BANK BJB B16 AP SPEED : THE HONDA BOYS IS BACK!

287

Pasukan Honda Boys Bank BJB B16 AP Speed kembali lagi ke lintasan balap touring dari gelaran ISSOM atau Indonesia Sentul Series Of Motorsport yang digelar pada tanggal 23-25 Maret 2018 yang lalu Dan hasilnya, pasukan Honda Boys ini berhasil merebut 10 piala atau podium di seri perdana musim balap 2018 ini.

Tahun baru..musim balap baru..itu berarti mobil balap baru bagi team yang bermarkas di daerah Cipinang Muara, Jakarta Timur ini. Terhitung ada sekitar 3 toy machine  baru AP Speed yang akan memulai debut perdananya di musim balap 2018 ini. Yaitu Honda Civic Wonder SB3, Honda Civic Nouva EF9, dan Hond Brio

Jadi bisa dibilang team Bank BJB B16 AP Speed ini menjadi tim spesialis mobil pabrikan Honda, terutama pada varian Honda Civic mulai dari generasi ke-4 hingga ke-6 (SB3,EF9,dan EG6), Ya bisa dikatakan seperti Spoon Sport atau JS Racing nya Indonesia

Dimana 2 mobil balap baru AP Speed berupa Honda Brio dan Honda Civic Wonder SB3 akan di piloti oleh Rio R. Bramantio yang akan digunakannya untuk bertarung di Honda Brio Speed Challenge, Indonesia Touring Car Championship 1200, dan Indonesia Retro Race.

Sementara sang adik, Rian Risky , akan kembali bertarung di Japan Super Touring Championship dan Super Touring Car 1600 dengan mobil yang sama digunakannya pada musim balap 2017 yang lalu. Dimana EG6 nya yang bernama Esbeye berhasil mengantarkannya merebut juara umum STC 1600 2017 dan juara umum JSTC 1A 2017. Rencananya, di musim balap 2018 ini Rian akan naik kelas ke STC 1 (2100 -3600) dengan EG6 “Tomahawk” yang merupakan bekas mobil balap drag race nya.

Dan untuk musim balap 2018 ini, kedua kakak beradik yang lebih terkenal dengan sebutan Rio Rian Racing ini mendapatkan beberapa sponsor baru seperti Ahmad Sahroni Center dan Motul, menemani sponsor lama mereka seperti sponsor utama Bank BJB, Gas Motorcycle, Triumph, Rumah Keikara, Keikira, dan Perfourm.com

Dengan menurunkan sebanyak 9 mobil dengan 7 pembalap, tim balap yang bermarkas di Cipinang Muara Jakarta Timur ini bertarung mulai dari Japan Super Touring Championship, Honda Jazz Speed Challenge, Honda Brio Speed Challenge, Indonesia Touring Car Championship, Super Touring Car, Super Car Championship, hingga Indonesia Retro Race. Dimana dari 7 pembalap yang bertarung di ISSOM, terdapat 2 pembalap lama AP Speed yang comeback lagi ke medan pertempuran, yaitu Novinsyah Husain (dulu di HBSC), dan Iik Sudiro (Dulu di STC 1600). Sementara wajah lama seperti Rio R. Bramantio, Rian Risky, M. Herdy, Alfin Mulia Rahman, dan Iwan Sidharta masih melengkapi line up pembalap AP Speed.

Well, dari yang awalnya hanya 1 mobil balap (Honda Jazz GK5) pada tahun 2015 yang lalu dengan 1 pit, kini menjelma menjadi 3 pit yang didalamnya terdapat sebanyak 9 mobil. Itu saja masih ada sekitar 3 mobil yang belum turun. Lama-lama team ini sudah seperti di jaman keemasan Drag race dimana mereka membuak pit hingga 3 dan turun dengan sekitar 10 mobil.

Dimulai pada race yang pertama, yaitu Japan Super Touring Championship. Dimana  Rian Risky yang tampil dengan EG6 dengan livery barunya memulai start dari grid ke-9 (1:54.308)

Sementara sang kakak, yaitu Rio R. Bramantio memulai start nya dari grid ke-15 (2:00.084).

Dan akhirnya M. Herdy berhasil merebut P1 atau Pole Position pada awal musim balap  2018 dengan best timenya 1:48.162. Dimana dia dibayangi oleh Amandio dari ABM Racing Team yang berada di posisi ke-2

Mungkin ini adalah kesekian kalinya pembalap asal kota Cianjur ini menguasai pole position atau P1 di JSTC, mengingat pada musim balap tahun lalu Herdy bisa dibilang sebagai si undisputed champion  di open class JSTC.

