BANK BJB B16 AP SPEED : FINISH STRONG

836

Bank BJB B16 AP Speed menutup musim balap Indonesian Sentul Series of Motorsport 2017 dengan hasil yang sangat-sangat memuaskan, alias flawles victory. Team dengan sponsor utama Bank BJB dan juga di support oleh GAS Motorcycle (Triumph), Rumah Keikara, Motul, Achilles Radial, Rio Rian Racing, dan Perfourm.com ini berhasil memborong 20 piala, 5 gelar juara umum, 1 gelar juara umum ke-3 (HBSC), 3 gelar di Honda Brio Speed Challenge, 2 gelar Best Tuner, dan 3 buah Honda Beat sebagai piala juara umum di Japan Super Touring Car Championship

Meskipun di balapan one make race Honda Jazz atau Honda Jazz Speed Challenge ke-2 pembalapnya cukup alot bersaing dengan pembalap lainnya di kelas promotion dan rising star. Terutama Rian Risky yang dulunya merupakan langganan podium di kelas promotion, terpaksa dengan berat hati diawal seri 2017 dinaikkan kelasnya menjadi rising star karena arek Suroboyo itu sudah mnyentuh waktu 1:49  dengan Honda Civic EG6 bermesin B16 di Super Touring Car 1600.

Meskipun Rian terseok-seok di HJSC rising star akibat karma best time 1:49 nya di STC 1600, namun the bright sight nya arek Suroboyo ini berhasil mengunci gelar juara umum STC 1600 2017 pada seri sebelumnya (seri ke-6)

Bukan Cuma di STC 1600 saja.Tapi perjuangannya dengan EG6 nya masih terus berlanjut di seri final atau pamungkas di musim balap 2017 ini, yaitu title fight atau perebutan gelar juara umum di Japan Super Touring Championship dikelas 1A atau 0- 1600 cc N/A. Dimana dia harus head to head dengan Hendra Wijanarko yang jumlah pointnya cukup ketat

Dengan seri pamungkas yang berjudul Title Fight ini membuat arek Suroboyo ini menjadi “bonek” atau refuse to lose untuk mengejar title atau gelar juara umum di JSTC.

Bahkan sang kakak, Rio R. Bramantio, membawakan jubah perang baru dari Malaysia hasil kemenanganmya di debut perdananya di luar negeri pada event balap ketahanan 24 jam bernama  KCar Global 24H Sepang Endurance di Sepang International Circuit, Malaysia

Dengan kembali menurunkan sebanyak 6 pembalap di babak finanl ISSOM rd.6 yang line up pembalapnya terdiri dari Rio R. Bramantio, Rian Risky, M. Herdy, Alfin Mulia Rahman, Iwan Sidharta, dan Fani Aryshad. Bank BJB B16 AP Speed pun bertarung mulai dari balap one make race Honda Jazz dan Brio, Japan Super Touring Championship, Super Touring Car, hingga Super Car Championship

Sementara sang juara 2 kelas M2 di balap 24 jam KCar Global 24H Sepang Endurance ini, dia akan bertarung juga untuk memperebutkan titek atau gelar sebagai  juara umum JSTC kelas 2B (1800-2.000 cc Turbo), dan juga Super Car Championship kelas B1

But 1st sebelum title fight di Japan Super Touring Car Championship, waktunya untuk mengendorkan otot dan melakukan pemanasan berupa lompat sebelum dihajar oleh G-Force selama 9 lap atau sekitar 20 menitan.

Dan Rio pun siap untuk beraksi lagi di Sentul International Circuit atau kandangnya setelah seminggu sebelumnya dia bertarung dalam balap ketahanan 24 jam di Sepang International Circuit, Malaysia.

