HONDA PEKANBARU JAKARTA RACING TEAM : THE 1ST GEAR

358

Jakarta Racing berhasil meraih hasil yang sangat memuaskan di seri 1 Indonesia Sentul Series Of Motorsport atau ISSOM pada tanggal 23-25 Maret 2018 yang lalu. Dimana team yang bermarkas di kota Jakarta ini berhasil merebut 3 podium dengan 4 pembalapnya yang semuanya bertarung dengan menggunakan Honda Jazz GK5

Untuk musim balap 2018 ini, Jakarta Racing menurunkan 4 buah Honda Jazz GK5 dengan 2 GK5 facelift, dan 2 GK5 lama yang sudah difacelift dengan tampilan all new Honda Jazz GK5. Dimana GK5 face lift ini dilebur dengan livery baru berupa perpaduan antara warna merah putih dan hitam, lengkap dengan sticker sponsor baru mereka. Yaitu Honda SM Amin – Pekanbaru, Advanina.Group, H.Drive Racing Product, Revmax, Millers Oils, dan Dixcel

Race suit mereka juga baru untuk musim balap 2018 ini dengan di dominasi warna merah

Lengkap dengan sponsor di race suit mereka

Jika pada seri terakhir musim balap 2017 yang lalu hanya sekedar pemanasan saja, maka pada musim balap 2018 dragster asal kota Pekanbaru inipun banting stir dari dunia drag race ke balap touring dengan menjadi sponsor utama team Jakarta Racing yang berubah menjadi Honda Pekanbaru Jakarta Racing

Dengan formasi 4 pembalap Honda Pekanbaru Jakarta Racing yang terdiri dari Yulianto Adi, Stefen Teo, M. Noer, Avila Bahar, dan Nabil sebagai team manager. Mereka akan turun di 3 race, yaitu Honda Jazz Speed Challlenge, Indonesia Touring Car Championship (Kejurnas), dan Indonesia Touring Car 1600 Max (Kejurnas)

Namun sayang nya salah satu pembalap mereka, yaitu M. Noer atau H. Machfud tidak dapat mengikuti race day karena mengalami insiden  di R1 sewaktu melakukan QTT yang berlangsung di bawah guyuran hujan. Yang berakibat Honda Jazz nya menghantam tembok pembatas R1 dan tidak dapat melanjutkan ke QTT dan Race. “ sekitar 180 meter sebelum R1 saya mengerem lalu downshift, mendadak mobil kehilangan traksi lalu menghantam tembol pembatas dalam R1, kebetulan posisi saya di bagian tengah track, jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa ketika mobil sudah mulai sliding” terang H. Machfud

Yang berarti hanya ada 1 pembalap dari Honda Pekanbaru Jakarta Racing saja yang bisa mengikuti race di Honda Jazz Speed Challenge dan Indonesia Touring Car Championship (Kejurnas), yaitu Avila Bahar.

Kids jaman now or pembalap jaman now. Lambai-lambai dulu ke fans clubnya

Avila yang masih duduk dibangku kelas 1 SMA ini memang sedang dipersiapkan untuk meneruskan legacy keluarga besar Bahar (alm. Aswin Bahar), melalui sang ayah yang merupakan pembalap dari Honda Racing Indonesia, yaitu Alvin Bahar. Jadi tak ayal kalo generasi ketiga dari keluarga Bahar ini sedang dipersiapkan tahun 2020 sudah bisa naik kelas di master class.

Mengawali race di balapan one make race Honda Jazz Speed Challenge pada grid ke- , Avila yang bertarung di kelas rising star ini berhasil menyelesaikan 10 lap nya dengan finish di posisi ke-9 (overall) dengan best timenya 1:57.785

Yang membawanya finish ke-3 di kelas rising star, dimana dia berhasil merebut podium ke-3 di kelasnya.

Sementara ada pemandangan yang unik bin langka terjadi di Sentul International Circuit pada race kali itu, dimana dari 15 peserta Indonesia Touring car Championship (Kejurnas) yang start dari grid hanya berjumlah 2 peserta yaitu Avila dan satu lagi Honda Brio 1200.

Dimana Avila berhasil menduduki grid ke-5 dengan best timenya 1:57.167. Sementara  6 pesaingnya memulai start dari dalam pit, yang mana hal ini memberikan kesempatan Avila untuk meninggalkan sejauh mungkin 6 pesaing yang sebagian merupakan pembalap dengan embel-embel Master Class di HJSC.

