ISSOM NIGHT RACE 2018 : LIGHT UP THE NIGHT

Akhirnya setelah sekian lama sunbathing dengan sinar matahari Sentul yang panas. Kini di ISSOM seri ke-4, saya merasakan dinginnya dan horornya sirkuit berusia 25 tahun ini. Dengan bermodal kamera 7D MKII dengan lensa 70-200 IS L4 yang sedang error auto fokusnya, dan 550D + lenskit 18-55 yang baik kamera dan lensa nya sama-sama ga benernya, ditambah hasil photo di memory 550D selama 2 hari “corrup”. Saya pun berjuang untuk mengabadikan moment di hampir seluruh bagian track, supaya Anda bisa melihat dan merasakan dingin, ngantuk, dan ngeri ngeri sedapnya dalam mebelah gelapnya  track ini demi sebuah photo dan berita.

ISSOM Night Race  2018 yang bertepatan dengan seri ke-4 di mulai dari tanggal 17, dan berakhir pada tanggal 18 Agustus 2018. Yang berarti acara hanya berlangsung selama 2 hari, yaitu hari Jum’at dan Sabtu saja. Dengan pembagian 5 race di gelar pagi sampe sore, dan 6 race lainnya di gelar selepas Isya atau jam 7 malam. Dan bagi yang kebagian shift malam, maka lampu tambahan hukumnya wajib.

Dan seketika, para crew mekanik masing-masing team berlomba-lomba untuk memotong front bumper pembalap mereka supaya lampu sorot atau tambahannya bisa bersembunyi di dalam  front bumpernya. Maklum saja salah satu peraturannya mengatakan bahwa lampu tambahan tidak boleh di luar atau lebih maju  dari pada front bumpernya. Mobilpun terlihat mirip dengan mobil-mobil GT3 yang mengikuti 24H endurance race.

Beberapa team pun sekarang sudah benar-benar memperhatikan detil dalam mentuning body mobil terutama pada bagian suspension dalam hal weight distribution yang berguna sewaktu menikung. Dengan memanfaatkan alat bernama Corner Weight Scales

Seperti theme campaign nya Perfourm, Motorsport we never go out of style. Nanang HB dari SKK Fresh Fruit memakai Perfourm Rallye Monte Carlo Blue t-shirt yang mampu add +20 HP (handsome power)

Saya pun menemukan beberapa helm pembalap yang sudah diberikan custom livery, seperti Carbon Stilo helmet milik Zharfan dari ZR Motorsport. Dimana basic helm yang terbuat dari carbon tersebut diberikan pemanis berupa  chrome sticker berwarna biru

Di tepi lintasan juga terlihat kegembiraan dimana Evan Pratama sedang mengajak putra dari pembalap JSTC dan Indonesia Retro Car (AE86), Apip Ginanjar. Untuk melihat jalannya race dari tepi sirkuit lengkap dengan penutup telinga dan tentu saja topi Spiderman.

Comments

comments!