ISSOM 2018 ROUND 3

261

ISSOM atau Indonesian Sentul Series Of Motorsport  memasuki seri ke-3 pada tanggal 13-15 Juli 2018 yang lalu di Sentul International Circuit , Bogor. Meskipun sudah memasuki putaran yang ke-3 , namun beberapa pembalap baru  dan juga mobil baru mulai mengihiasi area pit ataupun paddock sirkuit sepanjang 4,12 km itu.

Moment seri ke-3 ini juga menjadi ajang silahturahmi setelah libur puasa dan lebaran yang hampir 3 bulan lamanya. Dimana mereka sesama pembalap saling berjabat tangan, berpelukan, dan memaafkan satu sama lainnya. Meskipun mereka berbeda agam, namun saling menghormati satu sama lainnya.

ISSOM pada seri ke-3 ini juga kehadiran pembalap baru atau new kids on the block, yaitu Reza Christy Saputra  dengan Toyota Corolla AE92 bermesin 3SGTE. “ Saya tertarik untuk ikut JSTC karena melihat kayanya balalapannya seru. Apalagi saya punya mobil bahannya cuma Corolla. Jadi saya maksimalkan saja mobil saya dengan swap 3SGTE. Apalgi persiapan saya Cuma beberapa minggu saja” terang Reza ketika ditanayakan alasannya ikut balap JSTC.

Reza akan ikut bertarung di kelas JSTC 2B dengan Corolla bermesin 3SGTE yang mampu memuntahkan tenaga sekitar hampir 200 hp-an dengan sistem penggerak depan.

Hot Machine atau mobil baru lainnya adalah Toyota Corolla DX KE70 milik Yanbu Geovani yang sudah dipersenjatai dengan mesin 3SGE Beams edition yang body luar nya sudah dimelarkan dengan pengadopsian aero kit ala silhoutte race car.

Mesin 2.0 Lt 3SGE BEAMS nya tidak dalam keadaan stock. Worlshop Geovani Garage di Tasikmalaya  memodif lagi dengan Hi-comp pistons, Supertech forged valves, TODA valve springs, Toda Camshaft, Toda cam Pulley, TODA Timing Belt, ACL race Bearings, dengan napas melalui karburator 4 barrel WEBER DCOE 50  dengan power tenaga membengkak menjadi 240 hp.

Di area parkir belakang pit Sentul pun tak kalah menariknya dengan yang ada di dalam pit atau paddock. Saya pun kesengsem dengan sebuah Toyota Starlet KP60 yang didandani ala mobil rally classic lengkap dengan livery, lampu sorot, avco mudflap, dan tentu saja ban pacul

Sementara si lil tiny winy KP60 rally look berdiri disamping sebuah Jeep Rubicon lengkap dengan ban MT nya (Mud Terrain) , suspensin yang telah ditinggikan, winch, dan lampu sorot. Bisa dibilang bagai pinang dibelah kampak, anak jaman old  versus anak jaman now

Tapi jika ingin melihat mobil jaman old yang di modif ala jamn now, bisa melirik ke show stopper di area parkir pit Sentul ini. Yaitu sebuah BMW E30 Wagon lengkap dengan Mtech 2 body kit, air suspension, dan SSR Reverse Mesh Wheels yang menggantikan BBS E28 Motorsport Magnesiumnya. Tapi juju raja saya lebih suka BBS E28 yang berada di balik fender si Dirty Thirty milik Posma Panggabean ini.

Lain di mobil lain di helm. Beberapa pembalap ISSOM pun menghiasi helm polosnya dengan livery yang sesuai dengan kepribadian mereka atau warna dan motif favorit mereka. Dimana helm yang berlivery menjadi identitas diri mereka yang membedakan dengan pembalap lainnya. Dengan kata lain Anda bisa menebak siapa orang dibalik helm itu dengan hanya melihat helm nya saja. Seperti Angling Kusuma  dengan helm bercorak helm balap retro atauklasok tahun 70an

Jika Angling jaman old, maka helm dengan liivery atau desain jaman now ada pada Rian Risky dari AP Speed. Dimana pembalap yang bertarung di race Japan Super Touring Championship dan Super Touring 1600 ini memberikan livery pada Stilo Helmnya nya dengan warna biru sebagai warna dominannya dengan sstripping berupa inisial huruf namanya, yaitu R

Helm yang dikerjakan di Surabaya oleh Caprin Racing ini memberikan sentuhan pribadi beruba airbrush arah mata angin atau kompas diatas helm Rian yang merupakan identitas dari Rian Risky dan pekerjaannya.

Comments

comments!