BATTLE OF PONDOK CABE

Setelah lama bergulat dengan panasnya Sentul International Circuit dengan balap touringnya. Saya pun kembali lagi dunia para monster pembakar ban, yaitu drifting. Dimana mobil RWD, full lock angle, dan bau ban terbakar ada dalam menu saya di Intersport Battle Drift 2018, yang digelar di Lapangan Udara Pondok Cabe pada tanggal 20-21 Juli 2018 yang lalu

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Akhirnya saya bisa menggarap artikel umum ini dan menuntaskannya, setelah terlebih dahulu mendahulukan line up artikel client saya yang sudah menumpuk.

Lanud Pondok Cabe yang sebagai markas Skadron 21/Sena ini terbuat bukan dari Aspal jalan raya, namun beton mix yang terkenal keras dengan permukaannya yang cukup kasar hingga mampu menggerus ban mobil Anda dengan sangat sadis dan kejam.

Akibatnya, Anda dan crew mekanik Anda harus bolak-balik ke truck tire changer untuk mengganti ban mobil Anda. Dan Anda juga harus punya sangu atau bekal ban yang banyak untuk menghadapi event drift selama 2 hari ini.

Lambat laun event kompetisi drifting di Indonesia kini tidak lagi sebagai balapan one make series  Nissan Cefiro A31. Namun beberapa drifter berkantong tebal pun mulai anti maintsteam denga toy machine nya. Sudah ada Nissan Silvia S13 hingga S15, Toyota Chaser, BMW E36 & E46, Subaru BRZ, hingga barisan para Fairlady Z dari 350Z, hingga yang terbaru 300ZX (Z32)

Bukan hanya tampilan dan nick namenya saja yang dipanggil Devil Z, tapi ada setan juga di balik hood si Devil Z ini. Dimana di dalam engine bay 300ZX ini terdapat mesin inline-six RB25DET yang melengeserkan mesin oem V6 3.0 Lt. Twin turbo. Dimana si RB25DET buatan Exclusive Garage ini mampu memuntahkan tenaga sebesar  420 whp

Sementara sang owner atau pilot dari si Devil Z, yaitu Chandra Kenzo dari HTJRT, meng custom Arai Helmet nya ala Shark nose ala jet fighter pada era World War 2.

Dari barisan Devil Z yang dipersenjatai dengan mesin RB25DET, kini dibarisan Silvia S13 tidak mau kalah dengan doping beda mereknya, yaitu 2JZ lengkap dengan hood exit wastegate yang mirip dengan monumen bambu runcing di Surabaya. Bad ass…

Jika tadi 2JZ dengan hood exit wastegate twin tower tube nya yang bad ass. Maka dalam urusan jurinya, pihak panitia pun mengimpor langsung ke-3 jurinya dari Malaysia alias Straight Outa Malaysia. Mereka adalah Wanbro, Tat Tan Wei, dan si Tandem Assasin atau The Prince of Drift Tengku Djan Ley.

Dimana sebanyak 23 drifter akan mencoba menarik perhatian ke-3 juri tersebut. Termasuk juga para drifter di rookie class dan rising star yang akan go all out dengan modal seadanya, percaya diri, dan good times all around bersama teman-temannya.

Sementara sang big boss ABM Motorsport atau ABM Enterprises, yaitu Paul F Montolalu, di musim balap 2018 ini meluncurkan ABM Drift Team yang di isi oleh 2 drifter nya, yaitu Amandio dan Valentino Ratulangi. Sepertinya pembalap touring ini ingin menambah line up team balapnya selain ABM Racing Team yang sudah lebih dahulu ada di dunia balap touring Indonesia

Comments

comments!