OIL & DRIVE GARAGE TEAM : THE NEW KIDS ON THE BLOCK

Balap touring nasional ISSOM atau Indonesia Sentul Series Of Motorsport menjadi magnet bagi beberapa team dan pembalap baru untuk ikut bertarung di lintasan sepanjang 4,12 km ini. Salah satu pendatang baru adalah Oil & Drive Garage dengan 2 orang pembalap yang masih berstatus freshman alias new kids on the block.  Walaupun pendatang baru, 2 pembalap mereka berhasil merebut 2 podium di masing-masing race Euro 2000 dan Euro 3000 pada ISSOM seri 1 yang lalu.

Oil & Drive Garage pada debut perdananya di musim balap 2018 ini menurunkan 2 buah mobil untuk bertarung di European Touring Car Championship, yaitu BMW E30 pada Euro 2000 Novice Class, dan BMW E36 pada Euro 3000 Novice Class

Untuk BMW E30 yang basicnya adalah 4 door sedan ini di convert menjadi coupe  dengan body bagian eksteriornya yang sudah di lengkapi dengan aero kit berupa wide body body atau over vender dan juga front splitter serta rear diffuser. Uniknya body E30 ini dibuat menjadi semi tubular dengan dudukan kaki-kaki yang dicomot dari BMW E36 supaya ISC Coilover bisa masuk dengan sempurna. Mesinnya sendiri masih standar, yaitu mesin BMW m52b20. “ Pengerjaan mobil ini seperti bangun candi, yaitu 2 minggu saja. Pengerjaan paling susah adalah mengawinkan kaki-kaki E36 dengan E30, terutama membuat dudukan baru dari tubular. Mesin dan lain-lain masih saya biarkan standar supaya Yonny Budiman bisa merasakan mobil dari basic terlebih dahulu “ terang Bimo sang mekanik dari Oil & Drive Garage. Kalo dilihat sekilas, E30 ini tampangnya mirip dengan E30 nya Piper Motorsport yang di jejali mesin V10 S85

Yang lebih amazing lagi sang yaitu driver Yonny Budiman baru merasakan mobilnya pada waktu QTT atau kualifikasi Euro 2000 yang dilangsungkan pada hari Sabtu dimana hujan deras mengguyur Sentul International Circuit.  Walaupun masih terkendala dengan masalah jok mobil yang terlalu rendah, adaptasi mobil, dan hujan yang cukup deras. Pembalap baru inipun berhasil melakukan QTT dengan mencetak best time 2.37.418 yang membawanya pada grid ke-15 pada race day esok

“ Saya baru pertama kali merasakan mobil ini pada saat QTT, apalagi hujan deras. Jadi ya saya masih meraba-raba mencari racing line dan tempat rem saya yang pas. Posisi duduk saya juga masih kurang pas, alias kependekan, jadi ya terpaksa harus disumpal pakai selimut dulu. Hehe “ terang Yonny Budiman yang merupakan owner dari PO Bus Budiman yang bermarkas di kota Tasikmalaya, Jawa Barat

Haji Yonny yang sebelumnya turun di ajang drag race dengan VW Kodoknya, kali ini dibantu oleh Bimo yang merupakan mantan dragster Jawa Pos racing Team (2000an) yang saat ini menjadi mekaniknya, mencoba untuk bertarung di dunia balap touring pada musim balap 2018 ini

Pembalap asal kota Tasikmalaya ini langsung bergegas meninggalkan pit nya untuk segera masuk ke dalam garis start dengan BMW E30 nya.

Yonny pun menempati grid ke-15 nya di ETCC Euro 2000 dimana sehari sebelumnya pada saat QTT yang diguyur hujan lebat dia berhasil mencetak best time 2:37.418

Sebagai pendatang baru atau new kid on the blocks, pengusaha bis ini mendapatkan kunjungan di grid oleh salah satu founder European Touring Car Championship, yaitu Ahmad  Sadewa yang datang dan memberikan semangat kepada Fonny untuk jangan menyerah dan tidak kalah dengan para pembalap lama lainnya.

Para mekanik pun sudah meninggalkan Yonny Seorang diri digrid bernomor 15 itu.

Kini hanya dia dan BMW E30 nya yang akan menunggu lampu start dipadamnkan dan memulai debut perdanannya di balap touring Euro 2000 Novice Class

Lepas lampu start padam, Yonny pun langsung tancap gas meninggalkan grid ke-15 nya dan bersaing dengan sebanyak 16 peserta Euro 2000 lainnya.  Di lap-lap awal pengusaha bis Budiman ini mendapatkan serangan dari Denny Rommel yang merupakan pembalap dari Pro ClassPosisi Yonny pun perlahan-lahan mulai naik, hingga berada di posisi ke-13. Dimana dia berhasil berhasil naik 2 peringkat dari posisi awalnya yaitu 15

Bimo yang bertugas sebagai mekanik dari Yonny memberikan sebuah mobil yang bisa dibilang basic atau standart. Yang diganti hanyalah coilovernya, sementara mesin, ecu, dan braking systemnya semuanya masih standart kecuali kampas kopling atau brake pad.

