GAZPOLL RACING TEAM : GLOWING IN ISSOM NIGHT RACE

175

Gazpoll Racing Team berhasil melewati ISSOM Night Race 2018 dengan berhasil naik keatas podium dimasing kelas yang di ikuti. Dengan menurunkan sebanyak 3 pembalapnya, yaitu Tomi Hadi, Ferry Yanto Hongkiriwang, dan Luckas Dwiananda. Team yang identik dengan livery kuning biru ini berhasil merebut 3 podium di 2 race yang di ikutinya pada Night race yang di selenggarakan pada tanggal 17-18 Agustus 2018 yang lalu. Dimana team ini juga menjadi pencetus dan salah satu sponsor utama Night Race yang merupakan event balap touring malam pertama kalinya di Indonesia.

Persiapan dini pun dilakukan oleh crew Engine + untuk menghadapi event perdana nite race yang dilakukan selepas waktu Isya. Seperti pemasangan tambahan lampu penerangan pada front bumper masing-masing pembalap

Seperti pemasangan lampu LED pada bagian front bumper Evo III milik Ferry yang terlihat mini dan minim dibandingan pembalap lainnya atau rekan satu teamnya yang sampai memasangkan 4 lampu tambahan atau LED pada front bumpernya.

Seperti pada Super Brio yang di piloti Luckas yang dilengkapi dengan 2 lampu LED dan 2 fog lamp pada front bumpernya sebagai senjata untuk menembus kegelapan sirkuit sepanjang 4,12 km ini

Tapi ada satu PR yang harus diselesaikan oleh para crew mekanik Engine+ pada Super Brio L15A Turbo milik Ferry Yanto Hongkiriwang sang Vice Chairman Gazpoll Racing Team ini, yaitu membersihkan mobil mulai  dari ekterior hingga interiornya.

Maklum saja, sehari selum race day, atau pada saat melakukan babak free practice JSTC atau Japan Super Touring Car Championship, Luckas out dari track pada saat hendak masuk ke R3, hingga harus merasakan kerasnya gravel R3 dengan cara terbang mundur.

Untung saja mobil bisa berhenti dengan sempurna, dan Luckas keluar dari mobil dengan selamat. Meskipun dia harus sedikit merasakan terbang dan berhenti dengan posisi menghadap ke track. “Cukup kaget saat masuk R3 setelah palng petunjuk di 200 siap siap ngerem tiba-tiba sudah plang 100. Yang terjadi telat pengereman dan akhirnya hilang kendalidi tengah R3 dan out. Kalau di siang hari plang sudah kelihatan dari jauh, jadi saya masih buutuh penyesuain di malam hari, walaupun sempat coba di practice bersama sebelum event resmi, namun ternyata ga cukup” terang Luckas perihal penyebab outnya di R3 pada saat practice JSTC.

Tak hanya sekali saja Luckas mengalami  kejadian out dari track, dia juga out untuk yang ke-2 kalinya pada saat babak QTT STC 2. Kali ini dia harus memarkirkan Super Brio tepat di depan pos masuk tikungan S besar. Untung saja dia sudah berhasil melakukan 3 lap dan mencetak best time 1:46.759 dimana mengantarkannya merebut P1 atau Pole Position di race STC 2 (1600-Retro)& SCC esok malam (Sabtu, 18/8). ”  Ada masalah di sistem pengereman. Rem saat memasuki tikungan 6 dan 7 atau yang kita kenal dengan nama S besar, tiba-tiba hilang 50% kemampuannya. Akhirnya saya out di situ, dan memaksa saya menjalankan mobil sesaat dan berhenti di S besar, karena ada bau oli masuk ke kabin, lalu liat kr oil pressure low. Mesin langsung saya safe mode

” Begitu di cek ternyata ada kerusakan di oil cooler yang pecah, lalu posisi radiator  mundur. Sama bongkar rem di 4 roda untuk pengecekan kenapa tiba-tiba daya rem turun rem sangat drastis” terang Luckas lagi mengenai masalah rem yang dihadapinya untuk yang ke-2 kalinya.

Comments

comments!