Tampaknya M . Herdy akan menjalani musim balap 2018 dengan ngeri-ngeri sedap mode : on. Karena adaseorang drifter yang ikut bertarung di JSTC, yaitu Amandio yang menempel ketat  atau dog fight dengan Herdy dari awal race hingga akhir race yang akhirnya berhasil merebut posisi terdepan dari pembalap asal kota Cianjur ini

Herdy pun harus puas finish ke-2 di belakang pembalap dari tim ABM Motorsport tersebut, dan naik ke podium ke-2 di kelas JSTC 1B dengan best timenya 1:45.943. Dog fight ke-2 pembalap ini pun benar-benar membuat seluruh pengunjung ISSOM berdecak kagum akan skill ke-2 pembalap tersebut.

Sementara Rian Risky yang start dari grid ke-9 berhasil maju kedepan, melewati  Hendra Wijanarko yang memburu kembali posisi nya yang diambil oleh Rian. Sementara Rian sendiri sedang dalam hot pursuit mengejar Alvito yang berada di depannya.

Namun sayangnya Hendra Widjanarko pun berhasi kembali melewati Rian, dan membuat Rian melorot dari posisinya. Arek Suroboyo ini terpaksa turun 4 peringkat dan finish di posisi ke-12 (overall) dan ke-3 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:52.586.

Sementara sang kakak, yaitu Rio R. Bramantio yang start dari grid ke-15,  berhasil naik 1 peringkat setelah berhasil menyalip pendatang baru di JSTC yaitu Angling Kusuma dan merebut posisi ke-14 dari tangan pembalap yang menggunakan Honda Civic EF9

Dari posisi ke-14, Rio pun naik lagi 1 peringkat ke posisi ke-13. Dimana dia berhasil merebut posisi tersebut dari tangan pembalap senior Chandra Alim. Rio pun akhirnya finish di belakang sang adik atau di posisi ke-13 (overall), atau pertama di kelas JSTC 2B, dan mencetak best time 1:50.593 setelah memulai start dari grid ke-15 (2:00.084)

Novinsyah yang dulunya bertarung di Honda Brio Speed Challenge 1200, kali ini bertarung di Japan Super Touring Car dengan menggunakan Honda Civic Nouva EF bermesin B18 Turbo. Memulai race dari grid ke-18 (2:04.876), Novin pun hanya mampu naik 1 peringkat dan finish di posisi ke-17 (overall). Namun walaupun finish ke-17, Novin berhasil finish atau naik podium ke-2 di kelas JSTC 2B dengan best timenya 1:59.438. Di Super Car Championship, Novin hanya mampu finish di posisi ke-13, setelah memulai start dari grid ke-18

Alfin Mulia Rahman yang memulai start dari grid ke-16 (2:02.505), terpaksa harus D.N.F atau Did Not Finish setelah out dari race pada lap ke-2 akibat kerusakan pada mesin B16 nya. Sebelum out, Alfin berhasil mencetak best time 1:55.277. Akibat kerusakan pada mesinnya tersebut, Alfin pun terpaksa tidak bisa start di race Super Touring Car 1600.

Di kelas JSTC 1A (1600cc N/A), Rian Risky dari Bank BJB B16 AP Speed (EG6)  berada di podium ke-3 dengan best timenya 1:52.586. Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage (Civic Nouva) berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:49.544. Sementara di podium ke-2 nya berhasil diraih oleh Hendra Widjanarko dari tim Speedy Motorsport (EG6) dengan best timenya 1:51.112.

Di kelas JSTC 2B 2000cc force induction), Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Civic Estilo (EG6) berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:50.593. Dan di podium ke-2 ada rekan satu teamnya, yaitu Novinsyah dengan Honda Civic Nouva EF9 yang mencetak best time 1:59.438

Di kelas JSTC 1B ( 2000cc N/A) M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed (EG6) kembali lagi ke podium 1 nya dengan best timenya 1:45.943. Di podium ke-2 ada Avan Abdullah dari tim Bank BJB Delta Garage (EG6) dengan best timenya 1:46.559. Dan akhirnya di podium ke-3 JSTC 1B ada Ricky Karyanata Dianto  R Speed Racing Team dengan Honda Civic FD2R yang berhasil mencetak best time 1:48.230

Dan akhirnya di kelas paling atas JSTC atau JSTC 3 (2100 keatas, force induction), yang bisa dibilang kelas FFA atau Free For All, ada Emmanuel Amandio dari  ABM Racing  Team yang berhasil merebut podium 1 dengan Nissan Silvia S14 yang mencetak best time 1:45.988. Di podium ke-2 nya ada Wahyu Kumoro atau Mimo dari tim Garden Speed dengan Nissan Cefiro A31 nya yang berhasil mencetak best time 1:48.273. Dan akhirnya  Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Estilo nya, berada di podium ke-3 yang mencetak best time 1:50.593.

