JSTC : THE HEAT IS ON !

Japan Super Touring Car Championship atau JSTC akhirnya digelar kembali pada seri perdana ISSOM  (Indonesia Sentul Series Of Motorsport) yang memulai kick off season nya di musim balap 2018 ini pada tanggal 23-25 Maret 2018 yang lalu. Dimana Emmanuel Amandio dari tim ABM Racing Team dengan Nissan Silvia S14 nya berhasil menjadi yang tercepat dan merebut posisi 1 dari tangan M. Herdy (Bank BJB B16 AP Speed) dengan Honda Civic Estilo EG6 nya pada lap terakhir.

Agenda pertama dari JSTC pada seri pembuka musim balap 2018 ini adalah scrutineering yang dilakukan di paddock panitia JSTC yang terletak di area parking lot. Scrutineering ini untuk mengecek kelengkapan mobil mengenai masalah teknis dan keselamatan yang sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh JSTC

Ada sebuah pemandangan unik dan tak lazim di area belakang pit Sentul International Circuit, dimana terdapat 5 buah Honda Brio yang dipajang pada suatu tenda dengan banner Gazpoll Racing Team dan JSTC atau Japan Super Touring Championship bertengger di dalamnya. Ternyata ini adalah 5 buah Honda Brio untuk para juara umum di 5 kelas JSTC yang akan dibagikan pada seri terakhir JSTC 2018. Dan tentu saja menjadi salah satu hadiah terbesar atau termewah pada gelaran ISSOM 2018 ini.

Dari 17 pembalap atau peserta pada akhir musim balap 2017 yang lalu, kini melonjak menjadi 25 peserta atau pembalap yang mengisi lineup pembalap baru alias new kids on the block. Salah satunya adalah Akram dari Pro Drag Racing Team dengan Toyota Yaris “ Dulunya sekitar tahun 2012 yang lalu saya sempat turun di Super Touring. Trus saya sempat vacum dari dunia balap sekitar 6 tahunan. Pas liat ada kelas JSTC kayanya jauh lebih seru dari kelas lain. Ditambah lagi hadiah-hadiah nya yang menarik semua.hehe” terang Akram ketika ditanya alasannya ikut JSTC

“Ini mobil sebenarnya N/A (1.5 Lt), cuman pake NOS. Makanya dimasukin di kelas 2A. Hp nya ketika di dyno di KSnusa dapet 158 whp nos : On “ terang Akram mengenai spec mesinnya.

New kids on the block yang ke-2 adalah M. Harris Analeg dari MHRT atau Muhammad Harris Racing Team x Supernova ORD dengan Honda Civic EK atau Ferionya yang bisa dibilang salah seorang dragster yang banting stir ke balap touring.

Berbeda dengan para pembalap yang lainnya yang biasanya menggunakan mesin Honda dari B series hingga K series, Harris mengusung mesin yang lain sendiri yaitu F series yang berkapasitas 2.0 Lt.

Sementara untuk para pembalap lama di JSTC, mereka tampak lebih bersolek dengan toy machine nya berupa penampilan baru mobil mereka dengan livery yang terlihat lebih fresh dan racing banget.

Sontak saja hadiah berupa Honda Brio untuk masing-masing kelas (5 kelas) tersebut membuat jumlah peserta JSTC yang dari 17 pembalap (JSTC seri terakhir, November 2017), melonjak menjadi 25 pembalap di seri 1 tahun ini

Yang secara otomotis membuat sang promoter Ferry Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC dari Gazpoll Racing Team ini sumringah akan seri perdana JSTC di musim balap 2018 yang laris manis.

