GARAGE LIFE : THE ROEMAH 7A OF RALLY

979

Jika biasanya Anda mengikuti saya atau melihat Perfourm dari satu sirkuit ke sirkuit lain, well waktunya Anda untuk duduk manis dan melihat ke dalam bat cavenya seorang car enthusiast yang tergila-gila akan dunia rally, terutama mobil balapnya. Sewaktu SMP, dia memang sering berada di tepi lintasan menonton rally atau pun balap mobil di sirkuit Ancol, dan memimpikan bisa balap atau setidaknya punya mobil balap tersebut.  Namun kini dia punya koleksi mobil rally  yang bisa bikin perally asli ingin selalu check in di rumahnya…The Roemah 7A. Inilah edisi perdana Perfourm Garage Life di tahun 2018 ini.

Asal Anda tahu saja mobil-mobil yang pernah menghiasi dan menjadi promadona para perally pada era 70 hingga 90an ini bertempat tinggal di sebuah rumah bukan sebuah museum. Lebih tepatnya sebuah rumah pribadi yang dirubah menjadi musim pribadi. Namanya adalah The Roemah 7A yang merupakan sebuah rumah jadul era 70an dengan arsitektuk bergaya rumah jawa yang kental dengan atap joglo dan ornamen kayunya. The Roemah 7A sendiri terletak di jalan Lb. Bulus I No.7A, Jakarta Selatan

Adalah Anthon “ Sang pemulung” Novianto yang bisa dibilang pemulung jaman now karena memulung berbagai macam barang-barang dari jaman jadul, dari tahun 90’ kebawah. Terutama yang berbau rally dengan fokus ke mobil rally mulai dari Toyota Celica, Sprinter Trueno, Starlet KP47, Mitsubishi Galant VR4, hingga Renault 5 Turbo. “Saya  sendiri sudah mulai menjadi pemulung semenjak dari kecil,dan selalu mendapat omelan dari orang tua karena hobby ini. Banyak koleksi saya yang dibuang atau dibakar karena dianggap sampah. Impian atau passion saya pada otomotif yang bertema motorsport yaitu ingin mengoleksi mobil-mobil bersejarah di dunia motorsport Indonesia, baik itu rally ataupun race. Dan yang ke-2 adalah mengkoleksi mobil-mobil JDM tahun 70’an yang langka di Indonesia dan mempunyai kelas tersendiri  di Jepang” buka Anthon di awal percakapan kam

Kisah The Roemah 7A ini pun berawal dari jaman Anthon kuliah di Jepang pada tahun 2000-2003, dimana sepertinya garisnya hidupnya berubah semenjak tempat tinggal/home stay nya (dormitori) berada dekat dengan Musium History Garage dan Mega Web / Showroom Toyota yang berukuran raksasa, terletak di daerah Odaiba, Tokyo. Disamping Dormnya pun ada area parking lot yang biasa digunakan untuk event otomotif atau motorsport, seperti D1 GP Tokyo Drift. “Dari situlah saya mulai fall in love dengan dunia motorsport, dan ingin memiliki mobil atau koleksi seperti di musium itu” jelas Anthon.

Sekitar tahun 2003, Anthon pun kembali ke Jakarta, dan memulai memulung atau berburu mobil-mobil yang dia suka. “Pada jaman intu saya lebih suka mencari mobil yang dalam kondisi bahan dan ingin merestorasi. Saya sempat membeli bahan Toyota Sprinter  Coupe KE15, Datsun KB10, Sunny Coupe, Mazda R100 Rotary Coupe, bahhkan beberapa muscle car” kata penyuka masakan Jawa ini. Namun akhirnya dia pun memutuskan untuk lebih fokus di JDM car dan mobil rally atau race yang persis dia lihat di Musium History Garage dan Mega Web. Alhasil kini area parkir rumahnya disulap menjadi bangunan sebesar 125 meter persegi dengan 3 AC didalamnya yang menjadi mini musium History Garage/Mega Web nya.

Dimana ruangan  ini berisi sebanyak 4 replika mobil rally, dan 1 mobil Rally asli. Dari generasi pertama Toyota Celica GT TA22,  Celica GT-Four ST185, Celica GT-Four ST205, Ford TX3 Bentoel , dan akhirnya the real rally car Mitsubishi Galant VR-4 group A rally.  ” Kalo Celica kebetulan saya suka dari dulu. kebetulan musium History Garage Jepang memajang beberapa Celica Ex WRC dan Safari Rally. Jadi itulah yang menginspirasi saya dan mengapa banyak Celica di rumah saya” terang Anthon ketika ditanyakan mengapa banyak Celica yang menjadi koleksinya.

