ISSOM RD.5 2018 : PUSH THE TEMPO

Indonesian Sentul Series Of Motorsport kembali lagi menyapa para pembalap touring Indonesia dengan seri ke-5 nya yang di gelar pada tanggal 21 September – 23 Oktober 2018 di Sentul International Circuit, kota Bogor. Dimana di seri ini beberapa pembalap lama pun comeback lagi dengan team barunya, atau pembalap yang pada seri kemaren-kemaren singgasana podium 1 nya di embat pembalap lain, di seri ini berhasil di 86 kan kembali. Selain biji para pembalap yang semakin dibesarkan beserta power mesinnya, improve pada sektor aerodinamis pun sudah mulai dilirik oleh beberapa pembalap yang sudah mulai ngeh dengan in downforce we trust. Disamping itu para pembalap juga mulai memburu gelar juara nasional atau juara umum 2018 dengan menambah point mereka

Walaupun sempat di pagi hari para pembalap dibuat ketar-ketir atau ngeri-ngeri sedap akan datangnya hujan, namun ternyata sang awan mendung cumin numpang lewat saja. Ya bagaikan isi euro cars dalam satu frame ini, minus si kotak service car lo ya. Pasti membuat para Euro Car Lovers mendapatkan pencerahan di pagi hari yang mendung itu. Mulai dari si kotak Pug dari Perancis, si kecil-kecil cabe rawit Alfa Romeo dari Italia, hingga si seksi Porsche dari Jerman.

Yang jelas yang menjadi show stopper atau neck breaker di area parkir belekang pit Sentul pada seri kali itu adalah si Porsche Cayman milik Budiyanto dari JVS Kiara 4×4 yang sudah di melarkan dan di potong bebek angsa sana seni demi bodykit Pandem bisa nancep di body Caymannya. So guys? Mana yang Anda suka? Porsche dengan body kit extreme Pandem, atau RWB, atau classy elegant OEM look ala Singer? Kalo saya….Singer.

Musim balap 2018 ini juga sepertinya menjadi musim para pembalap untuk bersolek pada bagian race gear mereka, terutama pada helmetnya. Gerhard Lukita dari ABM Motorsport pun akhirnya mempunya livery baru pada helm Arai nya dengan perpaduan warna orang, biru, dan gold yang diberikan sentuhan motif bunga sakura. Termasuk juga bantalan HANS nya yang merupakan aftermarket produk dengan warna orang dan biru. Lucu juga…

Lengkap dengan nama Gerhard dalam tulisan Cina. Yang kalo dibaca berbunyi Lin Li Wei yang artinya Strong and Great.

Tak hanya Gerhard saja yangmengganti baju pada helmnya, rekan satu teamnya, yaitu Eric Montolalu juga ikut me-repaint ulang Arai Helmetnya dengan warna yang sama persis dengan milik Gerhard, yaitu orang, putih, dan biru. Walaupun warna nya sama, perbedaannya terletak pada sticker chrome pada warna birunya.

AFJ Motorsport tidak hanya bisa menciptakan mesin yang powerfull saja dengan power out put mencapai 166 whp/120 n.m, namun mereka juga memberikan sentuhan atau nilai estetika pada ruangan yang biasanya paling anti di cat warna putih. Apalagi pada bagian head cover mesin M44 2.0 Lt. Namun bengkel milik pembalap senior Jimmy Lukita ini berhasil membuat engine bay BMW E30 Coupe milik Teras dari ABM Motorsport terlihat beautiful.

 

Mungkin di beberapa kasus di balapan, insiden nancepnya mobil pembalap pada gravel di area high speed cornering atau tikungan tajam setelah high speed disebabkan oleh minimnya perangkat aerokit pada mobil balap tersebut (akibat tidak grip dengan track). Contohnya seperti mobil dengan tampang OEM, yang mungkin pada straight line nya bisa kencang, namun pada saat cornering belepotan. Atau sebaliknya jika pakai aerokit, pada saat menikung mantap atau dapat grip, pada saat ngebut di straight line menjadi lebih berat karena daya downforce yang besar. Oleh karena lain ladang lain ilalang, alias beda mobil beda juga downforce nya. Dan tentu saja perhitungannya juga harus tepat.

Kabar gembiranya adalah beberapa pembalap dengan mobil balapnya pun sudah mulai bermain perangkat aerodinamik, seperti yang sedang ngehits adalah over vender dengan lubang atau vent pada bagian belakang bannya yang berfungsi membuang udara panas dari dalam vender atau disk brake, yang membuat rem gripnya stabil karena tidak iver heat

Front bumper gondrong dengan double canard sudah, over vender sudah, rear bumper gondrong dengan segudang kisi-kisi diffuser sudah, GT wing segede gaban sudah. Nah yang terbaru,dan yang sedang viral di Sentul adalah penggunaan sirip ala mobil F1 atau LeMans LMP1 pada Mercedes W124 milik Mugi dari Landy Land Racing Team. Dimana risetnya sendiri sudah dilakukan selama 2 tahun, bersamaan dengan perangkat aerokit lainnya yang ditest di wind tunnel

Mugi mengklaim bahwa sirip ala F1 atau LeMans LMP1 beserta seperangkat aerokit yang nancep di Benz W124 nya yang bongsor ini mampu membuat best timenya lebih cepat 2 detik dari versi body standarnya. Hasilnya, Mugi mampu finish di posisi ke-6 (umum), dan pertama di kelas Enspritzen 5 dengan best timenya 1:55.846

Beda Mugi, beda juga Reza. Reza Alfin yang juga menggunakan Mercedes W124/320 gundul alias tanpa aerokit, harus berjuang melawan galaknya over steer ketika melibas tikungan Sentul. Inilah sebenarnya fungsi dari aerokit seperti rear diffuser ataupun gt wing, untuk membuat bagian belakang mobil lebih grip ke aspal. Hasilnya Reza pun harus puas finish di posisi ke-8 (overall), atau ke-2 di kelas Enspritzan 5 dibelakang Mugi dengan best timenya 1:57.848

Comments

comments!