JAPAN SUPER TOURING CHAMPIONSHIP : TITLE FIGHT !

797

Japan Super Touring Championship atau JSTC sudah memasuki di seri punghujung atau seri ke-7 dari 7 seri yang di agendakan pada musim balap 2017 ini. Dimana 6 seri diselenggarakan di Sentul International Circuit, Bogor Jawa Barat. Dan 1 seri tambahan berupa street circuit atau race yang di selenggarakan di BSD City Circuit, Tangerang dalam event BSD City Grandprix. Dan pada tanggal 24-26 November 2017 yang lalu, sebanyak 17 pembalap bertarung dalam seri akhir yang merupakan title fight untuk memberebutkan juara umum, sekaligus memperebutkan hadiah berupa  4 sepeda motor matic bagi sang suara umum tiap kelas dari pihak Gazpoll Racing Team Sselaku penyelenggara.“ Sesuai janji kami di awal seri atau musim balap 2017 ini, kami menyediakan 4 buah sepeda motor matic sebagai hadiah utama bagi juara umum di masing-masing kelas atau 4 kelas yang kami pertandingkan. Dimana kami akan menyerahkannya motor tersebut pada seri terakhir dari musim balap 2017″ terang Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC dari Gazpoll Racing Team.

Walaupun race kali inimerupakan race terakhir di musim balap 2017, namun JSTC tetap menjadi magnet bagi para pembalap baru yang datang dengan mobil baru yang mungkin dipersiapkan untuk musim balap 2018 nanti. Seperti Mayzul Andri dari Ecuire Cinere dengan Honda Civic Genio. Ecuire Cinere sendiri dikenal sebagai bengkel yang mengeluarkan mobil balap retro atau classic nya, namun di akhir tahun ini sepertinya mereka gatel ingin bertarung di JSTC.

Dan pada race JSTC yang terakhir  di musim balap 2017 ini di ikuti sebanyak 17 pembalap, dengan 2 pembalap baru atau new kids on the block di antara para pembalap lama JSTC. Yaitu Mayzul Andri dari Team Ecuire Cinere  (paling kiri) dan  Stefen Teo dari Jakarta Racing com feat Steve Garage Pekanbaru (ke-5 dari kiri)

The Renegade of funk yang wild, young, and free. Dan seperti biasa saya pun meminta mereka untuk berphoto loncat untuk sedikit pemanasan sebelum mereka dipanaskan oleh G-Force selama 9 lap atau sekitar  20 menit berada di dalam track.

Meet Stefen Teo dari Jakarta Racing com feat Steven  Garage Pekanbaru yang akhirnya gatal juga kakinya untuk ikut teman-teman seperjuangan di pasukan All Motor EG6 drag race yang minggat ke balap touring secara berjamaah. Owner workshop Steve Garage Pekanbaru ini sedang berusaha merayu owner dan pembalap The Baby EG6 All Motor, yaitu Angger untuk bermain balap touring daripada menjadi biker boys alias keliling Indonesia naik sepeda ontel.

Dan tak ada salahnya untuk hugh and kiss dari sang promotor JSTC yaitu Ferry Yanto kepada salah satu pembalapnya yang pada seminggu sebelumnya berhasil keluar sebagai juara ke-2 di Kcar Global 24H Sepang Endurance di Sepang International Circuit Malaysia, yaitu Rio. R Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed

Helm check, seat belt check, engine start on, dan mereka pun siap untuk masuk ke dalam sirkuit.

Dan sebanyak 17 pembalap yang sebagian besar menggunakan mobil pabrikan Honda berjenis civic ini pun berjalan beriringan di area pit lane menuju ke dalam track.

Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage dengan Honda Civic EF9 atau Nouva nya ini akan memulai start dari grid ke- 9 setelah pada sehari sebelumnya atau sesi QTT pria asal kota Gorontalo ini berhasil mencetak best time 1:52.2017

Sementara untuk kesekian kalinya yang berhasil menduduki pole position di JSTC adalah sang undisputed champion, yaitu M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Civic EG6 atau Estilonya yang pada saat QTT berhasil mencetak best time 1:46.975. Sementara di posisi grid ke-2 ada Ricky Karyanata  dari R Speed dengan Honda Civic Type R FD2R nya yang berhasil mencetak  best time 1:47.252 pada saat QTT.

