RIO R. BRAMANTIO FEAT. MOZID RACING IN KCAR GLOBAL 24H SEPANG ENDURANCE

Rio. R Bramantio pembalap dari kota Surabaya (Indonesia) yang disponsori oleh Bank BJB dan GAS Motorcycle ( Triumph) bersama 5 pembalap dari Malaysia yang tergabung dalam team Mozid Racing dengan mengendarai Daihatsu Copen 660cc Turbo ini,  berhasil meraih podium ke-2 di kelas M2 dalam event K Car Global 24hr Sepang Endurance 2017 yang diadakan pada tanggal 18-19 November 2017 yang lalu di Sepang International Circuit, Malaysia.

Tugas mendadak dangdut ini saya dapatkan H-5 dari race day, yang dimana saya harus berangkat ke Malaysia dengan pada hari yang sama dengan  race day (19 November 2017) yang akan dimulai pada jam 12 siang waktu Malaysia (lebih cepat 1 jam dari Surabaya). Dengan kata lain, saya terbang dengan 1st flight (05:05), yang dimana jam 3 pagi saya sudah sampai dan ngendon di bandara demi tidak ketinggalan pesawat.

Setelah hampir 3 jam saya mengudara dalam keadaan teler atau tertidur pulas karena saya semalam tidak tidur, tibalah saya di KLIA 2, Malaysia. Waktu saya yang tersisa adalah sekitar 3 jam sebelum bendera start dimulai. Karena saya akan meliput balapan selama 24 jam nostop, jadilah  saya mempersiapkan tenaga dan fisik saya di KLIA. Seperti beristirahat, cuci muka, gosok gigi, BAB, dan tentu saja sarapan pagi yang di rapel dengan makan siang berupa Nasi Ayam Hainan.

Sekitar jam 11:40 saya pun tiba di Sepang International Circuit yang berjarak sekitar 30 menit dari Airport. Saya pun langsung menuju ke pit 20 tempat dimana Mozid Racing Team bermarkas atas arahan Davick. Ternyata mobil dan para pembalapnya sedang berparade dan mengikuti opening ceremony dari K Car Global 24H Sepang Endurance. Meet my new friends from Malaysia yang akan  menjadi teman saya selama 24 jam kedepan, yaitu (dari kiri ke kanan) Amirul Axmal,Aizat Ramlan, Yazid, dan pembalap wanita Ardella Aryana yang semuanya tergabung dalam Mozid Racing Team.  Mereka semua termasuk Rio R. Bramantio akan mempiloti sebuah Daihatsu Copen yang bermesin 659 cc  JB-DET  DOHC 4 cylinder turbocharged yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 63 HP/109.83 N.m

Kcar Global 24H Sepang Endurance sendiri merupakan balapan ketahanan endurance race selama 24 jam yang di ikuti berbagai macam jenis mobil berbodi kecil atau mini (2/3 dari ukuran mobil normal), dan mesinnya 660 cc atau yang dinamakan Kei Car. Balapan ini sendiri diadakan oleh KCar  Global yang berinduk semang pada balapan 24h Kei Car di Jepang bernama K4GP. Kelasnya sendiri di Sepang dibagi menjadi 6 kelas, yaitu J1 (850cc turbo), J2 (660cc turbo), dan J3 (850 cc & 660cc N/A)khusus untuk peserta dari Jepang. Dan M1 (850cc Turbo), M2 (660cc Turbo), dan M3 (850 cc & 660cc N/A) khusus untuk peserta dari Malaysia. Dan total pesertanya sendiri mencapai 35 starter dari Malaysia, Jepang, Indonesia, Filiphina, dan Singapura.

Selain bentuk mobilnya mini dengan cc yang mini, ternyata balap ketahan 24 jam ini merupakan salah satu cerminan budaya motorsport Jepang yang selalu always fun to watch alias entertaining, dimana salah satu dari pembalap atau crew team tersebut diwajibkan memakai kostum apa saja atau costplay pada saat opening ceremony dan start. Dimana si costpaly ini akan membantu melepaskan kertas pada mobil temannya untuk bisa start. Jadi tak heran Anda bisa melihat pesta costpaly mulai dari doraemon, ninja hatori, bahkan sampai dandanan ala orang timur tengah ada disini. Dan mereka selalu welcome untuk diphoto ataupun diajak photo bersama.

