BANK BJB B16 AP SPEED : BATTLE OF BRIO

Bank BJB B16 AP Speed berhasil merebut sebanyak 12 piala atau podium pada seri ke-2 gelaran balap touring nasional Indonesian Sentul Series Of Motorsport atau ISSOM yang diadakan pada tanggal 27 April – 29 April 2018  yang lalu di Sentul International Circuit

Namun ada satu race atau kelas yang podiumnya miss oleh team yang bermarkas di daerah Jakarta Timur ini, yaitu Indonesia Retro Race. Dimana satu pembalapnya, yaitu Rio R. Bramantio dengan Honda Civic Wonder SB3 gagal berlaga disini.

Semuanya bermula pada saat QTT atau babak kualifikasi yang diadakan pada hari Sabtu (28/4), dimana mendadak Civic Wonder yang dipiloti oleh Rio mengeluarkan asap putih yang cukup pekat ketika sedang full throttle di straight Sentul yang memaksa Rio untuk masuk kedalam pit.

Setelah di cek ternyata klep atau valve nya patah, yang mengakibatkan Rio tidak bisa melanjutkan babak QTT dan juga race day pada ke esokan harinya karena kerusakan yang melanda mesin B16 pada Wonder nya.

Itu berarti yang tersisa hanya 2 mobilnya, yaitu Honda Civic Estilo EG6 B18 Turbo pada race Japan Super Touring Championship dan Super Car Championship. Dan Honda Brio yang digunakan untuk bertarung di Honda Brio Speed Challenge dan Indonesia Touring Car Championship.

Honda Estilo yang bernama Triumph ini pun berada dalam kondisi yang sehat atau prima untuk bertarung di 2 race pada ISSOM seri ke-2 ini.

Apalagi Daddy atau Pak Apre memberikan doping baru pada mesin B18 Turbonya. Seperti penggantian header dan pemasangan individual coil bagian pengapiannya yang dikendalikan oleh HaltechPS 2000. Yang tentu saja mampu menyempurnakan pengapian dan berefek pada peningkatan performance nya sekitar 10 % dari basic tenaga sebesar 300 whp dengan boost 0.9 bar.

Beberapa pembalap AP Speed pun memberikan personal touch  pada mobil balapnya yaitu gambar icon DJ Marshmello pada roof atau atap Honda Civic Nouva EF nya Novinsyah.

Sementara untuk Iik Sudiro, ini adalah race ke-2 nya di musim balap 2018. Berlaga dengan Honda Civic Nouva EF yang pernah dipakainya pada tahun 2016 yang lalu, diapun mencoba peruntungannya di Super Touring Car Championship 1 (2100 – 3600) meskipun dia bermodal mesin 190 hp B16 alias 1.6 Lt.

Jam 08:00 pagi, seluruh pembalap dan crew AP Speed pun berkumpul di pit untuk melakukan doa bersama sebelum mereka memulai race yang pertama, yaitu Japan Super Touring Championship

Dimana di race ini terdapat 5 pembalap AP Speed yang turun di 4 kelas dari 5 kelas yang dipertandingkan.

Rio sendiri sampai pada seri ke-2 ini memimpin perolehan point di kelas 2B

Sementara M. Herdy yang pada musim balap tahun lalu tampil merajai podium dan posisi P1, pada seri ke-2 ini posisinya pun melorot start di grid ke-4. Bukan karena Herdy atau mobilnya, namun 3 peserta di depannya sekarang lebih kencang dari dirinya.

Noviansyah sendiri lap time semakin baik dari pada seri sebelumnya bersama Honda Civic Nouva EF bermesin B18 Turbonya. Pada seri ke-2 ini dia akan menempati grid ke-19 dengan best time 1:57.244 yang didapatkannya pada saat QTT

Dan Rio? Dia akan memulai start dari grid ke-9, dimana sehari sebeumnya dia berhasil mencetak waktu 1:48.713 pada saat babak QTT. Arek Suroboyo akan start dibelakang Sendi Setiawan (P9) dan Alvitto Dwisaputro (P7). Dimana Alvitto merupakan pesaing nya di kelas 2B

Berbekal podium 1 di kelas JSTC 2B pada seri 1 kemaren, Rio pun optimis akan kembali merebut podium dan mendulang point lagi di race kali ini.

Selepas lampu start dipadamkan, Rio pun langsung melesat kedepan, mencoba untuk mengejar Alvitto yang berada di depannya. Namun dia pun mendapatkan perlawanan dari H. Putra Rizky yang start di belakangnya.

