2017 KING OF NATIONS RD.6 – MALAYSIA

Federal Tyre King Of Nations Pro Series 2017 yang berlangsung di USJ Elit Speedway Kuala Lumpur Malaysia menjadi moment bersejarah bagi Akbar Rais yang berhasil menjadi juara ke-2 dengan mobil pinjamannya. Dan bagi saya sendiri menjadi kompetisi drift internasional yang ke-4 yang pernah saya liput bersama HGMP Racing Team. Dimana USJ Elit Speedway circuit merupakan salah satu track favorit yang berkarakter high speed, dengan salah satu tikungan yang mengunci diakhir long brush nya.

USJ Elite Speedway Circuit terletak di KM 8 USJ rest area & service area, pada Elite Highway di kota Subang Jaya, Malaysia. Sirkuit clockwise yang dibangun dengan memanfaatkan area kosong pada tepi jalan tol ini mempunyai panjang 990 meter, dengan total tikungan sebanyak 14 tikungan ini aslinya adalah sirkuit gokart yang sering digunakan untuk venet seperti time attack dan drift.

Sebanyak 46 drifter yang berasal dari Malaysia dan luar negeri, seperti Indonesia, Singapura, Thailand, Hongkong, Kuwait, Brazil, Abu Dhabi, Australia, Jepang, Philipina, dan Australia mengikuti kompetisi drift yang diadakan pada  tanggal 8-9 Juli 2017 yang lalu.

Beberapa drifter dari Malaysia pun mengajak saya bercanda dengan meminta saya untuk memphoto mereka yang sedang bergoncengan naik sepeda lipat.

Dari Australia ada Luke Fink yang pada event kemaren membawa BMW E46 coupenya dari Abu Dhabi yang dipersenjatai dengan S85 5.0 Lt V10 M5 engine M5

Saya pikir saya lebih jatuh cinta dengan mesin ini daripada V10 atau V8 nya muscle car USA atau Japan. Dimana suara nyaring, renyah, garing ala mesin 830 hp 3.0 lt V10 yang terpasang pada body mobil Formula One BMW Williams F1 dan BMW Sauber F1 Team dari tahun 2000 – 2009. Dan tentu saja smoke machine monsta. Saya berpikir bagaimana kalo ada yang mau swap GT86 atau Supra dengan mesin Lexus LFA 4.8 lt. V10?

Dan akhirnya dari Indonesia ada Akbar Rais dan Amandio yang mewakili Indonesia di ajang King Of Nations rd.6 2017 Malaysia ini. Dimana Amandio menggunakan Toyota Corolla Levin AE86 dan Akbar Rais menggunakan BMW E46 convertible yang merupakan mobil pinjaman dari rekan satu teamnya Fazreen Ismail atau Along Rempit

Sejauh mata memandang dari 46 drifter yang ikut di kompetisi ini hampir semua nya mengadopsi body kit Rocket Bunny untuk menutupi velg mereka yang beroffset aduhai alias lebar hingga keluar dari bodynya. Alasannya simple, untuk menambah grip dan mempermudah mereka sewaktu bermanuver dalam kecepatan tinggi. Terlebih lagi USJ Elit Speedway mempunyai 1 tikungan ke kanan yang sangat panjang dan bisa ditaklukan dengan 3rd gear hingga 4th gear.

Dan tentu saja track gokart ini menyajikan tontonan berupa full high speed long brush drift dengan bumbu berupa asap ban yang cukup tebal beserta angle yang cukup ekstrem.

Sesuatu yang sangat amat jarang saya dan Anda lihat di Indonesia dimana para drifter bisa sideways hingga 4th gear dan dalam keadaan flat out alias gas poll.

Cuaca pada saat itu juga sedang cerah hingga saya bisa mendapatkan photo yang bagus untuk mengabadikan moment dimana para drifter berjuang menaklukan tikungan hairpin yang sering mematahkan drift mereka.

Dari Thailand ada Man Singha dengan Nissan Silvia S15 nya yang berhasil  mengalahkan Sun haida dari Jepang dalam top 32. Namun sayangnya di top 16 dia berhasil di lengserkan oleh drifter Australia Luke Fink

Tak hanya mobil pabrikan Nissan dengan mesin Toyota (2JZ) saja yang menguasai USJ Elite Speedway saja. Namun beberapa Toyota Corolla Levin AE86 yang sudah didoping dengan engine swap dan turbo yang dipiloti oleh drifter Malaysia pun ikut membakar ban di track ini

Yang jelas begitu mereka  keluar dari hairpin tersebut, mereka semua langsung flat out. Seperti Tan Tat Wei dengan Nissan 200SX nya. Namun sayangnya Tan Tat Wei berhasil dikalahkan oleh Amandio di top 16.