Begitu lampu start padam. Avila yang start hanya ber-2 saja dari grid, langsung tancap gas mencoba meninggalkan sebanyak 6 peserta ITCC 1500 Kejurnas yang start dari dalam pit  sejauh mungkin

Namun sayangnya ketika sudah meninggalkan 6 pesaingnya jauh di depan, nasib sial pun mendatangi Avila. Dimana sedang enak-enaknya memimpin jauh didepan, mendadak safety car masuk yang akhirnya membuat gap antara Avila dengan rombongan atau posisi ke-2, yaitu Fitra Eri dan kawan-kawan menjadi rapat kembali. Yang akhirnya posisi Avila, direbut oleh Fitra Eri

Lap demi lap pun berjalan hingga akhirnya tibalah di lap ke-12 dimana Avila tak mampu membendung serangan dari pembalap di belakangnya, hingga memaksanya untuk finish di posisi ke-5 atau turun 4 peringkat. Avila pun finish di posisi ke-5 (overall), dengan best timenya 1:57.299. Podium 1 yang seharusnya di depan mata..hilang karena safety car.

Indonesia Touring Car 1600 Max (Kejurnas) pun akan dimulai, Honda Pekanbaru Jakarta Racing Team pun mulai bersiap-siap untuk segera memulai race

Stefen Teo pun akan memulai karir balap touringnya untuk musim balap 2018 ini bersama Honda Pekanbaru Jakarta Racing Team selama 7 seri kedepan. Dimana dragster dari team Steve Garage Pekanbaru ini sudah melakukan shakedown pada seri terakhir ISSOM 2017 yang lalu.

Dimana pada seri terakhir ISSOM 2017, dragster sekaligus mekanik ini memulai debutnya di Japan Super Touring Championship dengan Honda Jazz GK5 dengan berhasil finish di posisi ke-12 (overall), dan ke-5 di kelas JSTC 3

Stefen tidak akan sendirian bertarung di ITCC 1600 Max (Kejurnas), karena ada Yulianto Adi yang akan menemaninya kelas neraka yang dimana di dominasi oleh tim pabrikan sekelas Toyota dan Honda.

Apalagi Honda Jazz GK5 nya sudah mengalami upgrade dalam hal performance engine supaya bisa bisa bertarung dengan team pabrikan yang mendominasi barisan depan ITCC 1600 Max (Kejurnas)

He’s ready for dogfight

Dragster yang dulunya mempiloti EG6 All Motor bernama The Baby ini akan memulai start dari grid ke-10 dengan best timenya 2:04.475 yang dicetaknya sewaktu hujan mengguyur Sentul saat QTT.

“Ngeri-ngeri sedap, main aman ajalah pas QTT. Meskupun seru tapi ya harus hati-hati karena QTT bukan race day, jadi ya eman-eman kalo ada apa-apa” terang Stefen Teo mengenai pengalamannya QTT sewaktu hujan deras.

Sementara Yulianto Hadi memulai start dari grid ke-5 (1:59.266) yang dimana 4 grid di depannya adalah pembalap dari team pabrikan. Yaitu Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia di posisi grid ke-4, sementara grid ke-3 hingga 1 di kuasai  oleh Toyota Team Indonesia.

“Saya sendiri masih harus adaptasi dengan mobil baru saya ini, terlebih lagi mobil saya memakai VP Murni, jadi ya jarang latihan nya. Efeknya ya waktu pas QTT hujan deras, saya yang baru mengenal mobil, harus berjuang tanpa ABS. Hasilnya ya lumayan bisa posisi ke-5 dibelakang team pabrikan” terang Yulianto Adi mengenai hasil QTT nya sewaktu hujan deras.

Benar saja selepas lampu start padam, ke-5 mobil ini langsung melepaskan atau menjauh dari rombongan belakang hingga membentuk rombongan atau barisan depan sendiri.  Dog fight sepanjang lap awal pun terjadi antara para pembalap dari team pabrikan, termasuk juga Yulianto Adi. Yulianto Adi yang awalnya  berada di posisi ke-4 berhasil naik 1 peringkat di posisi ke-3. Dimana juga salah satu pembalap TTI yaitu Haridarma Manopo yang memimpin race D.N.F pada lap 1.

Diapun berhasil merebut posisi ke-3 dari tangan pembalap Toyota Team Indonesia, Alinka Hardianti yang melorot ke posisi ke-4.