Race pun dimulai dengan Avan Abdullah dari Tiegan Wisesa BKRT dengan EG6 nya yang berada di grid 1 atau P1 dengan best timenya yang cukup sensasional, yaitu 1:43.959. Di ikuti oleh Amandio dari ABM Racing Team di posisi ke-2. Dan di posisi ke-3 ada Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan Honda Super Brio yang berusaha merebut posisi ke-2 dari tangan Amandio. Sementara M. Herdy harus puas berada di posisi ke-4 di belakang Luckas Dwinanda

Alvin M Rahman dengan Honda Civic Wonder SB3 yang sempat berada di posisi ke-13, terpaksa harus mengakhiri race pada lap ke-2 akibat masalah pada  pompa bensin mesin B16 nya  yang mati, yang memaksanya harus menepi. Sebelum D.N.F Alfin sempat mencetak best time 2:01.611

Novinsyah Husain yang start dari grid ke-19 berhasil finish  di posisi ke-13 (overall), dan ke-2 di kelas JSTC 2B dengan best timenya 1:57.563

Sementara Rio R. Bramantio dengan Triumph EG6 nya berhasil melewati pesaing di kelas nya (JSTC 2B), yaitu Alvitto yang sama-sama menggunakan Honda Estilo bermesin B18 Turbo.

Selanjutnya pembalap asal kota Suroboyo ini langsung memburu pembalap yang ada di depannya untuk memperebutkan posisi ke-5 (open class), yaitu Sendi Setiawan yang mempiloti Honda Civic Genio yang merupakan peserta di kelas JSTC 1B

Sendi pun berhasil di lewati oleh Rio, dan dia pun berhasil merebut posisi ke-5 dari tangan pembalap ABM Racing Team tersebut. Posisi ke-5 ini pun bertahan hingga garis finish, dimana Rio finish di posisi ke-5 (overall), dan pertama di kelas JSTC 2B, juga ke-4 di kelas 3 (FFA) dengan best timenya 1:48.996

Naik ke kelas JSTC 1B, M. Herdy yang berjuang dari grid ke-4 (1:45.220). Terpaksa harus puas finish di posisi ke-4 (overall). Di kelas JSTC 1B, pembalap asal kota Cianjur harus menyerah kepada Ricky akibat mesin nya mengalami masalah (overheat) hingga dia harus menjaga ritme mesin supaya tidak D.N.F selama 9 lap.

Herdy pun harus puas berada di podium ke-2 JSTC 1B dengan best timenya 1:45.792. Sementara di kelas 3 atau Free For All , Herdy berhasil menyebet podium ke-2. Ternyata setelah di cek oleh Daddy atau pak Aprek dan crew, block mesinnya retak.

Herdy yang harus puas berada di podium ke-2 dengan best timenya 1:45.792. Ricky Karyanata Dianto dari R Speed Racing Team, akhirnya berhasil merebut podium 1 di kelas JSTC 1B (2000 cc N/A) dengan best timenya 1:47.147. Di podium ke-3 ada Sendi Setiawan dari ABM Racing Team dengan best timenya 1:47.415. Piala pun diserahkan oleh Paul F Montolalu selaku CEO ABM Enterprise

Di kelas JSTC 2B (2000cc Turbo), Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil menduduki podium 1 dengan best timenya 1:48.996. Sementara rekan satu teamnya, yaitu Novinsyah Husain berada di podium ke-2  dengan best timenya 1:57.563

Dan akhirnya M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed di podium ke-3 di kelas JSTC 3 atau Free For All. Dimana Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team berada di podium 1. Di ikuti oleh Amandio dari ABM Racing Team di podium ke-2

Setelah beristirahat sebanyak 1 race (Euro 2000), pasukan Bank BJB B16 AP Speed pun kembali ke dalam lintasan, yaitu di race STC 2 (1600-Retro) & Super Car Championship. Dimana terdapat 4 pembalap AP Speed engikuti race ini, seperti Rio R. Bramantio yang start dari grid ke-4  dari hasil QTT nya sehari sebelumnya ( 1:49.174)

Rio pun bertarung atau dog fight dengan Ahmad Fadillah dari Fastron Jakarta Ban Racing Team yang menggunakan Mercedes Benz W201 E190 pada lap-lap awal.

