THE DRIVE GARAGE IN VW DRAG DAY 2018

511

Setelah Alexander Joshua Hikmat memperoleh podium ke-4 di Euro 3000 Novice class pada gelaran Indonesian Sentul Series Of Motorsport di Sentul International Circuit. The Drive Garage berhasil merebut podium ke-5 di kelas FFA oleh Thara dari El Gato  pada gelaran VW Drag Day 2018 yang diadakan pada tanggal 7 April 2018 yang lalu di Kenjeran Park Surabaya. Namun sayangnya  Hikmat harus puas berada di posisi ke-5 dengan beda hanya  1 second dengan Thara di babak final FFA.

Dari sebuah BMW E36 2.5 Lt yang berhasil mencetak waktu 1:56.555  , Hikmat akan mempiloti sebuah VW Beetle atau Kodok yang bermesin One Make Race  VW  Indonesia 2060cc yang mampu memuntahkan  tenaga sebesar  150 hp/ 250 Nm

Basically si Herbie milik H. Asep Wachjudin  adalah mantan mobil touring yang di piloti oleh Thara  dari El Gato  di balapan one make race VW di ISSOM Sentul International Circuit, Bogor. Best time dari si kodok ini di Sentul adalah 1:56. Sementara di lintasan drag race sepanjang 201 meter, adalah 9,6 detik

Dan pada kali ini Bimo yang pada ISSOM yang lalu mentuning 2 ekor BMW , yaitu E3 dan E36 dengan santai. Maka pada VW Drag Day kali ini arek Suroboyo ini pun berubah menjadi ala Bane musuh  Batman: The Dark Knight Rises . Bagaimana tidak, untuk mentuning VW, Bimo pun menggunakan masker dan head seat untuk mencegah bau menyengat bau khas methanol VP Racing M1

Mesin flat four atau boxer berkapasitas 2060cc ini pun sudah di modif untuk menaikkan performancenya dengan beberapa part khas VW. Seperti Web Cam Camshaft 121/122, CB Performance connecting  rod 5.5 inch, Mahle Piston berukuran 90,5 mm, Scat Crankshaft  forged 78mm,  Cylnder Head VW casting 40*35mm dengan dual spring valve. Hasilnya mesin aircooled ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 150 hp/250 mm adalah hasil karya dari mekanik bernama Udin. Adalah tugas Bimo untuk menyempurnakan mesin racikan udin dengan alat tuning jaman now atau kekinian.

Dimana teknologi oldschool dipertemukan atau disempurnakan  dengan teknologi jaman now. Oh iya,  Dual karbu Weber berukuran 48 IDA digunakan untuk mensuplai udara segar kedalam mesin 150 hp tersebut.

Uniknya lagi karena mesin  si kodok ini aircooled alias cuma berpendingin oli dan udara saja, dan lebih parahnya lagi letak mesinnya berada di belakang  atau RR, Rear Engine, Rear- Wheel Drive membuat nya susah untuk mendapatkan udara segar. Solusinya berupa extra fan electric yang ditempatkan pada  whale tail yang mengarah ke arah mesin boxernya. Saya sendiri baru ngeh kalo wing atau duck tail yang segede gaban pada si kodok dinamakan Whale Tail alias ekor ikan paus.

Untuk VW Drag Day 2018 kali ini Hikmat akan di dampingi oleh  Thara yang merupakan pilot dari si kodok di lintasan balap touring OMR VW Indonesia di Sentul International Circuit. Sementara Pak Haji Yoni sang owner dari si kodok silver ini, berhalangan hadir. Mereka pun menempati satu paddcok dengan dr. Yuwono yang merupakan salah salu dragster VW senior di kota Surabaya bersama Ganton yang merupakan kakak dari Bimo.

Gregorius Bima Bathara a.k.a Thara sendiri merupakan juara nasional OMR VW 3 kali di Sentul International Circuit, yaitu 2007,2008, dan 2010 dengan best time 1:56.890 yang unbeatable alias tidak terpecahkan.

Dan pada VW Drag Day 2018 ini merupakan  race comebacknya ke dunia balapan setelah hibernate atau gantung stir semenjak tahun 2012 yang lalu.

