ISSOM 2017 RD.7 : THE FINAL BATTLE

738

ISSOM seri ke-7 menjadi seri terakhir dari gelaran balap touring terbesar di Indonesia yaitu Indonesian Sentul Series Of Motorsport yang dimana telah memasuki seri penutup di musim balap 2017 yang lalu. Beberapa pembalap nasional pun sudah berhasil mengunci gelar juara umum atau nasional pada seri sebelumnya, dan beberapa pembalap pun masih ngeri-ngeri sedap harus bertarung hingga lap terakhir untuk memperebutkan titel juara umum atau nasional di seri terakhir ini

Beberapa team memang tampak sibuk mempersiapkan mobil para pembalap mereka untuk menghadapi seri terakhir ini. Dan bahkan berjuang mati-matian untuk bagaimana caranya si pembalapnya bisa turun

Atau mobilnya bisa greng dan nyala di last-last minute sebelum race director memberikan gelar D.N.S atau Did Not Start pada pembalapnya. Apapun akan dilakukan para mekaniknya untuk bisa memperbaiki karya mereka meskipun waktu sudah dalam hitungan jam atau menit. Menyerah tidak ada dalam kamus mereka. Bahkan Anda bisa melihat bagaimana para mekanik ini menjadi tukang sulap, karena berhasil menyulap pekerjaan yang biasanya mereka lakukan dalam hitungan harian, kini disulap menjadi hitungan jam bahkan menit. The power of kepepet

Jika tadi di kubu Barspeed dengan Barto yang sedang puyeng kena 4AG KE70 nya Apip yang jebol. Maka lain ladang lain ilalang, Benny Santoso bersama tunernya Boy dari Sigma Speed masih berusaha mencari setingan yang pas untuk BMW E87 nya bisa sekencang BMW E36 nya yang dulu di Euro 2000.

Sementara di kubu Euro 3000 dimana semakin hari catatan waktu mobil-mobil BMW lokal dengan taste mesin M3 di dalamnya sudah sama dengan catatan para Ferrari F430 Challenge (1:40an), terlihat adem ayem di pit mereka. Padahal BMW E36 M3 milik Wing Baroto yang di piloti oleh M. Fadil terancam lenger dari singgasa P1 di Euro 3000 karena E46 M3 milik Setiawan dari R-Speed sudah menggesernya ke-P2 dibabak QTT. Fadil pun hanya mampu mencetak best time 1:42.168

Sementara pembalap arek Suroboyo, J. Setiawan Santoso dengan BMW E46 M3 nya berada di P1 pada saat QTT dengan berhasil mencetak waktu 1:42.140. Arek Suroboyo inipun berhasil menjadi satu dari beberapa pembalap tercepat di Sentul International Circuit dengan monster nya.

Sementara bagi pendatang baru atau new kid on the block Stefen Teo  dari Steve Garage Pelanbaru yang pada seri terakhir ini turun di Japan Super Touring Championshop bersama Team Jakarta Racing  dengan Honda Jazz GK5. Tampaknya harus banyak berusaha, belajar, berdoa, dan besabar  di debut perdananya karena balap touring tidak seperti balap drag race. Dan tentu saja sangat amat melelahkan.

Di Race yang pertama yaitu MB Club Ina Race Championship yang merupakan balapan one make race Mercedes Benz dengan  di ikuti oleh sebanyak 25 pembalap dengam berbagai tipe jenis Benz berhasil di menangkan oleh Tomi Hadi dari Gazpoll Racing Team

Tomi Hadi dari Gazpoll Racing Team berhasil menjadi yang tercepat atau finish yang pertama di MB Club INA Race Championship dengan best timenya 1:56.068

Di JSTC atau Japan Super Touring Champinship masih menjadi chick magnet bagi para kids jaman now utnuk ikut berkompetisi di balap touring ISSOM dengan JDM car mereka. Dimana mereka melakukan trial dan error di seri terakhir ini guna menghadapi musim balap 2018 esok. Seperti Mayzul Andri dari Team Ecuire Cinere dengan Honda Civic Genio nya yang start dari dari grid ke-17 yang terpaksa harus out dari track dan D.N.S pada lap ke-3 . Dia pun berhasil mencetak best time 2:00.102 sebelum D.N.S

Hendra Wijanarko dari Speedy Motorsport yang start dari urutan ke-16 akhirnya menyusul ke-3 temannya yang out dari race atau D.N.F di final race JSTC 2017 ini. Hendra yang bersaing ketat dalam hal perolehan point pada JSTC 1A dengan Rian Risky untuk menjadi juara umum 2017 ini out pada last lap akibat gearboxnya jebol ketika dia hendak masuk ke R3. diapun harus merelakan podium ke-2 dan juara umum JSTC 1A 2017 lepas dari genggamannya. Namun sebelum out dari race Hendra sempat mencetak best time 1:50.762 dengan posisi terakhirnya di urutan ke-7.