Waktunya Rio untuk mencoba mainan barunya di lintasan balap, yaitu Honda Brio nya yang turun di Honda Brio Speed Challenge. Dimana dia akan memulai start dari grid ke-8 di HBSC atau ke-27 overall

Setelah sekitar 2 tahun bertarung di balapan one make race Honda Jazz Speed Challenge dengan hanya beberapa podium saja, Rio pun akhirnya memutuskan di tahun 2018 ini bertarung di Honda Brio Speed Challenge di rookie class

Sementara Iwan Sidharta berada dari grid ke-3 (2:19.039). Arek Suroboyo yang pada musim balap 2017 yang lalu berhasil memborong banyak pernghargaan dari Honda Brio Speed Challenge

Dokter spesialis bedah ini juga berhasil merampungkan debut perdananya di balap touring dengan hasil yang sangat mengesankan. Mulai balap pada musim balap 2017 ini di Honda Brio Speed Challenge, dia langsung menutup musim balap HBSC dengan 4 gelar di tangannya. Yaitu Juara umum ke-3 HBSC 2017, Most Improved Position, Most Improved Lap Time, dan akhirnya yang paling membanggakan Rookie of The Year HBSC 2017.

Iwan pun langsung memburu 2 pembalap yang berada di depannya . Namun sayangnya Iwan Sidharta yang memulai start dari grid ke-3 (2:19.039). Terpaksa harus out dari race pada lap ke-8 akibat bannya goyang yang memaksanya masuk ke dalam pit

Sementara di Indonesia Touring Car Championship atau ITCC 1200, Iwan yang  memulai start dari grid ke-8 (overall), atau ke-2 (2:02620) di kelas ITCC 1200, terpaksa harus turun 1 peringkat ke posisi ke-3.

Dokter spesialis bedah asal Suroboyo ini pun harus puas finish dan naik ke podium ke-3 di kelas ITCC 1200 dengan best timenya 2:03.311

Sementara rekan satu teamnya Rio R. Bramantio yang pada musim balap 2018 ini memulai debutnya di HBSC  terpaksa harus out dari race pada lap ke-7 akibat kerusakan pada mobilnya. Sebelum out, Rio pun berhasil mencetak waktu 2:04.953.

Bertarung juga di Indonesia Touring Car Championship (Kejurnas), Rio yang start dari grid ke-12 (2:03.519), terpaksa harus meladeni dogfight dengan Reyno Y Romein yang berada di posisi ke-12.

Beberapa lap awal hingga pertengahan dihabiskan Rio untuk mencoba mencari celah untuk mendahului Reyno. Dimana ke-2 pembalap ini terpisah cukup jauh dari rombongan terdepan.

Akhirnya Rio pun berhasil memenangkan dog fightnya bersama Reyno, dan menempati posisi ke-11. Arek Suroboyo ini pun harus puas naik hanya 1 peringkat atau finish di posisi ke-11 (overall), dan ke-4 di ITCC 1200 dengan best timenya 2:04.455

Hasil yang kurang memuaskan bagi Rio di tahun pertamanya balap dengan Honda Brio, mengingat dari 2 tahun kemaren dia race dengan Honda Jazz GK5 nya hanya berhasil naik podium di awal musim saja.

Masuk ke race STC 2 (1600 –Retro) & SCC dimana keresahan melanda pit AP Speed, di saat EG6 milik Rian yang hendak dinyalakan mesinnya untuk keluar menuju pit 0, tidak mau menyala.

Rian pun hanya bisa pasrah menantikan Daddy atau pak Apre dan crew AP Speed mencoba memperbaiki mobilnya yang mengalami masalah pada pengapian atau kelistrikannya. Marshall yang bertugas di pintu luar pit lane sudah memberikan tanda bahwa 1 menit lagi pintu keluar akan dibuka, yang berarti kalo sudah di close maka Rian akan memulai startnya dari pit

Daddy atau Pak Apre pun bekerja keras dan cepat memperbaiki masalah kelistrikannya dengan sigap mengganti delco atau distributornya dengan distributor cadangan agar Rian bisa tetap race walaupun terpaksa harus start dari dalam pit.

Pintu pit pun sudah dibuka, Rio yang aslinya start dari grid ke-15, terpaksa harus ikut bersama rombongan para pembalap yang telat masuk ke dalam lintasan untuk mengikuti warming up lap

Jika Rio sang kakak sudah melesat start dari dalam pit, maka sang adik atau Rian masih tertahan di dalam pit AP Speed sembari menanti mobilnya yang tak kunjung mau hidup, walaupun sudah berkali-kali di nyalakan.

