JSTC : AMANDIO WINS THE JSTC ROUND FIVE

Amandio dari ABM Racing Team berhasil membalas kekalahannya dari Luckas Dwinanda (Gazpoll Racing Team) pada race Japan Super Touring Championship di ISSOM Night Race pada bulan Agustus yang lalu. Amandio yang start dari grid ke-2 ini berhasil mengambil alih P1 dari tangan Avan Abdullah dari Tiegan BKRT Wisesa yang melorot ke posisi ke-3, setelah dia juga di salip oleh Luckas Dwinanda yang finish di posisi ke-2.

Race Japan Super Touring Championship kali ini di ikuti oleh sebanyak 14 pembalap, dimana seharusnya seharusnya ada sebanyak 16 pembalap yang start di race ini, namun ke-2 pembalap tersebut harus D.N.S atau Did Not Start akibat kerusakan pada mesin mobil mereka. Ke-2 pembalap tersebut adalah Angling Kusumo Endriyono dari Harman Motorsport dan Hendra Widjanarko dari Speedy Motorsport.

“Pertarungan di seri ke-5 sangat seru mulai dari barisan depan hingga belakang. Kualitas dan timenya pun pada lebih cepat semua. Tapi saya tetap membuka pintu untuk para pemula atau pembalap lainnya untuk ikut bergabung di JSTC dengan membuka kelas baru yang bisa di ikuti oleh siapa aja baik itu pemula atau pro, yaitu kelas 1600 max dan 1800 max. Dimana kelas ini menggunakan mobil pabrikan yang di produksi di Indonesia dengan batas tahun produksi adalah 1990 (paling tua). Peraturannya simple seperti wajib menggunakan mesin bawaan asli, mesin boleh di modif kecuali mengganti as kruk atau crank shaft dengan batasan oversize piston, gearbox h-patern,dll. Ya mirip dengan race group N atau ITCC (Indonesia Toruing Car Championship) jaman tahun 2000an dulu. Dimana di kelas 1600 max mobil seperti Estilo, Genio, Ferio, Vios, Jazz, Swift, Yaris, Vios, Type Z, Great Corolla, Twincam GTi, Lancer GLXi, Baleno, dll bisa ikut. Sementara di kelas 1800 max mobil seperti Lancer GTi, Mazda Astina, Civic FD1,Corolla Altis, dll bisa bergabung disini. Dimana sosialisasinya dimulai pada seri terakhir atau seri ke-7 ISSOM pada akhir bulan November besok. Dimana beberapa mobil contoh akan ikut di seri terakhir ISSOM 2018, dan ke-2 kelas ini mulai dipertandingkan pada musim balap 2019 besok” terang Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC yang juga vice chairmant Gazpoll Racing Team ini

Grid 1 atau peraih P1 pada race seri ke-5 ini adalah Avan Abdullah dari Tiegan BKRT Wisesa dengan best timenya  1:43.797. Lalu di grid ke-2 ada Amandio dari ABM Motorsport dengan best timenya 1:43.845. Dan di grid ke-3 ada Luckas Dwiananda dari Gazpoll Racing Team dengan best timenya 1:43.866

Namun sayangnya pada awal lap posisi P1 Avan Abdullah pun berhasil direbut oleh Amandio yang kini berada di P1. Apes nya lagi Luckas Dwinanda yang start di posisi ke-3, juga berhasil merebut posisiny, yang akhirnya membuatnya terpuruk di posisi ke-3. Sementara Luckas berhasil naik 1 peringkat ke posisi ke-2.

Pertarungan sengit juga terjadi di barisan tengah antara pendatang baru Benny Santoso dari Sigma Speed yang pada race kali itu menggunakan GE8 Turbo yang biasa di piloti oleh Imin Barata. Benny pun bertarung dengan Alfin Mulia Rahman dari Bank BJB B16 AP Speed (SB3), hingga membuat si Alfin harus melebar pada tikungan S besar. Namun sayang pembalap Euro 3000 Pro yang secara konsisten mencetak waktu 1:48 nan ini out pada lap ke-9 atau last lap. Pembalap asal kota Brebes itu D.N.F akibat kerusakan pada mesinnya turbonya. Sebelum out Benny berhasil mencetak best time 1:48.018

Dan akhirnya setelah 9 lap, Amandio  dengan Nissan Silvia S14 nya berhasil finish terdepan atau P1 dengan meninggalkan Luckas (P2) dan Avan (P3) yang finish di belakangnya. Pro Drifter Indonesia ini berhasil finish dengan best timenya 1:44.788

Begitu sampai di area parc ferme, Dio pun langsung disambut oleh crew ABM Motorsport yang langsung memeluk dan memberikan ucapan selamat kepada nya. Termasuk juga rekan satu team Sendi Setiawan (tengah) yang juga berhasil merebut podium ke-2 di kelas JSTC 1B.

Comments

comments!