Belum lagi ada beberapa pembalap JSTC lama yang absen pada seri perdana ini ditambah beberapa calon pembalap yang sedang mempersiapkan mobil balapnya untuk ikut memperebutkan 1 unit Honda Brio dari tangan Ferry. JSTC benar-benar tahu cara membuat para pembalapnya “boost up” di awal musim balap ini

“Untuk musim balap 2018 ini kami menyediakan hadiah utama berupa Honda Brio di masing-masing kelas (5 kelas (5 kelas). Dimana syaratnya untuk hadiah mobil tersebut bisa keluar adalah minimal setiap kelas di JSTC di ikuti oleh sebanyak 6 pembalap. Selain hadiah yang di up grade dari motor ke mobil, JSTC akan lebih kompetitif, baik dari segi steward sama race director mau kita tekankan untuk awasi lomba dengan seksama. Dan saya merasa happy melihat ramainya peserta JSTC di seri 1 ini yang mencapai 25 peserta. Tapi saya happy bukan karena hanya peserta nya saja yang naik, tapi happy juga karena kualitas dan waktu peserta, serta fight peserta yang makin seru” terang Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC dari Gazpoll Racing Team akan seri perdana JSTC di musim balap 2018 ini.

“Hail for JSTC !” teriak H. Putra Rizky salah satu new kids on the block atau pendatang baru JSTC di musim balap 2018 ini

Bisa dibilang line up mobil pabrikan Jepang dalam Japan Super Touring Championship ini sudah hampir lengkap

Mulai dari Honda, Suzuki, Nissan, hingga Toyota sudah memenuhi grid start JSTC yang memasuki tahun ke-2 di tahun 2018 ini. Tinggal Mazda, Mitsubishi, dan Subaru saja belum tampil disini.

Dengan hampir semua pembalap menggunakan mobil bergenre Civic dari pabrikan Honda jepang, membuat grid start Sentul ini di penuhi suara raungan khas mesin B series dengan lengkingan khas Vtec nya.

The Boys are ready to rumble.

Buktinya dominasi mesin B series yang di cangkokkan pada mobil sekelas Honda Civic EG6 atau Estilo yang di piloti M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed masih kokoh dan tak tertandingi bercokol di posisi P1 pada seri pembuka musim balap 2018 ini. Sementara di belakangnya atau P2 ada Amandio dengan Nissan Silvia S14 nya. Dan P3 ada Avan Abdullah dengan EG6 nya. Dimana ke-3 top 3 ini mempunyai best time yang beti atau beda tipis  antara satu sama lainnya, yaitu 1:48. Ferry pun tampak senang melihat beberapa peserta baru dengan mobil baru mampu tampil sangat kompetitif di tahun ke-2 nya JSTC ini.

Sementara M. Herdy sendiri bisa dibilang agak ngeri-ngeri sedap ketika melihat spion kanan kiri dan belakangnya. Karena ke-2 pembalap yaitu Amandio dan Avan Abdullah sedang membidik singgasana yang lala dia tempati, yaitu P1.

Benar saja, semenjak lampu start dipadamkan, Amandio dan Avan tampak menempel secara dekat kemana saja Herdy pergi. Herdy pun tampak berusaha sekeras mungkin untuk melepaskan diri dari 2 pembalap ini.  Bahkan lap time mereka di lap 1 masih bermain diangka 1:47, yang berarti peta kekuatan ke-3 pembalap ini sama, kecuali Avan yang mencetak 1:48

Namun sayangnya dari lap 1 atau awal, satu demi satu pembalap JSTC mulai berguguran atau D.N.F (Did Not Finish) akibat masalah teknis pada mobil mereka masing-masing. Seperti M. Harris Analeg dari MHRT Supernova x ORD yang out di lap 1. Harris pun gagal di debut perdananya di JSTC

Keluarnya Harris dari medan pertempuran tak membuat para pembalap lain surut semangatnya, bahkan mereka tampak makin menggila mengejar para pembalap di depannya.