Alvin Mulia Rahman dengan Honda Civic SB3 nya atau Civic Wonder nya pun siap memulai start dari grid ke-12 dengan hasil qtt nya 1:54.810

Sementara Rian Risky berada di grid ke-7 dimana pada saat sesi qtt kemaren dia berhasil mencetak best time 1:51.123

And he’s ready for the title fight

Daddy atau Pak Apre pun memberikan semangat kepada pembalapnya ini untuk memberikan rasa percaya diri ketika membesut mobil hasil rakitannya untuk merebut gelar juara umum JSTC 1A. Dimana dia harus bersaing bersama Hendra Widjanarko dalam perebutan gelar tersebut.

Dari Rian Risky, Daddy pun beranjak menuju ke kakaknya Rian, yaitu Rio R. Bramantio yang pada seri ini cukup surprise karena berhasil menduduki grid ke-3 di garis start dengan hasil catatan waktu qtt nya yang sangat amazing, yaitu 1:47.657 dengan average  speed nya 132.5 km/h

Sepertinya pembalap satu ini tambah sakti saja sepulangnya menjuarai balap mobil endurance selama 24 jam di Sepang circuit Malaysia

Dan akhirnya M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Civic EG6 atau Estilonya yang pada saat QTT berhasil mencetak best time 1:46.975. Sementara di posisi grid ke-2 ada Ricky Karyanata  dari R Speed dengan Honda Civic Type R FD2R nya yang berhasil mencetak  best time 1:47.252 pada saat QTT.

Sama dengan Rian dan Rio, Herdy juga pada seri pamungkas ini juga berjuang untuk memperebutkan gelar atau title juara umum JSTC 1B dan sebuah 1 unit sepeda motor matic dengan saingan terdekatnya yaitu Welly Sutanto Wibowo.

Mengawali start dari grid ke-12, Alfin berhasil finish di urutan ke-8 dan  naik ke atas podium ke-2 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:52.632.

Sementara itu pertarungan atau dog fight untuk memperebutkan podium ke-2 JSTC 1A dan gelar juara umum JSTC 1A pun  terjadi antara Rian Risky dan Hedra Widjanarko dari Speedy Motorsport. Hendra yang mengawali start dari posisi ke-16 berhasil naik 8 posisi ke posisi ke-8 dan berada tepat dibelakang Rian yang berada diposisi ke-7.

Hendra pun berhasil merebut posisi ke-7 dari tangan Rian Risky, dan mengamankan podium ke-2 JSTC 1A dan juga titel juara umum JSTC 1A 2017. Namun sayang  pada last lap akibat gearboxnya jebol ketika dia hendak masuk ke R3. diapun harus merelakan podium ke-2 dan juara umum JSTC 1A 2017 lepas dari genggamannya

D.N.F atau Did Not Finishnya Hendra akibat kerusakan pada gearboxnya, akhirnya memberikan kemenangan kepada Rian Risky yang  berhasil finish diposisi ke-7 (overall), dan posisi ke-2 di JSTC 1A dengan best timenya 1:51.488

Pertarungan seru atau dog fight pada awal lap juga terjadi pada barisan tengah, dimana sebanyak 4 mobil saling berebutan atau dog fight untuk bisa masuk di tikungan ke-9. Rio dan Wahyu Kumoro atau Mimo pun terlibat dog fight ini, sementara Radityo dan Willy pun mengekori 2 mobil turbo didepannya. Baik Rio dan Mimo pun masing-masing tidak mau kalah dan mempertahankan racing line mereka masing-masing. Rio dengan EG6 bermesin B18 Turbo dari sisi bagian luar, sementara dari sisi dalam Mimo dengan Nissan Cefiro bermesin RB25DET

Dan akhirnya pertarungan antara mesin turbo 4 cylinder dan 6 cylinder ini pun dimenangkan oleh Rio dengan Honda Estilo nya yang berhasil mendahului Mimo

Setelah berada di posisi ke-3, Rio pun belum puas, diapun memburu Ricky Karyanata dari R Speed dengan Honda Civic Type R FD2R yang berada di di depannya. Rio pun berhasil menaklukkan Ricky dan merebut posisi ke-2.