Dibalapan ini juga atau asal muasalnya  di Jepang K4GP, merupakan mungkin satu-satunya balapan di dunia yang mendobrak dinding batasan atau gap pada motorsport mengenai umur maksimal orang boleh dibelakang kemudi mobil balap, dan ikut balapan selama 24 jam tanpa persayaratan kesehatan yang ribet dan njlimet. Buktinya genk Portugal alias Perkumpulan Orang Tua Ugal-Ugalan dari Jepang yang mengendarai Alpine M63 996 cc keluaran tahun 1963. Anda sendiri bisa menebak umur para akik akik ini uber-uberan dengan umur sang mobil. Bahkan yang amazing lagi salah satu pembalapnya sudah berumur 101 tahun, dan masih sehat walafiat balapan 24 jam sampai sekarang. Kakek tersebut yang sedang duduk di kap mesin dengan race shoes yang berwarna kulit lengkap dengan Rayban Aviator sunglasses. Sedap…Dan satu lagi, di K4GP dan KCar Global 24H Sepang Endurance menjadi satu-satunya tempat bagi kaum difabel atau berkemampuan berbeda yang ingin turun balapan bersama  para pembalap normal lainnya tanpa ada pengecualian atau handicap. Yang pasti mobil mereka adalah matic dengan pedal gas dan rem yang sudah dimodifikasi seperti rem tangan atau e-brake, sehingga tangan kanan mereka memegang kemudi, sementara tangan kiri mereka menarik tuas tinggi seperti e-brake ke belakang untuk menambah gas, sedangkan remnya dipasangkan seperti tarikan rem seperti pada sepeda motor pada tuas tersebut. Saya salut dan respect untuk para pembalap dari kaum Difabel yang mempunyai semangat tinggi untuk mengikuti balapan selama 24 jam walaupun dengan keterbatasan fisik. Salut…

Dan yang akan menjadi pembalap pertama yang memulai dari dari jam 12 siang itu adalah Yazid, yang merupakan team leader Mozid Racing Team sekaligus owner dari Daihatsu Copen tersebut.

Dan untuk  Mozid Racing Team, salah satu member mereka berdandan ala petarung Thai Boxing. Ke-2 orang tersebut akan menunggu intruksi dari panitia untuk berlari ke arah mobil balap team mereka, lalu melepaskan stiker yang menempel di kaca depan atau windshield, yang bertanda mobil tersebut bisa berjalan melewati garis start.

Mozid Racing Team sendiri berada pada grid ke-13 dari  total sebanyak 35 team dari Malaysia, Singapura, Jepang, dan Filipina yang mengikuti race yang diselenggarakan oleh pihak EO K Car Global Jepang. Dimana mereka berhasil mencteak best time 3:34.638 pada saat practice run.

Bertarung di kelas M2 atau kelas untuk team dari Malaysia yang mempunyai kapasitas mesin 660 cc, Yazid pun mulai bertarung bersama 5 kelas lainnya, yaitu J1,J2, dan J3 yang merupakan kelas bagi team dari Jepang. Dan 3 kelas untuk team Malaysia, yaitu M1, M2, dan M3.

Dan dimulai jugalah petualangan saya atau debut perdana saya liputan balap 24 jam di Sepang International Circuit. Ini adalah ke-4 kalinya saya ke track sepanjang 5.543 meter (5.5 km), dimana ditahun 2013 saya kesini mengawal H.Dadang dengan The Tiger Nissan GTR R35 di Sepang Drag Battle (9,6 detik), Time To Attack Sepang International Circuit 2013, Motul Driving Experience 2016 dimana saya mempiloti mobil open wheel Formula 4 Renault, dan akhirnya K Car Global 24H Sepang Endurance 2017 ini. Namun, baru kali inilah saya berkeliling Sepang untuk meliput balap touring.

Dimana saya harus berjalan kaki untuk memperoleh spot atau angle yang kebanyakan lensa 70-200mm saya tidak sakti lagi alias serasa lens kit karena tidak bisa mendekati objek nya lebih dekat lagi. Mungkin saya butuh lensa beruukuran 400mm atau 500mm untuk berburu di Sirkuit ini. Karena ini adalah balapan K Car atau mobil ber cc di bawah 1.000 cc, maka top speed nya paling banter adalah 122 km/h (kelas J1), sementara Daihatsu Copen yang di piloti oleh Yazid ini top speed nya hanya 101.91 km/h, dengan kecepatan rata-ratanya 61.92 km/h. Jadi tak heran Yazid sendiri menyapa saya ketika sedang flat our keluar dari R3 Sepang.

Saya sendiri hanya bertahan sekitar 30 menit di spot atau area ini, karena fisik dan mental saya sedang tidak fit akibat belum tidur semalaman (hanya tidur 3 jam di pesawat) dan jet lag. Ditambah lagi medan sirkuit yang naik turun dan jauh saya lakukan dengan jalan kaki. Ditambah lagi cuaca Sepang yang cerahnya sangat kebangetan alias panas. Kesimpulannya, bersyukurlah bisa memphoto di Sentul dengan naik motor.

Sekitar 1,5 jam, saya pun hibernate di dalam ruangan ber ac yang terletak di belakang pit. Dan pas ketika saya keluar dari ruang istirahat, saya pun melihat Yazid sudah kembali ke pit dengan rasa dehidrasi yang cukup tinggi. Dia sendiri sudah melakukan sekitar 20 lap, yang memberikan modal kurang lebih  20 lap kepada teamnya ini.

Waktunya untuk Aizat Ramlan menjadi pembalap ke-2 yang akan masuk ke lintasan melanjutkan 1 jam race yang sudah dilakukan oleh Yazid.

Aizat Ramlan pun mulai masuk ke dalam track dan melakukan race dengan stock Daihatsu Copen yang hanya bermodal roll cage ini. Dia pun melakukan sekitar 19 lap atau berada di lintasan selama kurang lebih 1,5 jam sebelum akhirnya masuk kembali ke pit.

