ferry pun mendapatkan Type R FK8 bermesin 310 hp K20C1 turbo 2.0 Lt  dengan nomor seri R-05351. Sama seperti mobil sport lainnya, Type R ini dilengkapi juga dengan magic button berupa pilihan driving style atau performance, yaitu Comfort, sport, dan akhinrya R mode.

Dan sebagai pemanasan, Ferry pun mencoba comfort mode untuk membelah jalanan menuju jalan tol yang sempit, bergelombang, dan macet. “Untuk ukuran sebuah sport car canggih, Type R ini sangat nyaman sekali digunakan untuk harian. Pedal koplingnya pun lembut tidak keras, ac dingin, posisi menyetirnya enak, kursinya juga empuk dan pas. Namun jangan mengharapakan audio system dari mobil ini, karena jelas ini mobil sport bukan mobil mewah” terang Ferry. Namun bagi saya Garmin  audio 7 inch touch screen Display Audio yang terintegrasi dengan Android operating system, dan  Honda Satellite-Linked Navigation System  yang suara apa adanya ini sudah enak. Tapi tetap kalah enak dengan suara exhaust Type R nya ketika meraung.

Untuk urusan safety atau keselamatan, fitur Expanded View Driver’s Mirror terlihat sangat membantu ketika melintas di jalanan yang sempit dan padat

Interior FK8 ini pun terlihat sporty dengan perpaduan antara warna merah dan hitam yang didapatkan dari benang jahitan dan panel berwarna merah , berpadu dengan carbon look trim. Space didalam mobilnya juga tergolong lega, bahkan serasa naik Honda Jazz GK5 atau pun Civic baru.

Comfort sudah, sport juga sudah. Dimana ke-3 setingan atau mode tersebut mengatur tingkat kekerasan suspensinya dan juga tingkat keresponsifan atau agresif  mesin 320 hp nya. Waktunya untuk mencoba +R mode di jalan tol

Kami pun langsung masuk ke dalam jalan tol dengan posisi perang atau +R mode, begitu juga Ferryyang sudah dalam poisis perang dimana tangan kanannya memegang erat steering wheel yang berwarna merah dan hitam, sementara tangan kirinya menggenggam erat shift knob untuk shifting ke 3rd gear. Matanya pun tertuju pada 7-inch Driver Information Interface (DII) dengan berbagai macam fitur indikator performance (g-force, boost, dll)

Life begins at 3rd gear. That’s right guys. Dengan +R mode : On.  Saya pun mulai merasakan jambakan dan tendangan vtec just kicked in ya! yang dipadu dengan turbo ke arah head rest jok saya. Ya meskipun dari 1st dan 2nd gear saya sudah merasakannya, namun di 3rd gear lah Type R ini just kicked in ya!.

Angka 150  km/h sangat mudah dicapai, kamipun lantas menuju ke 4th gear, lalu 5th gear, yang dimana jarak antara gear per gear terasa rapat ala close ratio yang dibantu dengan helical LSD membuat shiftingnya sangat responsif dan juga halus. Pedal koplingnya juga terasa empuk ala mobil Jazz kata Ferry. Tak terasa kami sudah masuk ke  6th gear dimana speed kami sudah mencapai 188 km/h, sementara rev light kami masih kuning, dan pedal gas yang di injak Ferry belum penuh alias masih menggantung. Dan ini adalah top speed tertinggi setelah 2 hari yang lalu dia memiliki mobil ini. Namun sayang traffic jam dihadapan kami, dan Ferry pun harus down shift  dan brake untuk memelankan laju mobilnya. Nah uniknya sewaktu down shift, tiba-tiba gas atau rev mesinnnya mendadak naik sendiri seperti pada saat kita melakukan hell and toe untuk menaikkan rpm sewaktu menikung. Ternyata fitur Automatic Rev Matching adalah biangnya. Pada comfort dan sport mode, fitur ini berguna untuk menyamakan rpm atau rev mesin ketika kita melakukan up shift atau downshift sehingga membuat pergantian gear terasa mulus. Namun ketika +R mode fitur ini membuat si Type R semakin agresif dan responsive ketika melakukan up or down shift.

“Jelas mobil ini adalah mobil sport paling nyaman dan enak yang pernah saya miliki. Performancenya juga seperti mobil balap beneran, namun handling dan nyamannya seperti serasa naik Honda Jazz atau Civic biasa.

Ga ribetlah, dan jelas kita dipermudah dengan mobil ini, padahal ini mobil manual, pedal koplingnya juga tidak berat atau keras..

Jadi dipakai buat harian seperti di kota Jakarta yang macet, juga masih nyaman. Kalo sama VW Scirocco ataupun Golf yang matic, saya masih pilih in. Manual tapi masih nyaman dan kencang” kesan Ferry

Saya pun sempat diundang masuk ke dalam garasi rumahnya yang didalamnya terdapat koleksi motor nya yang terbilang rare, seperti sebuah Honda NSR SP 150 dengan livery ala Rothmans Edition. Sebuah motor sport 2 tak yang masih menjadi impian saya sejak jaman SMA supaya bisa menjadi ala Andy Lau di Full Throtle.