Di mulai dari generasi 1 nya Toyota Celica, yaitu Toyota Celica GT TA22 yang tampilan luarnya di pimp atau di dandani ala mobil rally dari  Toyota Team Europe pada tahun 1972-1975 lengkap dengan livery, mud flap, over fender, dan tentu saja lampu sorot rally jadul bermerek Cibie yang namanya mirip dengan girl band Indonesia.

Disamping Celica GT TA22, ada adik dari sang Ford Mustang Pony nya Jepang, yaitu generasi Celica GT-Four ST185 dan ST205 lengkap dengan livery kebesarannya Castrol Celica

Celica GT-Four ST185 kelahiran tahun 1989 ini basicly adalah ST185 standar yang didandani menyerupai ST185 dari team Toyota Team Europe dengan livery khasnya Castrol yang berwarna dominan putih dengan garis khas perusahan oli asal Inggris  yang berwarna hijau dan merah. Lalu mud flap, dan tentu saja  O.Z Racing Chrono Evo rims 16’inch

Sama seperti sang kakak ST185, Celica GT Four ST205 yang merupakan mobil favorit saya ketika bermain game ding dong Sega Rally ini bodynya juga di lebur dengan livery Castrol beserta OZ Racing Chrono Evo rims 16’inch. Benar-benar mengingatkan saya ketika bagaimana beratnya dan habisnya uang saya demi memfinishkan sebanyak 3 SS dan 1 SSS bonus stage dengan si GT-Four ini di game ding ding Sega Rally waktu saya SMA dulu.

Celica GT-Four ST2015 sendiri merupakan mobil rally yang sebenarnya bisa dibilang calon penguasa WRC dimasanya (1995), sebelum akhirnya di baned atau di larang oleh FIA karena ketahuan curang menggunakan illegal restrictor turbo yang mampu menambahkan 25% udara ke mesin, dengan kata lain menambah extra 50 hp pada mesin 3SGTE nya hingga hp si GT-Four menjadi yang terbesar dan tercepat di antara mobil rally lainya (batasan max 300 hp, GT-Four lebih)

Hasilnya TTE dibanned dari WRC selama 2 tahun (1995 – 1996). Jadi inilah alasan mengapa kita jaman WRC di Medan, Indonesia (1996-1997) tidak melihat Castrol Toyota Celica GT-Four ST205 beraksi melawan Impreza, Evo, dan Escort RS. Maklum saja FIA membikin peraturan yang membuat mobil jadi lambat, karena pada jaman segitu penonton rally sudah seperti orang tawuran yang membludak menutupi jalan atau track rally. Jadi aturan tersebut dibuat supaya mobil tiak kencang dan tidak menampar penonton ketika melewati kerumanan manusia. Tapi harus diakui, banyak orang sebagai Toyota Racing best cheat ever. Atau kelakuan curang paling keren yang pernah diciptakan dan ditemukan pada masanya.

Dari mobil yang terkenal dengan skandal illegal restrictor turbo, kita beralih ke bapaknya Evo, yaitu Mitsubishi Galant VR-4. Dimana VR-4 ini bukan sembarang VR-4, ini adalah VR-4 eks rally car racikan asli dari Ralliart Jepang  yang bertarung di group A dengan memakai rims yng super enteng kuat dan super rare, yaitu Ralliart Dymag rims berukuran 16 inch

Banyak yang membedakan kalo mobil rally group A ini adalah asli made in Ralliart Jepang. Seperti body mobil berkode chassis E39A sudah mendapatkan program weight reduction hingga batasan berat minimum 1230 kg, penguatan bidy dan chassis supaya lebih rigid, dan penambahan  Ralliart roll cage yang semuanya sesuai dengan homologation FIA

Saya juga masih melihat beberapa sisa-sisa kekejaman VR-4 masa lalu dalam mobil ini, seperti e-brake

Ralliart Steering wheel yang berbentuk kotal pada bagian tengahnya dengan dibalut lapisan suede yang sudah menipis dan dijahit sangat rapi

