ISSOM 2018 RD.1 : THE KICK OFF SEASON !

656

ISSOM atau Indonesian Sentul Series Of Motorsport kembali lagi  di selenggarakan pada musim balap 2018 ini. Dan masig bertempat di Sentul International Circuit, ISSOM pun memulai kick off seasonnya atau seri 1 nya pada tanggal 23-25 Maret 2018 yang lalu. Dimana pada musim balap 2018 ini ISSOM  2 race baru dibuka, yaitu  Kejurnas  ITCC  1600 max dan BMWCCI One Make race

Dimana BMWCCI One Make race ini merupakan kejuaraan club yang diadakan oleh BMW Car Club Indonesia untuk para member atau anggotanya yang berasal dari berbagai chapter di Indonesia.  Mobil yang digunakan pun 1 jenis atau series, yaitu BMW E36 dengan modifikasi yang terbatas pada sektor kaki-kaki, exhaust, dan ecu ( mirip balapanan one make race Honda Jazz atau Brio), dan  juga penggunaan ban  yang one make race tyres.

Beberapa team balap pun mulai berbenah, seperti  ABM Motorsport yang pada tahun lalu sempat loyo, kini di musim balap 2018 ini kembai lagi dengan nama dan livery barunya. ABM Motorsport pun kembali  me rebranding teamnya dengan nama baru yaitu ABM Racing Team dan livery baru dengan warna dominan  putih  dengan aksen warna orange, kuning, dan hitam pada sebanyak 25 mobil balap mereka.

Musim balap baru, berarti mobil balap baru juga. Beberapa mobil balap baru pun tampak menghiasi pit  Sentul International  Circuit. Seperti Honda S2000 milik Setiawan Santoso dari R Speed Racing Team.  Roadster berkode AP1 ini menggendong mesin 2.0 Lt berkode F20C  Namun Setiawan melungsurkan mesin OEMnya dengan mesin dari Civic Type R FD2R, yaitu K20R lengkap dengan ITB atau Individual Throttle Bodies yang mampu menyemburkan tenaga sebesar sekitar 170 whp oleh tuner  Wie Wie Rianto

Body kit nya sendiri sudah mengadopsi body kit keluaran ASM Japan dengan aksen carbon rear diffuser untuk menambah down force mobil  yang  menggunakan Motec  M130 GPR ini yang di tuning oleh Ovi Sardjan dari KS Nusa.

Dari tahun ke tahun sendiri Toy Machine atau mainan para pembalap di ISSOM sendiri makin hari makin canggih atau high tech. Mulai dari penggunaan terompet ITB yang semakin marak, ECU stand alone yang levelnya High End dan OMG, yaitu Motec, hingga suspension atau coilover yang bukan lagi 1 atau 2 way, tapi sudah 4 way lengkap dengan ARC atau Anti Roll Control sekelas Intrax . Sebuah tabung yang sering saya temukan pada suspensi di mobil sekelas GT3.

Tapi walaupun bisa dibilang teknologi dibuat untuk memudahkan hidup manusia, tapi bagi saya. Saya lebih suka teknologi jaman old atau jadul yang masih ribet dengan harus seting ini itu, hingga harus memakai hampir seluruh indera sang mekanik atau tuner. Its man and machine.

Masuk di race pertama yaitu BMWCCI One Make Race yang diadakan pada hari Jum’at dan Sabtu. Silas Bonar dari ABM Racing Team yang pada QTT berhasil menduduki P1 atau Pole Position. Berhasil mempertahankan posisi P1 nya selama 9 lap, dan finish 1 dengan best timenya 2:06.734. Silas pun berhasil merebut podium 1 di awal musim BMWCCI One Make Race 2018 ini.

Di MB Club Ina Race Championship, Tomi Hadi dari Gazpoll Racing Team dengan Mercedes Benz W202  ini berhasil finish di posisi ke-2 (overall), dan merebut podium 2 di kelas SC6 – Avantgarde dengan best timenya 1:54.041

Ada sebuah pemandangan unik dan tak lazim di area belakang pit Sentul International Circuit, dimana terdapat 5 buah Honda Brio yang dipajang pada suatu tenda dengan banner Gazpoll Racing Team dan JSTC atau Japan Super Touring Championship bertengger di dalamnya. Ternyata ini adalah 5 buah Honda Brio untuk para juara umum di 5 kelas JSTC yang akan dibagikan pada seri terakhir JSTC 2018. Dan tentu saja menjadi salah satu hadiah terbesar atau termewah pada gelaran ISSOM 2018 ini selain hadiah apartemen