Namun sayangnya lap yang tersisa tinggal sedikit, sementara posisi 1 yang dipegang oleh rekan satu teamnya, yaitu M. Herdy meninggalkan gap yang cukup jauh antara ke-2 mobil dari team Bank BJB B16 AP Speed. Yaitu  1.380

Akhirnya  Rio pun harus puas finish di posisi ke-2 (overall), dan ke-1 atau pertama di kelas JSTC 2B atau 1800 – 2000 cc turbo. Arek Suroboyo ini berhasil mencetak best time 1:47.219 dengan Estilo yang bernama Triumph ini.

Dan akhirnya M. Herdy menutup musim balap 2017 nya dengan gelar juara umum Japan Super Touring Championship kelas 2B 2017 dengan berhasil finish terdepan di JSTC (overall), dan juga di kelasnya (1B), yang membuatnya meraih 1 Honda Beat. Pembalap asal kota Cianjur Jawa Barat ini berhasil meraih P1 atau pole position di JSTC, sekaligus podium 1 di JSTC (overall), dan JSTC 1B dengan best timenya 1:46.741

Begitu kembali ke pit, Rio pun langsung memeluk Herdy karena kegirangan berhasil finish di belakangnya. Dia pun sangat senang bisa mencetak best time 1:47 sebanyak 2 kali yaitu sewaktu QTT dan race day. Dimana catatan waktu 1:47 merupakan personal best timenya bersama EG6 bernama Triumph tersebut. Terlebih lagi baik Herdy dan Rio berhasil keluar sebagai juara umum di JSTC 1B dan JSTC 2B, yang mana mereka berdua pulang dengan masing-masing membawa 1 unit motr sebagai grand prize nya.

Sementara sang adik, atau Rian Risky yang meilhat kelakuan kakaknya itu Cuma bisa tersenyum sambil menegak minuman nya. Mungkin dia bilang dalam hati “kids jaman now”, Rian pun stay cool and calm padahal dia juga keluar sebagai juara umum JSTC 1A dan membawa pulang 1 unit motor.

Tak lengkap rasanya jika kita merayakan kegembiraan atau pencapaian usaha atau perjuangan kita tanpa someone special yang menjadi tempat untuk berbagi kebahagian itu, well Herdy pun mendapatkan tempat tersebut dari sang Istri yang mendukungnya dari sebelum mereka menikah.

Rio pun memang tampak menjadi orang yang paling senang dan bersemangat pada hari itu. Diapun tampak berapi-api menceritakan serunya race JSTC tadi kepada Iwan

Ok. Waktunya senang-senang sudah selesai, waktunya sekarang untuk bertarung kembali ke dalam lintasan. Seperti Rian yang tampak sudah standby di dalam Honda Jazz GK5 unutuk memulai seri terakhir dari gelaran Honda Jazz Speed Challenge 2017.Termasuk juga teman satu teamnya, Fany Arsyad yang tampak bersemangat untuk bertarung diseri terakhir HJSC 2017 ini

Sudah setahun arek Suroboyo ini mengaspal di Sentul dengan Honda Jazz GK5 nya pada promotion class. Namun sayangnyadi tahun pertama atau debut perdananya ini, dia belum mampu naik podium di kelasnya.

Tetapi seperti pepatah yang mengatakan “everyman need a hobby” maka race must go on bagi dokter yang memulai need for speednya dari balapan drag race di Surabaya. Fany pun akan memulai start dari grid ke-17 dengan besti timenya sewaktu qtt 2:00.897

Sementara sang kakak ipar, Iwan Sidharta yang bertarung di Honda Brio Speed Challenge Brio 1200 berada di grid ke- 21 dengan best timenya sewaktu QTT 2:04.300

Rian Risky sendiri berada di gird ke- 12 atau ke-5 di kelas rising star. Best time Rian sewaktu QTT adalah 1:58.544

Sementara sang kakak, Rio R. Bramantio berada di grid ke- 15 atau ke-6 di kelas promotion dengan best timenya 1:59.488 yang dicetaknya sewaktu qtt pada hari Sabtunya.

