JSTC : JDM WAR !

331

Luckas Dwinanda berhasil menjuarai Japan Super Touring Championship seri ke-2 dari gelaran Indonesian Sentul Series Of Motorsport atau ISSOM yang digelar pada tanggal 27-29 April 2018 yang lalu di Sentul International Circuit, Bogor. Pembalap dari Gazpoll Racing Team ini berhasil merebut posisi 1 dari tangan Avan Abdullah yang terpaksa harus out (D.N.F) dari race akibat kerusakan mesin pada EG6 nya, dan juga Amandio yang berhasil di lewatinya pada race yang berlangsung selama 9 lap.

Jumlah pesertanya pun meningkat di seri ke-2 ini menjadi 21 peserta yang terbagi di dalam 5 kelas yang berbeda.

Salah satu pendatang baru atau new kids on the block di seri ke-2 ini adalah, James Rivai dari Tribco Racing Team yang mempiloti sebuah Honda Civic ES bermesin K20R bertenaga sebesar 230 whp. Rumornya ini adalah mobil ex sang maestro balap Indonesia, Alm. Aswin Bahar.

“ Katanya orang, balapan yang persaingannya  lagi ketat, seru, dan ramai saat ini adalah JSTC. Makanya saya tertarik untuk ikut turun balapan di JSTC, biar ga kaku balapan” kata James Rivai yang juga merupakan perally nasional ini yang terakhir kali ikut balap touring 3 tahun yang lalu.

Salah satu tim baru dengan pembalap lama JSTC yang sedang on fire atau keminclong di JSTC, adalah Tiegan  BKRT Wisesa dengan Honda Civic EG6 yang dipiloti oleh Avan Abdullah, dan Yose V. Adrian sebagai owner dari Tiegan Garage . Dimana mereka hanya membutuhkan 2 seri  saja untuk bisa merebut pole position atau P1 sekaligus mencetak circuit record lap (JSTC) 1:43.959 (137 km/h), menggeser best timenya M. Herdy dari AP Speed 1:45.222 (135,6 km/h) yang dicetak pada tahun 2017 yang lalu. “Saya sangat senang karena pembalap dan mobil bisa cepat  adaptasi walaupun masih banyak kekurangan di sektor suspensi yang menyebabkan mobil tidak mau belok atau understeer parah. Mesin pun memakai B20 yang dimana part-partnya saya comot dari sisa-sisa mesin drag race saya. Hehe” terang Yose V. Adrian Owner (baju merah) dari  White Shark Tiegan 008 EG6 yang merupakan dragster yang saat ini banting stir ke balap touring

Jika pada tahun lalu Avan mempiloti Evo 3 milik Ferry Yanto dari Gazpoll Racing Team, maka untuk musim balap tahun ini dia akan berada di balik kemudi atau hot seat 290 hp White Shark Tiegan 008 EG6 . “ Alhamdullilah seneng banget bisa mendapatkan di grid P1 dan mencetak circuit record lap (JSTC). Ga nyangka aja karena masih memakai suspensi lama yang kurang layak karena understeernya parah” terang Avan ketika ditanyakan perasaannya bisa menyabet grid P1 dan circuit Record lap.

Jika kubu Avan Abdullah dan Tiegan BKRT Wisesa sedang diatas angin, lain halnya dengan kubu Hendra Widjanarko dari Speedy Motorsport yang terlihat masih bergelut dengan mesin Honda Civic Estilonya. Padahal race pun akan berlangsung dalam hitungan menit. Hendra pun terancam tidak bisa mengikuti race.

Sebanyak 21 peserta dengan 21 pembalapnya pun sudah memenuhi area dibelakang pit 0

Ferry Yanto Hongkiriwang dari Gazpoll Racing Team selaku promotor JSTC pun membagi-bagikan secara gratis bordiran JSTC kepada beberapa peserta baru JSTC di musim balap 2018 ini, seperti Novinsyah dari AP Speed, untuk dipasangkan di race suit mereka.

Termasuk juga Tugimin dari Indonesian Performance

Dan salah satunya adalah pembalap lama yang comeback lagi ke lintasan, yaitu Imin Barata dari Sigma Speed. Dimana Imin tampil ber-2 dengan rekan satu teamnya di Sigma Speed, yaitu pembalap senior Chandra Alim.