Aizat Ramlan yang masuk ke pit setelah melakukan sekitar 19 lapnya akan digantikan oleh Amirul Axmal yang sedang bersiap-siap di pit. Tangannya pun di ikat oleh sebuah sabuk. Saya pun bertanya untuk apa ke-2 tangannya di ikat sabuk tersebut. “Sabuk tersbut berfungsi untuk menjaga ke-2 tangan pembalap tetap di dalam mobil atau cockpit ketika terjadi kecelakaan seperti mobil terbalik atau salto” jawab Yazid.

Amirul Axmal pun sudah berada dalam hot seat 63 hp Daihatsu Copen dan bersiap untuk melanjutkan race yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Yazid dan Aizat Ramlan

Sepang pun mulai sedikit mendung, ini berarti kesempatan saya untuk sedikit berjalan-jalan di Sirkuit yang diresmikan pada tahun 1999 ini

3 jam pun sudah berlalu dari jam 12 siang, pembalap ke-3 dari  Mozid Racing Team sedang melakukan hot lapnya untuk mengumpulkan lap demi lap

Sekitar 1 jam lebih berada di dalam lintasan, Amirul kembali masuk ke dalam pit

Namun bukannya race terus berlangsung, Daihatsu Copen tersebut malah masuk ke dalam pit untuk diperiksa lebih lanjut pada bagian mesinnya.

Race result pun keluar pada jam ke-3 dari semenjak bendera start dimulai. Dari race result pun di dapat, bahwa team ini sudah berhasil berada di posisi ke-28 (overall), dan ke- 2 di kelas M2 dengan melakukan 39 lap dalam waktu 3 jam. Best time nya pun 3:27.757 dengan average speed atau kecepatan rata-ratanya 71.21 km/h

Setelah mobil Copen nya dicek dan tidak ditemukan kerusakan atau sesuatu hal yang mengganggu performa mobil, Ardella Aryana, yang merupakan pembalap wanita menjadi pembalap ke-4 yang masuk  ke dalam sirkuit.

Pelakon TV atau artis FTV Malaysia ini pun mulai berjalan keluar melalui area pit lane dengan pit lane speed limiter dibawah 60 km/h

Ardella pun berada di dalam lintasan selama kurang lebih 1 jam. Saya pun tak sempat memphotonya dengan banyak, karena Rio sendiri sudah meng WA saya kalo dia sekarang otw perjalanan ke Sepang dari airport KLIA. Saya pun langsung kembali berjalan kaki menuju pit 20 yang letaknya sekitar 4 km dari spot saya memphoto ini.

Sekitar jam 17.30, setelah berjuang melawan delay pesawat dari Surabaya jam 5 pagi, lalu menunggu pesawat ke Kuala Lumpur di Soekarno-Hatta selama kurang lebih 5 jam, akhirnya Rio R. Bramantio pun tiba di Sepang International Circuit. Ini adalah kunjungan pertama nya ke sirkuit Sepang dan akan menjadi debut perdananya balapan di sirkuit sepanjang 5.4 km ini.

Arek Suroboyo ini pun terlihat sumringah ketika berjalan-jalan di pit dan pit wall. Rasa kantuk, cape, dan jet lag nya langsung hilang begitu melihat sirkuit kebanggaan Malaysia ini. Bahkan ketika baru sampai dia langsung ganti pakaian ke racing suitnya. Dan tentu saja tak lupa dia update status dulu di sosmednya.

Rio pun langsung berbincang dengan team leader dan team owner dari  Mozid Racing Team ini, yaitu Yazid mengenai aturan main balap Kcar Global 24H Sepang Endurance ini. Dia juga bertanya mengenai adakah yang perlu diperhatikan ketika mempiloti Daihatsu Copennya? Yazid pun menjawab “overall sama saja seperti mengendarai mobil harian, anggap saja ini bukan kompetiti, tapi trackday. Untuk down shifting usakan jangan sampai memakai 2nd gear, karena akan membuat mesin cepat rusak, karena kita butuh mobilnya untuk 24 jam kedepan”

Setelah mendapatkan penjelasan dan early briefing yang cukup singkat, Rio pun langsung bersiap-siap di pit untuk melakukan debut perdananya balapan di Sepang International Circuit, Malaysia. Atau bisa  dibilang debut perdananya balapan di luar Indonesia. Dia pun langsung dipasangkan alat komunikasi berupa Handy Talky yang dilengkapi ear set yang berfungsi untuk komunikasi antara dirinya dengan crew di pit.

Well, Rio pun sudah tampak gagah dalam balutan race suit dan helm beserta HANS nya. Diapun tampak melakukan persiapan akhir yaitu mencoba alat komunikasinya sebelum masuk ke dalam cockpit Daihatsu Copen

Sekitar Jam 18.30, pembalap Indonesia ini pun mulai keluar dari dalam pit dan berjalan menuju Daihatsu Copen nya yang telah terparkir di depan pit 20.