Sontak saja hadiah berupa Honda Brio untuk masing-masing kelas (5 kelas) tersebut membuat jumlah peserta JSTC yang dari 17 pembalap (JSTC seri terakhir, November 2017), melonjak menjadi 25 pembalap di seri 1 tahun ini. Belum lagi ada beberapa pembalap JSTC lama yang absen pada seri perdana ini ditambah beberapa calon pembalap yang sedang mempersiapkan mobil balapnya untuk ikut memperebutkan 1 unit Honda Brio dari tangan Ferry. JSTC benar-benar tahu cara membuat para pembalapnya “boost up” di awal musim balap ini

Sementara M. Herdy yang berhasil meraih P1 atau Pole Position dengan time 1:48.162, tampaknya akan menjalani musim balap 2018 dengan ngeri-ngeri sedap mode : on. Karena rekan satu teamnya di Team Motul Indonesia, yaitu Amandio menempel ketat atau dog fight dengan Herdy dari awal race hingga akhir race yang akhirnya berhasil merebut posisi terdepan dari pembalap asal kota Cianjur ini. M. Herdy pun harus puas finish ke-2 di belakang pembalap dari tim ABM Racing Team tersebut, dan naik ke podium ke-2 di kelas JSTC 1B dengan best timenya 1:45.943..

Sementara Amandio berhasil merebut podium 1 JSTC kelas 3 atau Free For All dengan best timenya 1:45.988. Dog fight ke-2 pembalap ni pun benar-benar membuat seluruh pengunjung ISSOM berdecak kagum akan skill ke-2 pembalap tersebut

Sementara di balapan Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Brio Speed Challenge sebanyak 30 pembalap muda yang rata-rata masih freshman menyapa kembali pengunung Sentul untuk memulai seri perdana gelaran one make race ini

Singgih Happy Prayoga  harus puas finish di posisi ke-13 (overall), dan ke-5 di  Honda Jazz Speed Challenge promotion class dengan best timenya  1:59.932

Posma Panggabean pun sudah berada di dalam cockpit BMW Z4 GT3 yang merupakan toy machine terbaruny di musim balap 2018 ini

Walaupun Z4 ini dibangun selama 45 hari sebelum ISSOM seri 1, namun penampilan atau tampang Z4 yang mengadopsi wide body kit  Z4 GT3 ini merupakan salah satu wajah hot machine paling ganteng atau macho di musim balap 2018

Namun karena pembangunan mobil ini hanya sekitar 45 hari sebelum race day atau istilahnya orang-orang “bangun candi”, performance Z4 GT3 ini belum bisa maksimal, terutama pada sektor kaki-kaki dan juga mesin BMW  inline six S54. Targetnya Posma memang di seri 1 ini hanya untuk  test run saja, melihat apakah semua pengaplikasian partnya berjalan dengan baik ataukah ada yang perlu di setting ulang. Mengingat  Z4 ini dibangun dari stock OEM Z4 mass production bukan asli mobil GT3 keluaran pabrikan BMW. Hasilnya Posma harus puas finish di posisi ke-14 (overall) di STC 2 (2100 -3600), atau ke-5 di kelas BMW STC 3600 dengan best timenya 1:51.575

Mobil balap baru ke-2, yaitu Honda S2000 milik Setiawan Santoso dari R Speed Racing Team, terpaksa harus mengakhiri race atau out dari race di debut perdana mobil barunya pada lap ke-4 di STC 2 (2100-3600) akibat steering knuckle nya rusak karena patah yang menyebabkan ban kanan depan belok masuk ke kiri walaupun steering wheels di belokin ke kanan. Sebelum out, arek Suroboyo ini berhasil mencetak best time 1:49.982

Sementara CEO ABM Motorsport, yaitu Paul F. Montolalu yang mengawali start dari grid ke-23. Harus puas naik 3 peringkat ke posisi ke-20 (overall). Paul pun finish di posisi ke-20 (overall), dan merebut podium ke-2 di kelas BMW STC 2100 dengan best timenya 1:54.994

Evan Pratama dari RDM Motorsport dengan BMW E46 berhasil finish di posisi ke-8 (overall), atau ke-6 di kelas STC 3600 dengan best timenya 1:51.099. Pembalap yang juga pro drifter ini terpaksa harus turun 3 peringkat dari posisi grid startnya (5), akibat masalah grip pada bannya.

Selepas istirahat makan siang, acara pun dilanjutkan dengan opening ceremony ISSOM untuk musim balap 2018 ini. Dimana ISSOM 2018 ini merupakan musim balap yang ke-4 untuk ABM Enterprise dibawah pimpinan Paul Montolalu sebagai  penyelenggara Indonesia Sentul Series Of Motorsport semenjak tahun 2015 yang lalu.

