TOMI HADI : THE MAN BEHIND GASPOLL RACING TEAM

Gazpoll Racing Team. Itulah team balap yang saya lihat ketika pertama kali datang dan meliput balap touring ISSOM pada awal tahun 2013 yang lalu. Dengan warna livery yang ngejreng kuning dan biru pada mobil yang didominasi Mercedes Benz, dan mobil retro/oldschool.Tak ayal team ini nancep di otak saya sampai sekarang. Tapi siapa sangka 4 tahun kemudian, tepatnya pertengahan tahun 2017 yang lalu saya meliput Next Gen Gazpolllah Racing Team alias Gaspoll jaman now atau anak mudanya yang dikomandani oleh sang vice chairman, Ferry Yanto Hongkiriwang. Dan setelah itu saya pun sempat makan malam bersama dengan menu ayam pop bersama sang chairman Ir. H. Tomi Hadi, dilanjutkan melihat koleksi piala dan mobilnya di kediamannya.

Gazpoll Racing Team sendiri merupakan sebuah team balap yang terbentuk pada tahun 2010 yang lalu dimana awal mulanya terbentuk dari sekumpulan para profesional muda dari beragam profesi yg tertarik pada bidang otomotif dan balap mobil .

Dan anggota pertama yang turun menjadi pembalap adalah Tomi Hadi

Gazpoll sendiri pernah menorehkan rekor sebanyak 35 mobil yang turun dalam sekali balapan. Karena dari hanya sekedar 4 mobil balap, lalu menggurita jumlahnya mencapai 8x lipat.

Di musim balap 2017 ini, Gazpoll pun regenerasi  ke jaman mobil balap “Kids Jaman Now” berupa mobil terbaru dengan sistem force induction, dan dengan line up pembalap mudanya seperti Luckas Dwinanda, Avan Abdullah, Rendi

Dan tentu saja sang vice chairman , Ferry Yanto Hongkiriwang sebagai komandan dan pembalapnya. Baik Tomi dan Ferry merupakan sama-sama penggila kecepatan dan juga penggila mobil alias pengoleksi mobil klasik dan sportcar.

Dan yang menjadi weapon of choicenya  Tomi untuk bertarung di Mercedes Benz Club Ina Race Championship dan juga STC 1 (2100 – 3600) di kelas STC Mercedes benz 3600, adalah sebuah Mercedes Benz  W202 yang dipasangi body kit ala W202  yang bertarung di balap touring Jerman, DTM tahun 90an.

Di race pertamanya di seri penutup musim balap 2017 atau seri ke-7 ISSOM, yaitu Mercedes Benz Club INA Race  Championship, Tomi akan memulai start dari grid ke-5

Dimana di depannya ada 4 pembalap lainnya yang bersaing memperebutkan P1 yang dipegang oleh rekan satu teamnya Yoga S. Prabowo dari Gazpoll Racing Team.

But this man is refuse to lose. Dimana dia juga mengemban misi khusus pada seri terakhir MB Club INA Race ini, yaitu merebut titel sebagai juara umum.

Start dari grid ke-5, Tomi langsung menguber ke-4 pembalap yang berada di depannya dengan Mercedes Benz W202 nya.

Tomi pun berhasil mendahului duo pembalap dari team Landy Land yaitu Andry dan Prasatya N Putra. Dan kini di depannya adalah Dodi Saputra

Dengan berhasil melewati Yoga, Tomi pun kini berada di posisi terdepan atau P1 di MB Club INA Race, sekaligus mengamankan titel juara umum MB Club INA Race SC-6 Avantgarde class 2018 ini

Tomi pun berhasil finish 1 overall, dan 1 di kelasnya (SC-6 Avantgarde) dengan berhasil meninggalkan Yoga yang berada di posisi ke-2 dengan gap 2.260. Sementara best time yang berhasil dicetak sang founder Gazpoll Racing Team ini adalah 1:56.068

photo : Tomi Hadi

Tomi Hadi yang mengawali start dari grid ke-5 ini berhasil menyodok maju 4 peringkat ke posisi 1 atau terdepan, sekaligus merebut podium 1 dari tangan rekan satu teamnya Yoga S. Prabowo yang harus puas berada di podium ke-2. Sementara di podium ke-3 ada Davi Saputra. Tak hanya berhasil finish 1 di MB Club INA Race Championship, Tomi juga berhasil merebut titel juara umumMB Club INA Race Championship SC-6 Avantgarde 2017

Di sela-sela nya menunggu race STC 1 (2100-3600), Tomi pun menyempatkan untuk menyerah kan piala dan hadiah kepada para pemenang JSTC atau Japan Super Touring Championship. Dimana JSTC sendiri merupakan salah satu race yang di buat dan di promotori oleh Gazpoll Racing Team.

Dari MB Club Ina Race Championship, ada satu race lagi yang di ikuti olehnya, yaitu STC 1 (2100-3600), dimana dia akan bertarung di kelas Mercedes Benz 3600

Tomi pun akan memulai start dari grid ke-19 (overall) atau ke-4 di kelas Mercedes Benz 3600

Dimana kemarin dia berhasil mencetak best time 1:54.471 pada saat babak kualifikasi atau QTT

Race sebanyak 9 lap atau sepanjang 35,685 km pun berlangsung dibawah cuaca yang cukup panas atau cerah. Dimana Tomi Hadi sekali lagi menggeber Mercedes benz W202 yang berlivery kuning biru ini di STC 1 (2100 -3600)

Dan sekali lagi, sama seperti di MB Club INA Race Championship. Dia pun harus memburu dan dog fight dengan Dodi Saputra untuk memperebutkan posisi ke-18 atau podium ke-3 di kelas nya (MB 3600)

Dodi pun berhasil dilewatinya, dan juga berhasil merebut posisi ke-18 (overall), dan tentu saja podium ke-3 dari genggaman pembalap ABM Motorsport tersebut. Selanjutnya adalah memburu  2 pembalap terdepan, yaitu Prasetya N Putra dari Landy Land, Davi Saputra,  dan Yoga Satria P yang merupakan rekan satu teamnya yang sekali lagi berhasil menjadi P1 di MB 3600

Prasetya N Putra dari Landy Land pun berhasil di lewatiny, dimana saat ini dia berhasil berada di posisi ke-3 di kelasnya (MB 3600).