Pertarungan ke-2 pembalap berbeda kelas ini dimana Rio bertarung di kelas Super Car Championship, dan Fadil di kelas STC Retro terlihat sangat sengit. Fadil yang merupakan pro drifter Indonesia ini memaksa masuk dari dalam, memanfaatkan space yang dibuat oleh Rio (ciri khas drifter ketika menyerang).

Akhirnya duel ke-2 pembalap tersebut dimenangkan oleh Rio R. Bramantio yang meninggalkan Fadil di belakangnya. Bahkan Rio sampai meng overtake atau merebut posisi ke-2 dari tangan rekan satu teamnya  sendiri, yaitu M. Herdy yang memulai start dari grid ke-2.

Akhirnya Arek Suroboyo yang di sponsori oleh Bank BJB, Triumph, Gas Motorcycles, Ahmad Sahroni Center, Motul, Kiekara, dan Rumah Keikira ini berhasil menyelesaikan race selama 10 lap ini di posisi ke-2 (overall & SCC ), dan finish ke-2 di kelas SCC B1 dengan best timenya 1:49.654

Novinsyah yang start dari grid ke-15 (1:56.543) berhasil finish ke-11, atau ke-1 di SCC B3. Diapun berhasil merebut podium 1 SCC B3 dengan best timenya 1:58.212

Sementara M. Herdy berhasil finish ke-3 (overall), dan menjadi yang tercepat 1 di kelas STC 1600. Pembalap JSTC ini berhasil naik ke atas podium ke-3 STC 2 (Open class), dan posisi 1 di kelas STC 1600 dengan best timenya 1:50.281. Pembalap asal kota Cianjur ini pun berhasil mencetak Circuit Record Lap untuk STC 1600 & Retro yaitu 1:48.629 dengan mesin 190 whp B16 1.6 Lt.

Dan pembalap ke-4 AP Speed yang berhasil naik podium di STC 1600 adalah Alfin Mulia Rahman. Alfin yang start dari grid ke-8 (1;52.093)  berhasil finish di posisi ke-6 (overall), dan ke-2 di kelas STC 1600.

Herdy pun berhasil merebut podium 1 di kelas STC 1600. Di ikuti oleh rekan satu teamnya Alfin Mulia Rahman di podium ke-2. Dan akhirnya Tugimin di podium ke-3

Sementara Novinsyah berhasil merebut podium 1 di kelas SCC B3. Dimana di podium ke-2 ada Gerry Nasution

Di kelas SCC (Open class), Rio berhasil keluar sebagai juara  ke-2. Dimana podium 1 di duduki oleh Luckas Dwinanda dan podium ke-3 direbut oleh Ferry Yanto Hongkiriwang

Sementara di kelas SCC B1, Rio harus puas berada di podium ke-2, dimana podium 1 nya direbut oleh Luckas Dwinanda.

Masuk lah kita ke one make race Honda Brio Speed Challenge, dimana terdapat 2 pembalap AP Speed yang bertarung di race kali ini dan dua-duanya sama-sama pembalap arek Suroboyo. Yang pertama adalah Rio R. Bramantio yang pada HBSC berada di grid ke-28 (HJSC & HBSC) atau ke-6 di HBSC)dengan hasil qtt 2:04.216

Sementara Iwan Sidharta berada 2 grid didepan Rio, yaitu grid ke-26 (HJSC & HBSC) atau ke-4 di HBSC dengan catatan waktu QTT 2:03.736

Juara ke-3 nasional Honda Brio Speed Challenge 2017 yang lalu ini tampak tampil percaya diri dengan posisi grid yang berada di depan Rio. Disamping itu mantan drag racer Surabaya ini juga hanya terpaut beberapa second  dalam hal best time dari posisi ke-3 yaitu Reyno Y. Romen.

Iwan pun berusaha memperlebar gap dengan Rio yang berada di posisi ke-6. Namun Rio pun mulai melaju ke depan hingga akhirnya dia berhasil menyalip Irvan Fauzie dan merebut posisi ke-5. Kini Rio pun berada di belakang Iwan dan menempel ketat Iwan dari belakang menacari waktu atau celah yang tepat untuk menyalipnya.

Akhirnya Rio berhasil mendahului rekan satu teamnya ini dan merebut posisi ke-4 dari tangan Iwan Sidharta dalam pertarungan yang sangat ketat dan sengit.

