GAZPOLL RACING TEAM : SUPER “1:42.842” BRIO YO!

Issom seri ke-5 menjadi seri balap yang membahagiakan namun juga menjadi seri balap yang memusingkan bagi salah satu pembalap dari Gazpoll Racing Team. Dimana dari 3 race yang di ikuti oleh ke-3 pembalap team yang identik dengan livery berwarna kuning dan biru ini, di 2 race ada 2 pembalapnya yang gagal naik podium kemenangan. Namun ada juga suatu hasil yang membanggakan dan mencengangkan dari salah satu pembalapnya, yaitu Luckas Dwinanda yang berhasil mencetak waktu 1:42.842 dengan Super Brionya pada babak official free fractice pada tanggal 21 September 2018 yang lalu.

Kesibukan team ini pun di mulai pada hari Jum’at (21/9), dimana para crew mekanik mempersiapkan mobil para pembalapnya untuk mengikuti sesi official free practice

Dimana pada sesi free practice STC 2 (1600-Retro) & Super Car Championship  Luckas Dwinanda berhasil memecahkan personal record best timenya dari 1:43.594 menjadi 1:42.842 dengan 300 hp Super Brio nya bermesin L15A Turbo. Jika nanti sampai ni Brio masuk ke Holy land 1:40, maka saya akan membaptis nya dari nama Super Brio ke Holy Brio

Sebuah hasil yang cukup mencengangkan dari city car milik Ferry Yanto Hongkiriwang (Vice Chairman Gazpoll racing Team) bermesin 1.5 Lt Turbo dimana  waktu tersebut sudah mampu membuatnya untuk bisa berdog fight atau bahkan mengasapi para BMW M3 yang berlaga di Euro 3000 Pro dan 1 detik lagi dari rekor Euro 3000  1:41.939 yang dicetak oleh Ahmad Fadillah dengan BMW E36 M3 di tahun 2016

Pada saat QTT di STC 2 atau Super Car Championship Luckas berhasil mendapatkan best time 1:44 pada hot lap 1 nya. Namun tiba-tiba mesinnya hilang respon, seperti pengapian mati, padahal dia sedang dalam hot lap yang ke-2. Yang dimana akhirnya diputuskan untuk masuk ke dalam pit untuk pengcekan  daripada terjadi  kerusakn mesin yang lebih parah. Namun waktu 1:44 sudah berhasil mengantarkannya ke grid 1 atau P1 untuk race pada esok harinya.

Ternyata selain electrical problem, para crew mekanik dari Engine + juga menemukan bahwa oil coolernya juga mengalami kebocoran akibat hantaman kerikil atau batu sewaktu berada di lintasan.

Oil cooler yang bocor pun langsung di pensiunkan dan diganti dengan oil cooler yang baru supaya performance mesin 300hp. Dengan kata lain mendinginkan suhu oli yang mungkin saja terlalu panas sehingga membuat viskositas atau kekentalan dan daya rekat oli terhadap komponen mesin menjadi kurang bagus. Yang membuat  suhu dari oli pelumas dapat diatur atau dinormalkan kembali sehingga tidak terjadi overheating pada suhu pelumas.

Comments

comments!