And he’s ready to go. Rio pun mengacungkan jempol kepada saya tanda dia siap untuk melakoni debut perdananya balap di luar negeri atau Sepang International Circuit dengan Daihatsu Copen bersama Mozid Racing Team. Satu-satunya yang dia keluhkan hanyalah cockpitnya yang cukup sempit dan bucket seat nya yang ukurannya terlalu kecil baginya. Namun dia bilang, :Wes ga popo..hajar ae (udah ga papa..hajar aja). Maklum saja bucket seat ini digangbang sebanyak 6 orang dengan ukuran badan yang berbeda-beda.Pembalap Suroboyo yang disposnori oleh Bank BJB dan GAS Motorcycle (Triumph) ini pun mulai berjalan menuju ke dalam track melalui pit lane. Jujur saya sendiri sedikit kwatir dengan Rio akan debut perdananya di balap 24 h ini. Maklum saja dia dalam keadaan lelah atau jet lag, belum pernah latihan di Sepang, dan dia masuk ke dalam track pada saat malam hari. Saya Cuma berpesan “hati hati yo, pokoknya lap-lap awal ga usah ngoyo, mapping dulu aja buat racing line, sama kalo bisa ikutin mobil di depanmu buat liat racing line, abis itu baru gaspoll”

Dan akhirnya Rio pun secara resmi menyandang predikat pembalap internasional dengan melakukan debut perdannya balapan di luar negeri atau Sepang International Circuit, Malaysia pada ajang K Car Global 24H Sepang Endurance 2017. Bisa dibilang Rio adalah pembalap ke-2 Indonesia yang mengkitu balap ketahanan 24 jam setelah Sean Gelael yang berlaga diajang balap 24h LeMans.

Di lap-lap awal Rio memang terlihat pelan dan sedikit berhati-hati ketika hendak mengambil masuk tikungan ataupun keluar tikungan. Braking zone nya pun masih cukup jauh dari apex atau tikungan ketika selepas straight 927 km dan hendak masuk ke R1, yaitu di angka 300 meter. Padahal mobil lainnya saya liat late brakenya bermain di angka 100 – 50 meter sebelum Apex. Ingat mobil disini hp nya dan top speed nya kecil, jadi daya momentumnya tidaklah terlalu besar.

Dan saya pun sedikit frustasi ketika memphoto pada malam hari, apalagi dengan pencahayaan yang minim. Ternyata tidak segampang seperti yang saya lihat pada photo-photo balap LeMans. Namun saya pun tetap profesional dengan memphoto sebisa mungkin. Rio pun berhasil menyelesaikan 2 jam pertamanya di dalam track ini dengan sukses, saya pun sempat seidkit surprise kalo dia kuat didalam mobil kecil yang top speednya hanya mampu sampai 101.91 km/h (rata-ratanya 61.92 km/h) selama 2 jam dan membabat track sepanjang 5.5 km ini pada malam hari di debut perdanaya di Sepang. Rio pun berhasil mengantongi sekitar 20 lap pada debut perdananya ini.

Setelah menyelesaikan 2 jam race pertamanya, yaitu sekitar jam 18.30 hingga jam 20.30 an. Rio pun beristirhat sekitar 1,5  jaman, sebelum akhirnya sekitar jam 10 malam dia ngidam masuk ke dalam track lagi.

Crew Mozid Racing pun kembali mempersiapkan pembalap Indonesia ini untuk masuk kedalam track lagi,

Dan sebenarnya ada 2 orang pembalap Indonesia atau arek Suroboyo yang seharusnya ikut race dalam event ini, yaitu Davick dari Pro Mobile Surabaya. Davick seharusnya mendampingi Rio di Daihatsu Copen pada K Car Global 24H Sepang Endurance, namun dia pun membatalkan niatnya untuk ikut membalap di race ini karena badannya lagi tidak fit. Akhirnya hanya Rio lah pembalap Indonesia yang ikut membalap, sementara Davick menjadi live streaming IG.

Dan arek Suroboyo ini sudah kembali siap untuk beraksi kembali di balap K Car Global 24H Sepang Endurance

Pembalap asal Suroboyo yang di sponsori oleh Bank BJB, GAS Motorcycle (TRIUMPH), dan Rumah Keikara ini langsung tancap gas  menghilang ditengah kegelapan sirkuit sepanjang 5.5 km itu.

Saya pun mencoba untuk berjalan kaki di tengah malam buta dari pit mencari spot baru, yang sama saja keadaannya gelap gulita.  Namun karena tidak tahan dengan gigitan nyamuk nya yang segede gaban, saya pun memutuskan untuk kembali ke pit meninggalkan Rio yang masih on fire di dalam track.

Namun sekitar beberapa menit kemudian, Tak disangka Rio pun kembali masuk ke pit untuk mengakhiri lap nya. Saya langsung menanyakan kepadanya “tumben cepet bener masuknya? Cuman 1 jam aja”. Diapun menjawab “ pinggangku loro, ga kuat aku ambe jok e, jok e ke cilik’en, yen nikung garai loro ae (pinggangku sakit, aku ga kuat sama joknya, joknya kekecilan, kalo nikung bikin sakit pinggangku), kata Rio yang menyelesaikan racenya sekitar jam 11 malam. Jadi menurut saya, kenyamanan adalah faktor paling penting dari sebuah mobil balap 24 h, karena jika pembalapnya nyaman dan betah, maka secara otomatis best time dan jumlah lap pun semakin bagus dan banyak. Jumlah lap Rio pun menurun dari yang sebelumnya sekitar 20-25 lap menjadi sekitar 15 lap akibat pinggangnya sakit karena bucket seatnya kekecilan.