Bukan hanya Civic Type R FK8 saja yang menjadi mainan barunya Ferry, namun sebuah Ford F-450 super duty yang menurut saya ini bukan lah lagi sebuah mobil pick up double cabin, tapi merupakan sebuah truck seukuran Toyota  Dyna ataupun Mitsubishi Colt diesel atau Fuso dengan 6 roda karena ukurannya yang super large dan very long vehicle.

So bagaimana rasanya berada didalam super duty truck yang dipersenajatai dengan mesin 6.4 power stroke  6.3 Lt turbocharged diesel V8 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 350 hp dengan torsi 850 N.m. Yang jelas saya serasa seperti raper alias nigga, ruang cockpitnya sangatlah luas. Bahkan mungkin kursi penumpang dan drivernya jika disambung bisa buat duduk sebanyak 4 -5 orang dewasa. Tapi dasar seorang pembalap, Ferry pun menyetir mobil segede gaban ini seperti naik mobil biasa yang salip sana sini, dan late brake.

Saya yang berada di sampingnya saja sudah sport jantung karena ngeri akan body mobil ini yang super XL. “ Tenang jo, dulu kita pe orang sudah sering setir truck sendiri, jadi so gampang bawa ini oto” terang Ferry dalam bahasa khas daerah Luwuk.

Well karena ini murican muscle dan left hand drive, serta lebar bodynya cukup gode atau lebar .Timbul satu permasalahan  jika mobil ini digunakan di Indonesia yang menganut RHD atau Right Hand Drive, terutama ketika kita hendak mengambil karcis parkir, membayar parkir, ataupun membayar tol. Maka hadirlah tongtol alias tongkat tol, yang sekilas masih saudaraan dengan tongsis.

Namun sayangnya tongtolnya tidak cukup panjang untuk menggapai scanner kartu e-tol nya, yang jadinya saya harus meminta bantuan sang petugas pintu tol untuk menempelkan kartu e-tol.

Setelah membelah jalan tol di tengah hujan deras dan kemacetan dengan F450 yang segede gaban tersebut. Tibalah saya di rumah makan padang di kawasan Jakarta Selatan, dimana Tomi Hadi yang merupakan President Gazpoll Racing Team dan juga partner kerja Ferry sudah hadir di restorant padang yang dimana di hadapan kami sudah line up berbagai macam masakan padang.

Selain hoby balapan dan mengkoleksi mobil, pengusaha muda ini juga hoby wisata kuliner. Well kalo begitu cocoklah kita menyantap ayam pop ini bersama sama. Sasadape..

Setelah menyantap makan malam kami berupa nasi padang, saya pun diajak ke sebuah perumahan tempat Tomi Hadi tinggal dimana di kompleks tersebut terdapat 1 garasi besar atau pool nya mobil balap Gazpoll Racing Team berada. Namun sayangnya garasi besar terebut terkunci, dan akhirnya saya pun dibawa ke garasi selanjutnya yang berisi koleksi mobil Tomi Hadi dan juga Ferry, sekaligus tempat nongkrong mereka berdua beserta teman-temannya. Mulai dari mobil kuno sekelas Land Rover hingga supercar sekelas Audi R8 berjejer rapi disini.

Disini Ferry juga menitipkan mobilnya, yaitu mulai dari Volvo 240 wagon  lengkap dengan rims Volvo Polaris yang rare hingga BMW M6 Coupe

Saya juga sempat bertemu dengan Umar Abdullah dan Reno dari Bank BJB Delta Garage Racing Team yang ternyata sering nongkrong disini. Umar sendiri bisa dibilang tetanggaan dengan Ferry di pulai Sulawesi. Dimana Umar berasal dari Gorontalo, sementara Ferry dari kota Luwuk.

Jika tadi kita mencoba Type R nya di jalan raya, maka waktunya kita membawa si Type R ini berolahraga ke habitat asalnya, yaitu sirkuit. Dan kebetulan Ferry yang tergabung dalam R Club yang merupakan Club Type R yang pertama kali di Indonesia ini sedang mengadakan national gathering pertamanya di Sentul International Circuit yang bertepatan dengan final battle ISSOM atau ISSOM seri ke-6 2017 pada  tanggal 26 November 2017 yang lalu. Sebanyak 8 Civic Type R FK8 melakukan Sunday track day di sela-sela race ISSOM

Dan salah satu Type R yang turn di acara gathering nasional pertama dan Sunday Track Day R Club ini adalah Ferry yang membawa FK8 nya yang berkelir Rallye Red. Dan ketika saya mengambil photo ini, Ferry pun menyuruh saya untuk ikut masuk ke dalam Type R nya dan merasakan lagi performance FK8 nya ini. Saya pun tak menyia-nyiakan ajakannya.

