APIP GINANJAR CLINCH 2018 RETRO MAX 1600 CHAMPIONSHIP TITLE

Hachirokune. Apip Ginanjar bersama Hachiroku Toyota Corolla AE86 Levin nya berhasil menutup musim balap tahun 2018 ini dengan hasil yang Sugoi..alias keren. Dimana Apip hanya membutuhkan 5 seri saja untuk mengunci gelar juara umum di kelas Retro Max 1600 2018 pada race Indonesia Retro Race dengan total point 142 (runner up 82 points). Disamping itu kolektor mobil sport ini juga berhasil menjadi runner up di kelas Retro Max 2000 2018 pada ISSOM seri ke-6 yang di gelar pada tanggal 2- 4 November 2018 di Sentul International Circuit, Bogor.

Walaupun di seri ke-6 Apip cuma perlu jalan-jalan santai aja di Indonesia Retro Race di sore hari karena dia sudah berhasil mengunci gelar juara umum di kelas Retro Max 1600 pada seri ke-5 kemaren. Namun paginya si Tofu Boy atau si bakul tahu  dengan si hachiroku 4AGE 16 valve four barrel nya ini ternyata ikut line up di race Japan Super Touring Championship yang di dominasi mobil Jepang FWD bermesin injection ataupun turbo. Persis seperti di film kartunnya, Hachiroku vs the world.

Maklum saja 2 mobil perangnya di JSTC, yaitu Honda Civic Estilo atau EG6 yang bertarung di kelas JSTC 1A

Dan Mitsubishi Lancer Evo III yang bertarung di kelas JSTC 2B, dua-duanya sedang opname di bengkel

“Saya ikut meramaikan JSTC dengan AE86 untuk membantu teman saya Ferry Yanto Hongkiriwang (tengah) selaku promotor JSTC dalam hal masukan apabila  ada peserta seperti saya dengan mobil penggerak belakang dan karburator mengikuti race ini. Karena kebanyakan di JSTC mobilnya FWD dengan fuel injection ataupun turbo.

Disamping itu saya ingin balap lagi bersama teman-teman saya yang ikut di JSTC.  Maklum saja saya pernah ikut JSTC di awal musim 2017 dan 2018 dengan Evo III dan Estilo, namun ke-2 mobil tersebut sedang di tuning ulang di bengkel

Jadi ya mau tidak mau saya harus turun di JSTC dengan bermodalkan mobil seadanya atau ready buat balap pada seri ini, yaitu sebuah Toyota Corolla AE86 Levin dengan mesin 4AGE 16 Valve four barrel. Yang jelas pasti kalah jauhlah lah dengan spec mobil peserta JSTC lainnya. Ya kalo saya mah JSTC nya Cuma, Jalan Santai Santai Cih. Abis gimana, cuma mobil bakul tahu. Hehehe” terang Apip Ginanjar

Jalan jalan Santai Cih bukan Japan Super Touring Championship, maklum saja ini bukan komik atau film kartun Initial D, dimana si Hachiroku mampu mengasapi musuhnya yang bermobil injeksi seperti EG6 atau EK9, maupun turbo seperti Nissan Skyline R32 GT-R ataupun Mazda RX7 FC3S. Ini sirkuit bukan Akina mountain yang berkelok-kelok. Jadi si Apip Fujiwara butuh NOS atau pun rocket di mobilnya untuk bisa melewati para monster JSTC, bukan sekedar dorifuto. This is Touring not Drifting. Dengan kata lain maju tak gentar melawan pasukan FWD injection atau turbo berotakkan Haltech dan Motec versus spuyer only. Apip akan memulai start dari grid ke-13 (2.00.964)

Lap awal pun harus dilaluinya dengan berat. Mobil-mobil injeksi didepannya pun berhamburan di depannya. Hanya sebuah Honda Civic Wonder yang bisa dibilang seusia tapi beda nasib yang ada di belakangnya. Maklum saja si Wonder walaupun tampangnya seumuran, tapi jantungnya sudah 1.6 Lt DOHC Vtec injection (200 hpan dengan best time 1:50)

Akhirnya setelah melalui race sebanyak 9 lap, Apip pun berhasil finish di posisi ke-12 (overall). Gap nya dengan Luckas Dwinanda yang finish terdepan atau P1 mencapai 1 lap. Walaupun dia finish paling belakang, namun Apip berhasil finish di posisi ke-3 di kelas JSTC 1A, dan ke-2 di kelas JSTC 3 dengan best timenya 2:02.465

“Tidak apa-apa saya finish paling belakang, mengingat mobil saya yang paling tua (86), penggerak belakang, dan  karburator pula. Yang penting target saya tidak di overlap oleh mobil di kelas saya atau ber cc 1600. Saya pun hanya mentok shifting di 6.000 rpm karena biarpun saya mentokin mesinnya, percuma saja tidak akan ke kejar, karena gap antara mobil rwd carbu dengan fwd injection sampai 5 detik jaraknya. Punya saya mentok di waktu 1:56 Jadi ya hemat mesin buat balap Indonesia Retro Race sorenya. Intinya pengalaman race saya kali ini untuk masukan  buat teman saya Ferry selaku promotor JSTC, biar JSTC semakin maju dan kompetitif jika ada peserta seperti mobil saya” terang Apip ketika  ditanyakan pengalamannya seusai race JSTC dengan mobil AE86 nya.

Di kelas JSTC 1A, Apip Ginanjar dari Speedy Motorsport di podium ke-3 dengan best timenya 2:02.405. Sementara Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage berhasil bertengger di podium 1 dengan best timenya1:50.122. Di podium ke-2 ada Alfin Mulia Rahman dari Bank BJB B16 AP Speed dengan best timenya 1:50.962.

Dan akhirnya di kelas JSTC 3,  Apip Ginanjar dari Speedy Motorsport di podium ke-3 dengan best timenya 2:02.465. Sementara di podium pertamanya ada Amandio dari ABM Motorsport dengan best timenya 1:44.004

Comments

comments!