Di tahun 2018 ini ABM Racing Team tampil dengan  livery  baru dengan warna dominan  putih  dengan aksen warna orange, kuning, dan hitam pada mobil serta race suit mereka. Mereka juga menambah armada perang mereka dengan mobil balap dan para pembalap baru yang mengisi amunisi mereka di kelas JSTC, ETCC , dan STC 2. Total team ini merunkan sebanyak 25 mobil dengan 18 pembalap yang turun dari mulai MBClub INA Race hingga Super Car Championship

Pada Opening Ceremony ISSOM seri 1 ini pihak ABM Enterprise dan Sentul International Circuit juga memperkenalkan beberapa trofi khusus diperebutkan pada 4 kelas. Yakni trophy Hutomo Mandala Putra, Dadang Taruna, Tinton Soeprapto dan Ananda Mikola masing-masing untuk Grand Champion ITCC, TC1 serta STC2. Dimana bisa dibilang nama-nama diatas adalah legend dalam dunia motorsport di Indonesia

Termasuk juga piala  almarhum Aswin Bahar yang merupakan maestro atau pembalap senior seangkatan dengan Tinton Soeprapto, yang piala Aswin Bahar tersebut diwakilkan langsung oleh sang anak, Alvin Bahar.

Pelepasan balon yang ditanda tangani oleh para petinggi Sentul International Circuit, ABM Enterprise, IMI, dan pembalap. Menandai bahwa gelaran ISSOM seri 1 atau ISSOM musim balap 2018 secara resmi di buka.

Namun ada yang unik ketika acara opening ceremony yang  digelar sebelum race Indonesia Touring Car Championship atau ITCC kejurnas. Dimana ketika pintu exit pit dibuka, hanya 2 pembalap saja yang berhasil masuk ke dalam track untuk menuju ke grid start. Sementara 14 pembalap lainnya terpaksa harus memulai start nya dari dalam pit karena telat masuk ke dalam track hingga pintu exit pit di tutup.

Bisa dibilang race kali mungkin mencetak rekor sebagai race dengan start tersepi yang hanya di ikuti oleh 2 pembalap saja, yaitu Avila Bahar dan Denis. Sementara 14 pembalap lainnya terpaksa harus start dari dalam pit. Dimana Avila yang start dari grid ke-5 berada sangat diatas angin dengan podium 1 di depan matanya.

Namun sayangnya Avila Bahar yang sempat memimpin beberapa lap  di di depan dengan jarak yang cukup jauh dengan rombongan di belakangnya yang dipimpin oleh Fitra Eri yang start dari dalam pit. Terpaksa harus merelakan P1 nya di rebut oleh Fitra Eri dan kawan-kawan akibat Safety Car masuk karena cone pada S besar masuk ke dalam lintasan. Fitra Eri dari Honda bandung Center berhasil merebut P1 dari tangan Avila Bahar dan finish 1 di ITCC Kejurnas dengan best timenya 1:55.993. Sementara  Avila Bahar harus puas finish diposisi ke-5.

Dari sang anak atau generasi ke-3 dari kelurga Bahar, kita beralih ke generasi ke-2 nya, yaitu Alvin Bahar yang bertarung di ITCC 1600 Max Kejurnas. Dimana pembalap Honda Racing Indonesia ini sekali lagi harus  face to face dengan pembalap dari Toyota Team Indonesia TRD.

Yang dimana pertarungan antara 2 pabrikan mobil asal Jepang ini mampu menyedot  banyak suporter dari masing-masing kubu yang membuat area pit wall menjadi penuh sesak .

TTI TRD bukan hanya menurunkan 2 orang pembalapnya saja, yaitu Haridarma Manopo dan Alinka Hardianti. Tapi mereka menurunkan kembali 1 orang pembalap untuk musim balap 2018 ini, yaitu Demas Agil. Yang dimana di debut perdana di musim balap 2018 ini berhasil merebut P1 dari Haridarma Manopo dan Alvin Bahar yang out dari race akibat masalah teknis pada mobilnya. Demas pun berhasil mencetak best time 1:53.161

Dimana dia berhasil menduduki podium 1 ITCC 1600 Max bersama rekan satu teamnya Alinka Hardianti yang berhasil finish ke-2 . Dan seperti biasa ritual champagne party ala F1 pun dilakukan oleh para pembalap TTI TRD yang berhasil merebut podium 1 di ITCC. Mungkin jika Haridarma tidak D.N.F di lap 1, maka 3 podium di ITCC 1600 Max (pro) akan di isi oleh 3 pembalap dari team pabrikan Toyota.