Saya, Rio, dan Davick sempat keluar untuk mencari hidangan makan malam di sekitar Sepang . Lalu kami kembali lagi ke Sirkuit sekitar jam 1 malam. Dan kami pun menemukan beberapa pembalapnya pun tergeletak di atas tikar, tanda tumbang alias kelelahan.Maklum saja sekarang jam 1 malam.

Sementara mobilnya? Ternyata hard parking atau terparkir di dalam pit dengan kondisi mesin dingin. Yang berarti mobil tidak diajak berolahrag a atau masuk ke lintasan. Ternyata sudah hampir 1 jam mobil tersebut parkir manis di dalam pit. Rio yang pulang dari makan malam  yang dirapel makan tengah malam, langsung kegatelan dan berinisiatif untuk tetap menjalankan mobil dari teamnya tersebut. Dia pun langsung mengganti sandal japitnya dengan sepatu balapnya.

Well, its 1 A.M in the morning. And the race must go on. Rio yang dalam posisi segar bugar karena habis makan malam secara kalap atau dalam keaadaan kenyang pun langsung bersiap di dalam hot seat Daihatsu Copen untuk memulai race yang ke-3 baginya.

Ya walupun terlihat dari matanya kalo dia kelelahan akibat kelamaan menunggu di bandara (7 jam) dan juga jet lag.

Dan sekali lagi saya pun ikut keluar dari dalam pit dan berjalan kaki menuju spot yang jaraknya sekitar 2 km dari pit pada dini hari, dan yang saya temukan hanyalah beberapa lampu yang cukup untuk menerangi beberapa titik saja.

Yang berwarna dan menyala hanyalah dari tail lights dari mobil peserta.

Rio pun melintas dihadapan saya dengan speed yang cukup tinggi. Dan racing line nya dia sudah semakin bagus atau dengan kata lain sudah rapi seperti pembalap lainnya.

Walaupun sudah dini hari dimana sebagian pembalap dan crew sudah tidur, Rio tetap menggeber Copennya dengan speed yang cukup tinggi di straight 927 meter sebelum akhirnya brake di 50 meter sebelum apex atau masuk ke R1. Top speednya sendiri mencapai 101.91 km/h. Dan surprisenya, Rio berhasil mencetak best time tercepat di teamnya, yaitu 3.24.589. Mengalahkan best time sebelumnya 3.27.357 yang dicetak oleh Yazid.

Sekitar kurang lebih 1.5 jam kemudian Rio pun kembali masuk kedalam pit untuk pergantian pembalap. Dia pun kembali mengantongi sekitar kurang lebih 20-25 lap dengan menahan rasa sakit pada pinggang akibat bucket seat nya yang kekecilan.

Sekitar jam 2:30 pagi, Rio pun masuk kembali ke dalam pit dimana Ardella Aryana akan bertugas menggantikan Rio yang telah masuk didalam sirkuit selama 1,5 jam lamanya.

Pembalap wanita inipun akan bersiap-siap mempiloti Copennya selama kurang lebih 30 hingga 60 menit, sebelum dia akan digantikan lagi oleh Rio yang sudah memberikan kode akan menunggunya di pit karena beberapa pembalap Malaysia masih tertidur atau sedang kecapean.

Ardella langsung memacu kendaraannya untuk memperbanyak jumlah lap bagi teamnya yang pada saat race memasuki jam  ke-15 (jam 3 pagi) mengumpulkan sebanyak 152 lap

Sementara Ardella sedang asyik perpusing-pusing (jalan-jalan) di dalam sirkuit Sepang. Rio pun menikmati hidangan makan subuhnya sambil menonton tv yang berisi film  yang disambungkan dari hp. Karena saya sedikit mengantuk, focus pada mata dan kamera saya pun menjadi out of focus.

Karena ini jam 3 pagi dan tidak ada orang yang berjualan makan di Sepang pada waktu subuh ini, jadilah kami menitipkan teman Malaysia kami yang hendak membeli makan di luar Sepang, yaitu apa lagi kalo bukan fast food yang buka 24 jam. I’m lovin it

Sekitar jam 3 pagi, Ardella kembali masuk ke dalam pit dan melakukan pergantian pembalap yang akan menambah jumlah lap yang dcatatkan oleh team ini. Kali ini yang masuk adalah pembalap ke-6 Mozid Racing, yaitu Mahalil yang juga merupakan mekanik team ini.

Mobil sempat beberapa kali isi bensin di tempat yang disediakan, yaitu di area parking lot. Dimana fuel tank dari mobil ini mencapai 20 liter yang bisa digunakan untuk race sekitar 2 jam. Isi bensinnya sendiri tidak terbatas.

Mahalil pun langsung tancap gas di dalam track dengan menempuh sekitar 15-20 lap atau sekitar 1 jaman berada dibalik kemudi Daihatsu Copen dengan nomor start #5 ini. Mahalil pun berhasil mencetak best time 3:23.040, dimana dia berhasil mematahkan best time team ini yang sebelumnya di pegang oleh Rio (3:24.589)

It’s 4 a.m in the morning. Dan banyak team pun melakukan pergantian pembalap karena memang jam-jam ini merupakan jam nya orang tertidur pulas, termasuk sang manager yang mungkin tidak mendengar  bahwa pembalapnya yang didalam ingin masuk dan tidur. Sementara pembalap yang satunya cuma bisa menunggu temannya yang tak kunjung datang.