Dan juga bertarung atau dogfight dengan Davi Saputra W124 MBCI Motorsport untuk memperebutkan posisi ke-2. Tomi pun berhasil memenangkan dog fight tersebut. Akhirnya untuk ke-2 kalinya Yoga pun berhasil di laluinya, serta berhasil merebut P1 di kelas MB 3600 dari tangan rekan satu teamnya itu

Tomi pun berhasil finish ke-11 (overall) atau naik-8 peringkat dari posisi startnya, yaitu ke-19. Namun di kelas MB 3600 dia berhasil bertengger di podium 1 dengan best timenya 1:54.299

Hasilnya? Pria penyuka VW klasik ini berhasil bertengger di podium 1 MB 3600. Dimana dia didampingi oleh Davi di podium ke-2, dan Ahmad Zaki dari Landy Land di podium ke-3

“Bagi saya balapan dari dulu adalah untuk having fun, melepas penat pekerjaan, menambah teman, dan berkumpul bersama teman-teman sesama pembalap. Jadi senang rasanya bisa berkumpul dan berphoto bersama dengan sesama pembalap dari team yang berbeda, begitu pula profesi, dan umur” terang Tomi Hadi.

Dating  saya dengan chairman Gazpoll Racing Team  ini pun berlanjut dengan kopi darat di sebuah restorant padang bersama sang vice chairman Gazpoll Racing Team, yaitu Ferry Yanto. Ternyata penghobi golf ini juga doyan wisata kuliner, dan makanan favoritnya di rumah makan padang adalah ayam pop

Well, jujur saja siapa yang tidak tergoda akan rasa dan juicenya ketika melahap ayam pop masakan padang. Termasuk juga saya. Jadiah kami bertiga makan malam ayam pop bersama selepas ISSOM

Saya pun diajak berkunjung ke rumahnya dimana saya pun bertemu salah satu koleksinya berupa VW Beetle atau kodok yang sudah di full restorasi hingga tampak mulus seperti fresh from oven alias keluar dari pabrik di jamannya.

Bahkan pecinta VW kodok ini pun meranuh perhatian atau detil lebih pada bagian interiornya. Dimana cover seat nya dibuat senada dengan  cat body luarnya. Bahkan saya sendiri ketika membuka pintu dan duduk didalamnya jadi serasa naik mobil baru VW Kodok di tahun 60an

Masuk kedalam rumahnya pun tampak beberapa pajangan yang tidak lepas yang namanya motorsport yang tertempel di tembok rumah ruang tamu dan keluarganya.

Dan juga beberapa rak kaca yang dipenuhi oleh model kit koleksinya yang rata-rata berisi mainan mobil Mercedes-Benz classic, dan juga sport car

Dari mainan mokit alias mobil kit, Tomi pun  lalu menunjukkan koleksi piala balapnya yang dia raih atau kumpulkan semenjak pertama kali mengikuti balap touring pada tahun 2010 yang lalu pada rak yang kaca yang berukuran cukup besar

Bahkan saking tidak muatnya rak kaca dan space di ruang tamunya yang kalo bisa dibilang cukup luas, banyak piala yang terpaksa diungsikan ke kamar kosong karena saking banyaknya.

Namun dari ratusan piala yang berhasil dia raih, ada beberapa piala yang cukup berkesan sewaktu merebutnya atau mendapatkannya.

Seperti piala pada saat dia berhasil meraih podium 1 pada event balap one make series Mercedes Benz bernama  Jakarta Ban Achilles Mercedes Series.

Dan juga piala  AMF Superchamp Duel Champ of the champ dari Achilles Motorsport Festival

Dari kediamannya, saya un diajak menuju garasi pribadinya yang terletak sekitar 150 meter dari kediamannya. Dimana didalam garasi tersebut terdapat berbagai macam mobil koleksi pribadinya yang terparkir rapi. Mulai dari yang oldschool seperti VW Combi, hingga yang new school seperti Audi TT.

Namun hampir sebagian besar koleksinya berisi mobl classic, mulai dari VW Combi, Toyota Land Cruiser FJ40, Land Rover  Defender 90, hingga line up Mercedes Benz S class jadul dari W180, W111, hingga W108. Maklum saja dia juga kan promotornya Old Skool Racing Championship

Tetap saja yang namanya seorang pembalap tidak bisa lepas dari yang namanya mobil balap, ternyata Tomi juga mempunyai sebuah mobil rally yang digunakan nya untuk bertarung di event sprint rally. Yaitu sebuah Toyota Corolla DX atau KE70

Mobil Corolla DX inipun tampak sudah mulus kembali setelah mengalami insiden sewaktu digunakan Tomi pada event King of Kings Retro Rally 2017 yang lalu di Sirkuit Canti Dharma Park-PMPP Tarmac Super Special Stage Sentul, Jawa Barat

“Tujuan saya mendirikan tim balap ini memang untuk having fun, jadi sampai sekarang pun tetap seperti itu. Ya dari pada balapan di jalan raya, lebih baik kan di sirkuit, jadi juga lebih terarah.” terang Tomi sang Founder Gazpoll Racing Team

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!