Alfin Mulia Rahman yang memulai start dari grid ke-16 (2:02.505), terpaksa harus D.N.F atau Did Not Finish setelah out dari race pada lap ke-2 akibat kerusakan pada mesin B16 nya. Sebelum out, Alfin berhasil mencetak best time 1:55.277

Nasib yang sama menimpa Alvitto Dwisaputro dari Pro Drag Racing Team yang terpaksa out dari race atau D.N.F pada lap ke-2 akibat masalah teknis pada mobilnya. Sebelum out dari race Alvitto sempat mencetak best time 1:50.042

Luckas Dwinanda yang start dari pit langsung tancap gas memburu kedepan 22 pembalap lainya. 2 pembalap pun berhasil di lewatinya di lap awal, yaitu Ogy Triwan dan Akram. Hingga akhirnya dia berhadapan dengan pembalap baru JSTC, yaitu Tugimin  dari Indonesian Performance dengan Mitsubishi Lancer Cedia yang berada di urutan ke-19

Namun sayangnya Tugimin out dari race pada lap ke-5 karena kerusakan pada mesinnya yang mengeluarkan asap putih dari exhaust systemnya. Sebelum out, Tugimin yang mempiloti Mitsubishi Lancer  Cedia sempat mencetak best time 1:59.465

Beberapa team balap besar atau legendaris seperti Sigma Speed pun akhirnya turun gunung untuk ikut memanaskan JSTC dengan monster Honda Jazz GE8 Turbo bertenaga 364.5 Hp (L15A engine) yang dipiloti oleh pembalap lama atau senior  Imim Brata. Dimana Imin Brata di debut perdananya di JSTC mampu membuat beberapa pembalap lama JSTC seperti Luckas Dwinanda dengan Superbrio Honda Brio Turbonya kerepotan sebelum akhirnya dia harus out dari race atau Did Not Finish (D.N.F) pada lap ke-4

Sebelum D.N.F atau Did Not Finish, pembalap Sigma Speed ini berhasil mencetak best time 1:50.819

Toyota MR2 W20 yang dulu pernah mengilang dari ISSOM, akhirnya muncul kembali ke dalam lintasan. Kali ini MR2 berkelir merah ini dipiloti oleh Ogy Triwan bernomor start 9 hanya mampu finish di posisi ke-18  (overall) atau naik 4 peringkat dari posisi start nya di grid ke-22. Namun sayangnya Ogy hanya mampu berada di posisi ke-4 kelas JSTC 3 atau FFA dengan best timenya 2:10.918

Lepas dari Ogy, dibarisan belakang ada perebutan posisi ke-16 antara 2 new kids on the block atau pendatang baru JSTC, yaitu Novinsyah dengan Honda Civic Nouva yang diajak dog fight Akram dengan Toyota Yarisnya.

Akhirnya dog fight antara ke-2 pembalalap tersebut dimenangkan  oleh Akram yang berhasil mengambil posisi ke-16 dari tangan Novin. Novin pun harus puas finish diposisi ke-17 (overall) dengan best timenya 1:59.438. Namun pembalap AP Speed yang pernah bertarung di Honda Brio Speed Challenge ini berhasil bertengger di posisi ke-2 kelas JSTC 2B

Sementara Akram  yang berhasil memenangkan dogfight dengan Novin berada di finish diposisi ke-16 (overall), atau ke-3 di kelas JSTC 2A. Best time Toyota Yaris natural aspirated yang ditembak NOS ini adalah 2:00.410

Angling Kusumo Endriyono tampaknya masih masih menyesuaikan diri dengan mobil balap barunya ini, setelah dia bersama Honda Civic Nouva EF9 nya berputar pada waktu hendak masuk ke tikungan S besar. Namun untungnya keadaan traffic pada saat itu sepi dan dia bisa me recovery dengan cepat mengarahkan mobilnya maju ke depan.

Angling yang sudah sekitar 1 tahun absen dari balap touring, berhasil finish di posisi ke-15 (overall) dan ke-4 di kelas JSTC 1A. Civic Nouva berlivery ala mobil F1 McLaren ala Ayrton Senna  dengan rokok khas Cowboy ini berhasil mencetak best time 1:54.319

Duel atau dog fight pun terjadi lagi antara 2 pembalap lintas generasi ini dalam perebutan posisi ke-13. Dimana Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed dengan EG6 nya diajak bertarung oleh pembalap senior Chandra Alim dari Sigma Speed dengan Suzuki Swift Turbonya.