Iwan Sidharta yang start dari grid ke-21 ini langsung melesat kedepan, diapun mulai memburu para peserta HBSC Brio 1200 di depannya.

Dokter spesialis bedah asal kota Surabaya ini akhirnya berhasil naik 2 peringkat ke posisi ke-19 atau ke-3 di Honda Brio Speed Challenge.

Dan akhirnya Iwan mampu mempertahankan posisi ke-19 (overall), atau ke-3 di Honda Brio Speed Challenge dengan best timenya 2:03.070

Sementara sang adik ipar, atau Fany Arsyad yang start dari gird ke-17 tampak di uber atau dikejar oleh Irvan Fauzie yang mempiloti Brio 1200. Namun Fany pun tak mau menyerah dengan mobil yang cc nya lebih kecil daripada Jazz nya.

Namun sayangnya dia pun berhasil dilewati oleh Irvan yang membuat posisinya melorot menjadi ke-18

Dan nasib nahas menimpa pembalap Suroboyo Fany Arsyad yang harus out dari race HJSC pada lap ke-7 akibat terlalu bernafsu membejek GK5 nya.Fany  yang sempat out dari track dan masuk di gravel R3-R4 yang mengalami kerusakan pada rear bumpernya, dan juga merasakan sistem kemudinya bermasalah (menjadi goyang ke kanan dan ke kiri), disertai throttle nya atau gas nya tidak bersih. Akhirnya dia pun memutuskan untuk masuk ke pit dan mengakhiri racenya pada hari itu. Sebelum D.N.F dokter dari Surabaya ini berhasil mencetak best time 2:01.928

Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed yang memulai race pada grid ke-15, hanya berhasil naik 1 peringkat ke posisi ke-14 dengan best timenya 1:59.132.

Namun Rio gagal naik ke podium promotion class, karena dia finish di urutan ke-4 di kelasnya.

Di Rising Star, Rian Risky yang start dari grid ke-12 dengan hasil QTT nya 1:58.554, tidak beranjak dari posisinya selama 10 lap.

Arek Suroboyo ini harus puas finish di posisi ke-12 (overall), dan ke-5 di kelas rising star dengan best timenya 1:58.779. Dia pun lagi-lagi terpental dari podium 3 besar rising star class

Well, sebanyak 3 pembalap dari AP Speed pun gagal untuk naik podium di Honda jazz Speed Challenge. Fany D.N.F atau out dari race pada lap ke-7 akibat mobilnya masuk ke gravel di R3-R4 dan memutuskan masuk ke pit untuk mengakhiri race nya karena throttle atau gas mobilnya mbrebet atau tidak bersih.

Rio R. Bramantio hanya mampu finish di posisi ke-4, dimana podium yang tersedia di kelas promotion hanya berjumlah 3 podium.

Dan akhirnya Rian Risky yang hanya mampu finish di urutan ke-5 di kelas rising star ,sehingga membuat dia terpental dari podium 3 besar HJSC rising star class.

Namun dari ke-3 pembalap yang finish dengan muka BeTe tanpa mendapatkan podium, ada satu pembalap AP Speed yang pada kali itu keluar dari mobil sambil tersenyum bahagia dan sambil mengacungkan 3 jari ditangannya, yang berarti dia berhasil keluar sebagai juara ke-3. Dia adalah Iwan Sidharta yang berhasil naik ke atas podium ke-3 Honda Brio Speed Challenge.

Dokter spesialis bedah ini juga berhasil merampungkan debut perdananya di balap touring dengan hasil yang sangat mengesankan. Mulai balap pada musim balap 2017 ini di Honda Brio Speed Challenge, dia langsung menutup musim balap HBSC dengan 4 gelar di tangannya. Yaitu Juara umum ke-3 HBSC 2017, Most Improved Position, Most Improved Lap Time, dan akhirnya yang paling membanggakan Rookie of The Year HBSC 2017.