Stilo Helmet nya Ro pun sudah berada di depan garis pit lane, itu berarti dia akan kembali lagi masuk ke dalam lintasan untuk yang ke-4 kalinya.

Kurang lebih Rio sudah mengantongi sekitar kurang lebih 5 jam dengan menyumbang jumlah total lap sekitar kurang lebih sekitar 60-70 lap bagi teamnya. Dan kini dia bersiap untuk menyumbangkan lagi lap bagi Mozid Racing

Mahali pun telah tiba di pit, waktunya untuk ayah 2 orang anak asal Suroboyo ini untuk beraksi kembali di dalam lintasan Sepang pada jam 4 Subuh ini.

Sebenarnya sebelum Rio naik kedalam mobil atau sewaktu masih menunggu di pit sebelum Mahali masuk, Rio sempat stress karena balapan yang tidak kunjung usai. Maklum saja jam 4 pagi adalah jam dimana badan dan otak sedang nyenyak-nyenyaknya beristirahat (tidur). Sedangkan kami semua masih seperti enegizer bunny yang tetap on. Saya sendiri juga merasakan hal yang sama, berpikiran sudah gilakah saya liputan seharian semalaman sampai jam segini belum tidur dan masih berphoto ditengah sirkuit yang gelap gulita untuk sebuah photo? Mungkin inilah yang dinamakan balap ketahanan 24 jam, dimana menguji man and machine nya hingga batas maksimal yang mereka punya.

Namun show atau race must go on and you must finish what you start, Arek Suroboyo ini pun kembali lagi masuk ke dalam cockpit  Daihatsu Copen untuk yang ke-4 kalinya dengan harus menahan sakit atau tekanan dari bucket seat yang ukurannya kekecilan.

Rio pun kembali melesat di waktu subuh atau sekitar jam 4 waktu setempat atau jam 3 pagi di Indonesia.

Bukannya malah makin loyo performancenya, ternyata performance Rio malah naik atau on fire.

Dia bahkan sempat beberapa kali menguber atau mengejar mobil peserta lainnya yang berada di depannya

Dan mengajak peserta lainnya dog fight  (Rio berada di sebelah kiri).

Bukannya tambah kendor  performancenya, malahan semangat atau performancenya menggila di jam 4 subuh.

Sekitar jam 5.30 subuh, setelah berada di dalam lintasan selama 1 jam lebih dan melahap sekitar 20 an lap, Rio pun kembali kedalam pit dan bersitirahat di atas tikar.

Setelah sekitar 45 menit saya dan Rio merasakan nikmatny dan empuknya kasur hotel, beserta dinginnya ac nya di dekat Sepang. Alarm kami menyala sewaktu jam 08.00 pagi, dan lantas kami pun segera mandi dan bergegas untuk sarapan dan kembali menuju kembali ke circuit. Sekitar jam 9:30 kami pun kembali tiba di Circuit dengan keadaan Rio yang segar bugar walaupun cuma tidur 45 menit. Namun katanya yang oenting tidur dan mandi serta sarapan sudah cukup.

Dan tampak di pit terjadi pergantian pembalap dari Amirul ke Yazid

Dimana Yazid akan melakukan sekitar 1 jam race hingga sekitar jam 11 siang, sebelum akhirnya digantikan oleh Rio yang mendapatkan kehormatan dari seluruh rekan tim Malaysia untuk membawa Copen tersebut menyentuh garis finish.

Yazid pun langsung melesat keluar dari pit dengan kecepatan dibawah 60 km/h yang merupakan pit lane speed limiter.

Mozid Racing Racing Team sampai pada jam 10 pagi atau jam ke 23:00 berada dalam urutan ke-32 (overall), dank e-2 di kelas M2 dengan total lap sebanyak 236 lap

Yazid pun berjuang di jam-jam terakhir bagi teamnya supaya mampu mendulang lap yang lebih banyak lagi sebelum bendera finish dikibarkan.

Sekitar jam 11 kurang Rio pun tampak sudah mengenakan race suit nya dan siap untuk race di pulau kapuk, maksud saya di Sepang International Circuit. But 1st, mungkin arek Suroboyo ini perlu sedikit memejamkan matanya sebentar di kasur yang terbuat dari udara ini. Maklum saja dia selama 1,5 hari kemarin baru tidur hanya 45 menit.

Sekitar jam 11 an Rio pun sudah stand by di depan mulut pit 20 ini lengkap dengan peralatan perangnya. Dia pun menunggu Yazid yang sudah melakukan race selama 1 jam di dalam lintasan, dan menambah jumlah lap teamnya menjadi 251 lap

Sekitar jam 11.15 an Yazid pun masuk ke dalam pit untuk melakukan pergantian pembalap, dari dirinya ke Rio yang sudah stand by di depan pit

Crew Geliga Tune Skill Mozid Racing pun langsung mengecek kondisi mobil, mulai dari oli mesin, minyak rem, dan juga membersihkan braking system nya sebelum akhirnya Rio dilepas ke dalam track untuk menyelesaikan balapam 24 jam ini.