Juga beberapa indikator HKS yang terpasang rapi dan menempel menjadi satu dengan dashboardnya

Masuklah kita kepada main bussines dari VR4 ini, atau sumber kesaktiannya sehingga mampu memuntahkan tenaga sebesar 300 hp dari mesin 4G63T yang disalurkan melalui X-trac 6 speed gearbox ke four wheel drivenya. Menurut info dari Anthon, VR4 ini dulunya berasal dari team Ralliart Hongkong yang digunakan untuk event WRC Indonesia sekitar tahun 1996-1997. Mesinnya masih butuh banyak untuk beberapa perbaikan untuk dihidupkan kembali. “Jujur saja saya puyeng dengan spare part mobil ini, terutama mesinnya, karena semua partnya merupakan custom dari Ralliart Jepang” terang Anthon

Yang uniknya lagi, Anthon memajang sebuah Ford Laser TX3 yang liverynya disesuaikan dengan Bentoel Rally Team. Saya pun berpikir, bagaimana bisa dia membuat mobil seberat 1 ton an ini bisa menempel kaya cicak di dinding? Ternyata kata Anthon yang diambil cuma chasingnya saja, sementara mesin dan yang berat-berat di tanggalkan.

Selain rally car, ternyata Anthon pria asal kota Solo Jawa Tengah  mengkoleksi Kei Car jadul, yaitu Mazda R360. Yang ternyata merupakan mobil penumpang pertama yang dibuat oleh Mazda  pada tahun 1960

Dan tentu saja untuk memuaskan passionnya akan segala hal yang berbau otomotif, rally car ataupun motorsport. Ayah dari 2 orang anak ini juga ikut mengkoleksi mainan, buku, dan mechandise yang tertata rapi di lemari yang terdapat di tepi ruangan ini.

Anthon pun langsung menujukkan kepada saya koleksi die cast, model kit, dan majalah yang mengandung akan mobil 1:1 yang dia miliki dan koleksi

Dimulai dari die cast dan mokit Mitsubishi Galant VR4

Lalu ada Toyota Celica TA22 lengkap dengan die cast, model kit, poster jadul, brosur jadul, aksesoris, bahkan part OEM nya seperti audio tapenya terpajang dengan  rapi

Dan tentu saja tak ketinggalan mokit dari Toyota Celica TA22 TTE

Dari jamannya Celica jadul yang hanya berbekal karburator dan RWD, kita beralih ke memorabilia nya Celica generasi ke-5 dan ke-6, yaitu ST185 fan ST205. Berbagai macam mokit dan diecast dari ke-2 jenis mobil ini pun memenuhi rak yang kalo saya bilang lebih cendrung banyak atau mendominasi lemari tersebut.

Dan tentu saja  die cast dan mokitnya Mazda R360. Tak lupa Anthon pu melengkapi koleksi memorabilia Kei Car Mazda yang bermesin 16 hp air cooled 356cc V-twin ini dengan buku sejarah lahirnya mobil yang top speednya hanya mampu mentok di angka 84 km/h yang dibelinya di Jepang

Dan tentu saja tak lupa die cast atau mainannya Renault 5 Turbo yang sangat fenomenal di ajang WRC group B di tahun 80’an. Dimana Anthon memiliki 1 biji, dan sedang menjalani restorasi.

Selain mengkoleksi segala sesuatu yang berbau mobil koleksi 1:1 nya. Anthon juga mengkoleksi beberapa majalah lokal dan tentu saja majalah asli Jepang tentang sebaga sesuatu yang berbau Japan Nostalgic Car yang tentu saja dia borong dari Jepang. Contohnya seperti catalog sebuah mobil yang jika kit baca malah seerti buku mekanik yang membedah mobiil tersebut dari a to z. Dan bad news nya semuanya dalam tulisan kanji. Sugoi…

Dan tentu saja tak lupa Anthon juga menunjukkan kepada saya beberapa koleksi majalah yang berbau WRC jaman 90 an kebawah beserta majalah lainnya seperti garage life, yang hukumnya wajib untuk dibaca oleh orang sepertinya.