Ada pemandangan yang unik sebelum para pembalap masuk ke dalam track. Sebanyak 21 pembalap ikut menandatangani spanduk yang bertuliskan ” Saya Indonesia” Saya Anti HOAX dengan tambahan hastag #IndonesiaDamai. Dimana tujuan dari spanduk tersebut menunjukkan bahwa JSTC semua pembalapnya adalah satu, yaitu Indonesia Raya.

Dimana spanduk ” Saya Indonesia” Saya Anti HOAX dengan tambahan hastag #IndonesiaDamai bertujuan menunjukkan bahwa JSTC semua pembalapnya adalah satu, yaitu Indonesia Raya.

Tanpa ada perbedaan suku, ras, dan agama. Dimana mereka mendukung keutuhan NKRI dari maraknya berita HOAX yang bersifat memecah belah persatuan NKRI. Ide ini datang dari salah satu pembalap JSTC yaitu Dwi Irianto  yang juga merupakan salah satu pelindung JSTC

” Saya cukup senang dengan seri ke-2 ini karena ramai dan menyajikan tontonan yang sangat menarik dan menghibur alias seru. Namun semakin seru dan ketatnya persaingan, apalagi waktu yang semakin tajam, membuat saya kwatir para pembalap pemula atau baru yang ingin ikut JSTC jadi takut. Oleh karena itu saya berencana untuk membuka satu kelas baru, wacananya adalah satu kelas yang berisi mobil tahun 90’an yang diproduksi di Indonesia seperti Honda Estilo dan Genio, Toyota Twincam atau Great Corolla, Mitsubishi Lancer GLXi  atau GTi, Mazda Astina, dll .Yang dimana peraturannya tidak boleh engine swap alias wajib menggunakan mesin asli atau bawaan mobil. Sehingga semua orang atau pembalap baru bisa ikut dan tetap gaspoll di JSTC tanpa kwatir mobil mereka kalah spec dengan peserta lainnya. Ya mirip ITCC jaman estilo dulu lah (tahun 2000an)” terang Ferry Yanto selaku Promotor JSTC

Melihat pembalap senior Chandra Alim serasa melihat pembalap Formula One jaman nya James Hunt dan Nikki Lauda (70’an), lengkap dengan ciri khas balaclava nya yang bolong pada ke-2 mata dan mulut.

Sebanyak ke-21 pembalap pun mulai line up di area pit lane untuk menuju ke dalam track. Amandio sendiri yang pada seri lalu berhasil finish 1 di JSTC, kali ini akan memulai grid ke-2. Grid yang sama yang dia dapatkan pada seri pertama kemaren.

Ini bukan tawuran antar genk motor atau genk mobil, tapi mereka adalah para crew mekanik, official, dan pendukung sebanyak ke-21 pembalap yang sebentar lagi akan memasuki grid start

Ada pembandangan yang baru alias fresh dari starting grid JSTC pada seri ke-2 ini. Dimana Avan Abdullah dari Tiegan Wisesa BKRT dengan EG6 nya yang berada di grid 1 atau P1 Di ikuti oleh Amandio dari ABM Racing Team di posisi ke-2. Dan di posisi ke-3 ada Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan Honda Super Brio yang. Sementara M. Herdy dari AP Speed yang biasanya langganan penguasa grid P1 harus puas berada di posisi ke-4 di belakang Luckas Dwinanda

Avan pun berhasil merebut singgasana P1 JSTC dengan best timenya yang cukup sensasional, yaitu 1:43.959. Dimana Avan dan Tiegan BKRT Wisesa Racing Team ini hanya butuh 2 seri saja untuk berada di grid paling depan JSTC.

Ferry Yanto dari Gazpoll RacingTeam selaku promotor JSTC pun tampak tersenyum lebar bahagia melihat grid JSTC semakin ramai dan kompetitif

Race pun dimulai, Avan Abdullah dari Tiegan BKRT Wisesa dengan EG6 memimpin di depan, di ikuti oleh Amandio dari ABM Racing Team di posisi ke-2. Dan di posisi ke-3 ada Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan Honda Super Brio nya. Sementara M. Herdy harus puas berada di posisi ke-4

Pertarungan juga terjadi di barisan tengah, dimana Umar Abdullah berhasil melewati  Rio. R Bramantio. Sementara Rio. Bramantio berhasil melewati Alvitto Dwisaputro, namun Alvitto pun tetap menyerang Rio untuk mendapatkan kembali posisinya. Sementara di belakang Alvitto tampak dog fight antara H. Putra Rizky yang menyerang Ibrahim. FH dari belakang. Maklum saja. Sebelumnya Ibrahim berhasil melewati Putra.