Rio pun dibantu oleh Lutfi dari Pro Mobile Surabaya yang merupakan adik dari Davick Pro Mobile dalam memasangkan Handy Talkie pada helmnya Rio. Radio Communication OK, dan Rio pun siap masuk ke dalam lintasan

Ini adalah race nya yang ke-5 dengan jumlah total jam terbangnya sebelumnya sebanyak kurang lebih 7-8 jam berada didalam lintasan. Dengan jumlah total lap sebanyak berkisar di angka kurang lebih 80-90 lap. Dan masih ada kurang lebih 45 menit lagi waktu yang dia harus selesaikan dengan mengumpulkan lap lebih banyak lagi untuk dirinya dan juga teamnya.

Rio pun tak berlama-lama berada di dalam pit, dia pun langsung melesat keluar dari pit lane menuju ke dalam track yang cuacanya pada siang hari itu sangat cerah. Dan ini merupakan balap siang pertamanya, saya yakin matanya kriyep-kriyep atau merem melek terpapar sinar matahari karena masih dalam keadaan mengantuk.

Dan seperti yang saya duga sebelumnya, Rio pada race akhir ini benar-benar flat out. Dia tampak benar-benar mengeluarkan sisa tenaga dirinya dan mobilnya untuk mengaakhiri race ini dengan hasil yang maksimal. Dia pun terlihat beberapa kali tampil ngotot dengan dogfight atau berusaha mengejar peserta lainnya.

Bukan hanya lintasan staright 927 meter Sepang, namun juga di setiap tikungan sirkuit sepanjang 5,5 km ini.

Seperti Rio yang ngotot atau dogfight dengan salah satu peserta yang dimana dia hendak melewatinya dari sisi luar pada R1 Sepang.

Tampaknya Rio memang sudah hapal dengan karakter Daihatsu Copennya dan juga racing line Sepang, walaupun dengan kondisi mobil yang under power. Namun dia bisa memanfaatkan kelemahan tersebut, dan menutupinya dengan skill yang dibawanya dari Indonesia.

Arek Suroboyo ini benar-benar gas poll di menit-menit akhir balapan K Car Global 24H Sepang Endurance race ini. Rio pun bertekad untuk menambah jumlah lap bagi teamnya yang sampai jam 11 siang sudah mengumpulkan sebanyak 251 lap.

Dan akhirnya pada jam 12 siang checkered flag pun dikibarkan untuk Rio R. Bramantio dan juga Daihatsu Copen dari  Mozid Racing ini yang berhasil mengumpulkan  total lap dari mulai jam 12 siang (Sabtu 18/12) hingga Minggu jam 12 siang (19/12) sebanyak 269 lap. Yang membuat  Mozid berhasil merebut podium ke-2 di kelas M2 K CAR Global 24H Sepang Endurance 2017

Pembalap Indonesia asal kota Suroboyo ini pun berhasil menyelesaikan balapan perdananya di luar negeri dengan hasil yang sangat memuaskan kan. Terlebih lagi debut perdananya di Sepang Circuit dilakukannya selama 24 jam, dan berhasil  ikut  mengantarkan team nya ke podium ke-2 di kelas M2

K Car Global 24 H Sepang Endurance 2017 berhasil diselesaikan oleh ke-6 pembalap dari team Mozid Racing  telah menyelesaikan balapan selama 24 jam ini dengan menempuh sebanyak 269 lap. Kerjasama yang sukses antara pembalap Malaysia dan Indonesia sehingga mengantarkan team mereka ke podium ke-2 kelas M2. Dari kiri ke kanan, Amirul Axmal, Aizat Ramlan,  Ardella Aryana, Yazid , Rio R. Bramantio (Indonesia),  dan Mahali.

Karena Rio tidak datang sewaktu acara opening ceremony dimana dia bisa melihat beberapa pembalap ataupun crew team lainnya berdandan ala costplay, maka dia pun balas dendam dengan mengajak photo bersama beberapa pembalap dari Jepang yang sudah berganti wujud menjadi Elvis Presley KW Super.

Tak lupa juga dia menyempatkan diri untuk berphoto bersama legendnya balap K4 GP Japan , yaitu seorang kakek berusia 101 tahun yang mempiloti mobil Alpine M63 tahun 1993 hingga garis finish bersama teman-teman yang seusia dengannya. Saya sendiri mencoba mencari tahu siapakah nama kakek ini, namun mbah google sepertinya kurang wangsitnya.

Piala ke-2 di kelas M2 pun diterima oleh Yazid selaku team owner dari  Mozid Racing.