Dan melengkapi koleksi kejadulannya selain rims, dia juga ikut menimbun beberapa biji lampu sorot rally yang paling ngehits dijaman masa lalu atau paling banyak digunakan di mobil rally jaman jadul yaitu Cibie

Bahkan dia juga mempunyai sebuah radio tape bermerek Fujitsu Ten  dari Toyota Sprinter Trueno TE71 yang mangkrak akibat proyek memasangkan di dashboard corolla lokal atau DX tidak fit atau pas

Dan untuk menambah suasana musium mini tersebut semakin retro, Anthon pun menambahkan furniture yang juga bertemakan vintage atau retro. Seperti meja dan kursi jadul dari tahun 70-80an lengkap dengan bantal yang bermotif Recaro. Selain mengkoleksi mobil retro, Anthon juga mengkoleksi furniture jadul.

Yang jelas ruangan ini sering digunakan sendiri oleh Anthon untuk menerima tamu, teman, ataupun car enthusiast yang hanya datang untuk sekedar melihat-lihat koleksinya ataupun sharing tentang dunia otomotif ataupun keretroan. Sambil duduk kita bisa menikmati pemandangan berupa mobil reprika dan mobil rally asli, dengan ditemani oleh suara raungan mesin mobil rally beserta komentatornya dari sebuah layar tv yang semakin memperkuat ambience atau suasana seperti di musium rally pada era 90an

Bahkan Anthon sendiri sering duduk sendirian disini dikala baru bangun pagi ataupun lagi penat dengan yang namanya kehidupan yang banyak SS nya ( Special Stage). “Memang sangat sulit mendapatkan mobil bersejarah di dunia motorsport Indonesia, ex rally ataupun ex race yang asli. Kalaupun ada, biasanya mahal harganya, atau sudah terlalu parah kondisinya tau tidak dijual oleh pemiliknya, atau dokumen surat-suratnya tidak memungkinkan untuk dimiliki dll. Jadi saya mencoba membuat replikanya saja, sambil pelan-pelan berharap mendapatkan rejeki untuk membeli yang asli” kata Anthon akan suka dukanya berburu mobil balap asli yang di impor ke Indonesia khusus untuk balapan dari pabrikannya.

Karena Anthon cah Solo dan jadul, jadilah saya ditaktir makan siang berupa masakan khas kupat tahu kota Magelang.  Ada perasaan yang beda ketika kita makan makanan yang cukup simple ini atau ndeso sambil dikelilingi oleh mobil rally lengkap dengan suara mesin dan komentator dari layar tv, dan sambil berbicara dengan seoranng car enthusiast. Rasanya seperti di rumah…alias hommy.

Selain impian terpendamnya atau passionnya mengumpulkan mobi balap yang bersejarah di dunia motorsport Indonesia dan dunia (rally & race). Lulusan SMA Al-Azhar Jakarta ini juga mengkoleksi mobil-mobil JDM tahun 70’an yang langka di Indonesia dan memiliki kelas tersendiri di Jepang. Mulai dari Toyota Corolla KE70 Wagon hingga Toyota Corolla FX GT

Anthon juga memiliki adik dari mobil idamannya, yaitu Toyota Corolla Levin yang di facelift menjadi Sprinter Trueno GT-Z yang kakaknya merupakan si hachiroku atau AE86 Sprinter Trueno nya anak bakul tahu, Takumi Fujiwara.

Ada juga dari clan Honda, yaitu Honda Civic generasi 1 nya yang dilengkapi dengan teknologi CVCC atau  Compound Vortex Controlled Combustion pada mesin 1488cc nya yang membuat lebih irit bahan bakar dan juga memenuhi standar emisi gas buang di Jepang dan Amerika Serikat. Ya bisa dibilang mbahnya PGM-FI nya Honda

Beralih kebangunan selanjutya yang bangunannya lebih mirip pendopo namun diberikan kaca sebagai dindingnya, terdapat 2 buah Japan Nostalgic Car yang bersemayam disini.

Yang pertama adalah Toyota Corolla TE47 Sprinter Trueno yang aslinya adalah sebuah mobil eks balap touring di Sentul

Ditangan Anthon, TE47 eks mobil touring ini dikembalikan lagi ke kondisi seperti semula atau OEM. Dari body mobil yang sudah di wide bodykan dengan fiber, dan kaca dari acyliric. Trueno yang mengusung mesin 3SG four barrel ini dipasangkan body dan kaca asli yang didapatkan dari owner sebelumnya yang masih menyimpan part standar nya. Dan juga rollcage nya tidak dicopot karena sudah terlanjur nembus ke dashboard. Menurut Anthon populasi TE47 di Indonesia Cuma ada 2 biji, satu di dia, dan 1 nya lagi ada di tangan kolektor yang dimana TE47 tersebut  ex mobil rally tahun 80’an