Dan dibarisan belakang, Dwi Irianto (Evo 3) tampak sedang berusaha mengejar Apip Ginanjar (EG6) yang posisinya melorot ke belakang akibat performance mesinnya drop (bermasalah)  dan ban belakangnya pecah terkena serpihan.

Nasib naas menimpa Hendra Widjanarko yang terpaksa harus out dari race sesaat setelah start dari dalam pit, hingga memaksanya tidak bisa mengikuti race bersama teman-temannya.  Masalah mesin yang melandanya  membuat dia tidak bisa mengikuti sesi practice (Jum’at), hingga babak kualifikasi (Sabtu), hingga akhirnya berpuncak pada race day.

Alfin Mulia Rahman yang memulai start dari grid ke-13 (1:52.199), terpaksa harus out dari race akibat pompa bensin pada Civic Wonder nya  mendadak mati pada lap pertama. Hingga dia pun harus menepi  dan berakhir dengan D.N.F (Did Not Finish)

Dwi Irianto dari Speedy Motorsport yang start dari grid ke-20 (1:59.346), terpaksa harus menyusul rekan satu teamnya, yaitu Hendra Widjanarko yang out dari race. Dwi pun out dari race pada lap ke-2. Sebelum out, salah satu pelindung JSTC ini berhasil mencetak best time 2:54.096

Apip Ginanjar yang juga merupakan salah satu pelindung JSTC ini ikut menyusul 2 rekan satu teamnya di Speedy Motorsport (Hendra & Dwi) yang out dari race akibat ban belakang mobilnya sobek terkena serpihan mobil. Apip yang out pada lap ke-3 ini, sempat mencetak best time 2:00.654

Pertarungan pun terjadi pada perebutan podium 1 kelas JSTC 2B antara Alvitto dan Rio. Alvitto Dwisaputra yang sempat merasakan di posisi ke-6 atau ke-2 di kelas JSTC 2B dibelakang Rio, terpaksa harus out pada lap ke-4 akibat masalah pada mesinnya.

Sebelum D.N.F, pembalap dari Pro Drag Racing Team ini sempat mencetak best time 1:47.277

Lap demi lap pertarungan sengit pun terjadi di barisan depan JSTC. Dimana 3 pembalap tercepat yang berbeda kelas ini jarak atau gap satu sama lainnya terlihat sangat rapat. Yaitu Avan Abdullah (EG6) di P1, Amandio (S14) di P2, dan Luckas (Brio) di P3

Namun di beberapa kemudian, Avan pun mampu memperlebar gap nya dengan Luckas dan Amandio

Avan Abdullah dengan 290 hp White Shark Tiegan 008 EG6 berusaha sekuat tenaga untuk bisa memperlebar gap atau melepaskan diri dari kejaran Amandio dan Luckas yang berada di belakangnya. Bahkan saking kencangnya dia berbelo sampai roda belakang sebelah kiri terangkat.

Namun sayangnya pada lap ke-5, mobil yang di piloti oleh Avan mengalami masalah hingga akhirnya memaksa dia untuk menepikan mobilnya. Hingga membuat dia berhasil di lewati oleh Luckas dan Amandio yang berhasil merebut P1 dari dirinya.

Podium 1 di depan mata  Avan pun sirna bersamaan dengan melintasnya Luckas Dwinanda dengan Super Brio nya yang saat ini berada di posisi terdepan JSTC, di ikuti oleh Amandio di posisi ke-2. Sebelum out dari race Avan sempat mencetak best time 1:44.451

Nasib na’as pun menimpa Angling Kusumo yang start dari grid ke-15 (1:52.762), dimana kaca depan atau windshield nya pecah berhamburan. Hingga memaksanya harus mengakhiri race dan masuk kembali ke dalam pit pada lap ke-7. “ Ngga tahu kenapa pas di R1 kena batu langsung pecah. Kayanya ada batu loncat trus kena kacaku trus langsung pecah. Pada saat itu saya lagi fight sama James Rivai dan om Chalim, saya berada di paling belakang. Untung saja visor pada helm saya pada saat itu tertutup” kata Angling terkit pecahnya kaca mobilnya tersebut. Sebelum out pembalap yang memakai livery iconic   perusahan rokok yang melegenda di dunia motorsport ini sempat mencetak best time 1:53.779

Imin Barata yang sempat mencicipi manisnya posisi ke-5 (start dari grid ke-5, 1:45.774), terpaksa harus out dari race pada lap ke-8 alias 1 lagi menjelang finish. Pembalap dari Sigma Speed ini D.N.F dengan best timenya 1:47.895. Dengan begitu dari 21 peserta yang mengikuti race JSTC, sebanyak 8 pembalap rontok ditengah race alias D.N.F