Apip Ginanjar  dari Speedy Motorsport dengan Mitsubishi Evo III terpaksa tidak bisa mengikuti race setelah mobilnya bermasalah pada saat sesi official free practice, dimana dia juga tidak bisa mengikuti sesi kualifikasi atau qtt.

Race pun dimulai dan barisan mesin vtec ini pun mulai memekikkan dengan suara khas raungan mesin DOHC Vtec Honda.

Dibarisan paling depan M. Herdy tampak mulai meninggalkan atau membuat gap yang cukup jauh antara dia dan Ricky yang berada di posisi ke-2.

Sementara di barisan  belakang, Hendra Widjanarko dari Speed Motorsport dengan Honda Civic EG6 (#99) yang start dari barisan paling belakang  atau 16  karena mengalami masalah mobil pada saat QTT, berhasil menyodok maju ke depan ke posisi ke-10

Pertarungan seru atau dog fight pada awal lap juga terjadi pada barisan tengah, dimana sebanyak 4 mobil saling berebutan atau dog fight untuk bisa masuk di tikungan ke-9. Rio dan Wahyu Kumoro atau Mimo pun terlibat dog fight ini, sementara Radityo dan Willy pun mengekori 2 mobil turbo didepannya.

Baik Rio dan Mimo pun masing-masing tidak mau kalah dan mempertahankan racing line mereka masing-masing. Rio dengan EG6 bermesin B18 Turbo dari sisi bagian luar, sementara dari sisi dalam Mimo dengan Nissan Cefiro bermesin RB25DET

Dan akhirnya pertarungan antara mesin turbo 4 cylinder dan 6 cylinder ini pun dimenangkan oleh Rio dengan Honda Estilo nya yang berhasil mendahului Mimo

Mayzul Andri dari Team Ecuire Cinere dengan Honda Civic Genio nya yang start dari dari grid ke-17 benar-benar memanfaatkan seri terakhir ini untuk research and development mobilnya sebelum benar-benar sempurna setingannya untuk musim balap 2018 besok. Dia pun berhasil mencetak best time 2:00.102

Namun sayangnya pada lap ke-3 dia out dari track pada saat hendak masuk di tikungan S besar atau R8, dimana dia over dan masuk ke dalam gravel di sisi sebelah luar track. Race Director pun memerintahkan untuk mengevakuasi mobil Mayzul secepatnya, karena terletak diarea yang berbahaya pagi pembalap lain jika mereka juga over dan out dari lintasan.

Dan tak lupa race director memerintahkan Safety Car untuk masuk ke dalam lintasan hingga mobil keluar dari gravel dan track bersih serta siap untuk dipakai balapan lagi. Dan tentu saja moment dimana Safety Car masuk sekitar 1-2 lap ini memberikan keuntungan bagi para peserta yang gapnya tertinggal dari peserta didepannya, alias menjadi rapet lagi gapnya.

Radityo Mahendra pun akhirnya menyusul Mayzul setelah dia dan DC5 nya terpaksa harus out dari race atau D.N.F (Did Not Finish) pada lap ke-5 karena sekring pada mobilnya ada yang putus, sehingga aliran listrik pada mobilnya padam atau mati total menyebabkan mobilnya mogok. Yang disayangkan kejadian ini terjadi di saat safety car masuk. Sebelum D.N.F Radityo  berhasil mencetak best time 1:48.700

Tak hanya Radityo saja yang harus D.N.F, Ricky Karyanata dari R Speed juga mengalami nasib yang sama. Dia dan FD2R nya terpaksa out dari race pada lap ke-7 karena gear selector pada gearbox nya patah . Namun sebelum out dari race, Ricky pun sempat mencetak best time yang membuat orang yang diburu di depannya, yaitu M. Herdy (posisi 1)panas dingin, yaitu 1:46.863

Hendra Wijanarko dari Speedy Motorsport yang start dari urutan ke-16  akhirnya menyusul ke-3 temannya yang out dari race atau D.N.F di final race JSTC 2017 ini. Hendra yang bersaing ketat dalam hal perolehan point pada JSTC  1A dengan Rian Risky untuk menjadi juara umum 2017 ini out pada last lap akibat gearboxnya jebol ketika dia hendak masuk ke R3. diapun harus merelakan podium ke-2 dan juara umum JSTC 1A 2017 lepas dari genggamannya.  Namun sebelum out dari race Hendra sempat mencetak best time 1:50.762 dengan posisi terakhirnya di urutan ke-7.