Well, biasanya saya sering mendengar suara raungan atau gemrejeg nya idle atau low rpmnya high lift camshaft para Honda Boys yang mirip seperti mesin bubut. Namun pada kali ini saya mendengar dan melihat sesuatu yang baru yang unik dan sebuah mesin perang yang merupakan seni dari jaman perang dunia ke-1, yaitu mesin boxer yang hanya menggunakan oli dan udara untuk mendinginkan mesinnya

Thara akan menjadi pembalap pertama yang akan turun di lintasan sepanjang 201 meter, yaitu di kelas FFA atau Free For All. Dimana Hikmat akan menjadi pembalap ke-2 nya. Sayangnya pak Haji Yonni Budiman tidak bisa ikut bergabung.

“Saya sendiri belum pernah mempiloti kodok ini. Dan uniknya ini pertama kalinya saya start  pake christmas three. Ditambah lagi saya saya sudah berhenti balapan selama 6 tahun. Hehehe” kesan pria penggemar olahraga downhill ini.

Pada heat  1 di kelas FFA atau Free For All, Thara pun harus melawan Marsanur dengan sebuah VW kodok yang biasa saya temui di Sentul International Circuit di kelas OldSkool Race. Pertarungan awalnya di menangkan oleh Marsanur yang berhasil memimpin  semenjak lampu start menyala.

Namun menjelang  100 meter, Thara berhasil membalikkan keadaan dengan berhasil side by side atau menempel dengan  Marsanur, yang akhirnya dia  berhasil mendahului dan finish di depan Marsanur. Thara pun berhasil memenangkan pertarungan ini dengan best timenya 9.947 detik (ET.  9.72) meninggalkan Marsanur yang finish dibelakangnya dengan best time 10.441 detik. Yang membuat Thara bertengge sementarar di posisi ke-8 dari 15 peserta di kelas FFA.

Thara pun lantas memberikan tops and trick kepada Hikmat sebelum dia memulai debut perdananya mempiloti seekor kodok. Ya semacam do and don’t nya.” Tachonya kurang akurat, jadi feeling terhadap mesin harus kuat. Car injak throttle  juga todak boleh ditekan secara berulang-ulang secara cepat. Karena perlakuan karburator dan injection sangat berbeda”  pesan Thara kepada Hikmat sebelum Hikmat masuk ke dalam cockpit si kodok.

Hikmat pun kini berada di dalam  cockpit atau hot seat dari kodok bertenaga 150 hp ini. Bimo, mekaniknya yang dari  jaman bahula  sudah katam dengan VW pun memberikan pelajaran singkat kepada Hikmat  bagaimana bermain dan menjinakkan  si kodok ini. Terutama yang menurut saya paling susah atau the hardest part nya adalah di bagian pelajaran shifting atau ganti giginya yang berbeda dengan mobil  pada umumnya. ” start 4.000 rpm, shifting 8.000 rpm. And No engine brake please ” pesan Bimo kepada Hikmar sebelum dia maju ke garis start

And he’s ready to rock and roll with the bugs

But 1st, dia harus  maju ke garis start dan menaklukkan si christmas three dan rasa takutnya

Dia mungkin sudah terbiasa start di christmas tree pada berbagai event drag race di Jakarta dan sekitarnya. Namun dia melakukan start tersebut dengan mobil konvensional yang berupa matic atau manual dengan H-pattern yang kita kenal dari semenjak kita pertama kali belajar naik mobil atau pun di mesin ding dong.

Tapi kali ini, dia harus menaklukkan sebuah VW Kodok  tahun yang seumuran orang tuanya, aircooled, 4 barrel, no airbag, no bling bling ECU, dan sebuah tachometer yang error. Dengan kata lain dia harus menggunakan “ The Force” dari dalam dirinya untuk bisa menyati dengan si kodok.