Hasilnya, pebalap senior ini pun terpaksa harus menyerah kepada juniornya yaitu Rio. R Bramantio. Chalim pun harus puas finish di posisi ke-14 (overall). Namun pada kelas JSTC 2A, pembalap senior ini berada di urutan ke-3 dengan best timenya 1:53.625

Berhasil memenangkan dog fight dengan pembalap senior Chandra Alim, Rio pun finish di posisi ke-13 (overall). Walaupun finish di posisi ke-13. Arek Suroboyo ini berhasil berada di urutan 1 di kelas JSTC 2B, dan urutan ke-3 kelas JSTC 3 atau FFA dengan best timneya 1:50.593

Sementara sang adik, yaitu Rian Risky Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed, berhasil finish di depan sang kakak. Yaitu ke-12 (overall), dan ke-3 di kelas  JSTC 1A dengan best timenya 1:52.586

H. Putra Rizky dari LandyLand yang merupakan new kids on the block di JSTC ini berhasil finish diposisi ke-11 (overall), atau di urutan ke-6 di kelas JSTC 1B. Pengusaha restorant Padang ini berhasil mencetak best time 1:49.703

Diatas H. Putra Rizky ada Hendra Widjanarko dari Speedy Motorsport yang berhasil finish di posisi ke-2 di kelas JSTC 1A, dan ke-10 (overall) . Hendra yang mengawali start dari grid ke- 7 dengan best timenya 1:51.112

Dan akhirnya Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage berhasil finish di urutan 1 di kelas JSTC 1A. Sementara overall, pembalap asal kota Palu Sulawesi Tengah ini berhasil finish di urutan ke-9 dengan best timenya 1:49.544

Pertarungan atau dog fight terjadi antara ke-2 pembalap yang menggunakan Honda Civic Genio, yaitu Ibrahim FH dan Sendi Setiawan yang memperebutkan posisi ke-4 di kelas JSTC 1B

Namun sayangnya Ibrahim FH harus menyerah kepada Sendi Setiawan dalam dog fight tersebut, dan merelakan posisi ke-5 JSTC IB direbut oleh Sendi. Dragster yang menggunakan mesin K series ini pun harus puas finish di posisi ke-8 (overall), atau ke-5 di kelas JSTC 1B dengan best timenya 1:50.434

Sementara Sendi Setiawan mengawali debut perdanan di JSTC dengan start dari pit, berhasil finish di posisi ke-4 di kelas JSTC 1B. Finish di posisi ke-7 (overall), Sendi bersama Genio ex pembalap STC 2100, yaitu M. Ichsan, berhasil mencetak best time 1:48.639

Dari barisan paling belakang (start dari pit), Luckas pun makin menggila dengan memacu kencang mobilnya menuju ke barisan terdepan atau lima besar. Dimana di posisi ke-5 ditempati oleh Ricky Karyanata Dianto, yang memaksanya untuk mengajak dog fight pembalap yang menggunakan Honda Civic Type R FD2R itu.

Akhirnya pada lap lap akhir Luckas berhasil melewati Ricky, dan merebut posisi ke-5 dari tangan pembalap R Speed Racing Team. Yang dimana dia juga berhasil  menjadi P1 di kelasnya, yaitu JSTC 2A

Akhirnya Ricky Karyanata Dianto  yang memulai start dari grid ke-21 harus puas finish di posisi ke-6 (overall). Walaupun kehilangan posisi ke-5 nya dari tangan Luckas, pembalap R Speed Racing Team ini berhasil merebut peringkat ke-3 di kelas JSRC 1B dengan best timenya 1:48.230

Luckas Dwinanda akhirnya berhasil merebut  posisi ke-5 (overall) dari tangan Sendi Setiawan, sementara  di kelas JSTC 2A dia berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:47.241. Hasil yang cukup amazing untuk pembalap yang harus start dari dalam pit dengan Superbrio ver.2

Posisi ke-4 di raih oleh Wahyu Kumoro atau Mimo dari Garden Speed dengan Nissan Cefiro A31 yang dipersenjatai dengan mesin RB25DET. Mimo yang mengawali start dari grid ke-6 berhasil merebut podium ke-2 di kelas JSTC 3 atau FFA dengan best timenya 1:48.273