Yang saya ingat, Rian sempat membawa mobilnya yang sudah bisa jalan menuju ke pit 0 untuk memasangkan transponder dan ingin masuk ke dalam lintasan. Namun sayangnya race sudah berlangsung sekitar diatas 3 lap, Rian pun akhirnya gagal turun atau D.N.S di STC 16000. Dimana dia hanya menyaksikan dari balik tembok pembatas S besar sang kakak yang sedang berburu maju ke depan barisan.

Rio yang start dari dalam pit langsung berusaha memburu dan menyalip satu-persatu pembalap yang berada di depannya dengan EG6 bermesin B18 Turbo.

Akhirnya setelah perjuangan selama 9 lap dan start dari pit,  EG6 bernama Triumph ini mengantarkan  Rio merebut podium ke-2 di Super Car Championship (open class), dan podium ke-2 di kelas SCC B1 dengan best timenya 1:51.548

Sementara rekan satu teamnya, M. Herdy yang bertarung di STC 1600 dengan Honda Civic Nouva EF9  ini berhasil naik 4 peringkat dan finish di posisi ke-4 (overall), dan ke-2 STC 1600 setelah memulai start dari grid ke-8 (2:08.160). Herdy pun naik ke atas podium ke-2 STC 1600  dan ke-2 STC 2 (overall) dengan best timenya 1:53.085

Setelah absen sekitar 1 tahun dari ISSOM, Iik Sudiro akhirnya kembali lagi bersama Honda Civic EF nya yang bermesin B16 ini. Buricak Burinong ini pun memulai start dari grid ke-30 (2:28.146) (overall), dipaksa untuk bertarung di race STC 1 (2100-3600cc). Iik pun naik 1 peringkat ke posisi ke-29 (overall), atau ke-5 di kelas STC 2100 dengan best timenya 2:05.464

Dari ITCC 1200 dengan Honda Brio nya, Rio pun sekali lagi kembali masuk ke dalam lintasan balap bersama mobil barunya, yaitu Honda Civic Wonder SB3 yang diberi nama kaleng kerupuk. Dimana dia akan bertarung di race Indonesia Retro Race

Rio sendiri akan memulai debutnya di balap Indonesia Retro Race pada grid ke-5, dimana pada saat QTT dia berhasil membukukan waktu 1:55.990.

Yang uniknya, ini adalah race ke-5 Rio pada hari itu, atau dengan kata ini adalah ke-5 kalinya Rio masuk dan balapan di lintasan dalam satu hari dengan 3 mobil yang berbeda dan 5 race yang berbeda. Penggemar Mini Cooper ini benar-benar sudah seperti Energizer Bunny, dimana 5 dari 12 race ISSOM di ikuti semua oleh Rio.

Memulai race dari grid ke-5, dia pun harus bertarung dengan pembalap yang sebagian besar menggunakan mobil RWD atau Rear Wheel Drive (penggerak belakang), dimana dia merupakan the one and only pembalap yang menggunakan mobil Honda FWD (penggerak depan).  Rio pun dari awal mendapatkan tekanan atau serangan dari Apip Ginanjar yang memulai start pas dibelakang Rio atau di posisi ke-6

Dan selama lap-lap awal, Rio pun ditempel ketat oleh Apip yang menggunakan Toyota Corolla AE86 atau Hachiroku

Namun sayangnya ketika sedang hot-hotnya dog fight atau mempertahankan posisi dari serangan Apip Ginanjar dengan AE86nya. Wonder nya Rio pun mengalami masalah pada mesin B16 nya, yang  memaksanya harus out dari race.

Dengan berat hati Rio pun terpaksa harus kembali masuk ke dalam pit pada lap ke-6 dimana dia sedang on fire dog fight dengan Apip Ginanjar. Sebelum out Rio pun berhasil mencetak best time 1:57.335

Dalam 5 race yang Rio ikuti pada ISSOM seri 1 ini, 2 race berhasil menyumbangkan podium, yaitu JSTC dan SCC. Sementara Honda Brio Speed Challenge, ITCC 1200, dan Indonesia Retro Race, terpaksa puang dengan tangan hampa.

Dan hasilnya, pasukan Honda Boys ini berhasil merebut 10 piala atau podium di seri perdana musim balap 2018 ini.

Hasil yang cukup memuaskan meskipun beberapa mobil tampak mengalami kendala masalah teknis dan juga performancenya turun dari tahun talu. Mengingat Daddy atau Pa Apre, Oyod , beserta crew Ap Speednya harus menangani 9 mobil balap yang kejar tayang untuk balapan.

See you on round 2. Later…

BANK BJB B16 AP SPEED : TEN TROPHIES IN EARLY SEASON

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

 

Comments

comments!