And  there he’s go. Hikmat pun langsung melesat ketika lampu hijau pada christmas tree tersebut menyala. Pembalap touring ETCC Euro 3000 ini berhasil mendapatkan RT atau Reaction Time 0.326 second. RT yang cukup lumayan untuk seorang new kid on the block

Musuh yang diladeni pun tak tanggung-tanggung. Dia pun bertarung melawan Muzamil Rahman dari Bedjo VW Clinic yang bisa dibilang  merupakan  the most powerfull kodok jaman now.  Dari awal start Himat pun berusaha mengekori si kodok berkelir coklat itu

Namun sayangnya karena perbedaan tenaga yang bagaikan bumi dan langit, Hikmat terpaksa harus merasakan pemandangan bokong semok si Muzamil Rahman dari windshield nya. Muzamil fnish pertama dengan best timenya  8.742 (ET 8.263). Sementara Hikmat yang finihs ke-2 berhasil mencetak best time 10.063 (ET. 9.737)

Well, not bad lah untuk seorang new kids on the block yang baru memulai debut perdananya mempiloti sebuah aircooled war machine. Hikmat pun berhasil menjinakkan si kodok dan finish tanpa melakukan kesalahan berupa miss gear. Dan bertengger di posisi ke-9 dari 15 pembalap lainnya di kelas FFA. Juga 1 peringkat dibawah rekan satu teamnya Thara.

Heat ke-2 pun di  mulai pada malam hari, dan si 150 hp kodok ini siap untuk kembali bertarung di lintasan  sepanjang 201 meter dari Kenjeran Park Surabaya.

Hikmat pun bersiap untuk melakukan heat ke-2 dan berusaha lagi untuk mempertajam catatan waktunya dari heat  1 nya tadi yaitu 10.063 detik . Juga untuk mengalahkan  best time  rekan satu teamnya Thara yang di cetak di heat ke-2, yaitu 9.723 (ET. 9.550) yang berarti 2 second lebih cepat dari pada best timenya di heat 1 (9.9).

Bimo pun mengukur crank temperature pada si kodok ketika berada di garis start dengan menggunakan thermo gun. Pistol ajaib ini bertugas untuk mengetahui suhu pada cranksahft, dimana ada batasan suhu maksimal pada crankshaft tersebut, yaitu 96 derajat celcius. Jika diatas suhu maksimal tersebut maka mesin flat four tersebut akan ngejim atau macet atau ngunci tidak bisa bergerak atau berputar. Maklum saja mesin VW memang ringkih, terlebih lagi apabila dimodif untuk balapan. “Yang pasti tips nya adalah clearance metalnya kudu (harus) bener” kata Bimo.

Hikmat pun melesat meninggalkan garis start dengan RT atau Reaction Time nya 0.113 lebih cepat dari pada rekan satu teamnya Thara (0.173). Dan berhasil finish dengan best timenya 9.730 (ET.9.617) atau lebih tajam 3 second dari best timenya di heat 1, yaitu 10.0

Well, seluruh tim crew pun bersorak ketika melihat catatan waktu Hikmat keluar 9.730 ketika dia berhasil menyentuh garis finish dan menyelesaikan race di heat ke-2 nya pada VW Drag Day 2018 malam hari itu. “ Mission Accomplishedteriak Bimo

Thara pun lantas memeluk juniornya Hikmat  yang berhasil menyelesaikan debut perdananya drag race dengan sebuah VW Kodok dengan hasil yang sangat memuaskan. Yaitu best timenya 9.730, dan reaction time 0.113 yang merupakan reaction tercepat di kelas FFA pada heat ke-2. Dimana Hikmat berada di posisi ke-6 overall (dari 11 peserta), dimana Thara berada di posisi ke-5 dan merebut podium ke-5 di kelas FFA VW Drag Day 2018. “ Hikmat cukup cepat mengerti dan beradaptasi pada mobil VW kodok, saya cukup puas atas hasil diraihnya” komentar Thara tentang hasil drag Hikmat.

Walaupun dia terpental dari podium 5 besar kelas FFA, atau hanya bertengger di posisi ke-6 dari 11 pembalap. Namun si New Kids On the Block ini  berhasil membuktikkan bahwa dia mempunyai bakat untuk menjadi seorang pembalap. Yaitu cepat beradaptasi dengan mobil barunya yang baru di pilotinya pada hari itu juga. Dengan hasil berupa best time 9.730 dan RT 0.013.

Next stop…Sentul International Circuit for European Touring Car Championship.

THE DRIVE GARAGE : THE NEW KIDS ON THE BLOCK

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!