Berjaya sebagai keluar sebagai juara umum JSTC 1B, namun Herdy  harus kehilangan gelar juara umum STC 2100, setelah kalah point dengan saingan terdekatnya, yaitu M. Ichsan yang berhasil merebut kembali gelar juara umum STC 2100 2017 setelah pada tahun lalu (2016) direbut oleh M. Herdy. Walau demikian, M. Herdy pada seri ke-6 kemaren berhasil finish di urutan ke-2 (overall), dan pertama di kelas STC 2100 dengan best timenya 1:47.149

Kalah di Honda Jazz Speed Challenge, tak membuat Rian berkecil hati. Diapun menuju ke podium Japan Super Touring Championship untuk menjemput gelar atau titel sebagai Juara Umum JSTC 1A 2017

Di kelas JSTC 1A (0 – 1600 cc N/A), Umar Abdullah dari team Bank BJB Delta Garage berhasil merebut podium 1 dari tangan Rian Risky dari Bank BJB B16 Ap Speed yang harus puas berada di podium ke-2 di kelas ini.Sementara di podium ke-3 JSTC 1A, Alfin Mulia Rahman yang merupan rekan satu team Rian di B16 AP Speed berhasil berada di podium ke-3 di kelas 1A ini.

Walaupun podium 1 nya direbut oleh Umar, namun Rian Risky  dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil merebut titel atau gelar sebagai juara umum JSTC 1A, dan mengungguli perolehan point daripada saingan terdekatnya yaitu Hendra Widjanarko dari Speedy Motorsport dengan  selisih point 18 point. Dimana Rian berhasil mengumpulkan point sebanyak 72 point, sementara Hendra hanya sebanyak 54 point. Rian pun akhirnya berhasil mendapatkan kunci motor matic sebagai hadiah juara umum di kelas 1A yang langsung diserahkan oleh sang promotor Ferry Yanto dari Gazpoll Racing Team.

Naik 1 kelas diatas JSTC 1A ada kelas JSTC 1B (1800-2000 cc N/A) dimana di podium 1 berhasil sekali lagi di pertahankan oleh M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed. Sementara di podium ke-2 ada Welly Sutanto Wibowo dari Dominic Racing Team. Dan akhirnya Reza dari team Landy Land berada di podium ke-3  kelas JSTC 1B. Hadiah pun langsung diserahkan oleh Tomi Hadi selaku President of Gazpoll Racing Team.

Tomi Hadi juga tak lupa menyerahkan 1 buah kunci motor matic kepada M. Herdy yang telah berhasil menjadi juara umum JSTC 1B, dimana dia bersaing sangat ketat dengan Welly Wibowo Sutanto yang selisih poinnya cukup dekat, yaitu hanya terpaut 16 point dari Herdy (Herdy 91, Welly 81)

Tomi Hadi juga tak lupa menyerahkan 1 buah kunci motor matic kepada M. Herdy yang telah berhasil menjadi juara umum JSTC 1B, dimana dia bersaing sangat ketat dengan Welly Wibowo Sutanto yang selisih poinnya cukup dekat, yaitu hanya terpaut 16 point dari Herdy (Herdy 91, Welly 81)

Di kela turbo atau JSTC 2B (1800-2000 cc Turbo), Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil menduduki podium 1. Rio pun berhasil mengalahkan pembalap senior Chandra Alim dari team Sigma Speed yang harus puas berada di podium ke-2 JSTC 2BDan Rio pun melengkapi trio Bank BJB B16 AP Speed yang berhasil membawa pulang 1 unit motor matic ke rumahnya setelah berhasil menjadi juara umum di JSTC. Rio pun berhasil merebut gelar juara umum JSTC 2B setelah mengungguli sangat jauh perolaehan point dengan Luckas Dwinanda. Yaitu Rio 80 dan Luckas 37. Luckas sendiri baru mengikuti JSTC pada seri ke-4 di BSD City Grandprix 2017, dan terpaksa hibernate atau cuti sementara pada seri ke-7 atau terakhir karena kerusakan Honda “si Unyil” Super Brionya rusak akibat terlibat insiden tabrakan

