DRIVE GARAGE : BITTER SWEET RACE

185

Drive Garage Racing Team berhasil merebut podium ke-3 European Touring Car Championship Euro 3000 di kelas Euro 3000 Novice oleh salah satu pembalapnya, yaitu Alexander Joshua Hikmat dengan BMW E36nya. Sementara Yonny Budiman yang bertarung di Eruo 2000, terpaksa harus out dari race pada lap 1 setelah pedal gas nya patah pada race yang berlangsung di hari Minggu, 29 April 2018 yang lalu.

Kesibukan pun dimulai semenjak hari Sabtu (28/4), dimana team ini baru memulai latihan yang dirapel dengan babak kualifikasi atau QTT

Mobil E36 milik Hikmat pun sudah mulai mendapatkan upgrade pada bagian braking system, yaitu penginstalan Big Brake Kit bermerek Brembo dengan 6 pot  di dalamnya. Upgrade pun dilakukan oleh Bimo sang Chef mechanic, setelah pada seri 1 atau debut perdana Hikmat dirasa sudah mampu beradaptasi dengan rem bawaan E36. Dengan big brake kit baru ini, Hikmat pun bisa lebih depan lagi atau late brake pada area braking zone sebelum masuk ke tikungan.

Sementara BMW E30 milik Yonny Budiman, tidak mengalami perubahan atau upgrade. Kondisinya masih sama dengan seperti waktu ISSOM seri 1.

Maklum saja, sang pengusaha bis Budiman asal kota Tasikmalaya ini masih harus beradaptasi lagi dengan Dirthy Thirty nya, akibat kesibukannya yang tidak sempat untuk latihan di luar race ISSOM.

Walaupun Yonny harus menjali sesi latihan yang di rapel atau di gabung dengan sesi QTT pada hari Sabtunya, dragster VW Kodok ini akan memulai start dari grid ke-19

Dimana pada hari Sabtu (28/4) pada saat dia melakukan sesi kualifikasi Yonny berhasil mencetak waktu 2:06.907 yang membawanya di grid ke-19 pada race day di Minggu siangnya.

Dimana modal nya untuk bisa bertarung di seri ke-2 ini adalah podium ke-2 Euro 2000 Novice pada saat ISSOM seri 1 kemaren. Dimana dia berhasil mencetak best time 2:06.054

Yonny pun langsung melesat dari grid ke-19  dengan BMW E30 nya sesaat setelah lampu start dipadamkan.

Pada awal race semua terlihat baik-baik saja, atau tidak ada masalah dengan mobilnya. Diapun mulai menyelesaikan setengah lap nya dengan bagus.

Namun setelah setengah lap, mendadak mobilnya kehilangan tenaga atau terdengar seperti mesinnya mati (throttle out). Hingga membuatnya menepikan mobilnya pada tepi lintasan.

Sayangnya belum genap dia melakukan one perfect lap atau lap pertamanya,  Yonny pun harus menepi di bahu sirkuit. Dan mobilnya di towing balik ke dalam pit Drive Garage

Yang mana membuat Yonny harus out dari race atau D.N.F di lap pertamanya, dan melupakan podium ke-2nya di Euro 2000 Novice.

Masalah yang menimpa E30 nya yaitu pedal gas nya patah atau putus sehingga mengakibatkan Yonny tidak bisa menginjak pedal gasnya. Mungkin hal ini tidak akan terjadi apabila para mekanik mengecek kondisi  pedal gas atau pun rem pada mobil yang usinya hampir 30’an ini. Dimana masalah korosi dan karat selalu menghantui mobil jadul.

Pembalap ke-2 dari Drive Garage Racing Team yang akan berlaga adalah Alexander Joshua Hikmat pada race European Touring Car Championship di kelas Euro 3000 Novice.

Hikmat pun terlihat keluar dari area pit lane agak terlambat atau paling akhir sendiri akibat masalah pada transpondernya

Namun anggota club Speedloverz ini akan memulai start dari grid ke-15 (overall), atau ke-2 di kelas Euro 3000 Novice dengan best timenya 1:55.075 dan average speed 124 km/h yang dicetaknya pada saat babak QTT.

Ada yang unik pada hood E36 nya, dimana terdapat sticker bertulisan “John 3:16, For God so loved the world that he gave”, yang merupakan kutipan dari sebuah ayat di kitab injil.

Beberapa pembalap yang pernah saya temui  dan kawal selama saya memulai menggeluti dunia motorsport photography, menambahkan beberapa ayat atau kutipan dari masing-masing kitab suci mereka. Yang merupakan bukti kecintaan mereka pada Tuhan Yang Maha Esa, dan juga memberikan ketenangan batin sewaktu mereka berada di dalam lintasan. Karena Tuhan Yang Maha Esa dekat dengan mereka dan menjaga mereka.