Yang cukup unik dalam pengambilan hadiah utama yang berupa sepeda motor itu, dimana para pemenangnya, yaitu Rio, Rian, dan Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed harus mengambilnya lengkap dengan seluruh race gear nya (helm dan hans) di bawah podium. Dan yang menambah lucu dari acara serah terima motor tersebut dilakukan dibawah hujan dengan ke-3 pembalap yang kebingungan menyalakan motor karena kunci yang tertukar juga jagang yang belum dilipat sehingga motor tidak mau di nyalakan. Ferry Yanto dengan suka rela pun berbasah-basahan membantu Rio menyalakan motornya dibawah hujan lebat, lalu mengantarkannya hingga sampai di pit AP Speed.

“Untuk tahun depannya ada  kami akan menyediakan hadiah utama berupa Honda Brio di masing-masing kelas (5 kelas). Dimana syaratnya untuk hadiah mobil tersebut bisa keluar adalah minimal setiap kelas di JSTC di ikuti oleh sebanyak 6 pembalap. Selain hadiah yang di up grade dari motor ke mobil, JSTC akan lebih kompetitif, baik dari segi steward sama race director mau kita tekankan untuk awasi lomba dengan seksama” terang Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC dari Gazpoll Racing Team.

Masuk di balapan one make race Honda, yaitu Honda Jazz Speed Challenge. Ada H. Machfud dari Jakarta Racing Com yang mengawali start dari grid ke-16, posisi nya pun tidak beranjak kemana-mana setelah menjalani race selama 10 lap. Arek Madura ini tetap berada diposisi ke-16 (overall), dan ke-6 di promotion class dengan best timenya 2:00.038

Naik satu peringkat diatas H. Machfud, ada Adi Wicaksono yang berada di finish di posisi ke-15 (overall), dan ke-5 di promotion class dengan best timenya 1:58.846

Sang generasi ke-3 dari The Bahar’s, yaitu Avila Bahar yang memulai start dari grid ke-8, berhasil finish di posisi ke-7 (overall), atau  naik 1 peringkat dari posisi awalnya dan di kelasnya. Sehingga Avila pun berhasil merebut podium 1 di Promotion Class dari tangan Adrian Paruntu yang out di lap 8. Pembalap yang masih duduk dibangku SMA ini pun bertengger di podium 1 HJSC promotion class dengan best timenya 1:57.088

Jika Avila berhasil finish, maka nasib kurang beruntung menimpa Mochamad Hari Widodo yang out dari race dan berakhir di gravel S besar.

HJSC pun ditutup dengan acara bagi-bagi hadiah untuk para pemenang di masing-masing kelas dan juga awards bagi mereka yang dilihat paling greget selama musim balap 2017 ini oleh pihak Honda Indonesia. Seperti Team Of The Year, Rising Star of the year, Promotion of the year, rookie of the year, dan Pro of the year. Yang artinya lumayan untuk menambal pengeluaran balap selama 1 tahun.

Sendy Setiawan tak hanya berhasil menjadi rising star of the year, namun dia juga berhasil menjadi 5th Overall Point dimana dia pulang dengan uang sebesar 35 juta rupiah bersama 2 anaknya yang mewakilinya menerima awards dan piala di kelasnya. Akhir musim balap memang menjadi sebuah ajang memupuk minat balap putra putri mereka sejak usia dini, dimana modus ini dikemas dengan tema piknik keluarga. Saya yakin banyak dari mereka kelak akan meneruskan bakat orang tua atau papa mereka di lintasan.

Di STC 2 (1600-Retro/SCC), Evin Dwi Sulistiyono harus puas berada di posisi ke-5 (overall), dan ke-5 di kelas STC 2 1600 dengan best timenya 1:58.917

Paul F Montolalu, sang big boss ABM Motorsport ini kembali lagi bertarung di balap touring setelah sekian lama absen dari ISSOM. Dengan mempiloti BMW E36, pria asal Manado ini bertarung di Super Touring 1 (2100-3500) kelas BMW 2100. Paul pun  harus puas finish di posisi ke-20 (overall). Namun Di kelas BMW 2100, dia hanya mampu merebut podium ke-3 dengan best timenya 2:01.917

M. Ichsan berhasil merebut kembali gelar juara umum STC 1 nya dari tangan M. Herdy setelah pada tahun lalu gelar tersebut lepas dari tangannya. Walaupun Ichsan finish ke-3 (overall), dank e-2 di belakang M. Herdy di kelasnya, Namun secara perolehan point, Ichsan lebih unggul daripada Herdy. Ichsan pun berhasil merebut kembali juara umum STC 1 2017, Best time pria penggemar stae taichan ini adalah 1:47.848