Dibawah guyuran hujan penyerahan piala atau podium tetap dilakukan oleh Ferry Yanto dan team nya dari Gazpoll Racing Team. Dimana pada podium JSTC overall, secara mengejutkan Rio. R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed yang biasanya diluar 3 besar overall JSTC pada race kali ini ikut naik di podium ke-2 JSTC overall. Sementara di podium 1 ada M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed. Dan akhirnya di podium ke-3 nya ada Welly Sutanto Wibowo dari Dominic Racing Team.

Dan ini lah 3 orang pembalap tercepat di race Japan Super Touring Championship merayakan  kemenangannya bersama sang promotor Ferry Yanto dengan berloncat bersama di atas panggung dibawah guyuran hujan yang membasahi Sentul.

Yang cukup unik dalam pengambilan hadiah utama yang berupa sepeda motor itu, dimana para pemenangnya, yaitu Rio, Rian, dan Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed harus mengambilnya lengkap dengan seluruh race gear nya (helm dan hans) di bawah podium. Dan yang menambah lucu dari acara serah terima motor tersebut dilakukan dibawah hujan dengan ke-3 pembalap yang kebingungan menyalakan motor karena kunci yang tertukar juga jagang yang belum dilipat sehingga motor tidak mau di nyalakan. Ferry Yanto dengan suka rela pun berbasah-basahan membantu Rio menyalakan motornya dibawah hujan lebat, lalu mengantarkannya hingga sampai di pit AP Speed.

Juara umum JSTC 2B sudah berhasil di raih dengan hadiah utamanya berupa satu unit motor matic. Waktunya untuk memburu gelar juara umum Super Car Championship yang akan berlangsung dengan kondisi wet race.

Ke-2 kakak beradik ini pun lantas berpelukan satu sama lainnya sambil mengucapkan good luck dan hati-hati untuk wet racenya. Dimana mereka berdua akan sama-sama mengincar gelar juara umum  di race yang mereka ikuti. Rio di Super Car Championship sementara Rian hanya mengamankan gelar juara umum STC 1600 yang berhasil diraihnya pada seri sebelumnya.

Selain kakak beradik Rio dan Rian, di pit Bank BJB B16 AP Speed juga terdapat pasangan kakak beradik, yaitu Alvin dan Ridho. Dimana Ridho yang juga seorang pembalap ETCC Euro 2000  yang sedang cuti ini selalu hadir memberikan dukungan untuk sang kakak.Sekitar jam 13.30 Sentul pun diguyur hujan yang cukup lebat, hingga menyebabkan race di STC 2 ( 1600 – Retro/SCC) akan berlangsung dibawah guyuran hujan atau wet race. Rio akan memulai start dari grid ke-3 dengn best timenya 1:47.882 pada saat QTT.

Sementara Rian yang pada seri ini akan dikukuhkan sebagai juara umum STC 1600 2017 berada pada grid ke-6 dengan best timenya 1:51.341

Dan akhirnya 2 grid di depan Rian Risky ada M. Herdy yang pada kali ini turun di STC 1600 dengan Honda Civic EF9 akan start dari grid ke-5 dengan best timenya 1:49.080

Alfin Mulia Rahman yang memulai startnya di grid ke-12 di Japan Super Touring Championship, berhasil finish ke-8 atau dibelakang Rian Risky rekan satu teamnya. Alfin pun berhasil naik ke atas podium ke-2 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:52.632. Sementara di STC 2 atau STC 1600, Alfin gagal meraih podiumnya yang berlangsung dibawah guyuran hujan lebat. Alfin pun harus puas finish ke-14 (overall), dan ke-4 STC 1600 dengan best timenya 2:07.818. Namun dia berhasil meraih podium 1 di STC Retro.