Di ETCC Euro 2000 (kejurnas), pembalap baru ABM Racing Team, yaitu  Radityo Mahendra  berhasil  mempertahankan posisi 1 dari start hingga 12 lap ke depan. Radityo pun berhasil finish 1 dan merebut podium 1   Euro 2000 Pro class dengan best timenya 1:48.653

Di ETCC Euro 3000 (Kejurnas), Nanang HB dari SKK Fresh Fruit berhasil finish di posisi ke-7 (overall). Arek Suroboyo yang memulai start dari grid ke-9 ini berhasil merebut podium ke-3 di kelas Euro 3000 Rising Master dengan best timenya 1:50.214

Sementara podium 1 di Euro 3000 Pro di rebut oleh Rudy SL dari Jakarta Ban Motorsport yang berhasil finish 1 dengan best timenya 1:45.425

Naik di STC 1 dan  Super Car Championship  beberapa pembalap baru pun mulai ikut memanaskan dunia persilatan di kelas mobil yang rata-rata menggunakan force induction atau turbo ini, salah satunya adalah M. Adrianza Yuniar dari Toyota Team Indonesia TRD dengan Toyota Corolla DX KE70 yang harus puas berada di posisi ke-15 (overall), dan ke- 4 dikelas SCC B2 dengan best timenya 2:03.473

Ferry Yanto Hongkiriwang yang merupakan Vice Chairman Gazpoll Racing Team ini langsung tancap gas ketika lampu start padam. Perlahan-lahan diapun memacu Evo III nya untuk maju ke barisan depanfinish di posisi ke-9 (overall), ke-5 di Super Car Championship, dan akhirnya P1 atau pertama di kelas SCC B2. Dimana pembalap asal kota Luwuk Sulawesi Tengah berhasil naik 5 peringkat dari posisi ke-14 ke posisi ke-9 dengan best timenya 1:55.851

M. Herdy yang bertarung di STC 1600 dengan Honda Civic Nouva EF9 ini berhasil naik 4 peringkat dan finish di posisi ke-4 (overall), dan ke-2 STC 1600 setelah memulai start dari grid ke-8 (2:08.160). Herdy pun naik ke atas podium ke-2 STC 1600 dan ke-2 STC 2 (overall) dengan best timenya 1:53.085

Di Indonesia Retro Race, peserta yang mengikuti race yang di ikuti oleh mobil retro dari pabrikan Jepang hingga Italia ini mencapai 20 starter

Apip Ginajar sendiri masih setia bertarung di Indonesia Retro Race dengan mobil kesayangannya, yaitu sebuah Toyota Corolla AE86 Levin atau Hachiroku yang menjadi icon di dunia drifting. Apip pun berhasil menduduki grid ke-6 di garis start

Di lap-lap awal hingga pertengahan, Apip pun terlibat dog fight dengan pendatang baru Indonesia Retro Race, yaitu Rio R. Bramantio yang menggunakan Honda Civic Wonder SB3 yag berada di posisi ke-5. Sampai pada akhirnya dog fight itu berakhir pada lap ke-6 dimana Rio terpaksa harus masuk ke dalam pit karena kerusakan pada mobilnya. Apip pun finish di posisi ke-5 (overall), dan berhasil merebut podium 1 di kelas 1600 max dengan best timenya 1:57.543

Di posisi ke-5 1600 max ada Esa Herli dari Yang Bener Motorsport dengan Mazda 323 yang ahrus puas finish di posisi ke-14 (overall) dengan best time 2:13.703

Dan Lagi-lagi sang jawara bertahan Indonesia Retro Race, yaitu Robert Paul dari Garden Speed dengan Alfa Romeo GTV berhasil finish 1 (overall), dan juga berhasil menyebet podium 1 di kelas Super Retro dengan best timenya 1:50.636

Saya pun mengakhiri liputan ISSOM seri 1 ini dengan badan yang remuk redam berkompilasi dengan muka gosong, dehidrasi, kaki pegal, dan telapak sepatu saya yang jebol akibat suhu sentul yang sangat panas dimana penggunaan kendaran bermotor atau motor tidak diperbolehkan lagi. Jadi yang ada saya harus jalan bahkan lari bolak balik dari pit, podium, ke track dengan berjalan kaki. Bukan hanya saya saja yng sepatunya rusak, saya melihat beberapa teman photographer saya juga jebol sepatunya akibat mondar mandir dalam suhu yang sangat panas.

See ya on round 2 guys..

ISSOM 2017 RD.7 : THE FINAL BATTLE !

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

 

 

 

 

Comments

comments!