The Fastest Bonek at Sentul, J. Setiawan Santoso berhasil finish terdepan atau P1 setelah menyelesaikan 10 lap di Super Touring Championship 1 (2100 – 3500). Arek Suroboyo yang mengawali start dari P1 atau pole position ini merebut podium 1 di STC 1 (open class), dan STC 3600 dengan best timenya 1:42.903. Tak hanya di STC 1, dia juga berhasil memborong podium 1 di ETCC Euro 3000, setelah berhasil mempertahankan P1 dalam keadaan wet race selama 9 lap. Setiawan akhirnya finish 1 dan merebut podium 1 ETCC Euro 3000 pro class dengan best timenya 1:52.327

Di seri kejurnas ITCC atau Indonesia Touring Car Championship, Haridarma Manopo dari Toyota Team Indonesia yang pada seri ke-6 atau sebelumnya sudah sah menjadi juara nasional ITCC 1600 max ini, sekali lagi berhasil finish terdepan di ITCC 1600 max.  Manopo yang mengendarai Toyota Yaris ini berhasil mencetak best time 1:55.341

Setelah bertarung selama 10 lap dalam kondisi wet race, Aldio Oekon dari Pertamax Motorsport Team akhirnya harus puas finish di posisi ke-2 dibelakang Radityo Mahendra di race ETCC Euro 2000 dengan best timenya 1:54.106. Namun walaupun finish ke-2, Aldio berhasil merebut titel juara nasional ETCC Euro 2000 master 2017

Masih dalam kondisi lintasan basah, Indonesia Retro Race pun tetap akan  di langsungkan di tengah hujan yang turun selama 7 lap. Beberapa mobil favorit saya pun bertarung disini, seperti Alfa Romeo GTAM milik Zafar D. Idham dari Ecurie Cinere

Lalu ada AE86 atau Hachiroku milik Apip Ginanjar yang berada di belakang pendatang baru atau new kids on the block, yaitu Haudinata Tjipto Santoso dengan Daihatsu Charmant milik Seiawan Santoso

Haudinata Tjipto Santoso sendiri merupakan pembalap asal kota Suroboyo, dimana dia berada satu team dengan Setiawan Santoso di R Speed Indonesia yang merupakan sama sama arek Suroboyone

Sementara Apip Ginanjar sendiri, tampak sedang menikmati minumannya yang berasal dari botol air yang dialirkan melalui selang sebelum memulai start di Indonesia Retro Race dengan hachirokunya.

Sebanyak 25 box car racer dari Jepang, Italia, dan Jerman akan bertarung mati-matian pada wet race kali itu. Akan menjadi balapan yang sangat seru dan menegangkan dimana para pembalapnya akan ngeri-ngeri sedap untuk membejek pedal gas mereka dalam-dalam pada kondisi lintasan basah atau hujan.Maklum saja semua mobil ini adalah RWD, yang dimana agak sentiment dengan lintasan yang basah sedikit.

Lama menghilang, Judy Kartadikaria dari Jakarta Ban Motorsport kembali lagi ke lintasan dengan Toyota Corolla DX KE70 bermesin 3SG dengan aero kit yang super greget. Namun sayangnya, Judy pun harus puas finish di posisi ke-4 (overall), dan ke-4 di kelas Super Retro dengan best timenya 2:01.326

Sementara arek Suroboyo Haudinata Tjipto Santoso dengan Daihatsu Charmant nya berhasil finish di posisi ke-6 (overall). Walaupun finish di posisi ke-6, Haudinata berhasil merebut podium 1 di kelas 1600 max, dan podium ke-2 di kelas 2000 max dengan best timenya 2:04.155

Alfa Romeo GTAM milik Zafar D. Idham dari Ecurie Cinere terpaksa harus berdansa  ketika menghadapi tikungan karena licinnya lintasan yang pada saat itu hujan turun dengan derasnya. Hasilnya Zafar hanya mampu bertengger di posisi ke-17 (overall), dan ke-7 di kelas 2000 max dengan best timenya 2:15.859

Pembagian podium pun terpaksa diadakan di dalam ruangan atau press room karena cuaca yang tidak mendukung alias hujan. Namun hikmahnya seluruh pembalap yang akan naik podium dari lintas umur dan generasi  ini pun bisa berkumpul bersama sambil menunggu acara penyerah terimaan piala dilangsungkan. Saya pun sempat mengabadikan kenang-kenangan “STC 2 ( 1600-Retro/SCC) class of 2017”, lengkap dengan living legend atau sang maestro pembalap senior Chandra Alim “ Nah kaya gini dunk enak bisa haha hihi bersama, photo photo bersama, jadi balapan bisa enak, santai dan tidak tegang. Coba kalo balapan kejurnas, yang ada Cuma diem-dieman aja kalo pas ketemu atau naik podium” kesan Chandra Alim ketika berkumpul dan berphoto bersama dengan para juniornya ini.

Sampai berjumpa di musim balap 2018 pada bulan Maret besok guys.

 

ISSOM 2017 RD.6

 

Next..round 7 a.k.a the final battle. Later guys..

 

ISSOM 2017 RD.5 : MORE NEW TOYS !

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!