Avan Abdullah dari Bank BJB Delta Garage Racing Team yang pada musim balap 2017 yang lalu membesut Evo III Gazpoll Racing Team, kali ini kembali lagi ke JSTC dengan sebuah Honda Civic EG6 besutan dari Yose V Adrian dari Tiegan x Wisesa Motorsport. EG6 berkelir putih yang start dari grid ke-3 ini berhasil mengantarkan Avan finish di posisi ke-3 (overall), dan ke-2 di kelas JSTC 1B dengan best timenya yang cukup amazing untuk mobil baru, yaitu 1:46.559

Sementara M. Herdy yang berhasil meraih P1 atau Pole Position dengan time 1:48.162, tampaknya akan menjalani musim balap 2018 dengan ngeri-ngeri sedap mode : on. Karena Amandio menempel ketat atau  mengajak dog fight dengan Herdy dari awal race hingga akhir race yang akhirnya berhasil merebut posisi terdepan dari pembalap asal kota Cianjur ini.

M. Herdy pun harus puas finish ke-2 di belakang pembalap dari tim ABM Racing Team tersebut, dan naik ke podium ke-2 di kelas JSTC 1B dengan best timenya 1:45.943.

Sementara Amandio dari ABM Racing Team berhasil merebut podium 1 JSTC kelas 3 atau Free For All dengan best timenya 1:45.988. Dog fight ke-2 pembalap ini pun benar-benar membuat seluruh pengunjung ISSOM berdecak kagum akan skill ke-2 pembalap tersebut.

Di kelas JSTC 1A (1600cc N/A), Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage (Civic Nouva) berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:49.544. Sementara di podium ke-2 nya berhasil diraih oleh Hendra Widjanarko dari tim Speedy Motorsport (EG6) dengan best timenya 1:51.112. Dan akhirnya di podium ke-3 ada Rian Risky dari Bank BJB B16 AP Speed (EG6) dengan best timenya 1:52.586

Di kelas JSTC 1B ( 2000cc N/A) M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed (EG6) kembali lagi ke podium 1 nya dengan best timenya 1:45.943. Di podium ke-2 ada Avan Abdullah dari tim Bank BJB Delta Garage (EG6) dengan best timenya 1:46.559. Dan akhirnya di podium ke-3 JSTC 1B ada Ricky Karyanata Dianto  R Speed Racing Team dengan Honda Civic FD2R yang berhasil mencetak best time 1:48.230

Dikelas JSTC 2A atau 1600cc Force Induction, Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan Super Brio nya berhasil kembali lagi ke podium 1 dengan best timenya 1:47.241. Di podium ke-2 nya ada pembalap senior atau jaman old, Chandra Alim dari Sigma Speed dengan Suzuki Swift Turbonya (1:53.625). Dan akhirnya di podium ke-3 ada pembalap jaman now atau pendatang baru JSTC, Akram dari Pro Drag Racing Team dengan Toyota Yarisnya yang berhasil membukukan best time 2:00.410

Di kelas JSTC 2B 2000cc force induction), Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Civic Estilo (EG6) berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:50.593. Dan di podium ke-2 ada rekan satu teamnya, yaitu Novinsyah dengan Honda Civic Nouva EF9 yang mencetak best time 1:59.438

Dan akhirnya di kelas paling atas JSTC atau JSTC 3 (2100 keatas, force induction), yang bisa dibilang kelas FFA atau Free For All, ada Emmanuel Amandio dari  ABM Racing  Team yang berhasil merebut podium 1 dengan Nissan Silvia S14 yang mencetak best time 1:45.988. Di podium ke-2 nya ada Wahyu Kumoro atau Mimo dari tim Garden Speed dengan Nissan Cefiro A31 nya yang berhasil mencetak best time 1:48.273. Dan akhirnya  Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed dengan Honda Estilo nya, berada di podium ke-3 yang mencetak best time 1:50.593.

See ya on round 2 guys..

JSTC : TITLE FIGHT !

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!