Novinsyah dari AP Speed dengan Civic Nouva B18 Turbo yang memulai start dari grid ke-19 (1:57.244), naik 6 peringkat ke posisi ke-13 (overall). Mantan pembalap Honda Brio Speed Challenge ini berhasil merebut posisi ke-2 di kelas JSTC 2B  dengan best timenya 1:57.563

Tugimin dari Indonesia Performance dengan Mitsubishi Lancer Cediac nya yang mengawali race dari grid ke-18 (1:56.816) berhasil finish di posisi ke-12 (overall), dan ke-2 di kelas 1A dengan best timenya 1:57.095

Di posisi pertama kelas JSTC 1A di rebut oleh Umar Abdullah dari bank BJB Delta Garage Racing Team dengan Honda Civic Nouva EF9 nya. Umar yang start dari grid ke-10 (1:49.303) berhasil menyelesaikan race sepanjang 9 lap ini di posisi ke-11 (overall) dengan best timenya 1:49.201

Pembalap senior Indonesia dari Sigma Speed, yaitu Chandra Alim dengan Suzuki Swift turbonya finish di posisi ke-10 (overall), namun beliau berhasil merebut posisi ke-2 di kelas JSTC 2A dengan best timenya 1:53.669

The New Kids on the block di JSTC, yaitu James Rivai dari Tribco Racing Team yang start dari grid ke-17 (1:53.702) dengan Honda Civic ES ex pembalap senior Indonesia Alm. Aswin Bahar ini berhasil finish ke-9 alias naik 8 peringkat dari posisi semulanya dengan best timenya 1:53.280. Namun sayangnya di kelas JSTC 1B yang dia ikuti, perally nasional ini harus puas berada di posisi ke-6. Yang uniknya lagi, jika pembalap lainnya menggunakan ban semi slick atau r compound SNI, maka James turun dengan ban radial biasa atau ban harian alias ban sayur. Alasannya biar di tikungan tidak grip, alias bisa bermain dengan yang namanya ovesteer atau buang pantat Dasar perally….

Ibrahim F.A dari Supernova dengan Honda Civic Genio yang start dari grid ke-12 (1:50.782) dan sempat mencuri posisi nya H. Putra Rizky (11), terpaksa harus puas finish di belakang Putra Rizky, yaitu ke-8 (overall). Di kelas JSTC 1B, Baim hanya mampu finish di posisi ke-5 dengan best timenya 1:49.295

Finish di depannya Baim dan berhasil merebut posisinya kembali, H. Putra Rizky dari Landy Land  dengan Honda Civic Ferio nya berhasil finish di posisi ke-7 (overall), dan ke-4 di kelas JSTC 1B. Offroader yang memulai start dari grid ke-11 (1:49.471) ini berhasil mencetak best time 1:49.310

Dog fight atau pertarungan sengit pun terjadi antara Rio R. Bramantio dan Sendi Setiawan untuk memperebutkan posisi ke-5 (overall). Pertarungan ke-2 pembalap yang berbeda kelas ini, Sendi 1B dan Rio 2B, berhasil di menangkan oleh Rio.

Sendi Setiawan yang memulai start dari grid ke-6 (1:46.258) ini, harus puas finish di posisi ke-6 (overall). Sementara di kelas JSTC 1B, pembalap dari ABM Racing Team ini berhasil merebut posisi ke-3 dengan best timenya 1:47.415

Di posisi ke-5 (overall), Rio. R Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed yang start dari grid ke-9 (1:48.713), berhasil naik 3 peringkat ke posisi ke-5 overall. Arek Suroboyo ini pun berhasil merebut podium ke-1 di kelas JSTC 2B, dan juga posisi ke-4 di kelas JSTC 3 dengan best timenya 1:48.996

Di depan Rio R. Bramantio tampak rekan satu teamnya, yaitu M. Herdy yang tampak sedang kerepotan  meladeni serangan Ricky Karyanata Dianto dari R Speed Racing Team dengan FD2R yang menginginkan posisi ke-3 (open class), dan posisi 1 di kelas JSTC 1B.