Herdy yang pada seri kali ini ikut turun di STC 2 atau STC 1600 dengan Honda Civic Nouva nya ini berhasil finish di urutan ke-2 (Overall) STC 2 (1600 -Retro) & SCC dengan best timenya 2:01.824. Pembalap Bank BJB B16 AP Speed ini memulai start pada race dari grid ke-4 dengan best timenya 1:49.080

Rio R. Bramantio juga berhasil meraih podium ke- 1 di Super Car Championship kelas SCC B1. Rio yang mengawali race dari grid ke-3 ini berhasil mencetak best time 1:59.126 pada saat wet race

Diapun berhasil finish ke-4 overall dan juga berhasil meraih gelar atau piala juara umum SCC B1 2017.

Nasib naas menimpa pembalap yang disponsori oleh Bank BJB dan GAS Motorcycle (Triumph) pada saat dia berlaga di STC 1600 (Super Touring Car) yang berlangsung dibawah guyuran hujan lebat. Rian Risky yang start dari grid ke-5, terpaksa harus out dari race atau D.N.F

D.N.F  Rian pada lap ke-2 akibat ban pada bagian depan sebelah kiri robek besar ketika dia melaju di dalam track. Walaupun gagal finish di race kali ini namun Rian berhasil menjadi juara umum STC 1600 2017.

Walaupun dia sudah resmi keluar sebagai juara umum STC 1600 2017, namun bukanlah race yang mulus untuk mengakhiri musim balap 2017 ini.

Pembagian podium STC 2 (1600-Retro/SCC) pun terpaksa diadakan di dalam ruangan atau press room karena cuaca yang tidak mendukung alias hujan. Namun hikmahnya seluruh pembalap yang akan naik podium dari lintas umur dan generasi  ini pun bisa berkumpul bersama sambil menunggu acara penyerah terimaan piala dilangsungkan. Saya pun sempat mengabadikan kenang-kenangan “STC 2 ( 1600-Retro/SCC) class of 2017”, lengkap dengan living legend atau sang maestro pembalap senior Chandra Alim. “ Nah kaya gini dunk enak bisa haha hihi bersama, photo photo bersama, jadi balapan bisa enak, santai dan tidak tegang. Coba kalo balapan kejurnas, yang ada Cuma diem-dieman aja kalo pas ketemu atau naik podium” kesan Chandra Alim ketika berkumpul dan berphoto bersama dengan para juniornya ini.

Di SCC B2, Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil merebut podium 1. Sementara di podium ke-2 diraih oleh Denny Pribadi dari Total Motorsport. Dan akhirnya di podium ke-3 ada si old coyote Chandra Alim dari Sigma Speed.

Sementara di kejuaraan Super Car Championship Open class, Rio. R bramantio berada di podium ke-2, sementara di podium 1 di rebut oleh Wahyu Kumoro atau Mimo dari Garden Speed. Sementara Chandra Alim dari Sigma Speed berada di podium ke-3

Dan akhirnya Rio.R Bramantio berhasil merebut gelar sebagai Juara Umum Super Car Championship B1 2017, dimana dia berhasil mengungguli perolehan point daripada Denny Pribadi dan juga Chandra Alim.

Sementara di STC 1600, M. Herdy berhasil keluar sebagai juara 1 STC 1600. Dimana podium ke-2 di raih oleh Umar Abdullah, dan podium ke-3 direbut oleh Hendra Widjanarko

Sementara Rian Risky yang gagal finish atau D.N.F di balapan tadi akibat sobeknya ban di awal lap, maju ke depan podium STC 1600 untuk penobatan sebagai juara umum STC 1600 2017.