Namun bukan namanya Alinka yang notabene dari team pabrikan akan memberikan begitu saja atau cuma-Cuma  posisi nya kepada Adi, Alinka kembali berusaha merebut posisinya yang diambil Adi dari segala posisi sepanjang lap awal hingga pertengahan. Adi pun terlibat dogfight dengan Alinka yang tetep ngotot menginginkan posisinya kembali.Just for your info guys, dari rombongan terdepan yang disi oleh team pabrikan dengan level pembalapnya yang berelevel Master Class, Adi merupakan the one and only pembalap yang berstatus rising star class.

Namun sayangnya pada lap-lap akhir Alinka pun berhasil merebut posisi ke-3, setelah Alvin Bahar out dari race atau D.N.F pada lap ke-11.

Akhirnya setelah balapan sebanyak 12 lap, Adi pun berhasil finish di posisi ke-3 overall, dan 1 di kelas rising star dengan best timenya 1:53.414

Sementara rekan satu teamnya Stefen Teo terpaksa harus memulai musim balap nya di tahun 2018 ini dengan perjuangan extra keras. Stefen yang start dari grid ke-10, berhasil di lewati oleh M. Arya Raffi yang mempiloti Honda Brio 1600. Pembalap asal kota Pekanbaru itu pun tak mau menyerah begitu saja diapun terlibat dog fight dengan M. Arya

Tak hanya dari depan saja saja dia harus berdog fight ria, namun dari belakang dia juga mendapat serangan atau tekanan dari Abraham Franklin.

Alhasil Stefen pun terjepit diantara 2 pembalap ini, dimana dia beberapa kali berhasil disalip oleh Abraham, namun beberapa saat kemudian Stefen pun berhasil merebut kembali posisinya dari tangan Abraham, yaitu posisi ke-3 di kelas ITCC 1600 Max Promotion

Dan ahirnya setelah balapan sepanjang47,58 km atau 12 lap Stefen pun berhasil mempertahankan poisisinya dari tangan Abraham dan finish di posisi ke-7, atau ke-3 di kelas promotion dengan best timenya 1:59.406

M. Machfud (kanan) yang tidak bisa mengikuti race day pun hanya bisa menyaksikan seluruh teamnya bertarung di lintasan dari luar sirkuit.

Setelah finish pun saya kembali ke pit Honda Pekanbaru Jakarta Racing dan melihat langsung 2 ekspresi pembalapnya yang sama-sama bisa finish, sama-sama bisa selamat dari dogfight, dan sama sama naik podium, namun beda ekspresi.  Hal yang pertama dilakukan oleh Stefen Teoadalah mengabari istrinya kalo balapan sudah selesai, finish dengan selamat, dan dapat podium

Lain Stefen lain pula Yulianto Adi, ekpresinya pun lebih mirip orang kelelahan. Maklum dia barusana saja mengalami suatu kejadian yang mungkin menjadi the greatest battle sepanjang karir balapnya, yaitu berada di barisan group neraka bersama team pabrikan, dog fight lagi. “Kendor, karena saya ga nyangka kalo om Alvin bakal D.N.F pada lap-lap akhir. Sementara Alinka sendiri sudah nyodok-nyodok terus dari belakang, daripada gontok-gontokan sama Alonka mending suruh lewat dulu, soalnya beda kelas dengan dia. Ga lucu juga kalo sampe out, soalnya uda P1 di kelas rising star. Disamping itu ya saya ngeman atau ngemat mesin.

“Ya mudah-mudahan seri ke-2 nanti bisa lebih maksimal. Solanya saya baru pegang mobilnya pas waktu latihan resmi doing, sebelumnya ya belum pernah. Jadi ya belum kenalan sama mobilnya. Tak kenal ta sayang.hehehe” “ kata Yulianto Adi ketika ditanya perihal  kendornya dia di lap-lap pertengahan.

Walaupun finish ke-3 (overall), namun pengusaha muda ini berhasil merebut podium 1 ITCC 1600 Max di keas rising star dengan best time nya 1:53.414. Sementara di posisi ke-2 ada Hendra Bonank dan Timo Deni Boy.

“Dengan posisi mesin STD ya lumayan lah, pengalaman baru juga. Kan baru 2 kali maen ISSOM. Tapi saya senang bisa ikut menyumbang podium dan memberikan yang terbaik untuk team

Dibandingkan balap drag race, balap touring lebih bisa nikmatin mobil, soalnya 3 hari gas pol dan seru banget” kesan Stefen Teo setelah naik ke podium ke-3 ITCC 1600 Max Promotion class.

Sampai berjumpa  lagi di ISSOM rd.2 bersama Honda Pekanbaru Jakarta Racing Team. Later

TEAM JAKARTA RACING : PUSHING HARD IN ISSOM RD.1 2017

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!