Pembalap asal kota Cianjur ini pun menyerah kepada Ricky akibat mesin nya mengalami masalah (over heat) hingga dia harus menjaga ritme mesin supaya tidak D.N.F selama 9 lap. Start dari grid ke-4 (1:45.220), diapun  harus puas finish di posisi ke-4 (open class). Di kelas JSTC 1B, Herdy pun harus puas berada di posisi ke-2 JSTC 1B dengan best timenya 1:45.792. Sementara di kelas 3 atau Free For All , Herdy berhasil menyebet posisi ke-2

Ricky Karyanata Dianto yang pada seri 1 finish di posisi ke-3 pada kelas JSTC 1B, maka pada seri ke-2 ini Ricky berhasil merebut posisi 1 atau podium 1 di kelas JSTC 2B dari tangan M. Herdy. Ricky yang start dari grid ke-8 (1:47.543), juga berhasil finish di posisi ke-3 (overall) dengan best time 1:47.147

Emanuel Amandio yang seharusnya merebut posisi 1 atau finish pertama di JSTC setelah Avan Abdullah out dari race, terpaksa harus puas finish di posisi ke-2 setelah di susul oleh Luckas Dwinanda. Pro Drifter dari team ABM Racing Team  yang start dari grid ke-2 ini finish di posisi ke-2 (overall), sementara di kelas JSTC 3, Amandio berhasil berada di posisi ke-2 dengan best time 1:44.394

Luckas Dwinanda akhirnya berhasil finish terdepan atau pertama setelah start dari grid ke-3 ( 1:44.614)  dalam race sebanyak 9 lap ini dengan best timenya 1:45.001. Membuat pembalap dari Gazpoll Racing Team ini merebut podium 1 di kelas JSTC 2A dan podium 1 di open class atau overall mengungguli Amandio yang finish ke-2.

“ Senang bisa di grid 1 bahkan bisa bertahan didepan terus, tapi kurang lengkap waktu ada sedikit problem engine yang sebenarnya ga perlu kejadian karena kendala mesin itu bukan karena durability atau temperature atau lain-lainnya. Problem enginenya hal sepele, ya mungkin yang namanya mobil balap baru jadi harus banyak pembenahan-pembenahan kecil yang bisa berdampak besar saat balapan. Masalah tersebut akan kami perbaiki dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi pada seri ke-3 esok” terang Avan Abdullah mengenai perihal out nya dia dari race ketika dia sudah memimpin  didepan.

Di mulai dari kelas JSTC 1A (1600 N/A), Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage  berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:49.201. Sementara di podium ke-2 diduduki oleh Tugimin dari Indonesian Performance dengan best timenya 1:57.095. Piala pun diserahkan oleh Ferry Yanto selaku promotor JSTC

Ricky Karyanata Dianto dari R Speed Racing Team, akhirnya berhasil merebut podium 1 di kelas JSTC 1B (2000 cc N/A) dengan best timenya 1:47.147. Ricky berhasil mengalahkan M. Herdy yang harus puas berada di podium ke-2 dengan best timenya 1:45.792. Di podium ke-3 ada Sendi Setiawan dari ABM Racing Team dengan best timenya 1:47.415. Piala pun diserahkan oleh Paul F Montolalu selaku CEO ABM Enterprise

Naik ke kelas turbo, yaitu JSTC 2A (1600 Turbo). Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:45.001. Dan pembalap senior dari team Sigma Speed, yaitu Chandra Alim berada di podium ke-2 dengan best timenya 1:53.669. Piala pun diserahkan oleh Ahmed Zaki Iskandar selaku pembalap dari team Landy Land yang juga merupakan seorang Bupati Tangerang

Di kelas JSTC 2B (2000cc Turbo), Rio R. Bramantio dari Bank BJB B16 AP Speed berhasil menduduki podium 1 dengan best timenya 1:48.996. Sementara rekan satu teamnya, yaitu Novinsyah Husain berada di podium ke-2  dengan best timenya 1:57.563

Di kelas JSTC 3 atau Free For All, Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team berada di podium 1. Di ikuti oleh Amandio dari ABM Racing Team di podium ke-2 dengan best timenya . Dan akhirnya M. Herdy dari Bank BJB B16 AP Speed di podium ke-3.

Dan akhirnya di open class atau overall, Luckas Dwinanda  dari Gazpoll Racing Team berhasil menjadi pembalap tercepat dan terdepan dari 21 pembalap yang bertarung di JSTC. Di ikuti oleh Amandio dari ABM Racing Team di posisi ke-2. Dan Ricky Karyanata Dianto dari R Speed Racing Team di posisi ke-3

Sampai berjumpa lagi di JSTC seri ke-3 ISSOM guys…

JSTC : THE HEAT IS ON !

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!