Kalo Anda tidak percaya bagaimana high speed dan flat out nya para drifter di USJ Elit Speedway, Anda bisa melihat bagaimana ngebulnya mereka membakar ban belakangnya.

Tapi dari sebanyak 46 drifter yang berlaga, drifter dari Australia, yaitu Luke Fink menjadi drifter favorit saya selain Tengku Djan, Akbar Rais, Dio, dan Tee Ink jet. Yang membuat saya terkesima adalah BMW E46 coupenya yang dipersenjatai dengan mesin S85 5.0 Lt V10 M5 engine M5 dari Abu Dhabi yang keluar melalui exhaust side pipes alias kenalpot keluar samping dengan suara raungannya yang mirip dengan mobil F1 era 90 atau 2000an awal.

Nyaring, renyah, garing ala mesin 830 hp 3.0 lt V10 yang terpasang pada body mobil Formula One BMW Williams F1 dan BMW Sauber F1 Team dari tahun 2000 – 2009. Dan tentu saja smoke machine monsta

Luke Fink sendiri termasuk orang yang tahu cara memanfaatkan mesin standartnya bertenaga 550 hp dengan drifting skill nya yang agressif dengan sering tampil dengan high speed, extreme angle yang berbentuk backwards drift. Namun sayangnya dia K.O ditangan drifter Jepang Tanaka karena ada masalah teknis dengan E46 nya.

Tanaka yang merupakan drifter dari Jepang, langkahnya sendiri terhenti pada top semi final atau top 4 ditangan drifter Indonesia Akbar Rais.

Atsushi Taniguchi drifter dari Jepang yang sering monda-mandir Jepang Indonesia sebagai drifter dan juga juri, mempiloti sebuah Toyota Altezza bermesin 2JZ. Namun sayangnya drifter kocak ini hanya mampu sampai di top 32

Langkahnya terhenti di top 32 setelah Altezza nya mengalami masalah teknis yang membuatnya menyerahkan tiket ke top 16 kepada Ah Han secara mudah. Bukan namanya Atsushi si Bosozoku kalo pulang ke pit dengan menumpang motor marshal dengan bergaya kalo dia masih dorifuto.

Dan akhirnya duo maut Tengku Djan dan Charles NG melengkapi komposisi  drifter kelas berat yang ikut bertarung di King Of Nations rd.6 ini. Maklum saja ke-2 drifter yang mempunyai jam terbang tinggi di FD atau D1GP USA dan Japan,  juga terkenal dengan sebutan tukang begal tandem “tandem assasin”, tampil begitu superior sewaktu sesi practice dan qtt.

Namun sayangnya Charles NG yang merupakan salah satu drifter terberat di event ini harus K.O di tangan drifter Indonesia, Akbar Rais pada top 8. Memang Akbar sudah merasa hopeless ketika melihat run Charles sebelum-sebelumnya, dan juga run 1 mereka. Namun nasib berkata lain, di run ke-2 di saat Akbar lead, Charles pun over shoot alias keluar track akibat bernafsu menempel Akbar. Mengingat pada run 1 Charles lebih unggul dan meninggalkan Akbar cukup jauh.

Sementara sang prince of drift atau Tengku Djan dengan 200SX bermesin LS7 melenggang kangkung dari berhasil menyabet top qualifier, hingga membegal semua pesaingnya dari top 32 hingga babak semi final. Dimana di babak semi final dia berhasil mengalahkan M. PTT dan masuk ke babak final yang mempertemukan dirinya dengan drifter Indonesia, Akbar Rais.

Walaupun King Of Nations penuh dengan keglamouran mobil baru diatas tahun 1990 sekelas Silvia, Altezza, hingga Supra. Namun Malaysia memberikan atmosphere yang berbeda dengan scene drifting di Indonesia, yaitu berupa hadirnya para box car racer yang mengendarai mobil dibawah tahun 90’an, namun mampu bersaing dengan mobil yang secara body lebih unggul daripadanya. Seperti Toyota Corolla DX KE70

Ataupun Corolla DX KE70 liftback yang di facelift dengan tampang AE86 Trueno.

Tapi dari sekian banyak box car racer yang bertarung di King Of Nations ada satu drifter yang menggunakan AE86 Levin dengan bermodal mesin 1.6 Lt 4AGE 16 valve Turbo mampu menempel ketat para pesaingnya yang berada di depannya, yaitu Amandio dari Indonesia Namun sayangnya Dio hanya mampu bertahan hingga top 8 setelah dia di kalahkan oleh M. PTT dari Thailand. Yang jelas selain aksi Tengku Djan yang suka mepet-mepet atau door to door bumper to bumper yang disoraki oleh penonton, aksi Amandio ini juga mendapatkan sorakan dari seluruh penonton. Karena kecil under powernya mampu menempel ketat mobil didepannya walaupun awalnya sempat tertinggal jauh.

