ISSOM 2017 RD.6

729

ISSOM seri ke-6 kembali lagi digelar di Sentul International Circuit kota Bogor, Jawa Barat pada tanggal 20-22 Oktiber 2017 yang lalu. Event balap touring terbesar di Indonesia ini kembali di ikuti oleh pembalap baru dan juga lama yang comeback kembali setelah beberapa seri absen. Sementara bagi pembalap yang teladan atau tidak pernah absen, perburuan point atau juara umum pun masih berlangsung mengingat masih tersisa 1 seri lagi.

Bagi pembalap senior asal Canada Robert Paul Garden Speed, seri-seri terakhir ini terasa begitu ngeri-ngeri sedap karena pembalap lokal, Ismail Ekadana cukup membuatnya kerepotan, dan beberapa kali berhasil mencuri podium pertama yang menjadi langganannya.

Pagi hari di Sentul dimana para pembalap yang sebagian besar belum datang, menjadi office hour nya atau gym bagi para crew mekanik dalam mempersiapkan mobil para pembalapnya, dan tentu saja memperbesar otot mereka.

Terutama aktifitas dalam hal hal kaki-kaki yang mendapatkan perhatian extra lebih dari para mekanik. Seperti mengganti ban, setting suspension, brake, hingga spooring.

Saya lihat juga semakin kesini, para mekanik juga mulai memperhatikan segi aerodynamic pada mobil balap mereka. Seperti pada bagian rear bumper yang diberikan tambahan berupa diffuser yang berguna untuk menigkatkan dowforce pada body bagian belakang supaya lebih grip.

Beberapa orang pun membawa daily use car yang unik ke parkiran ISSOM, seperti sebuah Datsun 510 dari salah satu member Old Datsun Indonesia yang di dandani ala Datsun rally jaman bahula. Love it..

Well ngomong-ngomong jaman bahula, ternyata pembalap jaman bahula Indonesia ini alias pembalap yang mulai balapan dari sirkuit Ancol hingga Sentul ini ternyata masih kayaknya orang bahula atau jadul di pagi hari, yaitu membaca koran dengan didampingi secangkir kopi panas. Ya dialah pembalap senior Indonesia, Chandra Alim yang terlihat sangat menikmati pagi harinya di Sentul dengan membaca koran sambil menikmati kopi panas. Dibandingkan kids jaman now yang sibuk mengecek medsos mereka dipagi hari.

Dan sementara kids jaman now, melewatkan moment sebelum race dengan one last kiss. Yulianto Adi dari Jakarta Racing.com diberikan semangat oleh sang istri setelah absen beberapa seri dari ISSOM dengan sebuah kecupan mesra di helm sebelum masuk ke dalam GK5 nya untuk mengikuti race JSTC atau Japan Super Touring Championship

JSTC  bisa dibilang sebuah race yang masih sangat amat baru alis baru keluar dari oven dan memanaskan Sentul di awal musim balap 2017 ini dengan sederetan JDM car mulai dari Civic Wonder SB3 yang jadul hingga henerasi Type R baru yaitu FD2R. Dan yang tak kalah panasnya adalah perebutan juara umum di tiap kelasnya yang berhadiah sebuah 1 unit motor matic

Sementara duel atau dogfight antara Hendra Wijanarko dari Speed Motorsport dengan EG6 merah dan Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed dengan EG6 putih (turbo) untuk memperebutkan posisi ke-8 pun berlangsung hingga garis finish. Akhirnya Hendra pun berhasil finish di depan Rio dengan selisih waktu sekitar 1 detik. Hendra pun berhasil mempertahankan posisi ke-8 nya dari tangan Rio. Sekaligus dia berhasil naik ke atas podium ke-2 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:50.457. Sementara Rio harus puas finish ke-9 dibelakang Hendra dengan best timenya 1:49.688. Rio pun juga berhasil naik ke atas podium ke-2 di kelas JSTC 2B.

Di posisi ke-14, pendatang baru JSTC dari team Jakarta Racing Com Yulianto Adi berhasil finish di posisi ke-14 (overall), sekaligus berhasil naik ke atas podium perdananya di musim balap 2017 ini. Adi pun berhasil merebut podium ke-2 di kelas 3 dengan best timenya 1:57.201Sementara H. Mahfud yang berhasil  finish di posisi ke-16, sekaligus finish di posisi ke-3 kelas 3 yang membawanya ke podium 1 nya di musim balap 2017 ini. Best time dari pembalap asal pulau Madura ini adalah 2:00.196

Masuk ke Honda Brio Speed Challenge, Dwi Kurniawan harus puas finish di posisi paling buncit atau ke-25  (overall) dengan best timenya 2:11.935. Dwi juga terpaksa menempati urutan ke-10 di Honda Brio Speed Challenge

Masuk ke Honda Jazz Speed Challenge, Arief Budiman finish di posisi ke-12 (overall) atau ke-4 di kelas promotion dengan best timenya 1:58.765

