2018 BHAYANGKARA DRAG RACE KAPOLDA CUP, MAKASSAR – PT.1

293

Akhirnya untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Makassar untuk keperluan meliput sebuah event otomotif atau balap mobil, yaitu drag race. Sudah semenjak tahun 2001 saya terakhir kalinya menginjakkan kaki di kota yang penuh dengan makanan beroktan tinggi ini mengikuti dinas orang tua saya. Saya pun datang atas undangan Yopilevi Volian Tenisia  dari SAR Speed selaku ketua panitia Bhanyangkara Drag Race Kapolda Cup 2018

Cara terbaik untuk mengetahui kebudayaan lokal secara mudah dan nikmat adalah dengan incip-incip atau wisata kulinernya kota Makassar. Dan salah satu nilai plus dari pekerjaan saya ini adalah bisa travelling ke berbagai kota atau negara dan mencicipi kulinernya. Jadi disamping say demen motorsport, dan travelling, saya juga doyan berburu kuliner di tempat saya berdinas. Jadi makanan pertama saya setelah landing di Sultan Hasanuddin, adalah Pallu Basa Serigala. Terima kasih kepada Caul yang sudah menjemput saya dan mengisikan tangki perut saya dengan 2 porsi makann berkuah yang rasanya mirip dengan coto makassar cuman lebih kental dan gurih karena ada bubuk kelapa goreng dan kuning telurnya ditambah empuknya dagingnya. Sasadep untuk makanan yang membuat Vtec saya hidup alais makanan beroktan tinggi. Tapi haw che sing cing pinglah..alias enak gila padahal ini debut perdana saya makan kuliner ini.

Race sepanjang 201 meter yang dijadwalkan pada tanggal 7-8 Juli yang lalu, di reschedule menjadi 28-29 Juli dikarenakan Pilkada. Dimana tempat nya juga ikut berubah dari yang awalnya di Lanud Hasanuddin dipindahkan ke sirkuit jalan raya Tallasa City, dikarenakan Bapak Presiden Joko Widodo berkunjung ke Makassar

Dimana sesi scrutineering ini sudah mulai dibuka pada jam 10 pagi hingga 5 sore yang bertempat di area pintu masuk Tallasa City

Saya pun mulai mengamati scrutineering yang diiukuti oleh para dragster kota Makassar dan sekitarnya yang rata-rata kebanyakan di dominasi oleh para pembalap yang menggunakan mobil sekelas Honda Jazz atau Brio. Namun ada satu mobil yang membuat saya cinta pada pandangan pertama, yaitu sebuah Toyota Starlet EP71 berkelir putih dengan livery khas oli dari Inggris yang biasa kita sebut Starlet Kotak

Dari Caul, Sorenya setelah Scrutineering sayapun dijamu oleh juragan SAR Speed yaitu Rio, dan  Yopilevi Volian Tenisia  dari SAR Speed selaku ketua panitia Bhanyangkara Drag Race Kapolda Cup 2018. Kali  ini makanan yang paking hits se Makassar, yaitu Konro Bakar Karebosi.

Inilah pertama kalinya saya mencicipi iga bakar legend dari kota Makassar ini didampingi sop konro nya. Rasanya? haw che sing cing ping, empuk dan lembut dagingnya. Mungkin lebih enak lagi jika ada versi bumbu kecap yang diaksi potongan cabe, bawang, dan tomat.

Setelah dikenyangkan dan dijamu dengan kuliner khas kota Makassar yang tidak sampe membuat saya ngeboost atau Vtec kicked in ya! (kuliner Medan lebih membuat saya sampe pusing kepala). Saya pun bangun jam 4 subuh karena crew call nya jam 4.30 waktu Indonesia Bagian Tengah. Yang mana keadaan masih gelap gulita. Ini adalah crew call paling pagi yang pernah saya alami setelah crew call Akbar Rais ketika mengikuti kompetisi drifting di Melaka Malaysia pada jam 5:30 (dimana keadaan masih seperti jam 3 subuh)

Selamat datang di sirkuit drag race Tallasa City yang mengambil tempat di jalan raya komplek pergudangan ini. Dimana lintasan ini sepanjang kurang lebih 450 meter dengan pembagian 201 meter track dan 249 meter braking zone. Jadi lintasan ini sudah cukup aman dalam hal panjang lintasan dan pengereman, juga lebar lintasan. Dimana penonton diatas 50 meter dari garis start juga sudah disterilkan, apalagi di sisi kiri track adalah tembok pabrik atau gudang. Sementara di sebelah kiri adalah pulau jalan yang cukup lebar ditambah pagar pembatas yang cukup jauh dari track. Dan menjadi PR bagi saya untuk memphoto event ini karena spot view /angle yang terbatas, ditambah lagi bayangan atau area gelap yg tidak rata hanpir menyeluruh.

Bhayangkara Drag Race Kapolda Cup 2018 ini diadakan untuk memeriahkan dan memperingati Hut Bhayangkara ke-72. Jadi tak heran jika track drag race di Tallasa City dipenuhi opleh para personel dari pihak kepolisian yang menjaga agar kondisi selalu aman dan terkendali, mulai dari K9 hingga Brimob lengkap dengan senjata laras panjangnya. Mengingat ini adalajevent pertama kali di jalan raya setelah insiden drag race di tahun 2006 yang memakan korban jiwa, dimana semenjak saat itu drag race di jalan raya dilarang.

Oleh karena itu untuk alasan Keamanan dan kenyamanan, Yopilevi Volian Tenisia selaku ketua panitia Bhanyangkara Drag Race Kapolda Cup 2018 tidak mau main-main. Yopi pun mendapatkan dukungan penuh dari Kompol HS Bahtiar yang merupakan Kapolsek Tamalanrea untuk pengamanan event. “Bhayangkara Drag Race Kapolda Cup 2018 ini diadakan untuk memeriahkan dan memperingati Hut Bhayangkara ke-72. Alhamdullilah event ini bisa terlaksana dengan lancar setelah sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 7-8 Juli yang lalu, di reschedule menjadi 28-29 Juli dikarenakan Pilkada. Dimana tempat nya juga ikut berubah dari yang awalnya di Lanud Hasanuddin dipindahkan ke sirkuit jalan raya Tallasa City, dikarenakan Bapak Presiden Joko Widodo berkunjung ke Makassar. Dan yang perlu di ingat, ini adalah event pertama kali di jalan raya setelah insiden drag race di tahun 2006 yang memakan korban jiwa, dimana drag race di jalan raya dilarang. Jadi ya deg-deg an juga kami menyelenggarakan event perdana kami ini, mengingat masalah reschedule, pindah tempat, HOAX event batal, hingga starter mencapai 365 peserta. Yang dimana melampaui target kami, yaitu 350 starter. Kami memang membatasi jumlah stater hanya 365 saja, dikarenakan ijin kami menyelenggarakan drag race dari pengprov IMI Sulsel hanya sampai jam 5 sore. Takutnya jika kami los, maka race akan molor sampai malam” terang Yopilevi Volian Tenisia selaku ketua panitia Bhanyangkara Drag Race Kapolda Cup 2018

Comments

comments!