Namun sayang mesin legendaris 2T-G nya rusak dimakan usia, sehingga di gantikan mesin 3SG four barrel

Disamping sang Sprinter Trueno TE47 ada rival di jamannya, yaitu Mitsubishi Colt Galant GTO kelahira tahun 70an. Mobil Jepang uang ingin tampil seperti muscle car USA ini (Fastback dan rear lamp nya) hanya dimodif pada bagian mesin 1597cc dengan penggantian four barrel dan header saja.

Dari sekian banyak mobil yang dimiliki oleh Anthon, mungkin mobil inillah yang paling langka. Bukan Cuma langka di Indonesia, namun juga di dunia. Dia adalah Reliant Regal Mark I Convertible 1954. Mobil yang hanya memiliki 3 roda ini (1 didepan, dan 3 di belakang), menurut info yang diperoleh dari The National Motor Museum – Beulieu di Inggris, mobil musuhnya Mr. Bean ini tinggal 4 biji di dunia. Yang berarti ada 5 di dunia ditambah dengan miliknya Anthon.

Awalnya mobil yang sering digulingkan oleh Mr. Bean ini adalah milik seorang Alm. Jendral TNI AD jaman pemerintahan Presiden Soeharto, yang juga merupakan seorang kolektor mobil antik. Setelah beliau meninggal seluruh koleksi mobil antiknya diperebutkan oleh para saudaranya, Cuma si Reliant Regal lah yang di cuekin. Mungkin karena bentuknya aneh dan jelek, serta tentu saja belum ada mbah Google. Akhirnya dicampakkannlah si Reliant Regal ini di tukang kampak mobil, yang akhirnya di pinang oleh Anthon dalam kondisi mengenaskan (tidak bisa jalan)m hingga akhirnya di restorasi dan bisa dipakai jalan-jalan sore.

Selain mengkoleksi mobil 1:1 jadul, Anthon juga mengkoleksi mainan mobil-mobilan vintage atau jadul yang rata-rata terbuat dari kaleng yang bernama tin can toys

Anda mungkin tak akan menemukan lagi mainan seperti mobil F1 yang berasal dari tahun 1960an. Terutama tin can toys asal jepang yang merupakan asal muasal maianan kaleng ini dibuat.

Anthon sendiri lebih senang mengkoleksi tin can toys jsdul yang rata-rata made in Japan. Dibandingkan tin can toys jaman now yang sudah made in China.  Selain mobil-mobilan, dia juga mempunyai tin toys made in Japan berupa robot-robotan, pesawat, dan kereta. Seperti sebuah mainan Porsche 911 Carrera RSR No.46. Martini Racing Team  yang dipiloti oleh Herbert Muller / Gijs van Lennep   pada ajang balap 24 Hours of Le Mans  ditahun 1973. Maklum saja tin toys Japan lebih langka dan diburu oleh para kolektor diseluruh dunia.

Masih ada beberapa PR yang harus dikerjakan Anthon pada koleksi mobil balap rallynya, seperti Mitsubishi Galant VR-4 group N yang masih dalam tahap restorasi, sementara VR-4 group A nya pusing tujuh keliling karena semua partsnya custom dari ralliart. Renault 5 Turbo, dan yang terakhir mobil koleksi terbarunya yang paling sugoi, yaitu Toyota Starlet KP47. Menurut Anthon populasi TE47 di Indonesia sebenarnya  ada 5 biji yang masuk ke Indonesia dari Jepang. 2 buatan TOM’S dan 3 buatan TRD. Dan setelah puluhan tahun terlacak tinggal 3 unit. Dimana 1 unit berada di Medan dipakai untuk rally dengan kondisi terguling hancur. Dan sekarang tinggal 2 unit, yaitu TRD untuk sprint rally, dan TOM’S milik Anthon. Tak lupa dia juga masih mengidam-ngidamkan ingin memiliki Toyota 2000GT, Daysun Fairlady 240Z, Skyline Hokosuka KGC10, Mazda Cosmo, dan banyak lagi.

GARAGE LIFE : TON’S GARAGE MEDAN TOYS

THE DREAM GARAGE : TON’S GARAGE MEDAN

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!