JSTC : IT AIN’T OVER ‘TILL IT’S OVER

Tensi pertarungan di race Japan Super Touring Championship pun semakin memuncak seiring  akan berakhirnya musim balap 2018. Dimana masing-masing pembalap akan berusaha mengumpulkan point dan mempertahankan posisi nya di puncak kelasemen sementara juara umum di masing-masing kelas yang dipertandingkan. Ada yang sudah berhasil mengunci gelar juara umum di kelas nya pada seri ke-6 ini, namun ada juga yang masih harus berjuang mati-matian di seri penghujung yaitu BSD Grandprix (seri ke-7)

Oleh karena itu beberapa pit peserta JSTC pun tampak lebih rempong daripada biasanya. Karena proses tidak akan menghianati hasilnya.

Dan bagi pembalap veteran atau jadul seperti duo team Sigma Speed, yaitu Imin Barata dan Chandra Alim.  Sepertinya mereka harus berjuang extra keras untuk bisa bertarung dengan para juniornya. Tapi salut sama mereka berdua yang bisa dibilang menjadi pembalap tertua diantara barisan para JSTC Warrior yang terhitung masih imut-imut, namun ke-2 pembalap ini masih keep pushing. Thumbs up…

Ada satu pemandangan yang langka dan unik di area waiting zone pit 0 saat itu. Apip Ginanjar yang biasanya menggunakan EG6 atau Evo III nya di JSTC. Namun si Tofu Boy atau si bakul tahu ini malah membawa hachiroku 4AGE 16 valve four barrel nya ini untuk ikut line up di race Japan Super Touring Championship yang di dominasi mobil Jepang FWD bermesin injection ataupun turbo. Persis seperti di film kartunnya, Hachiroku vs the world. Maklum saja EG6 dan Evo III nya masih bobok manis di bengkel.

Ricky Karyanata Dianto dan Sendi Setiawan merupakan dua pembalap yang bisa dibilang Tom & Jerry nya JSTC karena mereka sering terlihat terlibat dogfight jarak dekat di beberapa seri ini. Dimana mereka berdua biasanya bertarung untuk memperebutkn podium ke-2 atau ke-3 di kelas JSTC 1B

Bromance pun terjadi antara Avan Abdullah dari Bank BJB Delta Garage yang menduduki grid ke-2 yang memberikan pelukan hangat kepada Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team yang pada seri itu berhasil merebut P1 atau Pole Position.

” Seri ke-6 ini menjadi seri terakhir race JSTC di Sentul, sebelum akhirnya menutup musim balap 2018 dengan seri 7 di BSD Grandprix yang merupakan sirkuit jalan raya di kawasan BSD City, Tangerang Selatan. Dimana pada seri ke-7 besok, JSTC akan trial atau uji coba kelas baru yang akan dibuka pada musim balap 2019 nanti, yaitu 1.600cc dan 2.000 cc. yang memakai mesin bawaan atau asli mobil, boleh di modif, namun tidak boleh di engine swap. Seri ke-6 ini juga menjadi race penentuan bagi beberapa pembalap untuk mengunci gelar juara umum JSTC 2018 di 5 kelas yang dipertandingkan. Karena ada Honda Brio yang akan menjadi hadiah utama bagi sang juara umum. Bagi yang belum jadi juara umum, BSD Grandprix akan menjadi pertempuran terakhir mereka. Top JSTC ” terang Ferry Yanto Hongkiriwang Vice Chairman Gazpoll Racing Team selaku promotor JSTC.

Japan Super Touring Championship pun sudah memasuki seri ke-6 dari 7 seri yang dipertandingkan pada musim balap ISSOM 2018 ini. Dimana beberapa pembalap sudah berhasil mengunci gelar juara umum di masing-masing kelas, namun ada pula yang masih harus berjuang hingga tetes darah penghabisan pada seri terakhir atau ke-7 di BSD Grandprix (street circuit)

Comments

comments!