Bahkan saking sengitnya pertarungan mereka berdua, gap atau jarak ke-2 pembalap ini sangatlah dekat. Namun Rio mampu menahan serangan Iwan dari belakang dan menyelesaikan race nya di depan Iwan atau posisi ke-4 , sekaligus merebut podium ke-2 HBSC promotion class dengan best timenya 2:04.235. Sementara Iwan harus puas finish di posisi ke-5, Namun Iwan berhasil merebut podium ke-3 HBSC Rookie class dengan best timenya 2:04.235. Skor pun 1-0 untuk Rio.

Medan pertempuran pun berlanjut ke race Indonesia Touring Car Championship (kejurnas), dimana pada kali ini Rio berhasil di depan Iwan, yaitu grid ke-9 atau ke-2 di kelas ITCC 1200 (2:04.651). Sementara Iwan berada di grid ke-11 atau ke-4 di kelas ITCC 1200 (2:04.844)

Well, Fany yang merupakan adik ipar pun lantas memberikan semangat kepada kakak iparnya supaya jangan mau kalah dengan Rio yang juga merupakan teman satu team dan sekampung di Surabaya.

Benar saja, Iwan selepas start langsung melesat memburu Rio yang berjarak  1 mobil depannya. Dimana Iwan dan Rio pun  juga terlibat dog fight pertempuran dengan Hari Widodo. Dimana mereka saling bergantian salip menyalip satu sama lainnya.

Dan tak membutuhkan waktu lama untuk dokter ini untuk berada di belakang Rio. Kini Iwan pun mulai mengajak Rio untuk dog fight  untuk memperebutkan  posisi ke-3 di kelas ITCC 1200, sekaligus membalas kekalahannya di HBSC.

Entah karena Rio kelelahan setelah abis menjalani 3 race sebelum ITCC (JSTC,SCC, dan HBSC). Akhirnya Iwan berhasil merebut posisi ke-3 ITCC 1200 dari tangan Rio. Dan langsung tancap gas untuk memperlebar gapnya dengan rekan satu teamnya itu.

Akhirnya kemenangan di ITCC 1200 menjadi milik Iwan sekaligus membalas kekalahannya di Honda Brio Speed Challenge. Iwan pun finish di posisi ke-3 ITCC 1200 (Kejurnas) dengan best timenya 2:05.189

Sementara Rio harus puas finish di belakang Iwan. Diapun harus legowo kehilangan podium ke-3 di ITCC 1200 (kejurnas), karena dia finish ke-4 di kelasnya dengan best timenya 2:05.134

” Sangat seru sekali. Ini pengalaman pertamaku fight sepanjang lap. Dari awal sampe finish fight terus sama mas Iwan. Pas di HBSC setekah meng overtake mas Iwan aku berusaha menjaga posisi ku depan, dan itu sangat susah. tapi Alhamdullilah bisa. Sementara pas di ITCC kalah sama mas Iwan karena waktu di R1 ngeremnya terlalu dekat jadi hampir out, dan mas Iwan bisa mempertahankan posisinya. Asyiknya lagi pas di ITCC kita fight bertiga antara aku, mas Iwan, dan Om Hari Widodo. Dan posisi kita bergantian” kesan Rio mengenai dog fightnya dengan Iwan dari HBSC hingga ITCC.

” Sangat amat melelahkan dan menguras tenaga fight sama Rio dari awal sampe akhir race di dua balapan yang berbeda. Tapi asyik.hehehe” kesan Iwan Sidharta

“Yang jelas kalo bawa mobil Brio atau Jazz itu wajib banyak latihan kalo mau menang. Sedang para pembalap kita pada ga pernah latihan, tapi hasilnya memuaskan.hahaha.” tawa Pak Aprek atau Daddy perihal serunya pertarungan ke-2 pembalapnya ini

Sebanyak 6 pembalap yang terdiri dari Rio R. Bramantio, M. Herdy, Novinsyah, Iwan Sidharta, Iik Sudiro, dan Alfin Mulia Rahman. Yang bertarung di seri ke-2 ISSOM mulai dari QTT day hingga race day di kelas Japan Super Touring Championship, Honda Brio Speed Challenge, Super Car Championship, STC 1600, STC 2100, hingga Indonesia Retro Race. Akhirnya menyelesaikan ISSOM seri ke-2 dengan berhasil merebut sebanyak 12 piala atau podium.

See ya on round 3 guys. Later…

BANK BJB B16 AP SPEED : THE HONDA BOYS IS BACK !

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!