Diposisi paling buncit atau juri kunci JSTC  ada the one and only pembalap wanita di JSTCm yaitu Ghina Namira dari Azuro Motorsport dengan Honda Jazz GE8 nya yang finish di posisi ke-13 (overall), dan ke-6 di kelas JSTC 3 dengan best timenya 2:05.120

Di depan Ghina ada the new kids on the block dari kota Pekanbaru, yaitu Stefen Teo yang berhasil finish di posisi ke-12 (overall), dan ke-5 di kelas JSTC 3. Pembalap dari team Jakarta Racing com ini berhasil mencetak best time 2:00.078 pada debut perdananya balap touring.

Masih dari pembalap yang menggunakan Honda Jazz, ada Aditya Gunarsa dari Azuro Motorsport yang finish di posisi ke-11 (overall), dan ke-4 di kelas JSTC 3 dengan best timenya 2:00.007

Sementara itu pertarungan atau dog fight pun terjadi antara 2 pembalap beda generasi  yang memperebutkan posisi ke- 9 (overall) dimana masing-masing menggunakan mobil city car bermesin turbo. Yaitu  pembalap senior Chandra Alim dari Sigma Speed dengan Suzuki Swift turbo dan Abraham F dari Boost Factory Racing dengan Honda Jazz GE8 Turbo.

Dan akhirnya pertarungan tersebut dimenangkan oleh Abraham yang berhasil merebut posisi ke-9 dari tangan the living legend Chandra Alim. Abraham pun berhasil finish ke-9 (overall), dan ke-3 di kelas JSTC 3 dimana dia berhasil mencetak best time 1:52.891. Sementara sang pembalap senior harus puas finish dibelakang sang juniornya, yaitu posisi ke-10 (overall), dan ke-2 di kelas JSTC 2B. ” Saya senang banget bisa dogfight dengan om Chandra Alim. Padahal dulunya cuma bisa liat doi balap sama Om Indra, Alm. Aswin Bahar. Eh sekarang malah bisa ketemu dan satu ruangan dengan om Chalim. Rasanya gimana gtu” kesan Abraham setelah race.

Finish di posisi ke-8 (overall), dan ke- 3 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:52.632, yaitu Alfin Mulia Rahman dari team B16 AP Speed yang memulai start dari grid ke-12

Di depan Alfin ada rekan satu teamnya Rian Risky dari team Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Civic EG6 nya yang berhasil finish di posisi ke-7 (overall), dan ke-2 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:51.488

Ada yang unik dari Estilo yang digunakan oleh arek Suroboyo ini, yaitu adanya sticker yang bertuliskan 2017 STC-1600 Champion, Rian Risky yang bertujuan untuk merayakan kemenangannya sebagai juara umum di kelas STC-1600 pada tahun 2017 ini. Dimana titel tersebut berhasil dikuncinya pada saat seri ke-6 kemaren (satu seri sebelum seri terakhir)

Di kelas JSTC 1B atau 1600 – 2000cc N/A ada Reza dari team Landy Land dengan Honda Civic EK atau Ferionya yang berhasil finish di posisi ke-6 (overall), dan ke-3 di kelas nya (JSTC 1B). Reza pun membukukan best timenya 1:50.532

Di posisi pertama kelas 1A atau 0 – 1600cc N/A ada Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage yang berhasil finish di urutan ke-5 (overall), dan ke-1 di kelas JSTC 1A, serta ke-2 di kelas JSTC 3 dengan best timenya 1:50.522.

Got lighter? Satu-satunya pembalap di ISSOM yang menggunakan mobil pabrikan Nissan, Yaitu Wahyu Kumoro atau Mimo denga Nissan Cefiro RB25DET berhasil finish diposisi ke-4 (overall), dan ke-1 atau pertama di kelas JSTC 3 atau Force Induction diatas 2100 cc. Drifter nasional dari team HTJRT Garden Speed inipun berhasil mencetak best time 1:50.168 dengan mobil yang biasa digunakannya untuk mengikuti drift competition di Indonesia.