Hikmat pun siap untuk memulai race ke-2nya di musim balap 2018 ini. Dan dia siap untuk memboyong lagi satu piala atau podium di Euro 3000 Novice.

Hikmat pun langsung melesat mengejar Andri Wiradhuswanto yang berada di posisi 1 Euro 3000 Novice yang berjarak 2 mobil di depannya. Namun sayangnya pada lap awal , Hikmat pun berhasil di lewati oleh Deo Popong dengan Mercedes benz 190E Evolution yang start di belakang Hikmat atau grid ke-16.

Walaupun ke-2 pembalap ini berbeda kelas, dimana Hikmat Euro 3000 Novice, sementara Deo Popong di kelas Euro 3000 Promotion yang merupakan 1 kelas atau tingkat diatas Novice (Novice-Promotion-Master-Pro). Namun penggemar BMW ini tidak menyerah dan berusaha merebut kembali posisinya.

Berbekal big brake kit nya yang baru, Hikmat pun semakin PeDe untuk melakukan late brake di setiap tikungan hingga akhirnya dia bisa menempel lagi Deo Popong ketika masuk ke dalam tikungan dan keluar tikungan. Namun ketika masuk straight atau lintasan lurus, E36 nya yang bermesin 2.3 Lt standart tak kuasa mengejar laju Mercedes Benz 190E Evolution milik Deo Popong.

Segala cara dia lakukan untuk mengejar Deo, dari mulai late brake, hingga harus push sampai menginjak curb sehingga roda depannya melayang.

Dan flat out atau fill throttle ketika mengantap tikungan high speed, seperti di R2.

Namun usahanya gagal untuk merebut posisinya kembali atau setidaknya melewati Deo Popong. Hikmat hanya mampu mencetak best time 1:54.855, lebih cepat sekitar 3 detik dari best time di seri 1 pada debut perdananya balap touring Euro 3000, yaitu 1:56.555

Dan akhirnya setelah menyekesaikan race sebanyak 12 lap, Hikmat pun harus puas finish di posisi ke-13 di belakang Deo Popong yang finish ke-12 (overall).

Walaupun dia sudah bisa mempertajam best timenya dari seri perdanaya di balap touring( naik 3 detik’an), dan mampu bertengger di posisi ke-3 di kelas Novice (seri 1 di podium ke-4). Namun dia masih tetap saja pusing akibat dilewati oleh Deo Popong, bahkan sampai bendera finish dikibarkanpun, dia tak mampu menyalip kembali Deo.

Tapi apapun hasil dari pengejaran Deo selama 12 lap tadi, walaupun tidak bisa menyalip kembali Deo dan tercecer di belakang pembalap Promotion tersebut. But the bright sight is, dia mampu mempertajam best timenya dibandingkan seri perdanannya kemaren, dan bahkan mampu naik 1 podium ke podium ke-3, daripada pada seri yang lalu berada di podium ke-4.

Ya mungkin dia berterima kasih kepada Deo Popong yang kelasnya diatas Hikmat untuk menjadi sparing partner atau ghost mode hingga membuat dia dalam posisi war mode : ON. Dan bisa membuat dia membalap seperti orang kesetanan sehingga best timenya naik 3 detik, demi hanya untuk menyalip kembali atau merebut kembali posisinya. Hasilnya podium ke-3 di Kejurnas Euro 3000 Novice Class.

Well, winner winner chicken dinner. Member dari club mobil Speedloverz ini kembali berhasil memboyong 1 piala lagi ke rumahnya. Dan juga modal best time 3 detikan lebih tajam dari debut perdananya. Itu berarti sudah 2 piala yang berhasil diboyong pria yang satu ini.

Dan bagi crew Drive Garage, penginstallan big brake kit tersebut membuahkan hasil yang cukup signifikan, yaitu mampu mempertajam best timenya sebanyak 3 detik’an (1:56. 555  ke 1:54.855) daripada menggunakan rem standar bawaan mobil. “Next stop mungkin mesin nya akan kita rubah setingannya, supaya Hikmat mampu lebih cepat lagi. Namun semua prosesnya kita lakukan bertahap, sambil melihat perkembangan Hikmat dalam beradaptasi dengan mobilnya” terang Bimo mekanik dari Drive Garage.

Next stop, ISSOM rd.3. Later…..

DRIVE GARAGE : THE NEW KIDS ON THE BLOCK

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!