Tak mau kalah dengan Amandio, Akbar Rais pun terlibat affair dengan Luke Fink didalam track dengan E46 mereka. Walaupun tandem battle “janjian” ini dilakukan di sesi free practice, namun ke-2 drifter yang sama-sama menggunakan E46 ini seperti sedang dalam babak semi final, alias flat out

Dimana ke-2 drifter ini saling ngotot untuk menjadi yang terbaik. Luke Fink pun berusaha untuk meninggalkan Akbar dengan mesin V10  nya, namun Akbar yang menggunakan mobil pinjaman bermesin 2JZ ini pun ngotot ingin selalu dekat dengan Luke Fink. Hasilnya sepanjang track dari start sampai finish berubah menjadi putih karena tertutup asap dari ke-2 E46 ini. Pengunjung pun bersorak untuk ke-2 drifter ini.

Dan akhirnya di babak final Federal Tyre King Of Nations Pro Series 2017 mempertemukan Antara Akbar Rais dari Indonesia melawan Tengku Djan Lee dari Malaysia .Akbar pun sempat sport jantung atau pasrah dan hopeless karena dia akan head to head bertarung langsung dengan shifunya yang merupakan pro drifter jebolan DI GP USA dan Jepang, yaitu Tengku Djan Lee yang mempunyai julukan ngeri ngeri sedap ” The Tandem Assassin”. Pertarungan pun berlangsung dengan sangat ketat dan seru. Di run yang pertama Akbar yang telat start dan miss gear, berhasil ditinggalkan cukup jauh  oleh Prince of Drift yang menggunakan 200SX V8 LS7

Di second runya dimana Akbar berada di posisi lead dan Tengku chase, Akbar pun berusaha  meninggalkan Tengku dengan mesin 770 hp 2JZ. Setelah initiate Akbar berhasil meninggalkannya, namun ketika hendak masuk U-turn atau hair pin  drifter no.1 Malaysia itu berhasil mendekatinya, hingga terjadilah dog fight. Seluruh penonton pun bersorak  dan bergemuruh melihat aksi  partai el classico antara Indonesia versus Malaysia yang penuh raungan mesin dan asap ban itu. Namun something wrong pun terjadi ketika pertarungan sedang seru-serunya. Mendadak mobil Akbar pun berjalan lurus atau under steer  ketika hendak masuk ke dalam u turn atau hairpin.

Steering rack E46 Convertiblenya pun putus hingga membuat mobilnya tidak bisa di belokin. Team leader HGMP Racing Team ini pun terhenti di tengah hairpin. Akbar pun langsung keluar dari mobilnya dan meminta maaf kepada para penonton yang berada dihadapannya. Penonton pun langsung memberikan tepuk tangan kepadanya.

Tak lama kemudian, Tengku Djan Ley pun datang menghampirinya. Mereka berdua pun langsung berjabat tangan dan saling memberikan ucapan selamat. “Saya tidak menyangka bisa bertarung  dibabak final event drifting internasional dengan shifu atau orang yang mengajari saya drift dengan taxi drift di Achilles Drift Battle 2009 (Jakarta). Rasanya seperti mimpi, dan Tengku sangat amat go all out dalam bertarung, sangat susah sekali mengalahkannya. Namun saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari pertarungan saya dengan drifter no.1 Malaysia dan drifter top dunia ini” kesan Akbar

Tengku Djan pun berhasil merebut podium 1, sementara Akbar di podium ke-2. Bisa dibilang inilah moment paling bersejarah dan tidak akan pernah dilupakan selama karir balapnyadi dunia drift dari tahun 2009. Dimana ini adalah podium paling pertamanya di event internasional atau luar negeri (Malaysia) yang di ikuti oleh pro drifter Internasional (Jepang, Malaysia, Australia, Pakistan, Kuwait, Brazil, Thailand, dan Hongkong. Benar-benar unforgettable podium bagi drifter beusia 30 tahun ini. Di  podium 1 ada Tengku Djan Ley dari Malaysia, dan  Hirohide Tanaka dari Jepang berada di podium ke-3. Sementara di National Pro Drift Championship 2017 atau kejurnas drifting Malaysia, Akbar berhasil naik ke atas podium ke-2 sekaligus mengamankan posisinya di urutan 1 dalam pengumpulan total point selama 2 seri ini, yaitu 143.

See you again Malaysia….

HGMP : AKBAR RAIS – FROM BORROWED CAR TO 2ND PODIUM OF KING OF NATIONS MALAYSIA

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!