BHAYANGKARA DRAG RACE KAPOLDA CUP 2018, MAKASSAR – PT.2, END

Jika pada part 1 kita sudah melihat panasnya pertarungan mulai dari kelas bracket 12 detik hingga kelas khusus wanita. Kini waktunya kita untuk kembali ke dalam track Bhayangkara Drag Race Kapolda Cup 2018 di Tallasa City untuk melihat sengitnya pertarungan di kelas Pro N/A hingga Free For All. Yang mana di kelas ini di ikuti oleh team-team besar dari kota Makassar, Palu, Solo, hingga Jakarta.

Dari Team SAR Speed Solo mereka mengimport langsung sebuah Honda Civic Nouva EF9 yang bernama Sun Go Kong. Dimana Nouva ini dipersenjatai dengan mesin H23 2.3Lt beserta Hondata ECU dengan power output sebesar 265 whp. Dengan tenaga sebesar itu Sun Go Kong pernah mendapatkan best time 8.2 detik (201 meter)

Bagian eksteriornya pun semakin dipercantik  dengan livery merah putih hitam dengan Belak Industries Drag Racing Wheels lengkap dengan Hoosier Skinny pada bagian depan dan Achilles ATR-Sport pada bagian depan. Dan tak lupa sticker Perfourm pada wing belakangnya yang mampu +20 HP (Handsome Power)

Pilot pertama yang akan berada dibalik hot seat mobil bertenaga 265 whp ini adalah Reza Zulnivar yang merupakan pembalap nasional drag dari Prodrag Racing Team, dimana pada event ini dia akan mencicipi ganasnya Sun Go Kong dari SAR Speed  Levi Auto

Reza Zulnizar pun berhasil membesut dan menjinakkan mobil 265 whp tersebut  dengan best timenya 08.421 detik. Dimana dia berhasil mengantarkan SAR Speed Levi Auto ke posisi 1 atau tercepat di kelas ini.

Pilot yang ke-2 adalah  sang ketua panitia Bhayangkara Drag Race Kapolda Cup 2018 yaitu Yopilevi Volian Tenisia  dari SAR Speed Levi Auto

Namun sayangnya, Yoppi yang baru pertama kali ini mempiloti Sung Go Kong kaget terkena hentakan tenaga mesin 265 whp ketika selepas start. Ditambah lagi traction bar nya lepas, hingga membuat body mobil tahun 90 itu megal megol jalannya karena lari kanan kiri. Hasilnya Yoppi pun hanya mampu mencetak 9,3 detik

Sementara sang tuner, yaitu Rio SAR Speed Levi Auto juga merasakan keliaran yang sama pada Sun Go Kong seperti yang di alami oleh Yoppi. Rio pun harus puas mencetak waktu 9 detik an, sama seperti Yoppi akibat keliaran  Sun Go Kong.

Akhirnya ke-2 pembalap ini, yaitu Rio dan Yoppi dari SAR Speed Levi Auto harus puas bergabung didalam 9 second club akibat traction bar nya copot hingga membuat mereka harus bvalapan dengan megal megol. Dimana hanya Reza yang mampu menjinakkan dan mengantarkan si Sun Go Kong ke podium 1 Pro N/A dengan best timenya 8.421 detik.

Waktunya untuk si Susu Saset B16 AP Speed AFRT Palu EG6 untuk turun gunung. M. Herdy pun menjadi pilot yang pertama  yang bertugas untuk memanaskan Hoosier tires nya dengan melakukan burn out di area waiting zone.

Juara Nasional STC 2100 ini pun sengaja di import langsung oleh Ade AFRT Palu khusus untuk menjinakkan si Susu Saset di event ini. Dimana pembalap asal kota Cianjur ini akan menjadi pembalap utama diikuti oleh Ade sendiri, lalu ada  Kiki Anggoro yang akan berusaha merebut podium di kelas Pro N/A dan FFA.

Namun sayangnya Herdy hanya mampu mencetak best time 8.692 detik, dimana dia berhasil dikalahkan olh Reza Zulnizar dari SAR Speed Levi Auto dengan best timenya 08.421 detik.

Sementara rekan satu teamnya, yaitu Kiki Anggoro atau Oyod berhasil merebut podium ke-3 di kelas Pro N/A dengan best timenya 08.736 detik. Sementara sang owner Ade terlempar dari posisi 5 besar.

Comments

comments!