Maksudnya agar penggemar VW ini mampu merasakan mobil dari basic atau standart sampai benar-benar katam atau hafal, lalu baru kemudian mulai diupgrade atau dinaikkan spec atau performancenya mengikuti skillnya yang juga mulai naik

Hasilnya, best time Yonny pun naik dari yang hanya 2:37.418 menjadi 2:06.054, atau lebih cepat sekitar 31 detik daripada catatan waktu QTT nya. Yonny pun akhirnya finish di posisi ke-13 (overall)

Dimana dia berhasil finish ke-2 di kelasnya, dan berhasil merebut podium ke-2 di kelas Novice.

Dari Yonny yang berhasil merebut podium ke-2 ni Euro 2000 Novice class, kita beralih ke Euro 3000 dimana ada Alexander Joshua Hikmat akan mewakili Oil & Drive Garage di kelas Novice bersama BMW E36 nya yang juga terhitung masih standart. Dimana lagi-lagi Bimo hanya memberikan modal berupa mesin m52b25 atau 2.5 Lt beserta ECU standar dan ISC Coilover.

Tapi walaupun bermodal mobil yang bisa dibilang standar, namun Alexander tetap semangat untuk bersaing di race yang bisa dibilang race yang dipenuhi dengan high spec european race car, khususnya BMW. So walaupun dia menggunakan mobil standar, namun mood booster dari teman-temannya lah yang membuatnya serasa balapan dengan mobil BMW E36 M3.

So walaupun bermodal mesin standart dan coilover, anggota club mobil SpeedLoverz Jakarta ini berhasil bercokol di grid ke-15 pada race day. Grid ke-15 ini didapatkannya pada saat QTT atau kualifikasi pada sehari sebelumnya, dimana  Alex berhasil mencetak best time 1:57.431

“Ini adalah debut perdana saya di balap resmi touring. Sebelumnya saya hanya  sering ikut event track day yang diadakan oleh brand mobil. Latihan pun hanya seminggu sebelum race, karena banyak kendala dengan mobil saya ini

Ya lumayan seneng bisa berada di posisi atau grid ke-15 dari 26 peserta, karena waktu timing di saat QTT cukup memuaskan dengan kondisi menggunakan mesin cadangan” terang Alexander ketika ditanyakan mengenai debut perdananya di balap touring dan keberhasilannya berada di grid ke-15

And he’s ready to rumble in Euro 3000

Alex yang start dari grid ke-15 benar-benar mendapatkan tekanan dari para pembalap yang berada di belakangnya yang mengincar posisinya. Dimana dibelaknganya banyak terdapat pembalap mulai dari kelas Novice, promotion, rising master, master dan pro dengan spec mobil diatasnya.

Dimana di kelasnya dia berada di posisi ke-3 dari 5 pembalap yang bertarung di kelas Novice Euro 3000. Alex pun mulai berani mengajak pembalap didepannya untuk dog fight atau menempel ketat Deo Popong yang merupakan pembalap Master Class dengan Mercedes Benz E190 Evolutionnya yang sebelumnya berhasil mendahului Alex.

Perlahan-lahan Alex pun mendapatkan feeling dari race day dan juga semakin percaya diri dari lap demi lap yang dia lalui. Lap timenya pun bermain diangka 1:57 – 1:58

Sampai akhirnya pada lap ke-9, dia berhasil mempertajam waktunya dari 1:57 menjadi 1:56.555 atau naik kurang lebih 2 detik dari hasil QTT nya kemaren yaitu 1:57.431

Akhirnya setelah melahap race sebanyak 12 lap, Alex pun berhasil finish diposisi ke-14 atau naik 1 peringkat dari posisi semulanya yang berada di grid ke-15. Sementara di kelasnya, Alex berhasil finish di posisi ke-4.

“Walaupun saya start dari grid ke-15,namun saya tidak terlalu bernafsu untuk terus maju ke depan. Saya menerapkan strategi yaitu fokus pada lawan satu kelas dan mempertahan posisi saya mengingat keterbatasan mobil saya.

Walaupun mobil saya terhitung standar, namun saya mencoba memanfaatkan potensial dari mobil saya, seperti late braking. Karena menurut saya balapan harus ada unsur keberaniannya, dimana pembalap lain tidak berani, disitu kita mensiasatinya” terang Alex sesuai race. Hasilnya, diapun berhasil merebut podium ke-4 di kelas Novice pada debut perdananya di balap touring.

Dan akhirnya perjuangan team baru ini membuahkan hasil bagi ke-2 pembalapnya pada debut perdana mereka di balap touring nasional. Dimana Yonny Budiman berhasil merebut podium ke-2 Euro 2000 Novice class, dan Alexander Joshua Hikmat memperoleh podium ke-4 di Euro 3000 Novice class. Hasil yang cukup memuaskan bagi team dengan persiapan yang mendadak dangdut, moda mobil seadanya, dan tentu saja 2 pembalap baru yang notabene freshman alias new kids on the block.

Yang pasti team baru ini akan kembali lagi bertarung di seri ke-2 ISSOM yang digelar pada akhir bulan April 2018 dengan persiapan yang lebih matang lagi. Dimana Alex dan Yonny akan kembali berusaha untuk merebut kembali podium kemenangan mereka di debut perdana mereka di balap touring ISSOM . See ya on round 2 guys….

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!