Di posisi ke-3 ada Welly Sutanto Wibowo dari Dominic Racing Team dengan Intergra DC2  yang berhasil  finish di posisi ke-3 (overall), dan ke-2 di kelas JSTC 1B. Pembalap asal kota Yogyakarta ini berhasil menyodok 2 peringkat dari start di posisi ke-5  dan finish di posisi ke-3 dengan best timenya 1:48.488

Naik 1 peringkat dari posisi startmya yang ke-3 (1:47657) yang akhirnya finish di posisi ke-2 (overall), dan ke-1 atau pertama di kelas JSTC 2B atau 1800 – 2000 cc turbo, yaitu Rio. R Bramantio dari team Bank BJB B16 AP Speed. Arek Suroboyo iniberhasil mencetak best time 1:47.219 dengan Estilo yang bernama Triumph ini.

Yang berarti yang finish pertama atau di depan Rio sendiri adalah rekan satu team nya sendiri, yang tak lain dan tak bukan adalah M. Herdy dengan Honda Civic EG6 atau Estilonya.

M.Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed ini berhasil mempertahankan P1 atau pole positionnya selama 9 lap dari serangan Ricky dengan FD2R nya. Pembalap kota Cianjur ini berhasil finish terdepan dari sebanyak 17 pembalap yang mengikuti race selama 9 lap ini. Dia pun berhasil finish pertama (overall) dan pertama di kelas JSTC 1B (1800-2000cc N/A) dengan best timenya 1:46.741

Dibawah guyuran hujan penyerahan piala atau podium tetap dilakukan oleh Ferry Yanto dan team nya dari Gazpoll Racing Team. Dimana pada podium JSTC overall, secara mengejutkan Rio. R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed yang biasanya diluar 3 besar overall JSTC pada race kali ini ikut naik di podium ke-2 JSTC overall. Sementara di podium 1 ada M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed. Dan akhirnya di podium ke-3 nya ada Welly Sutanto Wibowo dari Dominic Racing Team.

Dan ini lah 3 orang pembalap tercepat di race Japan Super Touring Championship merayakan  kemenangannya bersama sang promotor Ferry Yanto dengan berloncat bersama di atas panggung dibawah guyuran hujan yang membasahi Sentul.

Di kelas JSTC 1B (0 – 1600 cc N/A), Umar Abdullah dari team Bank BJB Delta Garage berhasil merebut podium 1 dari tangan Rian Risky dari Bank BJB B16 Ap Speed yang harus puas berada di podium ke-2 di kelas ini.Sementara di podium ke-3 JSTC 1A, Alfin Mulia Rahman yang merupan rekan satu team Rian di B16 AP Speed berhasil berada di podium ke-3 di kelas 1A ini.

Walaupun podium 1 nya direbut oleh Umar, namun Rian Risky  dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil merebut titel atau gelar sebagai juara umum JSTC 1A, dan mengungguli perolehan point daripada saingan terdekatnya yaitu Hendra Widjanarko dari Speedy Motorsport dengan  selisih point 18 point. Dimana Rian berhasil mengumpulkan point sebanyak 72 point, sementara Hendra hanya sebanyak 54 point. Rian pun akhirnya berhasil mendapatkan kunci motor matic sebagai hadiah juara umum di kelas 1A yang langsung diserahkan oleh sang promotor Ferry Yanto dari Gazpoll Racing Team.

Naik 1 kelas diatas JSTC 1A ada kelas JSTC 1B (1800-2000 cc N/A) dimana di podium 1 berhasil sekali lagi di pertahankan oleh M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed. Sementara di podium ke-2 ada Welly Sutanto Wibowo dari Dominic Racing Team. Dan akhirnya Reza dari team Landy Land berada di podium ke-3  kelas JSTC 1B. Hadiah pun langsung diserahkan oleh Tomi Hadi selaku President of Gazpoll Racing Team.

