BANK BJB B16 AP SPEED : EIGHT TROPHIES IN ROUND FIVE

Bank BJB B16 AP Speed, berhasil merebut 8 piala atau podium di gelaran Indonesian Sentul Series Of Motorsport atau ISSOM seri ke-5 yang di gelar pada tanggal 21-23 September 2018 di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat

Dengan menurunkan sebanyak 5 pembalapnya, yaitu Rio R. Bramantio, Alfin Mulia Rahman, M. Herdy, Rian Risky, dan Iwan Sidharta. Mereka turun di sebanyak 4 race dengan 6 kelas didalamnya mulai dari Japan Super Touring Championship hingga balapan one make race Honda Brio Speed Challenge.

Dimulai di balapan pertama mereka, yaitu JSTC atau Japan Super Touring Championshop. Di kelas JSTC 1A. Alfin Mulia Rahman berhasil finish di posisi ke-8 (overall), atau podium ke-3 di kelas JSTC 1A (1600) dengan best timenya 1:50.434. Namun sayangnya di STC 2 (1600-Retro) & SCC,  pada kelas STC 1600, pria yang hoby naik Moge ini terpental dari podium di kelas ini akibat hanya mampu finish di posisi ke-4. Sementara overall dia finish di posisi ke-6 dengan best timenya 1:50.802

Sementara Rian Risky yang start dari dalam pit akibat tidak mengikuti babak QTT, berhasl memburu sebanyak 13 pembalap di depannya, dan finish di posisi ke-7 (overall), atau ke-2 di kelas JSTC 1A dengan best timenya 1:49.417. Di race STC 2 (1600-Retro) & SCC, Rian kembali lagi harus start dari dalam pit untuk yang ke-2 kalinya. Tapi sekali lagi walaupun dia start dari dalam pit yang berarti paling buncit. Arek Suroboyo ini berhasil menggila dengan finish di posisi ke-4 (overall), dengan kata lain dia berhasil melewati sebanyak 12 pembalap didepannya. Di kelas STC 1600, pembalap yang di sponsori oleh Bank BJB, Triumph, Gas Motorcycles, Ahmad Sahroni Center, Rumah Keikira, dan Motul ini berhasil finish di posisi ke-3 atau podium ke-3 dengan best timenya 1:49.453

Naik ke kelas JSTC 1B. M. Herdy yang sekiranya berhasil finish  5 besar, tercecer ke posisi paling buncit, sekaligus tersingkir dari podium JSTC 1B. Herdy yang start dari grid ke-4 ini posisinya dari lap-ke lap turun secara dramatis, hingga akhirnya finish di posisi paling buncit atau akhir (ke-12) akibat dipstick atau stick untuk mengecek volume oli mesinnya terlepas, hingga membuat oil presure nya turun, dan asap tebal mengepul dari bagian mesinnya. Hasilnya?performance mesinnya menurun sangat drastis. Namun Herdy pun berusaha untuk menyelesaikan race ini dengan tertatih-tatih agar mendapatkan point. Pembalap asal kota Cianjur ini pun akhirnya finish di posisi paling buncit atau ke-12 dengan best timenya 1:49.487

Comments

comments!