BAMBANG HUTOMO : THE MAN WITH 3SGE BEAMS ITBS KE70

187

Bambang Hutomo dari Fastron Jakarta Ban Racing Team berhasil menjadi yang tercepat di STC Retro seri ke-2 dari gelaran Indonesian Sentul Series Of Motorsport 2018 yang lalu (29/4). Arek Suroboyo yang mempiloti Toyota Corolla DX KE70 ini berhasil merebut 2 podium  dalam race yang berlangsung selama 9 lap di Sentul International Circuit, Bogor

Saya pun pertama kali melihat Toyota Corolla DX KE70 dengan wide body kit milik arek Suroboyo ini pada tahun 2014 yang lalu. Dimana penampilannya wide body nya yang sangat gemuk dan performance mesin 3SGE ITB’s nya membuat saya kesengsem.

Dan pada tahun 2015 yang lalu, liverynya pun berubah menjadi warna hijau stabilo. Yang mana mobil ini menjadi mobil yang paling eye catching atau mencolok mata karena warnanya yang super duper ngejereng dibandingkan mobil balap lainnya. Bagi kami tukang photo, menjadi masalah tersendiri untuk bisa memphoto mobil berwarna keminclong ini karena setingannya harus pas supaya tidak terlalu over.

Dan akhirnya di musim balap 2018 ini, tepatnya pada seri ke-2 ISSOM, Bambang pun dipinang oleh Pertamina Fastron untuk menjadi sponsor utama pada Corolla DX nya

Sehingga nama teamnya yang dulunya hanya Jakarta Ban Motorsport kini menjadi Fastron Jakarta Ban Racing Team. Bambang sendiri memulai karir balapnya pada tahun 1986 di Sirkuit Ancol. Bemula dari balapan memakai Jeep CJ7 di sirkuit Ancol. Lalu di awal sirkuit Sentul mulai turun dengan Corolla DX nya ini, One make race Suzuku Swift, one make race Ford Focus, One make race Mercedes Benz C200, One make race Mercedes Benz C Class Coupe, hingga Ferrari F430 Competizone Indonesia. Dan akhirnya sampai sekarang masih setia balapan dengan mobil kesayangannya ini, yaitu Corolla DX. Dimana dia mempunyai 2 Corolla DX yang kembar siam, namun beda di mesin. Yang satu 3SGE BEAMS 4 barrel (full TRD), dan yang ini 3SGE BEAMS ITBs.

Pertamina Fastron ini pun menjadi sponsor utama mendampingi sponsor-sponsor Bambang yang telah dulu ada seperti Jakarta Ban, Wong Kudus, PT. Panca Persada Medika, PPBA. Aero kit nya pun terlihat lebih gondrong, bahkan paling gondrong diantara mobil balap seumurannya, bahkan satu dari 3 mobil balap yang tergondrong di ISSOM (E36 JS Garage, E46 Setiawan)

Dan tentu saja wide body nya yang cukup lebar dengan vent disampingnya. Uniknya desain body kit mobil ini berasal dari game custom Playstation on line , dimana Bambang dan anaknya terinspirasi dari situ sehingga timbul niatan untuk merubah tampilan Corolla DX menjadi berbeda, namun sisi aerodinamisnya juga dapat. Sekilas DX ini mirip dengan Nissan Skyline R30 Super Silhouette atau Nissan Silvia S12 Super Silhouette

Untuk urusan dapur pacunya, dibalik hood DX ini pun terdapat mesin 3SGE BEAMS edition (Breakthrough Engine with Advanced Mechanism System) yang menggusur mesin 3K nya lengkap dengan individual throttle bodies atau ITB’s yang merupakan versi injectionnya dari four barrel. Dimana power out put standartnya saja sudah mencapai 207 hp, apalagi dengan beberapa part racing didalam mesin yang di modif oleh Barto dari Bar Speed, dan di otaki oleh Motec M400 yang dituning oleh Togi dari GE Racing.

Mungkin perkiraan saya tenaganya bisa mencapai sekitar 250- 300 hp-an jika melihat lap timenya segitu (1:48)Waktunya untuk menyalakan terompet ITBsnya

Jika pada seri-seri sebelumnya Bambang turun di 2 kelas yaitu STC Retro dan Indonesia Retro Racce, maka pada musim balap 2018 ini dirinya hanya turun di STC 2 (1600 – Retro) & Super Car Championship.

