ISSOM 2018 RD.6 : THE LAST BATTLE IN SENTUL

Dari M. Fadli kita beralih ke one make race MB Club INA Race Championship dimana sebanyak 23 pembalap saling berebut masuk ke R1 di race yang paling pagi dilaksanakan di ISSOM seri ke-6 ini

Prasatya N. Putra dari team Landy land Racing Team dengan MB 202 nya terpaksa harus out  atau D.N.F dari race pada lap ke-8.

Masuk ke balap JSTC atau Japan Super Touring Championshop bagi pembalap veteran atau jadul seperti duo team Sigma Speed, yaitu Imin Barata dan Chandra Alim.  Sepertinya mereka harus berjuang extra keras untuk bisa bertarung dengan para juniornya. Tapi salut sama mereka berdua yang bisa dibilang menjadi pembalap tertua diantara barisan para JSTC Warrior yang terhitung masih imut-imut, namun ke-2 pembalap ini masih keep pushing. Thumbs up…

ini bukan komik atau film kartun Initial D, dimana si Hachiroku mampu mengasapi musuhnya yang bermobil injeksi seperti EG6 atau EK9, maupun turbo seperti Nissan Skyline R32 GT-R ataupun Mazda RX7 FC3S. Ini sirkuit bukan Akina mountain yang berkelok-kelok. Jadi si Apip Fujiwara butuh NOS atau pun rocket di mobilnya untuk bisa melewati para monster JSTC, bukan hanya sekedar dorifuto. This is Touring not Drifting. Dengan kata lain maju tak gentar melawan pasukan FWD injection atau turbo berotakkan Haltech dan Motec versus spuyer only. Apip akan memulai start dari grid ke-13 (2.00.964). Ganbate..tofu boy.

Luckas Dwinanda berhasi mempertahankan P1 nya dari awal race hingga akhir race (9 lap) dari serangan Avan Abdullah dan Amandio yang memginginkan posisi 1 dari tangannya. Pembalap dari Gazpoll Racing Team ini berhasil finish 1 di kelas JSTC 2A dan kelas overall dengan best timenya 1:42.944. Selain berhasil finish terdepan dan tercepat di JSTC dengan best time 1:42.441 (QTT JSTC), Luckas bersama Super Brio milik Ferry Yanto Hongkiriwang sang vice chairman Gazpoll Racing Team yang juga promotor JSTC ini, juga berhasil mencetak record baru Super Brionya yaitu, 1:42.091 (QTT SCC). Yang jelas sudah semakin dekat si Super Brio ini ke Holy land nya Honda Boys di Indonesia yaitu 1:40. Dan juga membuat para pasukan BMW M3 dan Porsche ngeri ngeri sedap.

Di European Touring Car Championship Euro 2000 class. Ahmad Fadillah Alam dari Fastron Jakarta Ban Racing Team dengan W201nya  terpaksa harus race dengan pandangan yang agak tertutup oleh fender depan yang terbang ke arah wind shield nya. Namun pro drifter tersebut berhasil menyelesaikan race sepanjang 12 km tersebut dengan finish diposisi ke-4 atau ke-4 di kelas pro. Fadil pun gagal naik podium di race kali ini.

Sementara Radityo Mahendra  dari ABM Motorsport  dengan BMW E36 coupe berhasil finish terdepan di race kejurnas Euro 2000 ini. Radit pun berhasil finish 1 di kelas Euro 2000 pro. Sementara Aldo Oekon dari Pertamax Motorsport dengan BMW E36 nya harus puas finish di belakang Radityo dan ke-2 di kelas Euro 2000 pro.

Di balapan one make race Honda Brio Speed Challenge, Irvan Fauzi berhasil finish ke-6 overall di HBSC. Sementara di promotion class nya, pembalap asal kota Bandung ini berhasil merebut podium ke-2 dengan best timenya 2:01.826

Naik ke Honda Jazz Speed Challenge, Andika Rama Maulana dari Honda Bandung Center terpaksa out dari podium 3 besar di Master Class karena hanya mampu finish di posisi ke-4 overall dan ke-4 di master class. Pembalap yang memulai karir balapnya dari balap mobil simulator ini berhasil mencetak best time 1:55.932

Comments

comments!