Kamipun memulai Sunday Track Day bersama R Club dengan Pembalap Honda Racing Indonesia, Alvin Bahar yang berada di lead car bersama Takehiro Watanabe, Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM). Benar-benar  serasa balapan one make race Civic Type R FK8, dimana kami saling tailgating , dan masuk  dan keluar tikungan secara bersamaan. +R Mode : On pun sudah diaktifkan, dan monster 320 PS mengamuk di track sepanjang 4.12 km ini.

Suspensi nya pun terasa sangat rigid sekali, namun tetap empuk layaknya mobil harian, sehingga membuat saya ketika memphoto dan meng live kan aksi Ferry di IG nya Perfourm tidak terpengaruh akan body roll yang cenderung kecil ini. Mesinnya pun sangat responsive dan gejala turbo lag nya juga begitu terasa, mungkin karena fitur Automatic Rev Matching nya bekerja dengan baik. Inilah rahasia Type R FK8 bisa menglengserkan tahta VW Golf GTI Supersport S sebagai FWD tercepat di Nurburgring, Jerman.

“Type R ini benar-benar serasa naik mobil balap beneran, walaupun kondisinya masih standar bawaan pabrik. Suspensi dan mesinnya sudah top banget. Mungkin tinggal dikasi rollcage saja sudh siap tempur balapan di Sentul” kesan Ferry.

Kami pun melintas sebanyak 11 tikungan Sentul dengan mulus, dan waktunya kami untuk merasakan tendangan 320 ps Vtec just kicked in ya! Nya di lintasan straight 900 m. Ferry pun langsung flat out begitu keluar dari R11 atau tikungan terakhir. 3rd gear, 4th gear, 5th gear, dan akhirnya 6th gear. Kami pun touchdown di angka top speed 200 km/h sebelum akhirnya brake di area 200 m sebelum masuk ke R1. Kombinasi mesin 2.0 Lt  dengan turbocharged nya benar-benar nendang kepala saya ke semi bucket seat nya.

Namun ada satu yang miss dari mobil seharga hampir 1 Milyar ini, yaitu mesin nya overheat. Saya dan Ferry melakukan Sunday Track Day selama 4 lap dalam kondisi AC menyala. Dan pada saat awal lap ke-3, mendadak indikator temperatur mesin menandakan suhu yang tinggi, sehingga Ferry pun memutuskan mematikan AC dan memperlambat laju mobilnya sehingga kami pun tertinggal cukup jauh dengan rombongan . Namun beberapa saat suhu mesin pun lumayan turun karena karena kita cooling down mobilnya sehingga fresh air mampu mendinginkan ulang mesinnya. Maklum saja kami ingin mengetes performance serta kenyamanan FWD tercepat di Nurburgring ini. Namun PR nya Ferry harus mengganti air radiator coolant dengan yang bagus. Kalo misalnya belum mengatasi juga, mungkin bisa mnegganti aftermarket thermostart yang membuka lebih awal. Jika belum hilang juga demamnya, maka mengganti radiator dengan yang aftermarket menjadi senjata pamungkas. Maklum saja more power itu berarti more heat.

photo by Luckas Dwinanda | R Club

“R Club dibuat untuk mempererat hubungan sesama owner Civic Type R FK8, dan juga sebagai wadah untuk sharing informasi tentang Type R ini, kerena ini adalah mobil baru dan kita semua juga sama-sama hobby modif mobil. Dan acara gathering dan sunday track day kemaren  kami di bantuoleh pihak Honda Prospect Motor, namun kami tidak menyangka akan diberikan kesempatan mengaspal di sela-sela race ISSOM. Semua ini berkat support dan dukungan PT.HPM, Balimore Finance, Asuransi Artaindo, teman-teman R Club, dan Koh Ferry Yanto dari Gazpoll Racing Team. Dan untuk sementara ini hanya varian Type R FK8 dulu yang tergabung dalam R Club, untuk varian Type R lainnya akan kami diskusikan dengan sesama member” terang Luckas Dwinanda ketua R Club yang juga sekaligus pembalap Gazpoll Racing Team

Tapi overall saya dan terutama Ferry puas dengan mainan barunya ini, meskipun ada masalah overheat sewaktu kami sedang bersenang-senang di dalam lintasan. Total sekitar 5 lap kami melahap Sentul International Circuit. Dan yang saya dengar dari Luckas Dwinanda salah satu Pembalap Gazpoll Racing Team yang juga pihak dari Honda Sunter yang ikut menggeber Type R, kalo Type R generasi ke-5 ini mencetak best time sekitar 1:51 untuk 1 lap di Sentul. Mungkin kalo si Type R ini di melakukan program diet besar-besaran, rollcage, exhaust system, dan semi slick tires. Atau mungkin sedikit tuning pada ECU nya (remap), saya rasa angka 1:48 – 1:46 bukanlah hal yang misson impossible.

THE NEXT GEN OF GAZPOLL RACING TEAM

JAPAN SUPER TOURING CHAMPIONSHIP : THE HEAT IS ON !

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!