Pada race STC 1 kali ini dia berada di grid ke-7 (overall) yang diperolehnya pada saat sesi babak QTT dengan berhasil mencetak waktu 1:51.300.

Sementara di kelas STC Retro, Bambang berada di posisi ke=2 di belakang rekan satu teamnya di Fastron Jakarta Ban Racing Team, yaitu Ahmad Fadillah yang berada di grid ke-6

Tapi yang jelas Arek Suroboyo ini sempat menembus best time 1:48.

” Itu dulu waktu mesin masih fresh, tapi sekarang udah 3 tahunan mesin belum pernah dicek lagi. Cuma ganti oli dan busi, serta tune up saja sebelum race” kata Bambang

Dimana dia harus bertarung juga dengan beberapa mobil yang jauh lebih canggih dari dirinya, seperti Mitsubishi Lancer Evo III dan Honda Civic bermesin Turbo.

Bambang Hutomo pun langsung melesat memburu Ahmada Fadillah yang berada di depannya untuk merebut posisi 1 di kelas STC Retro.

Akhirnya diapun berhasil menyalip rekan satu teamnya, Ahmad Fadillah pada lap-lap awal race STC 2 (1600-Retro) & SCC. Namun Fadil yang mempiloti Mercedes Benz 190E W201 kembali memburu Bambang untuk merebut kembali posisi 1 STC Retro yang lepas dari tangannya. Fadil pun mencoba masuk dari sisi dalam S besar, sementara Bambang berada pada sisi luar atau racing line.

Namun Bambang meninggalkan space terbuka pada sisi dalam yang dimanfaatkan oleh Fadil seorang pro drifter Indonesia itu untuk menyalip Bambang. Fadil pun berhasil melewati Bambang di tikungan S besar.

Namun Bambang pun tak mau menyerah, dan kembali memburu Fadil yang juga terjebak traffic di depannya, yaitu Rio R. Bramantio dengan EG6 nya yang merupakan pembalap Super Car Championship.

Catatan waktu Bambang pun mulai naik perlahan-lahan, dari 1:53.541 yang di cetaknya pada lap pertama, menjadi 1:52.242 yang dicetaknya pada lap ke-2, yang mana menjadi best timenya dia di race kali ini.

Bahkan saking kencangnya, roda belakang sebelah kirinya ikut terangkat ketika dia menikung ke kanan. Bambang pun berhasil merebut posisi 1 STC Retro dari tangan Fadil yang tercecer di belakang akibat mesinnya bermasalah.

Yang membawanya finish di posisi ke-4 (overall), ke-2 di kelas STC 2, dan posisi 1 di kelas STC Retro dengan best timenya 1:52.242 mengungguli M. Ismail Ekadana yang berada di posisi ke-2 atau dibelakangnya.

Akhirnya race yang berlangsung selama kurang lebih sekitar 19 menit ini atau sebanyak 9 lap berbuah 2 podium kemenangan bagi Bambang Hutomo.

Dimana pada STC 2 1600 -Retro (overall), Bambang Hutomo berhasil merebut podium ke-2, berada di bawah M. Herdy dari Bank BJB AP Speed yang berhasil merebut podium 1.Satu-satunya saingannya di STC Retro yang berada di podium overall, adalah M. Ismail Ekadana yang berada di podium ke-3.

Dan puncaknya pada kelas STC Retro, pembalap Fastron Jakarta Ban Racing Team ini  berhasil menjadi yang tercepat, dan merebut podium pertama dari 2 pembalap lainnya yang sama-sama menggunakan Toyota Corolla DX KE70. Yaitu duet Ayah dan Anak, M. Ismail Ekadana (podium ke-2), dan M.Ibrahim Budidana (podium ke-3).

photo : Bambang H

” Saya sangat senang hasil balap kali ini, dimana saya tadi sempat duel dengan rekan satu team saya yaitu Fadil. Saya persembahkan podium saya ini untuk sponsor utama saya, yaitu Pertamina Fastron dan sponsor lainnya seperti Jakarta Ban, Wong Kudus, PT. Panca Persada Medika, PPBA yang sudah mensupport saya pada race kali ini.” terang Bambang HutomoYaitu berhasil menggenggam piala podium ke-2 di kelas STC 2 (1600 – Retro)

DX wide body bermesin 3SGE BEAMS akan kembali lagi di seri ke-3 ISSOM 2018 yang akan datang. Later..

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!