BANK BJB B16 AP SPEED : ELEVEN TROPHIES AT ROUND THREE

11 piala berhasil di rebut oleh team Bank BJB B16 AP Speed pada gelaran balap touring nasional bertajuk Indonesian Sentul Series Of Motorsport yang di gelar pada tanggal 13 hingga 15 Juli 2018 yang lalu di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat.

Setelah hibernate atau libur balap selama kurang lebih 3 bulan, team yang bermarkas di daerah Jakarta Timur ini kembali menurunkan sebanyak 6 pembalap nya dan 8 mobil balapnya, mereka kembali bertarung pada 7 race yang berbeda mulai dari Japan Super Touring Championship hingga Indonesia Retro Race.

Dimulai dari race Japan Super Touring Championship atau JSTC, Bank BJB B16 AP Speed pun menurunkan hampir seluruh pembalapnya disini, yaitu sebanyak 6 pembalapnya yang bertarung untuk memperebutkan hadiah utam berupa  1 unit Honda Brio di tiap kelas JSTC. Dimulai dari Novinsyah Husain dengan Honda Civic EF B18 turbonya yang mengalami insiden kecelakaan menghantam tembok pembatas sesaat setelah start di mulai. Novinsyah yang memulai start dari grid ke-15 dari hasil QTT kemaren 1:52.349, terpaksa harus D.N.F karena kerusakan mobilnya sangat parah. Dimana dia juga terpaksa harus merelakan tidak bisa start alias D.N.S pada race STC 2 (1600 – Retro) & Super Car Championship

Nasib yang sama juga menimpa rekan satu teamnya, namun tidak sampai menghantam tembok pembatas. Alfin M. Rahman dengan Honda Civic Wonder SB3 nya mengalami insiden terkena batu pada kaca depannya yang mengakibatkan kacanya retak, namun tidak pecah akibat dipasang kaca film. Alfin yang start dari grid ke-14 dengan hasil qtt 1:52.255, terpaksa harus menyelesaikan lap pada posisi buncit akibat kaca depannya retak hingga membuatnya menjalankan pelan-pelan mobilnya karena tidak bisa melihat jelas. Dengan tertatih-tatih karena memaksa untuk menyelesaikan racedengan pandangan terbatas, namun Alfin pun berhasil harus out pada lap ke-7 atau D.N.F. Namun sebelum D.N.F (Did Not Finish), Alfin berhasil mencetak best time 1:59.258. Namun Alfin berhasil naik keatas podium ke-3 di kelas JSTC 1A

Rian Risky yang absen selama 1 seri (seri ke-2) ini, memulai start dari dalam pit akibat mesinnya jebol pada saat melakukan QTT JSTC. Namun sebelum out dari babak QTT, Rian berhasil mencetak rekor baru best timenya yaitu 1:48.732 ( sebelumnya 1:49) yang membawanya di grid ke-11 di race day. Dari grid ke-11, dan sempat melintir atau sideways di R1 karena ditabrak oleh Reza, yang merupakan pendatang baru. Rian berhasil finish di posisi ke-10 (overall). Sementara di kelas JSTC 1A Rian berhasil merebut podium ke-1 dengan best timenya 1:50.834. Sementara di race STC 2 (1600-Retro) & SCC, arek Suroboyo yang disponsori oleh Bank BJB, Triumph, Gas Motorcycles, Motul, Ahmad Sahroni Center,dan Rumah Keikira ini start dari pit akibat tidak mengikuti QTT karena mesinnya jebol. Namun dia berhasil melesat maju ke depan dan akhirnya finish di posisi ke-7 (overall), dan berhasil merebut podium ke-3 di STC 2, dan ke-2 di kelas STC 1600 dengan best timenya 1:50.156. Sementara di STC 1 (2100-3600cc) yang rencananya Rian turun dengan Tomahawk EG6 bermesin K20 Type R, terpaksa harus mengaspal dengan EG6 Esbeye 1600 nya akibat Tomahawk mengalami kerusakan mesin. Rian yang start dari dalam pit akibat tidak mengikuti babak QTT STC 1 (2100-3600cc) karena EG6 1600  nya jebol pada saat QTT JSTC, menggila pada saat race. Rian pun berhasil melesat maju dari dalam pit dog fight dengan mobil bercc besar diatas nya yaitu 2100cc hingga 3600cc sekelas BMW bermesin M3, hingga akhirnya dia mampu finish di posisi ke-10 dari 25 peserta dengan best timenya 1:50.678. Di kelas STC 2100, Rian berhasil finish di posisi ke-4 dari 6 peserta.