Dan yang menyerahkan piala sekaligus hadiah kepada Rian Risky sebagai Juara Umum STC 1600 2017 adalah Alvin Bahar yang merupakan pembalap nasional dari team Honda Racing Indonesia.

Ada satu lagi race yang harus diselesaikan oleh Iwan Sidharta di akhir musim balap 2017 ini, yaitu Indonesia Touring Car Championship. Dimana dia akan bertarung di kelas ITCC 1200  dalam keadaan cuaca yang turun hujan alias wet race.

Well, ini akan menjadi balapan wet race lagi untuk Iwan. Tapi yang namanya bonek, tetaplah bonek. Dia pun tampak siap dengan wet race ini, meskipun harus bolak-balik ke toilet karena balapannya kena delay akibat hujan yang turun dengan deras.

Saya pun tak sempat  memphotoIwan karena hujan yang begitu derasnya turun. Yang pasti Iwan berhasil  Di kejurnas ITCC 1200 atau Indonesia Touring Car Championship yang berlangsung pada saat wet race. Arek Suroboyo ini  berhasil naik ke atas podium ke-3 di ITCC 1200 dengan berhasil mencetak best time 2:14.459.

Dengan demikian 3 orang pembalap Bank BJB B16 AP Speed menyumbang 13 piala dari 20 piala yang didapatkan oleh Bank BJB B16 Ap Speed. Dimana Rian Risky menyumbang 2 piala (JSTC dan STC 1600), sementara sang kakak, Rio R. Bramantio menyumbang 5 piala yaitu ( 2 piala JSTC dan 3 piala di Super Car Championship), dan akhirnya M. Herdy menyumbang 6 piala yaitu 2 JSTC, 2STC 1600, dan 2 STC 2100. Dan juga Bank BJB B16 AP Speed berhasil menyapu bersih  3 motor Honda Beat sebagai hadiah juara umum di 3 kelas Japan Super Touring Championship oleh 3 pembalapnya Rian Risky, Rio R. Bramantio, dan M. Herdy.  Selain itu 5 gelar juara umum 2017 ditambah 2 piala Best Tuner STC 1600 dan Super Car Championship B1

Namun, masih saja menjadi tradisi atau ritual di team ini yang menjadi after partynya, yaitu acara guyur-guyuran masal.

Well, hampir semua pembalap, crew, mekanik, terkecuali tukang photo yang mendapatkan guyuran berupa air, oli, the, kopi, atau apapun yang ada di pit mereka selagi itu cair dan bisa mengguyur, maka jadilah.

Dan bahkan bisa menjadi semakin parah, karena masing-masing orang saling balas dendam kepada orang yang menyirami mereka.

Bank BJB B16 AP Speed pun menutup musim balap 2017 ini dengan berhasil memborong sebanyak 20 piala, 5 gelar juara umum, 1 gelar juara umum ke-3 (HBSC), 3 gelar di Honda Brio Speed Challenge, 2 gelar Best Tuner, dan 3 buah Honda Beat sebagai piala juara umum di Japan Super Touring Car Championship. Bank BJB B16 AP Speed pun mengucapkan terima kasih kepada para sponsor,yaitu Bank BJB (Sponsor Utama), GAS Motorcycle, Triump Rumah Keikara, Motul, Rio Rian Racing, Achilles Radial, dan Perfourm.com. Yang sudah mendukung Bank BJB B16 AP Speed dalam perjuangan selama musim balap 2017 hingga berhasil meraih atau menutup musim balap tahun ini dengan hasil yang sangat memuaskan.

” Tahun depan rencananya saya dan Rian akan menambah mobil untuk race yang berbeda di ISSOM. Kelas atau race apa saja dan mobilnya apa? Kita lihat saja di awal musim balap 2018 esok” terang Rio R. Bramantio.

 

RIO R. BRAMANTIO GOT 2ND PODIUM IN KCAR GLOBAL 24H ENDURANCE SEPANG , MALAYSIA 2017

BANK BJB B16 AP SPEED : OVER THE TOP

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!