ISSOM 2018 RD.6 : THE LAST BATTLE IN SENTUL

ISSOM atau Indonesian Sentul Series Of Motorsport memasuki seri ke-6 di musim balap 2018 ini. Yang berarti akan menjadi seri terakhir balap touring yang diadakan di Sentul International Circuit, sebelum akhirnya menutup musim balap 2018 ini di sirkuit jalan raya yang terletak di BSD City kota Tangerang Selatan, Banten.

Karena sudah memasuki seri-seri terakhir dari musim balap 2018 ini, tensi balap pun terlihat semakin memuncak bagi para pembalap dan team yang mensupportnya. Maklum saja perebutan titel juara umum atau nasional menyisakan 2 seri atau 1 seri lagi. Oleh karena itu beberapa pembalap pun semakin bereksperien atau mempersenjatai mobil mereka dengan performance package yang baru seperti mesin, ecu, suspension, ataupun aerokit yang baru. Seperti aerokit package BMW E36 milik Gerhard Lukita dari ABM Motorsport yang bertarung di ETCC Euro 3000

Saya pun menyukai bagaimana dia memberikan nilai estetik atau keindahan pada aerokitnya dengan memberikan sentuhan warna kuning stabilo pada ujung aerokitnya yang mempertegas damn right my aerokit is hotter than yours.

Sementara sang ayah, yaitu Jimmy Lukita yang merupakan pembalap senior Indonesia memperkenalkan sebuah alat yang berfungsi untuk mempercepat pelepasan racing harness ketika kita hendak membukanya atau pun meraihnya supaya tidak berhamburan. Alat tersebut berupa karet sebanyak 4 buah (masing-masing 2 buah) yang terpasang pada masing-masing 1 sisi racing harness, dimana ketika ketika kita membuaka sabuk tersebut, maka secara otomatis karet tersebut mengangkat sabuk pengaman kita, tanpa terjatuh kebawah atau terduduk. Alat tersebut Jimmy adaptasi dari balapan LeMans atau ketahanan lainnya, dimana alat tersebut mempermudah pembalap untuk masuk dan keluar sewaktu berganti pembalap.

Jika BMW E36 milik Gerhard Lukita hanya butuh sebuah laptop untuk menyeting ecu nya supaya bisa lebih greget performancenya. Maka bagi para Retro car, mereka masih menggunakan starter kit untuk mentuning sebuah mesin karburator, seperti pistol timing light dan sebuah airflow meter

Di mana air flow meter ini bermanfaat untuk menyamaratakan air flow meter di ke-4 karburator supaya angkanya sama atau tidak pincang. Sebelum ada alat ini, kebanyakan para tuner mengandalkan telinga atau feeling soo good dalam hal mentuning 4 barrel

Pit sentul memang pada seri kali itu terlihat lebih hidup alias sibuk dengan aktifitas para mekanik yang berpacu dengan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya, yaitu memperbaiki mesin pembalapnya supaya  bisa ready digunakan pada saat QTT atau race day. Mulai dari gearbox

Atau mungkin ke-2nya, alias turun mesin total karena mesinnya bolong. Solusinya Cuma fix it or change it. Jika fix it maka butuh waktu dan tenaga untuk mencari part mesin, termasuk juga mesin barunya yang rusak. Ya seperti menyusun puzzle semacam tetris dari awal, Tapi jika change it, maka kita hanya perlu tinggal memasukkan mesin bulet-bulet kedalam engine bay. Masalahnya Cuma satu, apakah kita punya mesin serep atau cadangan tersebut? Karena biasanya mobil sejenis DX ini sudah memakai engine swap dengan mesin Honda F20 atau pun K series, bahkan 3SGE dan 4AGE 20 valve.

Comments

comments!