Sementara sang kakak, yaitu Rio R. Bramantio berhasil finish di posisi ke-8 (overall) pada race Japan Super Touring Championship. Pembalap yang disponsori oleh Bank BJB, Ahamad Sahroni Center, Triumph, Gas Motorcycles, Motul, dan Rumah Keikira ini berhasil merebut podium pertama di kelas JSTC 2B, dan juga podium ke-3 di kelas 3 atau FFA dengan best timenya 1:49.135. Di race Super Car Championship atau STC 2 (1600-Retro) & SCC, pembalap arek Suroboyo yang start dari grid ke-20 (2:15.354) akibat trouble pada mesinnya. Berhasil melesat maju kedepan sebanyak 17 posisi selama 9 lap yang akhirnya finish di posisi ke-3 (overall) dengan best timenya 1:48.407. Dimana Rio berhasil merebut podium ke-3 Super Car Championship, dan podium ke-3 di kelas SCC B1

Dan akhirnya M. Herdy yang start dari grid ke-20 atau paling buncit akibat pada saat QTT mengalami insiden menabrak beton pembatas. Menggila maju kedepan selama 9 lap. Pembalap Cianjur yang disponsori oleh Motul ini memburu sebanyak 19 pembalap di depannya, dan akhirnya berhasil finish di posisi ke-4 (overall) dengan best timenya 1:45.674. Walaupun finish di posisi ke-4, namun Herdy berhasil merebut podium ke-2 di kelas STC 1B, dan podium ke-2 di kelas JSTC 3.

Di Honda Brio Speed Challenge atau HBSC Rio R. Bramantio yang start dari grid ke-25 (campur HJSC) atau ke-8 di HBSC dengan catatan waktu QTT 2:04.658. Harus puas finish di posisi ke-22 atau ke-6 di HBSC. Di kelas promotion HBSC, dia hanya mampu finish di posisi ke-4 dengan best timenya 2:04.299

Sementara rekan satu teamnya yang sama sama bertarung di Honda Brio Speed Challenge, yaitu Iwan Sidharta berhasil finish didepan Rio atau ke-21, atau ke-3 di kelas promotion HJSC dengan best timenya 2:03.586. Dokter Suroboyo yang memulai start dari grid ke-22 berhasil merebut podium ke-3 di kelas promotion HBSC setelah bertarung dan mengalahkan rekan satu teamnya sendiri, yaitu Rio R. Bramantio. Di Kejurnas ITCC atau Indonesia Touring Car Championship. Iwan yang memulai start dari grid ke-11 (overall), atau ke- 5 di kelas ITCC 1200 dengan waktunya 2:03.025. Hanya mampu bertengger di posisi ke-10 umum atau melorot ke posisi ke-7 ITCC 1200 dengan best timenya 2:03.138. Iwan pun gagal mengulang podium seperti di HBSC.

Dan akhirnya race terakhir bagi team ini adalah Indonesia Retro Race dengan pembalapnya Rio R. Bramantio yang mempiloti sebuah Honda Civic Wonder SB3 yang sudah di swap dengan mesin 1.6 Lt B16. Rio yang start dari grid ke-8 dengan hasil QTT yang drop ke  2:00.696 akibat ada masalah dengan ecu nya, langsung melesat maju kedepan ke posisi ke-3 di belakang Bimo Variant dari Ecurie Cinere dengan Mercedes Benz 190E. Namun sayang pada lap ke-5, Rio pun harus out dari race akibat as roda nya putus yang mengakibatkan dia harus melupakan podium pertamanya di balapan retro ini. Sebelum D.N.F, Rio sempat mencetak best timenya 1:58.521

Dengan demikian team ini berhasil memboyong sebanyak 11 piala dari seri ke-3 ISSOM. Dimana pengumpul piala terbanyak adalah Rio R. Bramantio dengan 4 piala, di ikuti oleh sang adik, yaitu Rian Risky dengan 3 piala, lalu ada M. Herdy dengan 2 piala, Iwan Sidharta dengan 1 piala, dan akhirnya Alfin M. Rahman sebanyak 1 piala.

Stay tune di Perfourm.com untuk full artikelnya.

BANK BJB B16 AP SPEED : BATTLE OF BRIOS

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!