M. Ferrel Fadhil dari Watch Studio Racing Team berhasil finish ke-3 (overall), dan juga berhasil merebut podium ke-3 di HJSC master class dengan best timenya 1:57.094

Sementara finish di posisi ke-2 di HJSC diduduki oleh pembalap Honda Racing Indonesia, yaitu Rio “The Smokey” SB yang harus puas menempati podium ke-2  HJSC master class karena di geser oleh Fitra Eri dari podium 1. Best time pro drifter Indonesia ini adalah 1:55.246. Coba lihat bagaimana pro drifter ini menaklukkan setiap tikungan disentul dengan powerslidenya. Sugoi…

The new kid on the block, Tomi Vier dari E30 Register Motorsport harus bernasib sial di debut perdananya di balap touring ini. Tomi yang mempiloti E30 berwarna putih ini terpaksa harus out dari race STC 1 (2100-3600) pada lap ke-3. Dia pun harus menyandang D.N.F alias Did Not Finish. Namun sebelum finish, pria asal chapter Bandung ini berhasil mencetaj best time 1:57.150

Di ETCC Euro 2000, Benny Santoso dari Sigma Speed beserta teamnya  masih harus bekerja extra keras lagi supaya bisa membuat BMW seri 1 E87 nya bisa berlari sekencang dan sesukses E36 pendahulunya. Maklum saja sudah hampir setahun Benny dan teamnya meriset mobil ini namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Di seri ke-6 ini pria juragan bawang merah asal kota Brebes ini hanya mampu start dari grid ke-6 (1:51.831), dan finish ke-7 (overall), dan ke-3 di kelas Pro nya. Dengan demikian dia harus puas berada di podium ke-3 Pro Class dengan best timenya 1:51.650

Diatas Benny Santoso ada Zharfan Ramadi dari Jakarta Ban Motorsport yanh finish di posisi ke-6 (overall), dan ke-2 di kelas Pro. Pedrifter ini pun naik ke podium ke -2 Pro Class dengan best timenya 1:53,403

Di STC 1 (2100-3600) lama menghilang akhirnya mantan pegokart asal kota Manado, Eric Montolalu dari ABM Motorsport kembali lagi ke dunia persilatan dengan BMW E36 nya di kelas STC BMW 2100. Start dari dalam pit akibat tidak mengikuti babak QTT, Eric pun hanya finish di posisi ke-19 (overall). Namun dia masih berhasil merebut podium ke-3 di kelas STC BMW 2100 dengan best timenya 2:00.759

M. Abdul Aziz drifter dari Team Pertamax Motorsport kembali lagi ke balap touring dengan team barunya bersama Evan Pratama di BJB RDM Motorsport dengan mempiloti sebuah BMW E36. Turun di ETCC Euro 3000 Promotion class, Aziz yang mengawali race dari posisi grid ke-10 (1:52.280), harus puas puas finish di posisi ke-12 (overall). Posisi nya pun melorot 2 peringkat dengan best time 1:52.675. Namun Aziz berhasil merebut podium ke-3 Euro 3000 Promotion Class.

Sementara The Flying Kid, Arya Karistianto berhasil merebut podium 1  Euro 3000 Promotion class dengan best timenya 1:52.046. Dengan mengawali start di grid ke-17 (1:57.378), Arya dengan mobil barunya BMW E46 ini berhasil naik 7 peringkat ke posisi 10 overall).

Jika para pembalap di dalam lintasan sedang berdogfight ria, maka bagi kami di tepi lintasan selalu mengikuti gerakan para pembalap yang kami incar dengan camera kesayangan kami. Tak perduli mau cuaca panas atau hujan, kami pun keluar dari persembunyian kami di bawah pohon di tepi lintasan. Kalo race sudah usai, ya kami balik ngerumpi lagi.

GT-Wing lovers. Senang ranya melihat banyak mobil balap di sentul yang sudah mengaplikasikan GT-Wing untuk menambah downforce nya pada bagian belakang mobilnya.

Di STC 2 (1600-Retro/SCC) Apip Ginanjar dari ABM Motorsport  dengan Corolla DX nya berhasil merebut podium ke-3 di kelas STC 2 Retro dengan best timenya 1:57.317

Yoga S. Prabowo dari Gazpoll Racing Team  dengan Mercedes Benz E190  yang mengawali race dari dalam pit berhasil finish di posisi ke-17 (overall), dan ke-5 di kelas STC MB 3600 dengan best timenya 1:52.901

Pada STC 2 (1600 – Retro/SCC), pendatang baru Dimas D.S dengan Honda Civic Wonder SB3 nya rontok atau out dari race pada lap ke-8. Sebelum D.N.F Dimas pun berhasil mencetak best time 2:07.944

Box Car Racer time! Di Indonesia Retro Race Esa Herli Servius dengan Mazda 323 nya berhasil finish di posisi ke-18 (overall), atau ke-5 di kelas 1600 max dengan best timenya 2:10.943

Next..round 7 a.k.a the final battle. Later guys..

 

ISSOM 2017 RD.5 : MORE NEW TOYS !

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!