“Jutaan terima kasih kepada team member Mahalil, Amirul, Aizat Ramlan, Ardella, Faizal Rakim, Alif Danial, dan team pembalap dari Indonesia Rio R. Bramantio, serta Bayu Sulistyo dan Davick Aulia serta rakan-rakan yang terlibat dalam KCar Global 24H Sepang Endurance atas pencapaian podium ke-2 ini”  ucap Yazid

Benar-benar debut perdana balap di luar negeri yang sangat sempurna bagi Rio R. Bramantio bersama team balap  Mozid Racing, yaitu dia  bersama ke-5 pembalap dari Malaysia bahu membahu tetap menjalankan mobil Daihatsu Copen nya selama 24 jam yang akhirnya bisa menyelesaikan balapan dengan total jumlah lap sebanyak 269 lap

“Kesannya ya benar-benar mendapat pengalaman baru di race ini. Apalagi saya baru datang sore hari, dan baru cobain sirkuit pada malam hari yang notabenenya gelap, dan saya masih buta soal Sepang karena baru pertama kalinya turun disini. Tapi saya sangat senang bisa mencoba sirkuit selain Sentul, dan race kemaren selama 24 jam itu benar-benar menguras tenaga dan fisik

 Jangan lupakan juga saya dari subuh hingga siang di airport lalu kena jetlag selama 3 jam, dan lansung race. Namun Alhamdulliah saya bisa menyelesaikan race kemaren bersama teman-teman saya dari  Mozid Racing Malaysia. Mungkin karena saya hobby lari 5K jadi ketolong fisik saya.hehe. Sekali lagi balapan yang cukup unik, menyenangkan juga melelahkan, namun kami berhasil melaluinya. Sekali lagi terima kasih banyak kepada rekan team dan pembalap Malaysia yang sudah membantu saya dan memberikan kesempatan saya untuk ikut membalap, terutama kepada Yazid selaku team owner” Kesan Rio yang disponsori oleh Bank BJB dan GAS Motorcycle (Triumph) setelah race usai.

Dengan uang pendaftaran sebesar RM 20.000  atau sekitar 70  juta sekian rupiah (paket hemat) yang dibagi menjadi sekitar 6 pembalap (masing-masing pembalap urunan sekitar RM 3.300 (11 jutaan sekian rupiah/orang), race selama 24 jam, dan masing-masing pembalap mengumpulkan total lap sebanyak 50-90 lap. Hadiahnya hanya berupa 1 buah piala yang terbuat dari mika. Worth it? Saya rasa worth it jika Anda seorang car crazy dan speed freak sejati, dimana Jika Anda sudah pernah balapan apa saja, tapi belum pernah menguji fisik, stamina, dan mental Anda selama 24 jam didalam lintasan. Maka Anda mungkin perlu ikut balap 24 jam, dimana rasa need for speed Anda mengalahkan rasa kantuk dan sakit pada badan Anda. Di Indonesia sendiri baru Sean Gelael dan Rio R. Bramantio yang pernah mengikuti balap ketahanan 24 jam.

” Jelas Rio bisa memandu di Sepang Circuit. Maxx time mobil Daihatsu Copen 3.15 , dan Rio bisa membuat time 3:17 pada waktu pemanduan akhir dengan kondisi engine di saat akhir sudah low power. As a new rider at Sepang, Rio udah bisa membaca racing line tanpa sebarang training. Well Done Rio” Kesan Yazid tentang Rio yang menjalani debut perdananya di Sepang dan 24 h race. Amirul dan Yazid pun menyerahkan piala KCar Global 24H Sepang Endurance kepada Rio sebagai kenang-kenanganan bahwa dia pernah suskes balapan 24 jam di Sepang Sirkuit pada debut perdananya race di luar negeri. Dan berharap tahun depan Rio bisa menemani dan ikut balapan bersama team mereka lagi di balap KCar Global 24H Sepang Endurance.

Well, dan tampaknya tugas saya meliput balapan ketahanan 24 jam usai sudah. Dan saya tidak percaya bahwa saya bisa mendapatkan kesempatan untuk meliput balapan yang masih bersaudara dengan 24h LeMans, dan bisa menyelesaikannya hingga jam 12 ke esokan harinya dengan sehat walafiat. Meskipun jujur saja saya sempat stress karena jet lag, kondisi track yang jauh dan panas, jalan kaki, lensa saya kurang panjang, dan moto dengan kondisi gelap gulita. Namun semua kekurangan saya tesebut menjadi pengalaman dan pembelajaraan yang sangat berharga bagi jam terbang saya sebagai seorang tukang photo keliling. Dan yang pasti pada saat menit-menit terakhir ini saya pun mulai batuk-batuk yang disertai mual-mual tanda saya harus beristirahat.

Yang pasti berakhirnya race, berarti waktunya saya mandi di kamar mandi sepang sirkuit, dan langsung cabut ke bandara, karena pesawat saya akan take off sekitar jam 16:30. Itu berarti saya punya waktu kurang lebih 2 jam. Benar-benar remuk redam badan dan pikiran ini, namun senang melihat Rio berhasil naik podium, dan menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang balap ketahan 24 jam KCar Global 24H Sepang Endurance. Bisik punya biaik, Rio ketagihan balap di Sepang. Diapun berencana untuk membeli dan membangun mobil balap di Malaysia yang akan digunakannya untuk balapan disana, untuk balap touring dan satu lagi  untuk balap endurance seperti KCar global 24h Sepang Endurance race ini. Jom Rio !!!

 

BANK BJB B16 AP SPEED GOT 20 TROPHY AND 5 TITLE CHAMPIONSHIP

BANK BJB B16 AP SPEED : OVER THE TOP

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!