Tomi Hadi juga tak lupa menyerahkan 1 buah kunci motor matic kepada M. Herdy yang telah berhasil menjadi juara umum JSTC 1B, dimana dia bersaing sangat ketat dengan Welly Wibowo Sutanto yang selisih poinnya cukup dekat, yaitu hanya terpaut 16 point dari Herdy (Herdy 91, Welly 81)

Di kela turbo atau JSTC 2B (1800-2000 cc Turbo), Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil menduduki podium 1. Rio pun berhasil mengalahkan pembalap senior Chandra Alim dari team Sigma Speed yang harus puas berada di podium ke-2 JSTC 2B

Dan Rio pun melengkapi trio Bank BJB B16 AP Speed yang berhasil membawa pulang 1 unit motor matic ke rumahnya setelah berhasil menjadi juara umum di JSTC. Rio pun berhasil merebut gelar juara umum JSTC 2B setelah mengungguli sangat jauh perolaehan point dengan Luckas Dwinanda. Yaitu Rio 80 dan Luckas 37. Luckas sendiri baru mengikuti JSTC pada seri ke-4 di BSD City Grandprix 2017, dan terpaksa hibernate atau cuti sementara pada seri ke-7 atau terakhir karena kerusakan Honda “si Unyil” Super Brionya rusak akibat terlibat insiden tabrakan.

Dan akhirnya di kelas JSTC 3 atau turbo >2100 cc, Wahyu Kumoro atau Mimo dari Garden Speed berhasil bertengger di podium 1 kelas ini mengalahkan  Umar Abdullah  dari Bank BJB Delta Garage yang berada di podium ke-2. Sementara di podium ke-3 nya  ada Abraham F dari Boost Factory Racing

Ferry Yanto pun sekali lagi menyerahkan 1 unit kunci  motor matic kepada Mimo yang berhasil menjadi juara umum di kelas JSTC 3 untuk musim balap 2017 ini.

Yang cukup unik dalam pengambilan hadiah utama yang berupa sepeda motor itu, dimana para pemenangnya, yaitu Rio, Rian, dan Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed harus mengambilnya lengkap dengan seluruh race gear nya (helm dan hans) di bawah podium. Dan yang menambah lucu dari acara serah terima motor tersebut dilakukan dibawah hujan dengan ke-3 pembalap yang kebingungan menyalakan motor karena kunci yang tertukar juga jagang yang belum dilipat sehingga motor tidak mau di nyalakan. Ferry Yanto dengan suka rela pun berbasah-basahan membantu Rio menyalakan motornya dibawah hujan lebat, lalu mengantarkannya hingga sampai di pit AP Speed.

Dengan penyerahan ke-4 motor kepada 4 pembalap yang berhasil menjadi juara umum di tiap kelas JSTC berarti berakhir pulalah seluruh seri atau race di musim balap 2017 ini. Dimana ke-4 pembalap tersebut telah berhasil menjadi pengumpul point terbanyak selama 7 seri atau race yang dijadwalkan oleh promotor balap. Rencananya tahun depan balap touring JSTC atau ISSOM akan diselenggarakan sebanyak 7 seri, dimana 6 seri di Sentul, dan 1 seri di sirkuit jalan raya BSD City Circuit, Tangerang.

“Untuk tahun depannya ada wacana kami akan menyediakan hadiah utama berupa  Honda Brio di masing-masing kelas (5 kelas). Dimana syaratnya untuk hadiah mobil tersebut bisa keluar adalah minimal setiap kelas di JSTC di ikuti oleh sebanyak 6 pembalap. Selain hadiah yang di up grade dari motor ke mobil, JSTC akan lebih kompetitif, baik dari segi steward sama race director mau kita tekankan untuk awasi lomba dengan seksama” terang Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC dari Gazpoll Racing Team.

Yang pasti Anda akan banyak melihat mobil balap JDM terbaru yang hadir di musim balap JSTC 2018 beserta pembalapnya yang sudah tak asing bagi Anda para machine head baik di dunia balap touring dan drag race Indonesia.

Dan yang pasti untuk race JSTC musim depan akan berlangsung lebih seru, ketat, panas, brutal, dan hardcore dari pada musim balap perdananya JSTC di tahun 2017 ini. Dimana para pembalap dan team akan mempersiapkan  new weapon of choice (mobil baru), juga mobil balap mereka dengan sempurna untuk menjadi yang tercepat di Japan Super Touring Championship musim balap 2018. Dan jangan lupakan juga untuk memperebutkan grand prize nya berupa mobil Honda Brio. Jika wacana hadiah mobil tersebut terwujud, maka JSTC akan menjadi race dengan hadiah terbesar dan termahal di ISSOM. Sugoi….

 

JAPAN SUPER TOURING CHAMPIONSHIP : THE HEAT IS ON !

JAPAN SUPER TOURING CHAMPIONSHIP RD.5

 

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!